
Hiks ....Hiks ...Hiks ...
" Nora lapar Hiks ....Hiks " Nora menangis dia ingin ke luar tapi ketiga kakaknya masih terlelap tidurnya .
" Hiks ....Hiks .....Lapar ". Lanjutnya lagi m
" Siapa yang menangis " Gumam penjaga mendekati sumber suara, semakin dekat suara tangisan itu semakin jelas.
Sedangkan di sini lain para penghuni rumah besar itu terus mencari baby four bahkan ini sudah lewat jam makan malam tapi mereka belum mendapatkan keberadaan mereka ,bahkan para penjaga mencari ke luar pagar sekalipun itu mungkin karena dari CCTV mereka tidak melihat baby four ke luar .
" Apa kalian sudah memeriksa di paviliun " Bentak Jose menatap para penjaga .
Sejak menerima kabar jika baby four hilang Jose dan Aqila langsung menuju rumah utama bahkan mereka tidak sempat berpamitan pada yang lainnya .
" Sudah tuan " Jawab Mereka terbata .
" Shiiiit ....Rumah kaca " Para pengawal terus menunduk membuat Jose kesal .
Bugh
Bugh
Bugh
" Apa kalian selemah itu bodoh " Bentak Jose keras .
" Papa ,Percuma terus berteriak dan memarahi penjaga kita saja belum menemukan petunjuk ,bagaimana dengan mereka " Ujar Aqila menenangkan Jose sambil memeluk Adara yang sejak tadi menangis,begitu juga Nova yang menangis dalam pelukan Elsa.
' Tuan ....Tuan ...."
" Kenapa " Tanya Jeje datar
" Kamu menemukan Cucuku " Timpal Henry ,penjaga mengaguk tapi belum mengeluarkan suara apa pun dia masih mengatur napasnya .
" Apa kau tidak punya mulut " Bentak Raymond emosi .
" Tuan ....Nona ...Kecil di ruangan tamu " Jawabnya ketakutan .
Dengan langkah besar mereka langsung menuju ruangan yang di sebut penjaga tadi .
Bahkan mereka melupakan keberadaan Daddy Radit sehingga penjaga yang mendorong kursi roda nya .
Hiks ....Hiks ...Hiks ...
Henry dan Jose langsung mendorong sofa besar itu saat mendengar tangisan yang cukup jelas di pendengaran mereka .
" Princess " Pekik Henry keras ,hingga membangunkan ketiga anak yang sejak tadi terlelap dalam tidurnya bahkan tadi tidak terusik dengan tangisan Nora .
Edward langsung menggendong Nora membawa gadis kecil itu dalam dekapan nya .
" Maafkan Daddy sayang ,maaf kan Daddy ,Cup " Edward memeluk tubuh Nora dengan erat lalu mencium kepalanya berkali-kali .
" Opa ....Daddy "
" It's Ok Opa tidak marah sayang ,jangan nangis Hm " Henry langsung menggendong Elea saat melihat matanya bening itu mulai berkaca-kaca,mungkin dia kaget karena suaranya .
" Ayo " Raymond dan Jose membantu Enzi dan Ethan berdiri .
" Maaf, enzi ...."
" Tidak papa Son ,ikut Oma ke kamar bersihkan tubuhnya pakai air hangat " Enzi dan Ethan menurut tidak membantah ucapan Henry .
Kedua pria kecil itu mendekati Elvi lalu menatap wanita yang kini tersenyum lembut pada mereka " Oma " Elvi mengegam kedua tangan mereka ,lalu membawa mereka ke lantai atas .
" Sayang " Nova mendekati Edward yang terus memeluk Nora .
" Mana yang sakit Hm " Tanya Nova lembut , Nora menatap Nova matanya bengkak , penampilan nya tidak Serapi tadi .
" Perut " Jawab Nora mengusap perut nya .
" Ade lapar " Tanya Alan lembut ,Gadis itu mengaguk .
' Ayo Sama Oma " Ana mengambil ahli tubuh Nora .
" Bersihkan tubuhmu, jangan membuat anak² merasa bersalah melihat penampilan mu " Nova menatap keadaan nya lalu mengaguk " Iya Oma " Jawab Nova serak mungkin karena terlalu lama menangis .
" Ayo aku temani " Edward membawa istri nya ke lantai atas.
" Maaf tidak bisa...."
" Mereka baik² saja,jika mereka sudah tenang baru kita bertanya " Nova mengaguk di sela kangkahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini mereka sudah berkumpul di meja makan , sekalipun terlambat itu tidak masalah karena mereka juga tidak mungkin bisa makan dengan tenang saat keadaan baby four belum jelas seperti tadi .
Twins yang seolah paham dengan keadaan mereka tidak banyak bertanya bahkan pada baby four pun tidak .
" Iya Mom " Jawab Ethan lirih ,Adara mengisi piring Ethan " Ayam " Ethan mengaguk ,Adara kembali mengambil kan ayam " Dua Oma " Adara menahan senyumnya lalu mengambilkan dua potong ayam.
Seperti nya Cucu nya ini kelaparan tapi itu tidak masalah bahkan mereka juga kelaparan apa lagi Ethan anak yang masih berumur 4 tahun yang sebentar lagi akan berumur 5 tahun.
" Abang mau tambah " Enzi menggeleng cepat ,karena memang dia tidak terlalu banyak makan beda dengan Ethan dan Elea .
Sedangkan Nora dia hanya duduk diam kursinya sambil meminum susunya karena tadi dia lebih dulu makannya .
Setelah makan malam kini mereka masih berdiam diri di meja makan ,seolah paham enzi mulai membuka suara .
" Maaf, tadi Abang yang membawa adik² bersembunyi " Suasana masih tetap hening " Seharusnya Abang tidak melakukan itu ,membuat Bunda dan mommy khawatir " Lanjutnya tapi belum ada yang membuka suara .
" Jangan marah sama Abang, Abang hanya mengikuti keinginan ade ,yang ingin main petak umpet sama Bunda ,jadi Abang membawa kami sembunyi " Timpal Ethan yang tidak ingin hanya Enzi saja yang di marahi ,jika di hukum mereka akan di hukum bersama .
Nova yang mendengar jawaban Ethan langsung menatap ke arah Nora kaget , entah kenapa jawaban Ethan membuat hati Nova sakit .
" Nora ...Nora hanya Hiks ....Hiks ....." Alan mengelus kepala Nora dengan lembut .
" Kenapa menangis Hm ,Daddy sama Bunda tidak marah " Ujarnya dengan lembut " Begitu juga Daddy Ray ,Mommy, Opa ,Oma , Uncle , Aunty juga " Lanjutnya ,tangannya Alan terus mengusap kepala Nora.
" Lain kali jika Kalau ingin main petak umpet katakan dengan baik Hm " Ucap Jose pada Elea yang sudah menunduk ketakutan saat Nora menangis.
" Lihat Opa " Elea mengakat wajahnya gugup menatap Jose " Opa tidak marah ,Opa hanya khawatir kalau kalian kenapa² ,jadi jangan takut " Jawab Jose lembut.
" Wajah Opa yang menakutkan " Jose langsung menatap Randy tajam, begitu juga Reza .
" Why " Tanya nya tanpa bersalah .
" Ade " Lidah Randy berdecak kesal " Mas " Jawabnya ketus .
" Jangan hukum Abang " Cicit Nora pelan .
" Kata siapa Abang di hukum " Tanya Daddy Radit yang mulai membuka suara,dia gemas sendiri melihat Cicit nya yang semakin pintar .
" Kata Nora " Jawabnya polos ,membuat penghuni meja makan itu memalingkan wajahnya ke samping menahan senyumnya .
" Memang Nora ingin Abang di hukum " Dengan cepat Nora menggeleng cepat " Nora sayang Abang sama kakak " Jawabnya lagi .
" Begitu juga dengan Eyang , sayang Abang, kakak Ade ,Rachel sama Richard " Jawab Daddy Radit
" Kakak Della tidak " Tanya nya polos .
" Dia sudah tua " Jawab Daffa cepat .
" Mana ada tua, kakak Daffa yang tua " Jawab Della kesal lalu melipat kedua tangannya di dadanya .
" Kakak jangan ganggu adeknya " Tegur Rif'at .
" Sudah jangan lagi berdebat, ini sudah larut " Jawab Elvi lembut .
" Mau tidur di kamar Daddy " Nora mengaguk cepat lalu merentangkan tangannya ,dengan senang hati Edward menggendong Nora .
" Abang ,minta tolong bawakan baju Ade ke kamar Daddy ya " Enzi mengaguk " Iya Dad " Jawab Enzi lalu turun dari kursinya begitu juga Ethan dan Elea .
" Ayo " Nova membawa anak²nya mengikuti langkah Edward yang sudah lebih dulu ke atas ,karena mau membersihkan tubuh Nora .
" Apa kalian tidak ingin " Ujar Jose tiba² .
" Mulai ...." Eric langsung mendorong kursi nya lalu meninggalkan meja makan itu .
Di susul Randy, Daffa dan Daffa melihat itu Jose hanya melongo menatap kepergian para pria perjaka itu .
" Jangan menanyakan hal menyeramkan itu Opa " Ujar Rangga tertawa kecil .
" Ada yang salah " Penghuni meja makan itu mengaguk tidak kecuali Aqila, Della dan twins .
" CK " Lidah Jose berdecak kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa di mampir karya author yang lainnya ,Like ,koment ,vote dan hadiah nya 😘😘😘😘😘
Lanjut !!!
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like .
Koment.
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟