
Seperti janjinya pada Eliza ,sepulang dari kantor Edward berbincang sebentar pada keluarganya setelah itu dia kembali ke kamarnya berganti pakaian sedangkan Nova masih bersama dengan yang lainnya di ruangan keluarga .
Tidak berselang lama dia sudah ke luar dengan pakaian rapi, membuat peserta yang ada di ruangan keluarga menatap ke arahnya .
Nova menatap penampilan Edward dari atas sampai bawah.
" Abang mau ke mana " Tanya Henry .
" Ke rumah bunda " Jawab Edward .
" Aku pergi dulu , CUP " Izinnya pada Nova yang hanya di anggukan kepala .
" Tumben Abang ke sana " Tanya Rangga .
" El kira Kaka Zaza bohong sekalinya benar " Nova langsung menatap El saat menyebut nama Eliza .
" Aku jalan " Pamit Edward pada yang lainnya .
" Hati² bang, makan di luar " Tanya Adara .
" Iya Mom " Jawabnya sedikit meninggi karena Edward sudah meninggalkan ruangan itu .
" Memang Abang pergi sama Eliza Kak " Tanya Elvi
" Iya Oma , kata kakak tadi sebelum ke butik dia perusahaan ketemu Abang mau di temani " Jawab Nova .
" Wanita itu dari kecil sampai sudah besar selalu menyusahkan " Cibir Jeje .
" Menyusahkan ,bikin darah tinggi ,sesuka hatinya ,syukur anak Queen kalau bukan ingin sekali ku tenggelam kan lalu ku buang " Ucap Alan .
" Kalau di dengar Eliza pasti Opa Jeje sama Opa Alan akan di amuk " Ucap El tertawa kecil .
" Rangga saja takut berurusan sama kakak Eliza " Timpal Rangga .
"Sudah jangan menggosipkan kakak kalian ,bisa² kalian juga kena amukannya " Ucap Adara .
" Iya Mom " Jawab El dan Rangga ,Nova hanya menampilkan senyum tipisnya berusaha semuanya baik² saja .
"Gimana sudah memikirkan untuk ikut senam hamil " Tanya Mommy Ellena menatap Nova .
" Bisa Nova coba dulu " Tanya balik Nova .
" Bisa koh, jadi kapan mau mulainya " Tanya Elvi .
" Nanti kami ikut senam biar Kamu tidak kesepian " Timpal Adara .
" Besok saja, soalnya Aunty Amanda juga bilang gitu " Ucap Nova menatap Amanda .
" jangan di paksakan kalau kamu tidak yakin " Ucap Amanda
" Coba dulu Aunty biar enakan juga geraknya " Ucap Nova Dalam pikiran nya hanya agar dia ada kegiatannya sekalipun hanya senam .
" Besok pagi jalan² di taman sebelum sarapan biar kakimu tidak terlalu bengkak " Nova mengagukan kepalanya .
" Sering² rendam pakai air panas Nak " Ucap Mommy Ellena .
" Iya Eyang " Jawab Nova .
Di sisi lain kini Edward sudah berada di rumah Eliza dia langsung masuk ke dalam rumah .
" Abang sudah datang " Sapa Naufal .
" Iya ayah, Kaka Eliza mana " Tanya Edward duduk di samping Queen .
" Di kamar , kamu tahu sendiri kan hebohnya kakak mu " Lidah Edward berdecak .
" Menyusahkan saja " Ucap Edward .
" Memang Abang mau ke mana dengan Kaka " Tanya Desi .
" Restoran xx " Jawabnya seadanya .
Tidak berselang lama orang yang mereka bahas turun membuat mereka menatap ke arah tangga .
Hanya helaan napas yang di keluarkan Naufal melihat tingkah anak sulung nya,tapi tidak dengan Queen dia malah menarik senyuman nya .
" Apa ayah sudah tidak punya uang makanya kamu memakai baju itu atau butik bunda sudah Koleps " Ucap Edward .
" kenapa, Bukannya bagus " Tanya Eliza langsung menjatuhkan bokong nya di samping Faisal .
" Bunda suka " Lidah Naufal berdecak " Sekalian minta anak telanjang keliling di jalanan sana " Gerutu Naufal kesal .
" Ini aman koh yah ,tenang saja di mobil ada blazer Coat nanti Eliza pakai itu luarnya " Ucap Eliza .
Dia juga sadar bagaimana posesif nya para pria yang ada di sekitarnya bisa² dia di gantung hidup ².
" Ayo jalan " Ucap Edward lalu mencium punggung tangan para orang tua begitu juga Eliza .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah makan malam Nova memilih ke kamar tidak ikut bergabung seperti biasanya .
Mengambil selimut kecil duduk di balkon sambil menatap langit malam sesekali dia memejamkan matanya merasakan hembusan malam menerpa wajah mulusnya .
Tidak ada kata yang ke luar dari mulut nya hanya tatapan lurus ke depan sambil mengelus perutnya .
Sedangkan di luar Edward baru saja pulang langsung ke ruangan keluarga karena dia mendengar masih ada suara .
" Kakak mana " Tanya Daddy Radit .
" Pulang di rumahnya " Jawabnya lalu duduk di samping Adara .
" Cape " Edward mengaguk sambil bersandar di pundak Adara .
" Istri ku mana " Tanya Edward menatap sekeliling nya .
" Tadi habis makan Kaka Nova langsung ke kamar ,katanya mengantuk " Edward hanya diam saja mendengar ucapan El .
" Kakakmu kenapa lagi " Tanya Mommy Ellena .
" Ada pelanggan butik memintanya makan malam tapi dia tidak mau datang sendiri jadi dia meminta ku ikut bersamanya " Jawab Edward .
" Pasti Om² kan Abang " Tanya El .
" Om² " El mengaguk " El bingung mau panggil nya Om atau apa , soalnya umurnya sudah 30 an " Lanjutnya Tersenyum .
" Tapi ganteng Oma ,El saja sedikit suka tapi sedikit iya " Ucap El tegas .
" Ah kakak Iqbal mana iya " El langsung menatap Rangga " Kenapa menyebut namanya " Tanya El
" Kangen saja sama Kaka Iqbal " Jawab Rangga seadanya .
" Apa kalian sedekat itu " Cibir El " awas kalau kamu macem-macem " Rangga hanya tertawa kecil .
"Ed ke kamar dulu,mau istirahat cape " Ucap Edward .
" Langsung ganti bajunya bang " Ucap Adara .
" Iya Mom ,cup " Edward meninggalkan mereka setelah mencium pipi Adara berjalan ke arah kamarnya .
Ceklek .
Edward menaikan alisnya sebelah menatap kamar yang masih menyala tapi tidak ada penghuninya .
Dia masuk lalu menutup pintu kamar, lalu ke arah ruangan ganti !! Mungkin setelah ganti baju baru dia akan menemani Nova di balkon karena dia bisa melihat wanita itu di sana .
Beberapa menit dia ke arah balkon tapi masih berdiri di ambang pintu menatap Nova yang hanya diam sambil mengelus perutnya ..
" Ini sudah jam berapa ?? Kenapa masih di luar " Nova langsung membalikan kepalanya menatap ke belakang.
" Bukannya tadi kamu mengantuk " Lanjutnya lalu duduk di samping Nova .
"Iya tapi pengen duduk saja di sini " Jawab Nova seadanya .
Keheningan kembali terjadi baik Nova dan Edward hanya terdiam menatap ke depan sesekali Edward menatap perut besar Nova di mana keempat calon anaknya berada di dalam .
" Kamu sudah minum vitamin sama susu mu " Nova mengagukan kepalanya .
" Sudah Bang " Jawab Nova .
" Eliza titip salam " Nova hanya mengaguk sebagai jawaban " Weekend dia akan ke sini menemuimu " Lanjutnya lagi tapi Nova hanya diam .
" Bisa aku kembali ke kampung dua hari saja " Ucap Nova tiba².
" Untuk " Tanya balik Edward.
" Kamu kembali ke kampung dua hari sedangkan perjalanan kamu tahu sejauh apa ?? tidak bisa kah saat mereka lahir saja ,lagian kamu bisa menghubungi mereka bukan " Lanjutnya lagi .
" Aku tidak melarang mu kembali tapi lihat kondisi mu juga , kamu hamil anak 4 bukan satu " Ucap Edward .
" Iya " Jawab Nova.
" Sebenarnya mau mu apa " Tanya Edward menatap Nova .
" Tidak ada bang " Jawabnya tenang .
" Kamu dengar bukan kata Aunty Amanda , apa pun yang kamu alami atau rasakan mereka juga akan merasakan Nova tidak bisa kah menerima semuanya " Ucap Edward dengan helaan napas .
" Jangan membuatku seperti orang jahat Va ,Mommy orang tuaku dan kamu ibu dari anak-anakku jadi aku mohon mengerti itu , Tidak bisa kah melupakan itu " Lanjutnya lagi .
" Kenapa kamu selalu beranggapan jika yang mereka lakukan selama ini hanya memikirkan anak dalam kandungan mu , tidak bisa kah melihat ketulusan mereka " Ucap Edward .
" Berapa kali aku harus mengulang kata itu Nova ,jika memang menurut mu itu hanya palsu maka lahirkan mereka dan cari kebahagiaan mu jika memang di rumah ini kamu merasa terbebani " Lanjut nya lalu berdiri meninggalkan Nova sendirian.
' Iya aku akan lahirkan mereka karena itu kenginginan kalian hingga mencari ku hingga ke desa " Gumam Nova Tersenyum miris
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟