One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
18



Malam pun tiba semua persiapan sudah selesai semua kini semuanya sudah berkumpul di taman belakang tempat akan di adakan ulang tahun .


Tapi tidak dengan Edward dia memilih melihat dari balkon saja karena hal semacam ini hal yang paling dia benci .


Dia duduk dengan tenang sambil memainkan Benda tipis nya entahlah apa yang pria itu lakukan dengan benda itu .


Tidak berselang lama sang pemilik acara ikut bergabung dengan keluarga nya yang sudah berkumpul .


Eliza ke luar dengan dress yang begitu indah melekat di tubuh rampingnya sedang kan rambutnya di biarkan begitu saja .


Dia tersenyum menatap semua keluarga nya yang sudah menunggunya .



" Wow so **** kak " Eliza menyibakan rambut nya dengan angkuh " Aku memang cantik " Ucapnya dengan cepat .


" Menyesal aku memuji nya " Pungkas Erland .


" Mulut mu terlalu gatal " Cibir Bara .


" Apa tidak ada kue ulang tahun " Tanya Eliza ,padahal dia sendiri sudah tahu .


Kalau malam ini hanya ada acara makan keluarga dan sedikit hal penting yang akan di katakan oleh Naufal dan Queen .


" Jika kakak ingin bikin sendiri " Ketus Daffi .


" Mulutmu ingin kakak cobek hah " Ucap Eliza sedikit meninggi kan suaranya .


" Princess " Eliza mengaguk patuh lalu duduk di samping Henry dan Elvi .


" Berdoa dulu " Ucap Elvi lembut, Eliza pun memejamkan matanya .


Eliza tidak meminta apa pun tuhan Eliza hanya ingin orang yang aku sayangi selalu sehat dan boleh kan aku berdoa untuk bunda Lian !! Tolong jaga dia untuk Zaza , bagaimana pun dia bunda Zaza ,Zaza merindukan nya bolehkan Zaza bertemu dengannya sekalipun hanya dari jauh Eliza benar² merindukan nya Batin Eliza tanpa dia duga air matanya menetes ke luar .


*Terimakasih sudah menghadirkan bidadari yang begitu lembut padaku dan juga adik² yang merubah hidup Zaza panjang kan umur bunda Queen hingga nanti Zaza membahagiakan dengan cara Zaza sendiri terimakasih untuk semua hal yang sudah tuhan berikan untuk Zaza .


untuk keluarga ayah ,papa ,dan bunda terimakasih sudah menerima Eliza dengan lapang dan selalu melindungi Zaza* Lanjutnya setelah itu dia membuka matanya .


" Maaf " Cicit Eliza saat membuka mata semuanya menatapnya sendu .


" Tidak papa sayang " Ucap Henry lembut sambil mengelus rambut panjang Eliza .


" Opa " Panggil Eliza lirih .


" Kenapa Hm " Tanya Henry lembut .


" tidak " Ucap Eliza memaksakan senyumnya ,Henry pun mengaguk .


Dia tahu jika Eliza menginginkan sesuatu tapi mungkin dia belum siap untuk itu .


" Opa akan menunggu nya " Eliza mengaguk pelan .


" Oma Mau bicara sesuatu pada Zaza " Eliza mengaguk " Apa pun nanti yang kamu dengar apa pun nanti yang terjadi kamu harus ingat kami semua menyayangi Zaza , kamu tahu kan gimana perasaan kami pada Eliza " Eliza mengaguk sekalipun dia tidak paham .


" Sekarang Zaza sudah besar sudah memasuki usia legal mungkin sebentar lagi Zaza akan menikah dan Oma menunggu saat itu jika ada yang datang melamar cucu Oma " Elvi tersenyum lembut " Eliza Cucu Oma yang pertama " Lanjutnya dengan senyuman yang tidak pernah luntur .


Tidak berselang lama sebuah layar besar yang berada di samping mereka berputar menunjukan sebuh video yang memperlihatkan bagaimana saat Eliza lahir ke dunia .


Dan dia bisa melihat bagaimana Naufal begitu bahagia sehingga dia tidak malu mencium seluruh wajah Lian saat itu .


Hingga akhirnya Eliza di di bawah pulang ke rumah dan di sana Eliza bisa melihat siapa yang selalu berada untuknya Mba Isna dan Desi serta Faisal karena Naufal harus bekerja .


Tiap detik menit itu berputar memperlihatkan tumbuh kembang Eliza dari yang baru lahir hingga dia sampai bicara dan bertemu Queen .


Semua tentang Eliza berputar dalam video itu di mana dia begitu bahagia saat menyambut kelahiran adiknya Xana dan juga si kembar ,di video itu pun Tidak luput kebersamaan nya bersama keluarga Daddy Radit .


Hampir 15 menit video itu berkahir saat Eliza wisuda SMA dan di sana dia begitu bahagia saat menerima ijazah nya dan mendapatkan nilai terbaik dan membanggakan untuk keluarga .


" Siapa yang bikin, make up Zaza kan rusak " Ucap Eliza sambil menyeka air matanya .


" Princess" Eliza menatap Naufal Tersenyum .


" Ayah tidak pintar membuat kata² manis dan Kaka pasti tahu itu bahkan bersama bunda pun ayah Tidak bisa " Eliza mengagguk Tersenyum " Tapi yang harus Zaza tahu kalau ayah sangat menyayangi Zaza ,Zaza segala nya buat ayah tapi bukan berarti adik² Zaza tidak penting mereka sangat penting maaf ayah salah maksud nya Kalian sangat penting Untuk ayah termaksud bunda " Naufal menghela napas panjang dan Queen langsung memegang tangan sang suami " Zaza sudah tahu kenapa ayah berpisah dengan bunda Lian dan ayah tidak ingin menutupi apa pun lagi " Henry dan Elvi langsung mengaguk " Zaza ingat waktu Zaza tertabrak bersama mba Isna " Eliza mengaguk " Saat itu dunia ayah runtuh bahkan ayah sampai tertawa bukan karena Eliza tertabrak dan masuk rumah sakit tapi takdir yang Tuhan berikan pada ayah sangat lucu bahkan ayah berpikir jika Tuhan begitu kejam pada ayah " Eliza menunduk saat melihat Naufal sudah berkaca-kaca ini pertama nya untuk Eliza begitu juga adik² nya .


" Ayah tahu kalau selama ini ,Zaza begitu merindukan bunda Lian sekalipun kamu tidak menampakkan itu, ayah tahu Eliza tidak terlalu membenci nya hanya kecewa !! Mungkin Eliza bertanya kenapa dan ayah tidak bisa menjawab itu sejak dulu ,kini Eliza sudah dewasa sudah bisa mengambil sikap jadi ayah tidak ingin menutupi apa pun itu pada Zaza ,tapi ayah mohon untuk kebesaran hati Zaza apa pun itu mohon tetap di samping ayah seperti dulu saat kita belum bertemu dengan bunda " Eliza mengaguk cepat .


"Eliza Novayandri Agrata anak ayah yang cantik , princess kesayangan ayah " Naufal memejamkan matanya kuat " Maaf jika ini berat untuk Zaza ,Zaza masih ingat om Alvin " Eliza mengangguk Sekalipun dia sendiri bingung apa kaitannya dengan pria itu " Dia ayah kandung Eliza dan ayah baru tahu saat kamu tertabrak dan membutuhkan darah. " Ucap Naufal terbata bahkan dia tidak sanggup lagi melanjutkan ucapannya .


Untuk beberapa saat Eliza terdiam bahkan bukan hanya dia tapi adik²nya yang baru tahu hal ini kaget bukan main bahkan mereka sampai melototkan matanya .


" Sayang " Eliza menatap Henry dengan tatapan kosong dan bingung " Are you ok " Eliza mengaguk sekalipun dia tidak paham .


" A-apa itu artinya Eliza bukan anak kandung ayah " Tanya Eliza terbata sekuat mungkin dia bertanya sekalipun dia sudah dengar dengan jelas ucapan Naufal tadi tapi dia berharap ucapannya tadi salah .


Tapi kini dia sudah mengerti diamnya orang yang di meja makan itu sudah menjadi jawaban atas pertanyaan nya .


" Zaza ke dalam dulu " Eliza langsung berdiri meninggalkan tempat itu .


" Biarkan dia tenangkan pikiran nya ,sudah ada pengawal " Ucap Daddy Radit.


" Ini bukan Indonesia...."


' Opa tahu itu " Jeda Daddy Radit " Kalian sudah tahu semua dan kalian tidak pun hak apa pun menghakimi Eliza dia tetap cucu atau cicit pertama di keluarga ini " Tekan Daddy Radit tegas .


" Iya Eyang " Jawab mereka bersamaan .


" El susul ..."


" Angel duduk " El pun menurut duduk sekalipun perasaan nya tidak tenang .


Sedangkan di luar sana Eliza ke luar dengan air mata yang tidak bisa dia tahan lagi ,dengan emosi yang memuncak dia membawa mobilnya ke luar dari masion besar itu .


Dan pengawal yang sudah di perintahkan pun sudah siap mengikuti nona muda Mereka .


" Tenang lah ,Eliza akan baik² saja " Ucap Jeje menatap Queen .


" Tapi Pi Eliza Tidak terlalu paham di sini " Ucap Queen khawatir .


" Pengawal mengikutinya, jadi tenanglah " Ucap Jose menangkan .


" Alexa " Queen menatap Naufal lalu mengaguk tapi bagaimana pun dia tetap tidak bisa tenang .


Memikirkan Eliza di luar sana apa lagi keadaan Eliza tidak baik² saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian .


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘 😘😘