One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Bianca



Hari yang di tunggu Bianca telah tiba di mana dia akan bertemu dengan calon ibu mertua nya kini dia dan sang ibu sedang menunggu kehadiran Adara .


Tidak berselang lama Adara masuk tapi ternyata dia tidak sendirian karena Henry dan Elvi menemaninya .


Membuat wajah Ica pucat tapi tidak dengan Bianca yang begitu antusias .


" Maaf saya datang terlambat " Ucap Adara .


" Ah iya tidak papa Nyonya , silahkan " Ucap Ica Tersenyum .


" Maaf bukannya saya minta nyonya datang sendiri " Ucap Ica yang merasa tidak senang .


Bisa² rencananya gagal karena ada Henry dia tahu siapa Henry sekalipun pria itu hanya diam saja .


" Jika nyonya keberatan Maka kami ke luar " Ucap Elvi yang tidak suka dengan penolakannya bisa di bilang jika wanita yang ingin menemui menantunya itu wanita arogan sombong .


" Tidak usah bertele-tele katakan saja apa tujuanmu menghubungi menantuku ,apa ada kaitannya dengan anakmu " Henry menatap tajam ke arah Bianca membuat wanita itu menunduk " Kau ingin mendekatkan anakmu dengan cucuku , bangunlah dan sadarkan dirimu , saya kira kamu sudah tahu sebelum ini suamimu sudah menemui anakku ,apa itu belum cukup ?? "


" Ah apa sakitnya anakmu akan kamu jadikan senjata ,satu hal yang harus kamu tahu menantuku memang baik tapi dia tidak bodoh seperti mu, apa yang kamu harapkan uang aku akan memberikan dengan suka rela " Ica mengepalkan tangannya .


" Apa maksud anda tuan " Ucap Ica kesal .


" Kamu tahu maksud ku jadi jangan berlaga layaknya wanita berkelas , jangan karena aku hanya diam di rumah kamu kira aku Tidak tahu yang terjadi pada anak dan cucuku kamu salah Nyonya Hadi , Dan kamu " Henry menunjuk Bianca membuat wanita itu gemetar " Jangan berani mendekati cucunya dengan menarik simpatik menantuku atau kau akan lihat di mana tempat mu yang sesungguhnya ,paham " Bentak Henry emosi membuat Bianca mengaguk dengan cepat .


" Sadar suaminya hanya sebagian dari sampah yang mengotori bumi jadi jangan berharap untuk berada di dalam keluarga ku ,jika niat awalmu sudah salah " Tekan Elvi ketus .


" Ayo pergi " Elvi dan Adara langsung berdiri tapi suara Bianca menghentikan langkah Adara .


" Tante " panggil Bianca memberanikan diri .


" Izinkan Bianca bersama Edward " Henry berdecak saja .


" Ayo " Elvi langsung menarik tangan Adara yang masih diam di tempat nya ke luar dari ruangan itu .


"Bu "


" Diam " Bentak Ica membuat Bianca terdiam .


Lihat lah kita akan berdiri bersampingan nanti nya Batin Ica Tersenyum seringai .


" Menyusahkan saja " Ucap Henry saat memasuki mobil nya bersama Adara dan Elvi .


" Maaf Dad " Ucap Adara tidak enak .


" Ingat baik² , Aku tidak melarang mu baik pada siapa pun tapi kamu harus tahu di luar ini banyak yang menginginkan posisimu ,jika mereka tidak mendapatkan suami mu mereka akan mengincar anakmu jadi pasang badanmu jangan mau² nya saja di ajak bertemu padahal kamu sendiri Tidak tahu siapa dia " Adara hanya terdiam .


" Menurut ,jangan keras kepala jika tidak mau hal buruk terjadi " Elvi mengelus lengan suaminya .


" Maaf Dad " Ucap Adara .


' Sudah tidak papa, jadikan pelajaran saja makanya tadi suami mu melarang mu pergi sendirian karena dia tahu akan seperti ini " Ucap Elvi lembut ,Adara hanya mengaguk .


" Daddy boleh Adara ke perusahaan " Tanya Adara pelan .


" ke perusahaan pak " Ucap Henry .


" Baik tuan " Jawab sang sopir ,Adara menundukan kepalanya takut sambil meremas tangannya dia tahu ini kesalahan nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sendiri saja iya nak, mommy sama Daddy langsung pulang " Ucap Elvi saat mobil mereka berhenti depan perusahaan .


" Iya mom,tidak papa " Ucap Adara .


" Dad " Henry memberikan tangan nya lalu bergantian dengan Elvi mencium punggung tangan nya .


" Hati² pak bawa mobilnya " Ucap Adara sebelum turun .


" Iya Nya " Jawab sang sopir.


Adara turun dari mobil membuat penjaga kaget langsung membuka pintu .


" Sudah makan " Tanya Adara berhenti di dekat security " Su-dah nyonya " Jawab nya terbata.


" Makasih ,mari " Security hanya mengaguk layak nya anak kecil .


" Siang ,sudah makan siang " Tanya Adara lembut dan menghentikan langkahnya .


" Sudah nyonya " Jawabnya mereka senang .


" Istirahat lah ,sebelum lanjut kerja lagi " Ucap Adara .


" Baik nyonya "


" Kalau begitu saya ke atas dulu iya ,mari " Pamit Adara .


" Huaaawwww aku mau mertua seperti nyonya Adara " Pekiknya saat Adara sudah menghilang dalam kotak persegi panjang .


" Carilah tuyul yang banyak biar kekayaan mu setara dengan tuan muda " Ucap salah satu temannya membuat wajahnya kusam .


Sedangkan dalam lift Adara sedang memikirkan cara meminta maaf pada suaminya .


Hingga dia tidak sadar jika liftnya sudah berhenti di lantai tujuannya .


Saat pintu terbuka Adara melangkah kan kakinya ke luar .


" Daddy " Ucap Adara gugup .


" Siapa yang menyuruhmu ke sini " Adara menatap Reza meminta bantuan .


Tapi sayang asisten sang suami itu hanya berdiri diam seperti patung .


" Sudah makan siang ,aku belum Lapar pengen makan sama Daddy " Ucap Adara manja.


" Apa sekarang kamu belajar untuk berbohong " Sudah Adara duga pasti ayah mertuanya menelpon suaminya .


" Katakan apa yang membuatmu ke sini "


" Maaf " Cicit Adara , Raymond langsung menarik tangan Adara pergi ke ruangannya , sedang kan Reza memilih masuk dalam ruangan Radhi membuat pria itu kaget .


" Ada yang bisa saya bantu tuan " Ucap Radhi kesal karena dia hampir keselak makannya sendiri .


" Antarkan makan siang ke ruangan tuan Radhi " Ucap Reza lalu menutup panggilan itu .


" Kenapa " Tanya Reza saat Radhi menatap nya .


" Tuan sangat tampan " Reza hanya berdecak saja lalu memejamkan matanya .


Istirahat sebentar tidak masalah, syukur kehamilan Riane tidak terlalu rewel jadi dia bisa tenang sedikit .


Sedangkan di ruangan sang Bos besar Adara hanya bisa menunduk .


"Apa kamu ke sini hanya ingin menjadi patung di ruangan ku " Adara mengangkat wajahnya menatap sang suami .


" Jangan marah,maaf aku hanya tidak enak kalau...."


" Kamu tahu rasa tidak enak mu bisa membuat kamu dalam bahaya begitu juga anak-anak" Adara menutup mulut nya rapat .


" Daddy sudah makan " Raymond menatap meja yang di mana makanan nya masih utuh.


" Aku suapin iya " Adara mengambil makanan yang belum di sentuh sama sekali .


"Tidak usah aku bisa ambil sendiri ,lebih baik isi tenaga mu " Adara menatap Raymond Tersenyum .


" Baiklah " Jawab Adara pasrah karena wanita sialan itu dia harus kembali di hukum padahal tadi pagi dia habis di hajar .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟