One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Perasaan aneh



Setelah menyapa anak bungsu mereka Edward dan Nova langsung ke ruangan Dokter yang menangani baby Nora .


Dengan perasaan gugup Nova terus meyakinkan dirinya bahwa anaknya baik² saja ,menyadari itu Edward langsung memeluk pinggang Nova membuat wanita itu menatapnya dan tersenyum.


" Takut " Ujarnya jujur.


" Semua akan baik-baik saja " Nova mengaguk,saat keduanya sudah berada di depan pintu ruangan dokter Nova menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan halus .


Tok ....tok ....


Ceklek


" Masuk tuan, Non " Jawab asisten sang dokter .


Melihat siapa yang masuk dokter langsung berdiri dari duduknya menunduk kepalanya sedikit.


" Maaf tuan, silahkan duduk " Edward dan Nova langsung duduk setelah di persilahkan sedangkan sang asisten dokter langsung ke luar dari ruangan itu .


" Maaf tuan ,Nona sudah membuang waktu anda pagi ini " Ujar dokter lembut lalu mulai menjelaskan tentang keadaan Baby Nora tanpa membuang waktu lagi .


" Perkembangan nona muda kecil semakin membaik berat badannya juga sudah bertambah 7 ons semenjak di rawat jika dua atau tiga hari ini dia terus membaik Nona muda bisa di bawah kembali ke rumah " Ujar Dokter membuat Nova mengelus dadanya lega .


" Tapi ada hal yang harus tuan dan Nona ketahui " Nova langsung menatap sang dokter gugup wajahnya yang tadi tersenyum kembali tegang dan takut .


" Jantung nya tidak sekuat ketiga Kakaknya tapi bukan berarti dia punya riwayat penyakit itu hanya saat akan lelah dia akan sulit bernapas " Ujar dokter pelan .


" Apa itu bisa di bilang Anak saya Asma dok " Tanya Nova terbata .


" Maafkan saya non " Jawab Dokter menunduk .


" Tapi bisa di obati bukan " Tanya Edward membuka suara .


" Bisa Tuan ,jika sudah waktunya akan saya lakukan untuk saat ini kita hanya menjaga keadaan saja ,kalau bisa pendingin ruangan sesuai kan dengan suhu tubuhnya selalu berikan ASI tiap 2 jam karena itu obat yang kuat untuk anak sesuai nona muda ,makanya saya belum bisa mengambil tindakan yang lebih jauh lagi " Terang dokter .


" Apa kami harus menyiapkan oksigen juga " Tanya Edward lagi .


" kalau untuk jaga² tidak masalah tuan ,nanti saya akan konsultasi dengan dokter Amanda "Jawab Dokter .


Cukup lama Edward dan Nova berada di ruangan dokter hingga akhirnya mereka berpamitan karena Edward ada jadwal meeting .


" Abang " Edward menatap Nova tersenyum " Mau ikut ke kantor " Nova menggeleng pelan " Lalu " Tanya Edward .


" Tunggu di rumah baru kita bahas ,aku ada meeting maaf " Nova mengaguk pelan .


" Pulanglah ,pengawal sudah menunggumu " Nova mencium tangan Edward di balas dengan Edward mencium kening dan bibir Nova .


" Ganti baju langsung lihat anak² , jangan memikirkan apa pun ' Ujar Edward sebelum Nova masuk dalam mobil yang berbeda .


" Iya Abang, hati² bawa mobilnya jangan balap " Pinta Nova .


" Iya baby, by i love you " Ucap Edward .


" I love you too Daddy " Edward hanya menungging kan senyum nya ,lalu masuk dalam mobil saat mobil Nova sudah jalan .


Edward menarik napas panjang nya lalu menyalahkan mobilnya .


" Daddy akan melakukan apa pun untukmu ,terus lah sehat " Gumam edward menatap lurus ke arah depan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apa mereka sedang ke luar " Tanya Raymond menatap Reza yang juga kebingungan menatap rumah besar itu .


Jika biasanya saat mereka kembali dari perusahaan ada yang menyambut ke 6 pria yang sedang berdiri mematung di samping pintu mobil mereka masing-masing di mana Rif'at,Radhi,Edward dan Rangga membawa mobil sendiri .


" Tuan " Kepala pelayan menunduk kepalanya saat melihat Tuan nya hanya berdiri diam di depan rumah tanpa niat masuk ke dalam .


" Di mana mereka " tanya Rif'at menatap kepala pelayan .


" Itu Tuan ,di kamar Tuan dan Nona muda kecil " Jawab Kepala pelayan terbata .


" Apa tidak ada orang lagi di dalam ,bukannya ada Mommy,ibu dan Mami yang membantu si kembar " Ucap Rif'at kesal .


Tidak berselang lama Istri mereka sudah berada di depan pintu bahkan Nova pun ikut menyambut suami nya .


" Apa ini yang di namakan istri seorang Raymond Alexander Mateo" Tanya Raymond menatap sinis ke arah sang istri.


" Maaf Dad ,tadi lagi lihat Nova urus si kembar " Jawab Adara mengambil tas kerja Raymond begitu juga yang lainnya sedangkan Rangga hanya menggeleng saja .


" Bukannya ada Mommy ,ibu dan Mami " Tanya Reza menatap sang istri yang juga melakukan hal yang sama .


" Ibu sama Mami lagi di kamar Oma " Jawab Riane tersenyum .


" Lalu suami mereka kemana " Tanya Radhi kesal .


" Main di belakang ayah " Jawab Vania .


" Maaf Abang " Edward hanya diam saja " Abang " Tetap sama .


" Astaga apa kita harus mengurus bayi besar hanya karena tidak menyabut mereka " Gumam Amanda pelan tapi masih bisa di dengan oleh para pria .


" Minggir " Ucap Rif'at kesal ,dengan cepat Amanda mengikuti sang suami seperti nya drama mereka akan panjang nantinya .


Dan mereka sudah siap dengan lapang dada apa pun yang akan mereka terima nantinya ,hanya Nova lah yang akan sedikit aman nantinya .


Sesampainya di kamar Nova langsung membantu suaminya melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya ,lalu menyimpan nya dalam keranjang pakaian kotor .


Setelah itu dia menyiapkan air mandi Edward saat ke luar dari kamar mandi dia menatap Edward masih di posisi nya sejak dia meninggal kan ke kamar mandi tadi .


Nova masuk ke dalam ruangan ganti menyiapkan pakaian ganti suaminya barulah dia kembali ke tempat Edward .


" Abang marah " Tanya Nova menatap Edward .


" Sudah " Nova mengagguk " Bantu aku mandi " Nova tidak lagi bertanya mengikuti langkah Edward hingga pria itu masuk dalam bathup yang sudah di berikan tetesan aroma dan sabun dan Nova duduk di bagian atas .



" baby " Panggil Edward pelan membuat Nova mengentikan gerakannya memijat kepala suaminya " Apa kamu bahagia menikah dengan ku " Tanya Edward .


" Bahagia " Jawab Nova jujur tapi sedikit bingung kenapa suaminya menanyakan hal itu padanya .


Wanita mana pun akan bahagia hidup bersama nya ,selain kemewahan yang dia terima yang pastinya itu hanya bonus tapi itulah yang membuat para wanita menggilai para keturunan rumah besar itu !! tentunya hal yang sangat luar biasa bisa di cintai oleh pria tampan itu sekalipun banyak hal yang harus dia terima tapi dia melakukan nya dengan santai .


" Jika kamu merasa tidak nyaman ,katakan padaku jangan memendam nya sendiri " Ujar Edward tanpa membuka matanya .


" Abang kenapa ?? Apa ada masalah di kantor " Edward menggeleng " Entahlah perasaan ku sejak tadi sangat buruk " Jawab Edward dengan helaan napas panjang .


" Apa tentang Nora " Edward menggeleng " Aku yakin princess kecil ku akan sembuh tapi perasaan itu sejak siang tadi mengganggu ku, apa kamu baik² saja " Tanya Edward membuka matanya menatap Nova yang berada di atas nya .


" baik² saja ,pas pulang dari rumah sakit Nova mandi terus temani anak² sambil belajar mengurus mereka sama mommy , dan aunty Raine sedangkan Oma Elvi, Oma Elsa dan Oma Ana menemani Opa kalau tidak salah " Jawab Nova serius


" Apa ini hanya karena aku banyak pekerjaan dan membuatku lelah " Tanya Edward .


" Bisa jadi, nanti Nova buatkan jamu " Edward hanya mengaguk saja lalu Nova kembali melanjutkan kegiatannya nya membantu sang suami sekalipun dia sendiri sudah selesai mandi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuuukkkk Like, Vote , hadiahnya kesayangan author 🥰🥰😘😘 jangan lupa komentnya 🤭🤭🤭🤭


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟