One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Setoran



" Baby " Panggil Edward lembut sambil mengelus pipi mulus sang istri .


" Baby "Ulangnya lagi , Dengan perlahan Nova membuka kedua matanya dengan pelan .


" Jam berapa " Tanya Nova serak,lalu berbaring di paha sang suami melingkarkan kedua tangan nya di pinggang nya.


" Sudah jam 7, sudah waktunya makan malam " Nova langsung membuka lebar kedua matanya ,lalu menatap ke arah luar !!


Benar saja di luar sudah gelap,bahkan dia tidak sadar bahwa kamar mereka sudah menyala, Nova bangun dari tidurnya sambil meringis .


" Cuci muka ,sikat gigi " Nova hanya bisa mengaguk ,syukur tadi sebelum tidur dia mandi dulu karena Edward kembali menggempur nya saat di kamar mandi,entahlah mereka selesai jam berapa ?? Karena Nova sudah sangat lelah .


Sepeninggal Nova ,Edward membersihkan tempat tidur yang sebelumnya memang sudah di ganti setelah mereka berbagi keringat dari siang hingga sore hari .


"Sayang " Edward menatap ke sumber suara sambil tersenyum " Ayo ' Edward berdiri dari duduknya menghampiri Nova.


Hingga keduanya sampai di meja makan , semua orang menatap ke arah Nova ,sambil tersenyum kuda,apa lagi suara Nora membuat mereka tidak bisa menahan lagi .


" Bunda Tugasnya banyak ya " Tanya Nora polos .


" Tugas , tugas apa sayang " Tanya Nova bingung duduk di kursi makannya .


" Kata Opa Alan, bunda banyak tugasnya kaya Nora kalau Miss memberikan tugas " Nova semakin di buat bingung dengan ucapan putri bungsu nya .


" Tadi Nora mau ke kamar,karena Edward turun sendiri !! Tapi di tahan Opa Alan dia mengatakan kalau bunda lagi lelah karena banyak tugas dari Daddy Ray " Terang Elvi lembut, Nova langsung menunduk malu kini dia paham.


Itu berarti mereka tahu kenapa dia tidak ikut bergabung sejak tadi hingga waktu makan malam ,Ah boleh kah Nova pergi meninggalkan meja makan tapi apa itu mungkin jika tahu seperti ini dia lebih baik di kamar dan meminta Suaminya membawakan makanan di kamar .


" Mau dong di beri tugas sama Daddy Ray " Goda Amanda tersenyum .


" Hebm sepertinya baby four akan punya adik " Timpal Vania tertawa kecil .


" Rangga kapan di kasih tugas Pa ?? Tapi jangan banyak² ya kasian menantu Mama " Goda Raine tersenyum .


" Apa kalian tidak lapar ?? Ini meja makan bukan meja gosip " Ujar Daddy Radit kesal .


" Maaf Opa " Ujar mereka bersamaan .


" Kaya mereka tidak pernah mengalami saja " Cibir Eric .


" Bahkan lebih memalukan " Timpal Daffi .


" Diam " Bentak Amanda pada sang putra .


Setelah acara makan malam Rangga berpamitan ke kamar begitu juga Vika dan baby Twins .


" Abi " Panggil Rachel menatap Rangga setelah membuka kain penutup kepalanya lalu di simpan asal .


" Rachel mau sekolah di luar " Lanjutnya lagi dengan wajah cemberut .


" Umur Ade belum cukup, tunggu setahun lagi boleh ??" Jawab Rangga dengan lembut .


" Tapi itu lama Abi " Rengeknya lagi .


"Abang sama kakak saja sekolah di rumah ,kenapa Ade mau sekolah di luar " Tanya Vika Lembut , Sebentar nya dia juga kasian sama anak-anak nya, karena mereka hanya bisa ke luar jika ke rumah orang tuanya atau Opa Reza .


Sedangkan dia dulu bisa ke mana saja sesuka hatinya,bermain dengan puas ,sedangkan kedua anaknya !!


Vika menghela napasnya panjang sekalipun mereka ke luar itu harus ada pengawalan yang ketat jadi mereka tidak bisa bebas .


" Biar bisa banyak teman, bisa main tidak di rumah terus " Vika menatap Rangga tersenyum kaku.


" Sini " Rachel duduk di atas pangkuan Rangga dengan lembut dia mengelus rambut panjang sang anak .


" Abi akan bicara sama Papa ,semoga Papa bisa Izinin Ade sama kakak sekolah di luar !! soalnya kita harus memikirkan perasaan kakak Nora ,Ade tahukan kakak Nora sakit " Rachel mengaguk cepat " Jadi apa pun nanti keputusan Papa Rachel harus terima ,Kalau Ade bosan di rumah Ade bisa koh main di luar " Ujar Rangga dengan lembut .


" Ke taman boleh " Rangga mengaguk " mall " Rangga kembali mengaguk " Kalau ke tempat main yang lainnya juga boleh " Tanya Rachel antusias .


" Boleh sayang, tapi harus sama kakak sama Mama ya " Ujar Rangga .


" Iya Abi " Jawab Rachel senang .


" Apa tidak papa Bi " Tanya Vika lembut.


" Nanti bicara sama Papa,Daddy sama Abang " Vika menghela napas lega .


" Kakak,sudah nonton nya " Tegur Vika menatap Richard di mana saat masuk tadi dia langsung menyalakan TV .


" Kakak sama ade belum setoran Lo " Lanjutnya lagi , Richard langsung mematikan TV nya mendekati Vika .


" Makasih ,sudah menjadi ibu yang baik untuk mereka !! Maaf belum bisa menjadi suami seperti yang kamu mau " Vika hanya mengaguk tersenyum " Vika juga sedang belajar " Jawabnya dengan lembut .


" Papa tidak ambil air wudhu " Tegur Richard ,Rangga langsung berdiri dari duduknya menuju kamar mandi bersama anak² nya ,sedangkan Vika menyiapkan mokena dan sarung buat suami dan anaknya .


Ya setiap weekend Vika akan menagih setoran hafalan Richard dan Rachel sekalipun umur mereka masih tiga tahun tapi Vika membiasakan mereka untuk melakukan kewajiban mereka .


Tok ...Tok ....


" Iya " Jawab Vika dari dalam kamar ,lalu mengambil kain penutup kepalanya.


Ceklek


" Bisa Papa masuk " Vika mengaguk tersenyum " Masuk Pa " Jawab Vika lalu membuka pintunya dengan lebar karena bukan hanya Reza yang masuk melainkan dengan Raine .


" Papa juga mau setoran " Celetuk Rachel yang baru ke luar bersama Richard dan Rangga .


" Tidak sayang, Papa hanya ingin melihat anak Papa saja " Jawabnya tersenyum .


" Pakai kerudung nya Sayang " Tegur Rangga .


" Maaf sudah ganggu kalian ,ada yang ingin Papa bicarakan " Rangga langsung menatap Reza .


" Kakak sama Ade ke kasur dulu,biar tambah lancar " Ujar Vika pada si kembar .


" Iya Ma ,ayo dek " Ajak Richard membawa adiknya ke tempat tidur orang tuannya .


" Papa tidak ingin memaksamu ,ini terserah kakak mau atau tidak , Kemarin Opa sama Oma ke kantor mereka ingin Siska bekerja di perusahaanmu terserah mau di posisi apa ,asal dia mau kerja karena itu kenginginan nya " Rangga langsung menatap Vika ,yang tiba² wajahnya berubah tidak senang .


" Lakukan sesuai hatimu, Mama sama Papa tidak memaksamu menerimanya dan Mama harap jawaban mu bisa membuat mereka tidak terluka " Terang Raine dengan lembut .


" Kenapa tidak di perusahaan yang lain, contohnya Daffa, bara , Abang ,Gani , Ghozi ? Kenapa harus perusahaan kakak " Tanya Rangga menatap kedua orangtuanya .


" Papa tidak perlu menjawab itu,karena kamu sendiri tahu jawabannya " Ucap Reza .


" Itu berarti dia meminta masuk ke sana ada maksud nya bukan ?? Katakan pada Opa sama Oma di perusahaan sudah penuh tidak ada lagi yang kosong dan Rangga akan menerima jika memang real hanya untuk bekerja tanpa ada embel-embel yang lain " Mendengar jawaban Rangga, Reza langsung tersenyum .


Sebenarnya dia sudah tahu jawabannya apa , Tapi dia hanya ingin tahu apa yang ke luar dari mulut anak sulungnya itu .


" Baiklah, kalau begitu Papa sama Mama ke luar dulu"Ujar Reza .


" Maaf Pa, nanti Vika bicara lagi sama Rangga " Ucap Vika tidak enak hati .


" Sudah tidak papa, jangan memikirkan yang lain, Ini urusan Papa sama Opa " Ujar Reza menatap menantu nya .


" Tapi Pa ,nanti Opa ...."


" Sayang " Tegur Rangga kesal .


" Rangga sudah memutuskan, jangan hanya karena ini membuat kalian berdebat ,Papa sudah mendengar jawaban Suamimu dan Papa tidak keberatan dengan itu !! Mama yakin Rangga sudha memikirkan semuanya sebelum dia memberikan jawabannya,Untuk urusan di sana biar Papa sama Mama nanti yang jelaskan fokus saja sama anak-anak dan suamimu " Terang Raine dengan lembut .


" Iya Ma , makasih " Jawab Vika tersenyum .


"Papa sama Mama ke luar dulu ya,setoran yang benar kalau lancar nanti bawa bawa Richard sama Rachel main di mall " Ujar Riane .


" Promise, tidak boleh bohong " Ujar Rachel .


" Promise " Jawab Raine dengan menaikan hari kelingking nya .


" Hore ....Hore ....."


" Berisik " Bentak Richard yang fokus pada hafalannya .


" Sudah² , Papa sama Mama ke luar dulu " Pamit Reza membawa istri nya ke luar dari kamar Rangga .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟