
Pagi harinya Edward dan Rangga keperusahan menggunakan satu mobil sedangkan di Radhi Sendiri.
Kondisi rumah utama seperti yang tidak berpenghuni di mana semua orang memilih di kamar.
Kedua orang tua Adara sudah kembali sejak semalam setelah dikatakan baik² saja ,yang pastinya Adara dilarang keras untuk bertemu atau hanya menjenguknya di rumah .
Dan itu langsung dari Daniel pria yang begitu menyayangi nya ,pria ke dua yang tidak ingin Adara kenapa² setelah Raymond .
" Abang " Edward menatap Rangga sekilas lalu menatap kembali ke depan .
" Apa Kaka Nova baik² saja " Tanya Rangga pelan .
" Abang juga tidak tau kak, yang pasti nya tidak sekalipun dia bilang iya !! " Jawab Edward Tersenyum paksa .
" Apa sebelumnya mommy Adara tahu tentang hubungan Abang sama kakak Nova " Edward menaikan bahu nya " kalau dulu tidak ,tapi tidak tahu setelah kembali lagi ke sini " Jawab Edward .
Keheningan kembali terjadi hingga ke duanya sampai di perusahaan .
Saat turun di mobil Edward memberikan kunci mobilnya pada penjaga lalu masuk dalam perusahaan menuju lift .
Saat sampai di lantai tertinggi Rangga dan Edward berpisah menuju ruangan masing² .
Ceklek
Edward menaikan alisnya sebelah saat melihat meja Nova kosong lalu dia menatap mejanya masih berantakan berarti wanita itu belum datang bukan .
Mungkin dia ingin istirahat menenangkan diri itu pikir Edward,lalu dia berjalan menuju mejanya .
Tapi saat akan duduk dia melihat surat pengunduran diri,dompet yang di bawahnya ada juga kertas .
Dengan cepat Edward mengambil surat pengunduran diri itu dan membukanya .
Tangan Edward bergetar saat membaca surat pengunduran Nova lalu dia mengambil kertas yang ada di bawah dompetnya dengan pelan membukanya .
Selamat pagi Abang.
Saya tidak tahu Abang akan membaca ini pagi atau siang tapi apa pun itu tidak penting .
Abang, Terimakasih sudah menerima Nova kembali sekalipun terpaksa,saya harap Abang menyetujui surat pengunduran diriku , Ah iya saya kembali kan barang Abang begitu juga kartu yang Abang berikan sudah dalam dompet .
Makasih selalu menyimpan foto Nova tapi maaf, saya harus ambil .
Edward langsung membuka dompetnya dan benar saja foto nya sudah tidak ada di sana hanya ada foto dirinya .
Kepala Edward tertunduk menahan emosinya sedangkan matanya masih menatap surat yang terbuka di atas meja .
Jika Abang mencintai Nova ,saya mohon jangan lagi berdebat dengan nyonya Adara ,ikuti keinginan nyonya Adara ,karena semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya ,dia wanita yang melahirkan Abang jangan karena saya Abang bertengkar dengan nya ,saya tidak ingin seperti itu !!
Maaf jika Nova punya salah ,jaga diri Abang baik² I love you Edward Dara Alexander Mateo 😘 Cinta pertama ku dan terkahir ku
Edward mengambil ponselnya menghubungi nomor Nova tapi sudah tidak aktif ,Edward kembali mencoba namun hasilnya sama membuat nafas Edward semakin memburu .
Edward mengambil surat pengunduran diri itu ke luar dari ruangan nya menuju ruangan Raymond
BRAK
Kedua orang tua dalam ruangan itu langsung menatap ke arah pintu karena kaget .
TAK
Raymond menatap kertas yang di lempar di atas meja nya lalu menatap Edward .
" Nova pergi " Ucap Edward dengan napas memburu menahan emosinya .
" Suruh anak buahmu mencari Nova, kost bahkan sampai ke kampung " Raymond bersandar di kursi nya " Periksa CCTV za ,aku yakin dia sudah menyiapkan semuanya sebelum pergi " Ucap Raymond datar .
" Baik tuan " Ucap Reza langsung berdiri .
" Abang ......"
" Aaakkkkhhhhh " Teriak Edward mengeluarkan semua emosi nya mengepalkan kedua tangannya .
pyar
pyar
pyar
" Abang " Raymond menahan tubuh sang anak yang sudah duduk di lantai setelah memecahkan meja kaca yang ada di ruangan itu ,vas bunga ,bahkan lemari kaca dalam ruangan itu menjadi sasaran Edward .
" Jika kamu begini, bagaimana kita bisa mencari Nova !! Sadarkan dirimu " Edward menatap Raymond dengan wajah datar yang susah di tebak " Daddy janji akan membawanya kembali " Ucap Raymond serius
Ceklek
" Kakak " Panggil Radhi pelan " Panggil OB rad " Ucap Raymond .
" Iya kak " Jawab Radhi .
" Kakak ambil kotak obat " Rangga langsung berlari ke meja Reza tanpa memikirkan keadaanya jika sampai dia menginjak pecahan kaca .
Raymond membantu anaknya berdiri duduk di kursi kerjaannya karena di sofa banyak pecahan kaca .
" Daddy " Raymond menerima kotak obatnya lalu berjongkok di depan Edward begitu juga Rangga .
" Jangan melukai dirimu ,sejak kalian dalam kandungan Daddy tidak suka kalian terluka bahkan saat mommy kalian menggigit atau mencubit pipi kalian karena gemas, Daddy selalu memarahinya dan memberinya hukuman " Edward menatap Raymond yang sedang mengobati tangannya dengan telaten .
" Kamu harus kuat, bukan karena kamu penerus perusahaan atau kamu anak pertama tapi karena kamu laki² " Lanjutnya .
Tanpa mereka sadari Edward mengeluarkan cairan bening di ujung matanya .
" Sakit Dad " Raymond menatap Edward yang sudah tertunduk saat mendengar suara anaknya berbeda.
Radhi masuk langsung menuju meja kerja Raymond lalu menepuk pelan pundak Edward .
Raymond kembali mengobati tangan Edward, dia juga merasakan sesak ornag tua mana yang kuat melihat anaknya terpuruk .
Bahkan sejak dalam kandungan pun dia selalu memberikan kasih sayang pada anak²nya hingga mereka sebesar sekarang .
Reza masuk dalam ruangan langsung berjalan ke arah Raymond tanpa peduli dengan keadaan yang ada di situ .
" Semua jadwal sudah di kosong kan tuan " Raymond mengaguk " Rehan dan yang lainnya sedang dalam perjalanan ke sini " Lanjutnya .
Reza meletakan iPad di atas meja lalu memutar nya ,Edward menatap iPad di mulai dari saat Nova ke luar dari ruangannya .
Video itu terus berputar dan selang beberapa menit Nova kembali ke ruangan Edward, saat sampai di dalam dia mengambil kertas dan pena menulis sesuatu yang Edward duga surat yang dia baca tadi .
Lalu dia mengeluarkan kertas tebal dan juga dompet Edward di letakan di atas meja nya .
Sebelum ke luar Nova menatap sekeliling ruangan sambil menghapus cairan bening yang sudah membasahi pipinya .
Dengan langkah berat Nova ke luar dari ruangan itu, Edward hanya bisa memejamkan matanya .
" Panggil pengawal Adara " ucap Raymond tiba² .
' Maksud nya tuan " Tanya Reza bingung .
" Lakukan saja " Ucap Raymond .
" Periksa semua bandara, jalur laut atau yang lainnya periksa " Lanjutnya .
Tok ....tok ...
" Masuk "
" Maaf tuan ....."
" Bersihkan " Titah Reza lalu mereka semua ke luar dari ruangan itu menuju ruangan Edward .
Saat dalam ruangan Reza langsung ke arah meja Nova entahlah apa yang dia lakukan di meja itu .
🌵
🌵
🌵
Sedangkan di dalam bus, Nova menatap ke arah luar dia sendiri bingung harus kemana dia hanya mengikuti di mana berakhir nya bus yang dia naiki.
Berharap semoga tuhan masih melindungi nya dan menjauhkan dari orang jahat .
Semoga di tempat barunya dia bisa hidup dengan baik nantinya.
Selamat tinggal Abang , I love you Ucapnya dalam hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟