
Edward menatap Ponsel nya sambil menggeser pelan layarnya .
" Kenapa dia tidak menghubungi ku ,bertanya lebih dulu " Gumam Edward .
" Apa dia belum tahu ,tapi kata Daddy ..." Edward menjada ucapannya " Daddy tidak mungkin bohong kan " Lanjutnya lagi .
Edward memilih mengirim pesan pada sang kekasih .
📥
Baby
Edward Tersenyum saat pesannya langsung di baca kini dia tinggal menunggu balasan nya .
Berapa menit kemudian Edward di buat kesal kenapa tidak ada balasan nya bukannya tadi dia sudah membaca .
Tidak ingin terjadi kesalahpahaman Edward memilih menghubungi nya .
Tapi lagi² dia tidak mendapat respon hingga panggilan berakhir Nova tidak mengangkatnya .
📥
Angkat atau aku langsung ke Paris
Lagi² pesan yang di kirim hanya di baca membuat Edward meradang langsung menghubungi pengawal .
" Di mana dia "
" Nona sedang di kampus Tuan, sedang konsultasi " Edward berdecak kesal .
" Katakan padanya saat kembali langsung menghubungi ku "
" Baik tuan " Edward langsung mematikan sambungan teleponnya .
Edward menyunggingkan senyumnya saat melihat foto Nova di salah satu acara tapi setelah itu dia berubah kesal .
Saat melihat pakaian yang di kenakan wanita itu pasti semua mata menatap ke arahnya ,syukur tidak ada Edward jika ada dia akan mencongkel bola mata mereka satu persatu yang sudah berani menatap wanita nya .
Tok .....tok ....
" Ini Mommy "
" Masuk " Edward menyimpan HP nya di sampingnya lalu duduk bersandar di kepala ranjang nya .
" Mommy ganggu " Edward menggeleng ,ternyata Adara masuk bersama Raymond .
" Boleh mommy duduk " Edward mengaguk sebagai jawaban " Masih marah sama mommy " Edward menatap Raymond yang hanya terdiam sambil memeluk Adara dari belakang .
Edward menghela napas kesal " Tidak, Abang hanya tidak suka mommy bertemu tanpa bertanya dulu sama Abang " Adara mengaguk paham " Maaf kalau mommy membuatmu tidak nyaman " Ucap Adara lembut.
" Iya , lupakan saja !! Boleh sekarang ke luar dari kamar Abang ,jika ingin bermesraan di kamar Daddy sama mommy sendiri " Raymond tertawa kecil .
" Kenapa ?? Kau iri " Edward berdecak kesal " Aku bisa jika aku mau " Jawabnya kesal .
" Tapi kamu tidak bisa kan " Ucap Raymond lalu mencium leher jenjang Adara .
" Daddy " Pekik Adara " Anakmu tidak papa Adara " Jawab Raymond lalu kembali mencium leher Adara .
" Ke luar " Bentak Edward .
" Why ?? Aku memeluk istriku ,kenapa Abang marah " Ucap Raymond tanpa merasa bersalah .
Saat kedua ayah dan anak berperang lewat sorot mata mereka nada dering HP Edward menhentikan keduanya langsung menatap layar HP begitu juga Adara .
" Gambar Love " Gumam Adara lalu menatap Edward .
" Ayo kita ke luar baby " Raymond langsung menarik tangan Adara ke luar dari kamar Edward .
" Hebm " Jawab Edward saat kedua orang tuanya sudah ke luar dari kamarnya .
" Kenapa "
" Kenapa " Edward mengembalikan pertanyaan Nova " Kamu tidak salah bicarakan " Lanjut nya .
"Aku sibuk " Jawabnya ketus .
" Sibuk bikin apa " Tanya Edward datar .
" Jangan berani menutup nya atau aku langsung ke situ ,kamu tahu aku bisa Melakukan apa pun dan kamu juga sudah bisa tahu apa yang akan aku lakukan saat sampai di situ " Ancam Edward sebelum Nova melakukan nya .
" Jika tidak ada hal penting aku tutup "
" Bukannya sebelum nya aku sudah bilang, dan kamu paham itu kenapa sekarang kamu marah ,apa kamu tidak akan bertanya padaku " Ucap Edward emosi .
" Aku sudah bilang kamu tidak akan sanggup tapi kamu sendiri yang mengatakan bisa ,ini baru awal Nova tapi kamu sudah begini "Lanjutnya lagi .
" Kamu tidur dengan nya "
" tidak " Jawabnya tegas " Lalu itu ...."
" Kamu bisa lihat siapa yang menulis dan siapa yang meng-upload nya ,Bahkan berita itu pun aku tidak tahu papa " Ucap Edward cepat .
" Lalu nyonya ...."
" aku tidak tahu menahu tentang mommy yang bertemu mereka " Lagi² Edward memotong ucapan Nova .
" Apa lagi " Tanya Edward saat Nova hanya terdiam .
" Lalu " Tanya Edward.
" aku akan kembali bekerja di situ " Jawabnya .
" Kamu yakin "
" Iya " Jawab Nova " Baiklah " Jawab Edward .
" Kamu di mana " Tanya Edward .
" Dalam mobil " Jawab Nova .
" Mau ke apartemen "
" Tidak ,mau ke perpustakaan mencari buku " Jawab Nova .
" Hati² aku tutup " Edward langsung menutup panggilannya padahal Nova belum menjawabnya .
Dan si negara lain Nova hanya berdecak saja ,mau marah juga percuma karena pria dingin itu akan memasang sikap masa bodoh.
Dan dia sudah hafal itu jadi lebih baik dia juga bersikap masa bodoh sekalipun bukan keahlian nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Papa " Reza menatap Rangga " Boleh kakak pergi " Reza hanya mengaguk .
" Ke mana " Tanya Riane ,kini mereka tengah berkumpul di kamar Reza dan Riane .
" Kamar " Jawab Rangga .
" Tidak.... "
" Sayang anak² butuh waktu sendiri " Riane menatap Reza kesal " Ada yang kalian sembunyikan dari Mama " Riane menatap Reza dan Rangga bergantian .
" Dalam rangka " Balik tanya Reza " Apa kamu akan ulang tahun " Lanjutnya lagi .
" Untuk apa Kaka ke kamar ?? Biasanya kakak yang semangat jika berkumpul seperti ini " Ucap Raine .
"Kakak harus mengangkat panggilan Ma " Ucap Rangga dengan helaan napas .
" Angkat saja di sini " Rangga hanya bisa menurut lalu menggeser tombol hijau .
" Lagi kumpul " Ucap Rangga memelas membuat Reza Tersenyum .
" Ke balkon saja nak " Rangga pun menurut dia ke balkon kamar orang tuanya .
" Biarkan sayang " Ucap Reza saat melihat Riane begitu penasaran .
" Tapi siapa " Tanya Riane .
" Nanti kakak sendiri yang cerita jika dia sudah siap " Riane mendengus kesal, dia harus menahan rasa penasaran nya karena pasti suaminya tidak akan membuka suara jika sang anak belum juga membuka suara .
" Ade tahu " Tanya Raine pada Randy yang sibuk menonton sambil bersandar di punggung Reza .
" Jangan bohong atau Mama bilang sama aunty Endang " Ancam raine membuat Randy kesal .
" Ade tidak tahu Ma ,lagian Mama kepo sekali dengan urusan kakak !! Lagian siapa yang mau dekat dengan manusia beruang seperti kakak " Reza memukul pelan paha Randy ,agar berbicara lebih lembut pada Raine sekalipun dia kesal .
" Mama Pa yang duluan " Aduhnya pada Reza ,yang hanya di jawab anggukan .
" Sudah jangan membuat anak² marah ,kamu lagi hamil nanti baby nya sakit " Reza mengelus perut raine dengan lembut .
" Tapi penasaran Pa " Reza memilih diam mengelus perut sang istri .
" Maaf kakak lama " Ucap Rangga yang baru masuk .
" Siapa " Tanya Riane memicing kan matanya .
" Sayang " Reza menggeleng kepala " Tapi Pa ....."
" I Love you " Riane terdiam jika sudah begini berarti dia harus mengakhiri rasa keponya itu .
Rangga langsung memeluk Riane yang seketika diam, kata i love you buat orang lain mungkin sangat romantis tapi bagi Raine adalah sebuah perintah yang artinya tidak bisa di bantah .
" Janji nanti cerita iya " Rangga mengaguk lalu mencium pipi Riane .
" Baby sehat Pa " tanya Randy .
" Sehat , nanti Mama periksa lagi " Jawab Reza .
"Kaka sama Ade boleh ikut kan " Reza mengagguk " Tapi tidak boleh bolos " titah Raine .
" Iya Ma " Jawab keduanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟