
" Maaf tuan " Semua orang menatap penjaga yang membawa budget bunga mawar merah .
" Kenapa " Tanya Raymond,penjaga langsung memberikan buang mawar itu pada El ,membuat wanita itu bingung .
" Tuan Iqbal mengirimkan untuk anda " El langsung Tersenyum kuda,padahal dia sudah sangat kesal pada Iqbal .
" Makasih uncle " Penjaga hanya mengaguk lalu berpamitan kembali ke depan .
" Sarapan " El mengaguk " Bibi tolong di simpan di kamar El iya langsung di simpan di vas " Ucap El .
" Baik Non " Jawab pelayan lalu menerima bunga yang di berikan El .
" Wajah Kaka seperti nenek lampir " El hanya diam saja mendengar ucapan sang adik bungsu .
" Sudah selesai kan sarapannya ,kalian juga akan pergi bukan " Iya karena mereka di liburkan sehingga mereka akan ke Landon di mana Daddy Radit,Jeje,Alan serta istri mereka berada di sana , sedangkan Bara dan adik kembarnya akan ke rumah Oma Opa nya orang tua Vania .
" Kenapa harus pergi sih ' Gerutu Adara kesal " Hanya seminggu mom " Jawab Eric .
" Sekalipun ,kalau mommy kangen gimana " Ucapnya karena dia belum merelakan anak²nya saat meminta izin akan ke Landon .
" Apa HP mu tidak bisa berfungsi, kamu seperti orang yang susah " Adara menatap sinis sang suami " Apa " Adara hanya diam saja .
" Nanti kalau sudah sampai langsung hubungi bunda iya " Qiandra hanya mengaguk saja .
" Selama kami pergi jangan buatkan kami adik " Ucap Daffi ketus menatap sang ayah .
" Ayah tidak janji,kalau bunda tidak menggoda ayah " Amanda langsung menatap tajam Rifat yang hanya diam saja .
Tidak berselang lama anak Xavier dan Alister datang ikut bergabung di meja makan itu di temani ibu mereka karena para suami nya sudah lebih dulu keperusahan dan rumah sakit .
" Papa sama Mama krim salam " Ucap Syahzani menatap Raymond yang hanya di jawab anggukan kepala .
" Semangat abang, Kaka El ,kakak Rangga " Ucap Salwa .
" Makasih " Jawab El, sedang kan yang duanya hanya mengaguk saja .
" Tinggal di sini iya " Ucap Adara yang hanya di tanggapi senyuman .
" Ayah sama Bunda sendirian kakak ipar " Jawa Ela .
" Benar ,lagian di sini ada Amanda dan Vania " Jawab Syahzani.
"Daddy sama Mommy kapan kembali ' Tanya Ela .
" Oma sama Opa lagi bulan madu aunty ,mau buatkan adik buat Mama Raine ,seperti Ayah Rifat " Ucap Erland polos .
" Mau aku jahit mulutmu " Ucap Riane kesal .
" Riane " Reza langsung sang istri saat akan kembali bersuara karena Raymond sudah menatap sang istri dingin .
Setelah selesai dengan sarapan nya masing-masing memulai aktivitas nya seperti biasanya .
Edward,Rangga dan El menggunakan satu mobil dan di antar oleh sopir .
" Abang " Edward menatap El sebentar lalu kembali memejamkan matanya .
" Abang kenapa " Edward menggeleng "Hanya memikirka ujian saja ,apa Abang bisa isi " El menaikan alisnya.
Sejak kapan Edward memikirkan itu ,bahkan bagi dia hanya terlihat biasa saja mau bagaimana pun , bahkan mungkin dia sekolah hanya karena membutuhkan ijazah padahal itu bisa saja di urus oleh Daddy nya .
Beda dengan nya yang harus mati²an belajar sekalipun dia tidak terlalu bodoh tapi saat menghadapi ulangan atau apa pun itu dia harus mati²n belajar .
" Abang Lucu " Ucap El sambil tertawa kecil.
" Kamu kenapa juga ,pusing tidak bisa isi " Rangga hanya tersenyum tipis sambil menatap ke arah luar .
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu macet akhirnya mereka turun dari mobil .
Sekolah besar itu terasa sunyi karena hanya ada para peserta ujian saja yang ada di sekolahan .
" Jangan buru² isi dengan benar "Rangga mengaguk ,karena memang beda ruangan dan semua itu tentunya sudah di tahu Raymond dan Reza dan tentunya mereka tidak keberatan karena memang semuanya di acak sesuai abjad nama .
Sedangkan di perusahaan Raymond dan Reza baru saja masuk dalam ruangan .
" Apa tuan sudah yakin " Raymond mengaguk " Tapi bagaimana dengan ...."
" Untuk sementara biarkan saja ,sampai nanti dia sendiri yang memimpin ,ini hanya masalah kecil Za dan biarkan dia menyelesaikan nya " Ucap nya .
" Apa tidak sebaiknya kita memberi tahu nya tuan ,saya takut dia akan semakin membencinya dan ....."
" Itu nanti akan jadi tugas nya dan kita hanya memberi jalan pada mereka " Reza mengaguk paham.
" Apa Raine mengizinkan Rangga " Reza menggeleng " sudah ku duga " Raymond membuka jasnya lalu menyimpan kuris belakang nya yang sudah ada gantungan .
" Jadwalku Za " Reza langsung berdiri di depan meja Raymond membaca jadwal nya .
Dengan helaan napas panjang Raymond hanya menyimak setiap ucapan yang ke luar dari mulut Reza .
Di mana setiap harinya selalu itu saja yang dia lakukan tapi hanya beda manusia yang akan di temui .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Setelah ini kita akan masuk di mana kehidupan Edward yang sesungguhnya iya 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟