One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
tentang hati



...Terimakasih sebelumnya selalu membaca karya author yang tidak seberapa ini ....


...Tapi sebelum lanjut jangan lupa tinggalkan jejak like ,koment dan vote ....


...Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian ....


...agar tidak ketinggalan tentang cerita nya...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat malam hari semuanya berkumpul bahkan Davin dan Jose pun masih berada di rumah besar itu tidak ketinggalan Alister dan Xavier serta anak mereka .


Kini semuanya terasa canggung apa lagi sejak tadi tidak ada Elvi hanya ada Henry .


Dan mereka yang tahu kejadian pagi tadi hanya bisa terdiam apa lagi melihat rambut Henry masih basah .


" Mommy mana Dad " Tanya Raymond menatap Henry .


" Tidur " Raymond menaikan alisnya sebelah .


Tidur !! Ini belum waktunya makan malam .


Apa Elvi sakit ?? Tapi sakit apa bukannya medical nya bagus .


" Simpan pikiran mu untukmu sendiri " Ucap Henry menatap Raymond .


" oh God ,shiitt " Umpat Raymond saat sadar akan sesuatu .


" Pergilah, jika terjadi sesuatu pada Daddy dan mommy kabari kami " Jeje dan Alan langsung menatap Henry .


Apa mereka salah dengar atau memang pria dingin ini mengizinkan nya .


Jika iya mereka akan bersujud di kaki Elvi dan menarik umpatan dan kutukan yang sejak tadi mereka keluarkan untuknya .


" Kau serius " Tanya Jeje gugup.


" Kau ingin aku menarik ucapan ku " Jeje dan Alan menggeleng .


" Terimakasih ,kami akan melaporkan tentang keadaan Daddy dan mommy " Ucap Alan cepat .


" Sangat manjur " Bisik Davin .


" Maka kau harus mencoba nya " Balas Jose balik berbisik .


" Ayah jadi menatap di sana " Tanya syahzani menatap Alan sendu .


" Iya sayang, nanti ayah akan sering pulang jika kamu merindukan ayah sama ibu kamu bisa ke sana " Ucap Alan Tersenyum .


" Baiklah, tapi selalu kabari Sasa " Xavier mengelus lengan sang istri dengan lembut .


" Apa boleh Afifah ikut Opa " Tanya sang cucu anak dari Syahzani .


" Sekolahmu bagaimana ?? kasian ibumu sendirian " Ucap Elsa lembut .


" Ada ayah ,sama Kakak " Jawabnya jujur .


" Bukannya jika libur kalian akan ke sana " Tanya Jeje Tersenyum .


" Tapi kalau kami merindukan Opa sama Oma gimana " Tanya Salwa anak Alister dan Ela .


" Bukannya kita bisa melakukan video, berjanjilah pada Opa untuk sekolah dengan benar " Ghozi dan Salwa mengaguk pelan .


" jangan menangis ,kamu sudah besar sebentar lagi kamu akan kuliah " Ucap Ana yang melihat sang cucu siap untuk menangis .


Dengan sigap Ghozi memeluk adiknya karena memang adiknya itu beda dengan yang lain jika soal perasaan terlalu lembut .


" Kami hanya pergi melihat Opa dan Oma ,dan nantinya juga kalian akan ikut ,toh kalian juga sering ke sana kenapa harus sedih " Ucap Jeje lembut .


" Iya Opa " Jawab mereka .


" Kenapa " Tanya Raymond pada sang putra pertama nya .


Edward yang mendapat pertanyaan itu hanya menggeleng .


" Ada masalah " Tanya Henry menatap Edward .


" Tidak ada Opa " Jawabnya seadanya .


Raymond menatap Edward penuh curiga tidak biasanya Edward hanya terdiam sekalipun memang dia orang nya pendiam .


" Abang baik² saja Dad " Ucap Edward saat mata tajam Raymond menatap nya curiga .


" Daddy bukan anak kecil " Edward memilih diam jika melanjutkan akan terus berlanjut .


" 3 hari lagi kita akan ke Landon, ingat jangan seperti orang pindahkan menyusahkan saja " Ucap Jose .


" Iya " Ucap Aqila kesal .


" Lagian juga yang membawanya anak buah bukan Papa " Lanjutnya lagi .


" Lalu yang urus semua siapa ? anak buah aku Aqila " Ucap Jose menekan ucapan nya .


Saat semuanya tengah asik berbincang pelayan datang menghampiri mereka .


" Maaf tuan, nyonya " Henry langsung berdiri menuju kamar tamu mungkin saja istrinya sudah terbangun saat ini .


" Sudah mau makan malam Hen " Henry hanya mengangguk saja .


" Jika ada masalah selesai kan dengan cepat " Ucap Jeje membuat kedua mata itu terbuka .


" Abang hanya lelah Opa " Jawabnya seadanya .


" mau cerita " Tanya Adara lembut ,Edward menggeleng .


Dia tidak mungkin menceritakan apa yang kini dia rasa .


Itu bisa membuat Adara syok mungkin saja bisa pingsan .


" Jagoan " Edward menghela napasnya panjang .


" Belum saatnya Dad suatu saat Abang akan bicara " Ucapnya


" Kaka sudah mendaftar " Tanya Raymond menatap Eric .


" Sudah Dad " Jawab Eric .


" Mendaftar apa " Tanya Jose penasaran.


" Kaka ikut taekwondo Opa, demi dekat dengan wanita yang di sukai nya " Ucap Erland .


" Erland " Erland langsung menutup mulutnya rapat .


" Siapa " Tanya Alan penasaran sambil tersenyum .


Merasa lucu melihat Cucu nya menyukai lawan jenisnya di usia yang masih matang menurutnya .


Apa ini namanya Cinta monyet !! Boleh kah Alan memutar waktu dan merasakan kembali .


"Aira rafiqah Herlambang " Ucap Daffi Tersenyum .


"Apa kakak tidak bisa diam " Ucap Eric kesal .


Memilik saudara banyak nyatanya sangat tidak enak bagi mereka ,karena apa pun yang mereka lakukan selalu terpantau .


Apa lagi usia mereka tidak terlalu jauh hanya beda beberapa hari ,Minggu saja .


Beda halnya dengan Eliza ,Edward dan El .


" Waow kau tahu mana yang bening kak " Ejek Davin Tersenyum .


" Opa " Ucap Eric kesal .


" Apa ada lagi " Tanya Jeje menatap satu persatu cucu nya yang sudah menunduk kepalanya .


" Randy " Yang di sebut namanya mengangkat kepalanya " Iya Opa " Jawabnya gugup .


" Bagiamana " Randy menggeleng cepat " Aman Opa " Rangga berdecak mendengar jawaban adiknya .


" Tidak papa, Asal kalian tahu batas jangan melakukan hal yang sama ,kami tidak akan melarang sama siapa kalian berpacaran asal itu bisa membuat kalian bahagia dan tidak membawa kalian ke hal yang negatif " Ucap Henry yang baru saja datang bersama sang istri .


" Jangan melihat wanita dari luarnya, pelajari hidupnya tidak selamanya yang kalian lihat di luar itu bagus ,begitu juga sebaliknya " Lanjutnya sambil duduk di susul sang istri .


" Apa Cucu Oma ada yang memiliki kekasih " Tanya Elvi lembut .


" Abang " Edward hanya terdiam seribu bahasa .


" Oma tunggu kamu membawanya ke rumah begitu juga kalian , Oma akan menilai sendiri " Ucap Elvi Tersenyum .


" Jika tidak sesuai keinginan Oma gimana " Tanya Ghozi penasaran .


" Berarti dia bukan yang terbaik " Ucap Jose datar .


" Apa Zizi menyukai seseorang " Tanya syahzani curiga .


" Tidak " Sanggah Ghozi cepat .


" Jangan bohong Bunda tidak suka " Ghozi menelan ludahnya kasar sambil meremas tangan nya kuat .


" Jangan membuat anak-anak takut " Tegur Xavier .


" Ingat jika dia wanita cabe²an bunda akan mengulek nya dengan cobek Oma yang di dapur " Ancam Syahzani serius .


" Jika begini aku yakin, kakak tidak akan menikah² " Ucap Afifah terkekeh .


Sedang kan seorang wanita yang berada dalam kamarnya menatap potret seorang pria yang begitu gagah sambil tersenyum tipis .


"Aku tidak tahu sampai kapan perasaan ini berakhir tapi jujur aku sangat mencintaimu sekali pun itu salah " Hembusan napas panjang nya mewakili perasaan nya saat ini .


" Apa yang harus aku lakukan apa aku harus melupakan nya ?? Tapi bagaimana tidak mungkin aku menjalin hubungan dengan seseorang bukan " Lanjutnya lagi .


" Hanya untuk melupakan nya dan menghilangkan perasaan ini " Gumamnya lagi sambil memejamkan matanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟