One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Kontraksi



Malam harinya Nova tidak bisa memejamkan matanya karena Edward belum juga kembali,tadi sore hari mereka sempat kembali lalu ke rumah sakit lagi ,dia terus mengelus perutnya hingga akhirnya dia bangun menuju sofa mengambil iPad nya .


" Mommy " Panggil Nova lirih .


" Iya ,kamu butuh sesuatu " jawab Adara di seberang .


" Mommy ....bisa ...ke sini " Ujar Nova terbata .


" Mommy akan ke sana " Jawab Adara panik ,lalu mematikan Panggilan sepihak .


" Tunggu Oma dulu " Ucap Nova mengelus perut nya dengan pelan,menahan sakit bagian perut dan belakang nya .


Ceklek .


" Kenapa Sayang " Tanya Adara mendekati Nova .


" Sa.....kit " Jawabnya terbata ,Adara menatap jam dinding .


" Tunggu sebentar " Adara kembali ke luar dari kamar membangunkan Elvi .


Tok ....tok .


" Mom ini Adara " Panggil Adara keras .


Ceklek


" Kenapa nak " Tanya Elvi lembut .


" Nova kesakitan " Elvi langsung melotot kan matanya " Bangunkan papi dan ayah mu sekalian Amanda " Ucap Elvi lalu berjalan ke arah kamar Nova .


" Sakit sekali " Tanya Adara saat masuk dalam kamar ,Nova mengaguk pelan .


" Sudah lama " Nova kembali mengaguk " Tunggu ,Oma Carian dulu pakaian mu " Ucap Elvi lalu masuk dalam .


" Masih bisa tahan " Tanya Amanda yang baru saja masuk bersamaan dengan Rifat di ikuti Jeje,Alan dan para istri nya ,Sedangkan Radhi menyiapkan mobil .


" Sakit " Jawabnya terbata ,tidak berselang lama Riane dan Vania ikut masuk ke dalam kamar .


" Apa sudah mau lahiran " Tanya Raine yang baru masuk .


" Angkat Nova nak " Rif'at langsung mengangkat tubuh Nova sekali angkat lalu ke luar dari pintu .


"Titip anak ² ,Riane juga di rumah iya " Ucap Elvi lembut .


" Mas titip anak² iya " Jeje dan Alan mengagguk .


" Ikuti mobil mereka " Titah Jeje pada pengawal yang sudah siap .


" Kalau ada papa hubungi kami dek " Ucap Alan


" Iya Mas " Jawab Elvi .


"Radhi di rumah " Radhi mengaguk memberikan kunci mobil pada Rif'at setelah memasukkan Nova dalam mobil .


Amanda dan Elvi menemani Nova ke rumah sakit setelah itu Rifat langsung masuk dalam mobil .


" Ssstttttt " Nova meremas tangan Amanda dan Elvi dengan kuat.


Amanda menelpon pihak rumah sakit untuk menyiapkan ruangan operasi .


Tok ...tok ...


Ketukan dari luar membangun kan para penghuni ruangan itu termaksud Daddy Radit dan mommy Ellena yang masih terlihat lemah belum lagi badannya di penuhi alat medis sehingga dia belum bisa mengatakan apa pun hanya lewat mata saja.


" Masuk "


" Apa kamu sudah bosan hidup ,ini jam berapa bajingan " Umpat Jose kesal .


" Maaf kan saya tuan, tapi Nyonya Elvi dan nona Amanda sedang di perjalan menuju ke sini mengantar Nona Nova " Edward langsung memegang kan tubuhnya saat nama istrinya di sebut .


" Sama siapa " Tanya Raymond


" Sama Tuan Rif'at " Jawab nya lagi .


Tidak berselang lama ponsel Henry berdering dan itu panggilan dari Jeje .


" Kami akan turun ke bawah " Jawab Henry saat panggilan sudah terhubung .


" Hanya satu mobil yang mengikuti mereka " Ucap Jeje .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di parkiran rumah sakit yang besar itu Henry , Raymond dan Edward menunggu mobil yang membawa Nova ke rumah sakit , sedangkan Jose ,Davin dan Reza berada di ruangan menjaga mommy Ellena dan Daddy Radit .


" Kenapa lama sekali Dad " Tanya Edward panik sambil menatap pintu masuk rumah sakit .


Di samping mereka sudah para medis sudah bersiap menyambut kedatangan istri dari pemilik rumah sakit itu .


Beberapa menit kemudian mobil Rifat sudah memasuki area rumah sakit Edward langsung mendekati mobilnya bahkan sebelum mobil itu berhenti .


" Baby " Panggil Edward saat pintu mobil sudah terbuka .


" Abang geser dulu biarkan mereka dan aunty membantu Nova " Edward menatap ke belakang lalu mundur beberapa langkah .


Elvi ke luar sambil membantu Nova di ikuti Amanda.


" Abang bisa angkat " Edward langsung mengakat Nova lalu di baringkan di tempat tidur pasien.


" Apa Semua nya sudah siap " Tanya Amanda .


" Siap Dok " Jawab Mereka .


" Sekarang " Titah Amanda lalu mereka membawa Nova ke dalam di ikuti Edward yang memegang tangan sang istri .


Raymond , Rif'at ,Henry dan Elvi mengikuti dari belakang sedangkan Amanda sudah lebih dulu masuk sambil berlari dia tidak peduli lagi dengan penampilan nya yang hanya menggunakan piyama tidur nya dan wajah polosnya .


" Sakit " Ucap Nova sambil mengeratkan tangan nya pada Edward .


" Maaf baby " Ucap Edward yang terus mengungkapkan kata maaf nya di sela jalan menuju ruangan operasi hingga akhirnya Nova di bawa masuk .


"Maaf tuan, apa anda mau temani nona muda " Edward mengaguk " Mari saya antar anda harus ganti baju " Tanpa menjawab Edward langsung mengikuti perawat masuk dalam ruangan itu.


" Tenangkan dirimu " Elvi hanya mengagguk tapi matanya terus menatap pintu yang sudah tertutup .


" Tenang sayang " Ujar Henry lagi.


" Bagaimana mau tenang Dad ,Nova hamil empat dan itu akan sulit untuknya sekalipun opersi " Jawab Elvi yang terus mengaitkan kedua tangan nya .


" Apa Nova akan baik ² saja Dad " Tanya Raymond lirih .


" Diakan baik² saja " Jawab Henry tegas.


Tidak berselang lama Jose datang bersama Daddy Radit karena pria itu enggan hanya duduk diam di ruangan tanpa melihat keadaan Nova .


" Kenapa Daddy tidak Istirahat " Tanya Henry .


" Daddy tidak bisa istirahat " Jawabnya menatap Elvi dan Raymond yang begitu khawatir dengan keadaan di dalam sana .


" Abang di dalam "Tanya Jose .


" Iya " Jawab Raymond .


Di dalam ruangan setelah mencuci tangannya dan memakai pakaian khusus Edward langsung mendekati sang istri yang sudah di pindahkan di meja operasi.


"Abang bantu Bunda iya " Edward mengagguk matanya fokus pada Sang istri yang sudah tidak sadarkan diri .


Karena perawat sudah memberikan obat bius keseluruhan agar wanita itu tidak kesakita.


Edward mencium kening Nova begitu lama hingga dia menitihkan air mata nya " I love you Nova Denisha Alexander Mateo " Ucap edward menyatukan kening mereka hanya ada doa yang terus dia ucap kan dalam hati .


" Sudah siap " Tanya Amanda sambil menaikkan kedua tangan dan suster membantunya memasang baju tindakan operasi .


" Sebelum kita mulai ,mari kita berdoa sesuai keyakinan kita masing-masing semoga Operasi ini berjalan dengan baik ,doa di mulai " Ucap Amanda menunduk kepalanya .


Untuk yang kedua kalinya aku memohon selamat kan mereka Tuhan mereka sangat berharga untukku ,maaf aku tidak bisa menepati janjiku untuk tidak lagi menyakiti nya karena melahirkan anak²ku,Tapi aku berjanji setelah ini aku akan membahagiakan nya !!! aku mohon selamat kan mereka Ucap Edward dalam hati sambil memejamkan matanya tangannya tidak Perna lepas mengelus pipi Nova .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟