One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Rindu itu berat



Sesuai dugaan Raymond semalam ornag tua Bianca lebih tepat ayah nya meminta untuk bertemu dan Reza pun mengiyakan karena Raymond menyetujui nya .


Kini mereka sudah duduk bertiga di sofa di mana ayah Bianca duduk di sofa singel menghadap Raymond dan Reza .


Kenapa seseram ini. Batinnya .


Tapi demi sang putri dan juga perusahaan nya dia harus menghilangkan perasaan gugup dan takut nya .


Reza melihat itu hanya bisa berdecak saja sendang kan Raymond hanya menatapnya datar tanpa ekspresi apa pun .


" Apa tuan tahu apa yang di lakukan putra anda pada putri saya " Ucap Ayah Bianca .


" Tahu " Jawab Raymond tenang .


" Lalu apa hanya diam saja saat putri saya harus di rawat karena ulah anak anda " Ucap Hadi ayah Bianca .


" Saya akan mengganti kerugian anda tuan Hadi Pratama katakan saja berapa biaya rumah sakitnya " Ucap Raymond .


" Saya tidak butuh uang anda ,saya masih bisa membiayai nya " Ucapnya dengan angkuh .


" Jika masih mampu untuk apa anda ke sini " Ucap Reza kesal .


" Apa tidak ada rasa bersalah kalian ?? Saya kira seorang tuan muda keluarga Mateo Tidak begitu ceroboh tapi ternyata saya salah " Raymond tertawa kecil .


" Za berikan padanya " Reza melempar iPad di depan nya .


" Lihat dengan kedua mata anda, saya kira anda belum terlalu tua untuk melihat nya bukan ,di situ anda bisa lihat perlakuan putri kesayangan anda dan kenapa putraku bisa berbuat sejauh itu " Hadi langsung mengambil iPad nya dan memutar videonya .


Siaal ,aku harus mencari cara. Batin Hadi saat melihat bagaimana cara Bianca yang selalu berusaha mendekati Edward walaupun pria itu selalu berkata kasar dan mengusirnya .


" Saya tidak mau tahu ,apa pun itu anak anda harus bertanggung jawab " Ucap Hadi sambil meletakan iPad dengan kasar di atas meja .


" Tanggung jawab seperti apa yang anda mau tuan Hadi " Pancing Reza yang sudah mulai jengah .


" Pertunangan dan kerja sama perusahan,Saya akan menutup mulutku dari semua media di luar sana " Ucap Hadi dengan Tersenyum sinis .


" Sangat konyol " Ucap Raymond kesal .


" Berarti anda sudah siap bukan kehilangan semua yang kini berada di tangan anda ,sangat muda bagiku untuk menjatuhkan anda tuan muda Mateo " Ucap Hadi Tersenyum kuda .


" Saya pun dengan muda menjatuhkan Anda tuan, jangan hanya karena putri anda masuk rumah sakit anda menjadikan umpan untuk masuk dalam keluarga kami, Anda kira kami sebodoh itu harusnya sebelum anda ke sini berkaca terlebih dahulu, apa saya juga perlu Mengatakan pada nyonya Siska jika anda memiliki istri simpanan yang kini tengah hamil dan sebentar lagi akan melahirkan " Wajah Hadi mendadak pucat .


" Ma-ksud anda apa " Bentak Hadi terbata .


" Jika ingin melawan kami persiapkan senjata mu " Ucap Reza ketus .


" Silahkan pintu ke luar di sana " Usir Reza sedang kan Raymond hanya tersenyum tipis saja,Hadi mengepalkan tangannya kuat


" Tunggu aku akan membalas semua ini " Ucap Hadi emosi .


" Kami tunggu, tapi sebelum itu usahakan perusahaan mu dalam keadaan baik " Hadi menatap Reza tajam .


" Kau akan tahu setelah kembali ke sana " Lanjut nya lagi lalu berdiri pergi ke arah pintu membukakan pintu untuk Hadi.


" Silahkan " Dengan kesal Hadi langsung keluar dari ruangan itu dengan wajah merah menahan kesal .


Niat ingin menjebak Mereka malah dia yang di ancam balik sama Reza .


Sedangkan di sekolahan Edward,Rangga dan El sedang duduk saling berhadapan .


" Tumben manusia alien itu tidak muncul " Ucap El menahan ke arah pintu .


" Mungkin dia sudah ke asalnya " Jawab Rangga sekenanya.


" Kenapa menanyakan nya ,bukannya bagus dia Tidak di sini " Ucap Edward .


" Sunyi kalau tidak ada yang kita ganggu " Ucap El .


" Tuh banyak manusia kak, kenapa harus menunggu dia " Ucap Rangga .


" Karena hanya dia yang wajahnya tebal seperti kitab " Ucap El tertawa kecil .


" Bagaimana dengan Randy " Tanya Edward menatap Rangga begitu juga El .


" Nanti saja , Papa pasti akan menjelaskan dengan baik " Ucap Rangga .


" Kamu bisa menunggunya ,tidak harus ikut denganku !! Di sini juga kampusnya bagus " Ucap Edward .


" Jika di sini terus kapan Aku mandiri nya bang, setidaknya di sana aku bisa Mandiri sekalipun ada Abang tapi semua kebutuhan ku bukan pelayan yang siapkan " Edward mengaguk membenarkan .


Karena mereka semua memiliki satu pelayan yang khusus mengatur semua kebutuhan mereka masing² .


" Kaka bagaimana " Tanya Rangga menatap El .


" Aku belum tahu,aku masih mau tanya² kaka Zaza " Ucap El .


" Apa kakak akan ke sana juga " El menaikan bahunya " Banyak pilihan ,aku ingin ke Landon " Edward menatap tajam sang adik .


" Bertemu Iqbal " Tanya Edward .


" Kuliah Abang ,astaga mulut Abang iya " Ucap El kesal .


" Bukannya sekalian " El Tersenyum kuda " Tidak tahan kak, rindu itu berat loh ,emang Abang jomblo " Ucap El kesal .


Bahkan aku lebih dulu merasakan itu sebelum kamu. Batin Edward .


" Minta izin sama Daddy dan mommy dari sekarang karena Abang tahu pasti sangat susah apa lagi Daddy " El menghela napas panjang " Kenapa aku terlahir sendiri " Rangga tertawa kecil .


" Sudah diam " Ucap Edward saat melihat guru masuk dalam ruangan membuat ke tiganya duduk dengan tenang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟