
Memasuki libur panjang bagi sebagian orang yang sedang melanjutkan pendidikan membuat sebagian dari mereka memutuskan kembali ke ke Indonesia .
Di mana kedua anak Rifat, Xavier , Alister dan jangan lupa si kembar Eric dan Erland yang ikut pulang begitu juga Randy .
Hanya anak Radhi dan Vania yang memutuskan kan untuk tidak pulang karena mereka sendiri yang akan ke sana berkumpul bersama keluarga besar Vania .
Kini mereka sendang berkumpul menunggu kepulangan anak mereka ,Amanda dan Adara begitu antusias hingga sampai sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah besar itu keduanya langsung berjalan mendekati mobil padahal belum juga berhenti .
" Kau ingin bunuh diri " Ucap Raymond,yang tidak di hiraukan sama sekali .
Hingga akhirnya Eric dan Erland ke luar lalu di susul Daffi dan Qiandra .
" Mommy kangen " Eric dan Erland hanya diam di tempat saat Adara memeluk mereka .
" Ayah " Pekik Qiandra langsung berlari memeluk Rif'at melewati Amanda yang sejak tadi merentangkan tangannya memeluk kedua anaknya .
Daffi menggeleng melihat sikap adiknya yang selalu membuat ibunya marah lalu dia memeluk Amanda .
" Koh tambah tinggi kak " Keluh Amanda karena Daffi harus menurun kan sedikit tubuhnya untuk bisa sejajar dengan Amanda .
" Bunda sehat " Amanda mengaguk lalu mencium pipi Raffi lalu mereka berjalan ke arah Rifat .
" Mom, bisa lepas dulu " Ucap Erland .
" Gerah mom ,gerah " Lanjutnya lagi ,Adara pun melepas kan pelukannya lalu mencium pipi kedua anaknya .
" Kami sudah besar Mom " Keluh Eric malas .
" Bagi mommy kalian masih anak kecil " Eric dan Erland hanya diam saja lalu berjalan ke arah Raymond memeluk pria yang begitu mereka sayangi .
Sekalipun tidak ada kata yang ke luar tapi mereka tahu kasih sayang Raymond pada mereka lalu bergantian memeluk Henry dan Elvi baru Daddy Radit dan mommy Ellena .
Saat sampai di depan Edward dan Nova, Erland sedikit canggung hingga akhir nya dia memeluk Edward sebentar lalu melepas kan .
" Kami kembali bang " Ucap Erland yang hanya di jawab anggukan kepala .
Lalu Eric dan Erland menunduk sedikit menyapa Nova lalu memeluk El .
" Mas " Pekik Della memanggil Randy karena mobil pria itu sedikit terlambat .
" Adek " Panggil Rangga menggoda Randy membuat pria itu menatap nya kesal .
" Della saja tahu kak,itu saja harus di ingatkan " Ucap Randy sambil memeluk Raine lalu bergantian pada Reza .
" Kan memang kamu adik Kaka " Lidah Randy berdecak saja lalu dia menatap ke bawah menggendong adiknya .
" Mas bawah oleh² " Randy Mengaguk " Buat kakak juga kan dek " Randy memutar bola matanya jengah .
" Jangan ganggu adiknya kak " Ucap Reza .
" Itu Papa saja bilang adik " Reza Tersenyum saat Randy menatap nya tajam .
" Sudah ayo masuk dulu, langsung Bersihkan tubuh kalian baru turun ke bawah " Ucap Daddy Radit .
" Iya Eyang " Jawab mereka serempak lalu mereka masuk dalam rumah sedangkan bawaan mereka sudah di bawah pelayan ke kamar mereka masing-masing .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini semuanya sudah berkumpul di bawah ,Erland terus menempel pada Adara sesekali dia menatap ke ara Nova dan itu di sadari Raymond,Henry dan Reza .
" Lama kan di sini " Tanya Elvi menatap mereka satu persatu .
" Tidak Oma " Jawab Erland .
" Kenapa " Tanya Mommy Ellena .
" Erland ingin keliling Eyang ,menghabiskan uang Daddy kasian kalau di simpan sesekali di sedekahkan pada anaknya" Jawabnya Tersenyum .
" koh gitu ,kan mommy lagi kangen " Ucap Adara cemberut .
" Kalau kangen mommy ikut Erland saja " Ucap Erland santai .
" izin dulu sama Daddy " Erland menatap Raymond " Tidak jadi mommy ,nyawa Erland lebih penting dari rasa rindu mommy " Jawab erland membuat mereka tertawa kecil .
" Besok kalian pergi nya jam berapa " Tanya Henry menatap Radhi .
" Agak siang Dad ,soalnya rad mau ke perusahaan dulu " Jawab Radhi .
" Masih ada kerjaan " Radhi mengaguk " Iya Mom hanya rapat biasa " Jawab Radhi .
" Jadi Rangga kerja sendiri dong " Tanya Raine menatap Rangga .
" Dia akan kembali ke asalnya " Jawab Radhi .
" Kakak kira anak Raine makhluk halus " Ucap nya kesal .
" Untuk apa " Tanya Rangga .
" Beli bakso " Jawabnya Tersenyum.
" Nanti Kaka transfer " Jawab Rangga .
" Cie yang sudah punya gaji, aku juga mau dong " Timpal Daffi .
" Minta sama ayahmu " Jawab Rangga sekenanya .
" Bakso lah sama kaya Randy " Ucap Eric .
" CK ,kalian seperti orang miskin saja " Cibir Rangga kesal .
" Nanti saja pergi nya iya ,mommy masih kangen " Erland mengagukan kepalanya " Janji iya " Ucap Adara lagi .
" Iya Mom ,koh jadi cerewet " Ucap Erland tertawa kecil.
" Abang koh diam saja ,sariawan iya " Tanya Daffi .
" Kurapan kali mulut nya " Timpal Erland .
" Atau Abang tidak di kasih jatah ,biasanya Daddy seperti itu " Ucap Eric .
" Kenapa membawa² Daddy " Ucap Raymond .
" Kan memang seperti itu iya kan kak " Tanya Eric menatap El .
" Betul " Jawab El Tersenyum .
" Kenapa kalian membahas itu ,awas kalau mommy dengar kalian main belakang iya " ancam Adara pada anak-anak .
" Tuh Abang main duluan " Ucap Qiandra membuat Nova menunduk karena malu .
" CK, kenapa kalian mengusik kami " Ucap Edward .
" Bercanda bang ✌️✌️ " Ucap Qiandra mengakat kedua jarinya .
" Sudah jangan terus berdebat ,apa tidak bisa saat berkumpul seperti ini tidak berdebat " Ucap Mommy Ellena .
" Tapi bukan berarti diam juga begitu " Mommy Ellena menarik napas panjang melihat sikap Cicitnya.
" Kan katanya jangan berdebat jadi kami diam " Ucap Randy .
" Tapi bukan berarti diam " Jawab Mommy Ellena.
" Kalau kami bicara sudah pasti kami akan berdebat Eyang " Jawab Daffi .
" Kalau begitu jangan bicara saja sekalian awas Eyang dengar kalian bersuara , eyang sendiri yang akan menarik pita suara kalian sampai ke luar " Jawab Mommy Ellena kesal membuat mereka tertawa .
" Eyang semakin cantik, mau nikah lagi tidak " Ucap Erland membuat Daddy Radit menatap nya
" Kau bilang apa " Tanya Daddy Radit menatap Erland .
" Tidak bilang papa " Jawab Erland santai .
"Apa kita akan terus di sini, aku sudah lapar " Ucap Jeje .
" Kalau lapar sana makan ,kenapa di sini " Timpal Henry .
" Apa kau tidak takut aku habiskan semua " Jawab Jeje .
" Habiskan lah jika kamu bisa perusahaan syahzani untukmu " Ucap Alan .
" CK, aku tidak semiskin itu hingga mengambil perusahaan syahzani " Jawab Jeje .
" Sudah kita makan malam dulu " Ucap Daddy Radit .
" Kirain Daddy tidak lapar " Ucap Jeje .
" Tidak usah banyak bicara mu " jawab Daddy Radit berdiri di bantu tongkat begitu juga mommy ellena .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟