
Sebulan sudah kepergian Nova,bahkan anak buah kepercayaan keluarga Mateo tidak menemukan jejak sama sekali .
Sepertinya wanita itu sebelum pergi sudah menyiapkan diri terlebih dahulu ,mereka sudah mendatangi halte bus yang pernah di naiki Nova tapi tetap mereka tidak menemukan jejak apa pun .
Kepergian Nova membuat kehidupan Edward berubah drastis di mana dia hanya menghabiskan waktu di perusahaan dan kamar jika sudah kembali ,tidak ada canda tawa seperti dulu bahkan di meja makan pun dia hanya akan makan baru lah kembali ke kamar .
Diamnya Edward membuat semua orang sedih bahkan Daddy Radit dan mommy Ellena memtuskan untuk tidak kembali dulu sebelum cicitnya merasa lebih baik .
Adara wanita itu selalu menyalahkan dirinya karena sejak saat itu pula dia dan Edward semakin menjauh .
" Bibi tolong panggil Edward " Ujar Raymond .
" Baik tuan " pelayan pun meninggalkan mereka menuju kamar Edward .
tok ....tok ....
' Tuan muda, sudah di tunggu di bawah " Ucap pelan
Ceklek
Edward ke luar dari kamar nya tanpa mengatakan apa pun menuju ruangan makan .
Tapi saat akan mendekat ke meja makan dia langsung berlari ke arah wastafel yang ada di ruangan itu .
Hoek .....Hoek ....
" Abang " Pekik mereka bersamaan .
Edward memejamkan matanya kuat lalu kembali mengeluarkan isi perutnya .
Setelah selesai dia menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan kasar .
" Ayo " Raymond membantu Edward yang bersandar di wastafel " makan duluan saja ,nanti Ray sama Abang menyusul " Ucap Raymond saat melewati meja makan .
Raymond membawa Edward Sedikit menjauh dari meja makan .
" Pusing " Edward hanya terdiam memijat pangkal hidungnya .
" Bukannya Daddy sudah katakan jangan memaksakan dirimu, kita juga terus berusaha mencari Nova Son " Ucap Raymond lembut .
" Hanya begitu Edward bisa tidak mengingat nya Dad " Jawabnya lirih .
" Tapi jangan menyiksa dirimu, bahkan kamu melewatkan waktu Makan mu " Ucap Raymond .
" Bukannya Daddy sudah berjanji untuk membawanya pulang " Edward menghela napasnya " Ini sudah sebulan Dad , tapi tidak ada kemajuan " Jawabnya dengan nafas tersengal .
" Edward ke kamar saja Dad " Ucap Edward .
" Tapi Abang belum makan " Ujar Raymond .
" Nanti bibi antarkan salad sayur sama jus mangga saja ' Jawabnya seadanya lalu meninggalkan Raymond sendirian .
Raymond hanya bisa menghela napas panjang melihat putra sulung nya ,dia seperti tidak ada kehidupan sama sekali bahkan sangat berbeda saat dulu mereka putus .
" Abang mana Dad " Tanya Adara .
" Bibi antarkan salad sayur sama jus mangga di kamar Edward " Ucap Raymond lalu menarik kursi nya duduk tanpa menjawab pertanyaan Adara .
" Abang tidak makan " Raymond menggeleng , lalu mengambil makanannya sendiri.
" Maaf " Ujar Adara lirih .
" Makanlah ,tidak usah banyak pikiran !! Nanti sakit " Ucap Raymond .
" Iya Dad " Jawabnya, Adara menatap ke belakang berharap Edward kembali ke meja makan tapi itu hanya harapan saja .
Adara menunduk sambil memakan makanan nya dengan paksa ,karena dia anaknya berubah bahkan hanya untuk berkumpul tidak lagi .
"Baby " Adara menatap suami nya " Makan " Adara hanya mengaguk .
" Jangan menyalahkan dirimu terus , Edward akan baik² saja " Ucap Henry .
" Iya Dad " Jawabnya seadanya .
Sedangkan di dalam kamar Edward membaringkan tubuhnya di sofa menatap langit malam lewat Dinding kaca kamarnya .
" Baby " Panggil nya lirih " Jangan Hukum aku seperti ini " Lanjutnya dengan mata terpejam .
Tok ...tok ....
" Masuk "
Ceklek
" Tuan muda ...."
" Simpan di atas meja " Pelayan berjalan ke arah meja lalu menyimpan makanan untuk Edward !! Apa itu layak di bilang makanan entahlah hanya Edward yang tahu .
Setelah kepergian pelayan Edward berjalan menuju meja bundar lalu duduk menyantap makan malamnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kenapa nak " Tanya nenek Nur menatap Nova yang duduk melamun .
" Nenek " Nova Tersenyum lalu berdiri mendekati nenek Nur " Kamu kangen dengan orang tuamu " Nova mengaguk " Apa mereka sehat² saja Nek " Tanya Nova menatap nenek Nur .
" Pulanglah,nenek yakin mereka juga merindukan mu " Jawab nenek Nur.
" Nenek mengusirku " Ucap Nova memanyunkan bibirnya .
" Nenek tidak mengusir mu " Ucap Nenek Nur sambil mencubit paha Nova dengan pelan .
" Nova akan menahan nya Nek ,aku tidak ingin kehadiran ku di ketahui mereka " Ujarnya menunduk .
" Sampai kapan nak " Nova menggeleng tidak tahu " Untuk sementara Nova di sini dulu ,maaf sudah membuat nenek kerepotan " Ujarnya sambil menatap nenek Nur .
" Nenek malah senang karena ada teman ,biasanya Nenek hanya duduk sendiri bahkan saat belum ada kamu jam segini nenek sudah tidur " Ucap Nenek Nur .
" Nenek " Panggil Nova pelan .
" Apa dia sudah menikah dengan pilihan orang tuanya " Nenek Nur menepuk pelan pundak Nova " Jangan berkecil hati mungkin memang kalian tidak berjodoh , Nenek yakin suatu saat ada seseorang yang mencintai kamu dan menerima kekurangan mu " Nova menggeleng " Nova tidak yakin nek " Jawabnya sendu .
" Besok nenek mau ke kota mau ikut " Ucap Nenek Nur .
" Iya Nek " Jawab Nova ,karena memang seminggu sekali mereka akan ke kota menjual hasil kebun mereka .
"Ayo istirahat,ini sudah larut " Ujar nenek Nur .
" Nenek duluan saja, Nova masih ingin di sini " Jawab Nova .
" Jangan lama² iya nak " Nova mengaguk Tersenyum " Selamat malam nek " Ujar Nova .
" Iya " Jawab Nenek Nur lalu meninggalkan Nova Sendirian di ruangan itu .
" Abang " Panggil Nova menunduk " Semoga Abang selalu sehat di sana !! Berbahagialah Nova selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian " Ujarnya Tersenyum .
Setelah lama terdiam Nova berdiri menuju kamar dia membuka pelan pintu kamar ,karena memang dia tidur bersama Nenek Nur.
" Terimakasih sudah menerima Nova ,aku menyayangimu Nek " Ujar Nova memeluk wanita paruh baya itu .
" Sudah ayo tidur jam 5 kita harus bangun " Nova mengagguk lalu memejamkan matanya sambil memeluk Nenek Nur .
Selamat malam Abang Ucapnya dalam hati
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf kemarin tidak Up karena tangan kananku sakit setelah di vaksin ke dua itulah kenapa sebelum nya aku Up terus karena paginya aku vaksin .
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟