One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
sisa benih² cinta



" Maaf sudah menunggu kami terlalu lama " Ujar Henry membuka obrolan .


" Tidak papa tuan ,menunggu lebih lama lagi saya tidak masalah " Jawabnya tersenyum tapi matanya fokus pada seseorang .


" Apa pun itu kami minta maaf " Timpal Jose .


" Iya tuan ' Jawabnya fokus dengan satu titik .


" Apa tidak masalah meninggalkan ibu anda " Tanya Jeje .


" Tidak ,ada perawat yang menjaganya, toh dia tidak akan lama lagi hidup " Jawabnya membuat mereka langsung terdiam.


" Ah iya saya lupa ,bahkan Anda menukarnya dengan harga yang sangat luar biasa " Sindir Davin sinis .


" Saya bisa menukarkan jika itu terlalu berat untuk Anda ,apa bisa dengan pria yang di samping Anda " Ujarnya tersenyum menggoda pada Alan ,Reza dan Raymond langsung menatap Alan .


" Benarkah, apa kau sangat menginginkan nya " Tanya Jeje menaikan kedua tangan nya di atas meja .


" Papi " Tegur Reza, bagaimana pun mereka harus bersikap ramah mengingat tujuan mereka hanya untuk mommy ellena .


" Seperti nya aku harus merubah kenginginan ku, boleh kah aku menginginkan dia " Ujarnya menatap Henry .


" Tapi itu jika kalian menyayangi orang tua kalian, tapi jika tidak iya selamat tinggal " Lanjutnya menaikan kedua tangannya sambil tertawa kecil .


Reza , Raymond mengepalkan kedua tangannya keras ,wanita yang di depan mereka seperti nya bukan wanita yang gampang luluh .


" Kau menginginkan ku " Tanya Alan menaikan alisnya sebelah " apa yang kau inginkan, percintaan ,uang , kehidupan yang enak atau apa " Lanjut menatap wanita dengan tatapan jijik .


" Menggantikan posisinya seperti dulu dia menggantikan posisi ku " Jawabnya tegas membuat Alan Tertawa .


" Istriku pantas menggantikan posisi mu ,dan aku bersyukur untuk itu " Alan menaikan kedua tangan nya memajukan wajahnya " Jangan menjadikan Mommyku senjatamu untuk menjatuhkan keluargaku ,karena kami tidak akan jatuh hanya gertakkan wanita murahan seperti mu jadi kamu salah jika mengancam kami hanya karena kami menginginkan Organ tubuh ibumu " Ujar Alan dingin dan datar .


" Baiklah,kalau begitu kita batalkan " Ujarnya menatap Alan .


" Deal " Jawab Henry berdiri " Ayo kita pergi ,jangan membuang² waktu bukankah masih ada satu lagi yang harus kita temui " Lanjutnya dengan serius, satu persatu mereka mulai berdiri membuat wanita itu panik .


Dia tidak mungkin kehilangan uangnya yang, dia sudah lelah hidup melarat dan inilah saatnya dia akan mengangkat hidupnya dengan mengandalkan ibunya yang menurutnya selalu membuatnya susah ,toh kata dokter tidak ada lagi kemungkinan dari pada lama² di rumah sakit dan memakan biaya yang cukup mahal lebih baik dia memberikan pada Mommy Ellena dan mendapat kan semua yang dia inginkan .


" Tunggu ' Cegah nya langsung berdiri membuat langkah para pria itu terhenti " Kita akan membahasnya " Lanjutnya serius .


" Apa yang perlu kita bahas " Tanya Jose sinis


" Tentang ibuku dan orang tuan anda " Jawabnya cepat .


" Silahkan baca ,jika anda setuju tanda tangan dan kami akan melakukan operasi " Ujar Reza tanpa basa basi karena dia dan Raymond harus kembali ke perusahaan .


Tanpa berpikir panjang dia langsung membersihkan tanda tangan tanpa berpikir panjang dan itu membuat mereka tersenyum miring .


" Sudah tuan " Jawab nya kembali menyodorkan kertas itu pada Reza .


" Ini ' Reza memberikan cek padanya " Itu baru sebagian setelah operasi nya berhasil kami akan memberikan seluruhnya,untuk rumah dan mobil kamu bisa menepatinya " Ucap Reza .


" kenapa hanya seperempat dari yang saya minta " Tanya menatap Reza dengan kesal .


" Bukannya saya sudah bilang akan memberikan setelah opersi " Jawab Reza sedikit meninggikan suaranya .


" jika anda tidak suka anda bisa membatalkan bahkan ada keluarga yang tanpa meminta imbalan apa pun tapi kami masih bersikap baik pada manusia rendahan seperti mu ,jangan kira hanya kamu yang mau memberikan organ pada Oma ku sehingga sesuka hatimu ,karena di luar sana banyak bahkan tanpa meminta hal seperti mu, keluarga ku tidak akan jatuh miskin hanya uang yang kamu minta apa lagi kami memberikan pada wanita ****** seperti mu itu kenapa kami memilih mu dan rasa kasian karena wanita seperti mu masih berkerja sebagai pemuas nafsu orang di luar sana " Ujar Raymond datar dan dingin .


Wanita itu mengepalkan tangan nya menahan emosi dan amarah nya menatap Raymond dengan wajah yang memerah .


" Masuk " Titah Jose membuat ruangan itu terbuka lebar " Antar wanita itu di mana rumah yang sudah dia ingin kan ,dan kamu tidak punya wewenang lagi atas ibumu dan Kamilah wali nya " Ujar Jose menunjuk poin dari isi surat perjanjian membuat wanita itu melotot kan matanya kaget .


" Itulah kebodohan mu, bahkan kamu tidak bertanya di mana letak rumah yang kamu ingin tepati " Ujar Alan sinis .


" Bawa dia " Titah Henry membuat wanita itu mundur beberapa langkah .


" Jangan macem-macem saya akan teriak " Ancamnya pada para bodyguard yang mendekati nya .


" Makan dulu aku benar-benar lapar " Aduh Davin .


" Menghadapi wanita seperti nya menguras energi ku " Lanjutnya lagi .


" Kamu lapar karena ini waktunya makan siang " Jawab Jose kesal .


' Maaf Ray sama Reza harus kembali karena ada rapat setelah jam makan siang " Ujar Raymond .


" Makan dulu son " Ujar Henry menatap Raymond .


" Nanti di sana Dad ,masih ada waktu " Jawabnya sambil melihat jam tangan mahalnya .


" Baiklah, tapi jangan lupa makan !! Kalian bisa mengundurkan beberapa menit untuk makan " Ucap Jose .


" Iya Pa, kami pamit " Ujar Reza lalu mencium punggung tangan para pria yang ada di situ .


" Bagaimana kembali bertemu dengannya setelah sekian lama " Tanya Davin tertawa kecil .


" Diamlah lebih baik kamu masuk dan pesan makanan nya " Ujar Alan ,karena memang mereka masih berada di restoran yang sama hanya mengganti ruangan saja .


" Seperti masih ada sisa benih² cinta bukankah dia masih terlihat cantik " Goda Jeje membuat mereka tertawa tapi tidak dengan Alan .


" Kenapa bukan kamu tidak menawarkan diri tadi saat menukar kenginginan nya "Jawab Alan kesal .


" Kami ingin tapi dia hanya mau dengan mu " Timpal Jose membuat tawa mereka pecah .


" Pesan lah makan, kita harus melihat keadaan ibunya " Ujar Henry .


" Ibunya sementara di pindahkan di rumah sakit milik kita dan Alister sedang menunggunya " Jawab Davin .


" Setelah ini aku akan langsung ke sana " Lanjutnya


" Kita akan sama² ke sana " Ujar Jeje .


Tok ...tok ...


" Masuk "


ceklek


" Maaf tuan, silahkan mau pesan apa " Tanya pelayan dengan ramah .


" antarkan menu andalan kalian " Jawab Jose .


" Baik tuan " jawab pelayan .


" Ada lagi tuan " Tanya pelayan .


" Tidak " Jawabnya datar .


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu " Ujarnya lalu meninggalkan ruangan itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟