
" Apa yang kamu inginkan " Tanya Edward pada Nova .
Setelah makan malam Edward berpamitan pada seluruh keluarganya untuk membawa Nova ke kamar untuk istirahat .
Lagian para wanita juga sudah kelelahan setelah seharian menyiapkan barang kebutuhan Nova dan para pria masih ada beberapa urusan dengan para pengawal pribadi .
" Aku ingin kembali ke kampung " Jawabnya Jujur .
" Nova " Edward menghela napas panjang " Jangan membuat ku marah, aku mohon kamu sedang hamil " Ucap Edward lirih .
"Maaf ,tapi aku hanya tidak ingin menyusahkan keluarga mu !! Kalau memang hanya karena aku hamil....."
" Cukup " Bentak Edward keras membuat Nova terdiam .
" Kalau kamu hamil kenapa ??? Apa karena hamil mommy baik padamu atau hanya karena kamu hamil keluarga ku baik,jika itu yang kamu pikirkan jawaban nya benar karena pantang bagi keluarga ku melihat keturunan mereka kesusahan di luar sana " Ucap Edward dingin .
" Bukan sudah pernah aku katakan padamu ,jangan perna bermain denganku karena aku bisa melakukan apa pun yang aku mau termaksud mengurung mu di sini ,jika kau berharap kebebasan urungkan itu karena kau tidak akan memiliki nya " Ucap Edward kesal .
" Bersikap lah layaknya wanita baik , sekalipun kamu tidak nyaman karena kamu sendiri yang menarik ku ke dalam kehidupan mu jadi jika bukan aku yang membuangmu maka diam lah " Lanjutnya dengan tegas .
" Iya " Jawab Nova .
Setelah mengatakan itu Edward memilih ke luar dari kamar nya menenangkan dirinya ,berada di dalam kamar takut nantinya akan kembali meledak .
Sedangkan di dalam kamar Nova hanya terdiam mengelus perut besarnya bersandar di kepala ranjang .
Hingga akhirnya dia merubah posisinya , merebahkan tubuhnya mencari posisi yang aman untuknya .
1 jam sudah Edward belum kembali ke kamar dan Nova juga hanya membalikkan badannya mencari posisi yang aman untuknya .
Karena biasanya dia akan tertidur jika ada yang mengelus bagian belakang nya, biasa Nenek Nur melakukan nya tapi semenjak tidur di rumah besar itu Edward lah yang melakukan nya .
Tapi sekarang ,Nova menatap sekeliling nya !! Apa dia harus ke paviliun , apa nantinya akan baik² saja ?? tanya Nova dalam hatinya
Nova memberikan diri untuk ke paviliun tapi saat akan ke pintu kamar ,pintu terbuka dari arah luar .
Membuat Nova terdiam di tempatnya saat melihat tatapan mata seseorang .
" Mau ke mana " Tanyanya menghampiri Nova
" ke paviliun ,tadi mau tidur tapi tidak bisa " Jawabnya terbata , Tanpa menjawab Edward membawa Nova kembali ke tempat tidur .
Membantunya berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut baru lah dia mengelus belakang bawah .
" Kalau banyak kerjaan aku ke paviliun saja " Ucap Nova tapi Edward hanya diam saja .
" Tidurlah ,jika tidak ingin aku menidurimu " Nova langsung memejamkan matanya .
" Apa kau takut ,padahal sudah ada hasilnya " Nova tetap memejamkan matanya.
" Aaahhhh " Nova langsung menatap tajam Edward memukul tangan Pria yang yang entah sejak kapan sudah berada di dadanya .
" Lepas " Bentaknya kesal .
" Tidak " Jawabnya kembali meremas benda kenyal itu " Mereka semakin besar dan kenyal " Bisiknya membuat Nova merinding .
"Abang .....Lepas.....Kita....sssssttt " Nova memejamkan matanya.
" Kau menikmati nya Nova " Bisik Edward bermain di leher Nova begitu juga tangannya bermain di benda kenyal itu memainkan pucuknya membuat Nova kehilangan akal nya .
" Jangan .....Aaaahhhhh "
" Tidak buruk bukan malam ini begadang sebelum Sah "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Edward bangun lebih dulu ,dia menatap wanita yang ada dalam pelukannya ,Edward menarik sudut bibirnya ternyata rasanya masih sama malahan lebih enak dan sensasi nya begitu luar biasa .
Edward menaikan selimut menutupi punggung polos Nova, karena wanita itu masih dalam keadaan naked .
Lalu Edward melepaskan pelukannya dengan pelan , melepaskan tangan Nova yang memeluk pinggangnya dengan lembut agar tidak membangunkan wanita hamil itu .
Dia kembali merapikan selimut Nova ,lalu beranjak dari tempat tidur membersihkan diri di kamar mandi .
30 menit Edward bergabung di meja makan sedangkan Nova masih terlelap dalam mimpinya mungkin karena kelelahan .
" Nova mana Bang " Tanya Ana .
" Tidur Oma " Jawab sekenanya mengambil roti yang sudah di siapkan .
" Apa El menemani kakak Nova lagi " Edward menggeleng " Mom minta tolong nanti antarkan makan ke kamar iya " Ucap Edward .
" Nova sakit " Edward menggeleng.
PLak
" Apa kau tidak bisa Sabar bajingan , lagi 4 hari sialan " Ucap Henry kesal memukul kepala Edward .
" Ajari anakmu Ray jangan sampai Nova melahirkan sebelum waktunya " Raymond hanya tersenyum menggelengkan kepalanya .
" Makanya mommy ke kamar nantinya " Jawabnya tanpa rasa bersalah .
" Mulai malam ini Nova tidur sama Eyang " Ucap Mommy Ellena tegas .
" Abang maniak " Ucap El menatap Edward sinis.
" Kau akan ketagihan jika merasakannya nanti "
" Abang " Tegur Raymond " Jangan mengajari adikmu " Ucapnya tegas .
" Tanpa Ed ajari mereka akan merasakan nya ,iya kan Rangga " Tanya Edward Tersenyum .
Uhuk .....Uhuk
Rangga langsung mengambil air yang ada di samping nya meneguk nya hingga tandas .
"Apa bang " Tanya Rangga terbata.
" Enak kan rasanya " Tanya Tersenyum ,membuat Rangga kikuk .
" Iya roti nya enak bang " Edward tertawa kecil .
" Kakak jangan aneh-aneh iya " Rangga mengaguk cepat .
" Awas kalau Mama tahu kamu Dp duluan " Rangga menelan ludahnya kasar lalu mengaguk .
" Jangan marahi kakak Della " Amuk Della pada Raine .
" Dia anakku " Jawab Raine .
" Dia kakak Della " Ucapnya menatap Raine garang .
" Della habiskan sarapan nya " Tegur Reza .
" Iya Pa " Jawab Della
Saat mereka tengah menikmati sarapan , seorang pelayan mendekati meja makan .
" Maaf tuan muda Nona Nova berada di luar kamar " Edward menatap pelayan .
" Dia sudah bangun " Tanya Edward setelah meneguk Jusnya lalu meninggalkan meja makan .
Edward melihat Nova di ujung tangga paling atas bersama pelayan mungkin pelayan melarangnya turun karena takut .
"Lapar " Ucap Nova saat Edward sudah berada di depannya .
" Sudah mandi " Nova menggeleng pelan ,karena memang dia belum mandi bangun pun karena perut nya membangunkannya .
Bahkan dia hanya mencuci muka dan menyikat Giginya memakain pakaian tidur yang tutupi jubah panjang hingga ke melewati lututnya .
"Ayo " Edward langsung menggegam tangan Nova " Makasih iya bibi " Ucap Nova lembut .
" Iya Non " Jawab Pelayan .
" Minum susunya Nak " Ucap Adara saat Edward sudah mendudukkan Nova .
" Iya Nyonya " Jawab Nova .
" Mau makan apa " Tanya Edward duduk di samping Nova .
" Leher Kaka Nova berdarah " Celetuk Della membuat Nova memegang lehernya .
" Della habiskan makan nya sopir sudah menunggumu " Ucap Rangga .
" Iya kak " Jawabnya lalu dia menatap Raine " Della salah bicara Ma " Riane mengaguk pelan .
" Maafkan Della kak " Ucap Della menatap Nova , sedangkan yang di tatap hanya mengaguk sekalipun bingung .
"Mau makan apa " Nova menatap Edward " Maaf, Nasi goreng sama Cumi nya "Jawabnya .
" Jangan banyak Cuminya bang, tidak baik " Tegur Henry ,Edward mengaguk sebagai jawaban .
" Makanlah setelah itu kembali ke kamar dan lihat lehermu !! Jika ingin ke luar pastikan keadaan tubuhmu baik² saja " Nova menatap Edward meminta penjelasan tapi pria itu hanya diam saja .
' Makan nak, jangan hiraukan ucapan Eyangmu " Ucap Mommy Ellena.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘