One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Eliza meminta izin



hari terus berganti hingga kini kandungan Nova sudah memasuki usia 7 bulan ,dan wanita itu sudah tidak terlalu aktif berjalan ke sana ke sini, mengingat perutnya yang semakin besar dan semakin susah di bawah jalan karena dia sering kelelahan bahkan hanya untuk beberapa langkah saja dia akan duduk kembali


" Abang " Panggil Nova lembut .


" Apa " Jawab Edward ketus


" mau es krim Boleh " Tanya Nova ,Edward melirik ke arah istri nya lalu meninggalkan begitu saja .


" koh di tinggal " Gerutu Nova kesal .


" Kamu banyak tingkah,kalau anak² ku sakit gimana ?? Mau tanggung jawab " Nova melototkan matanya bulat .


" atur matamu jangan membuatku sampai mencongkel nya " Lanjutnya membuat Nova Tersenyum kuda.


" Sedikit saja bang,haus pengen yang dingin " Ujar Nova lagi .


" Tinggal kamu atur pendingin ruangan lalu minum air " Jawabnya santai lalu ke luar dari kamar meninggal Nova sendirian .


" Kenapa aku bisa mencintai pria seperti itu, apa yang dulunya aku lihat !! romantis, lembut ,penyayang astaga apa yang aku pikirkan itu sangat jauh dari kehidupannya " Gumam Nova menatap pintu kamar lalu kembali menatap perut nya .


Ceklek .


Nova kembali menatap ke arah pintu dan Ternyata Edward yang masuk membawa es krim untuknya .


Seketika bibir Nova tertarik ke atas mengulurkan tangannya ke arah Sang suami .


" Buat aku " Edward hanya diam lalu memberikan pada Nova tanpa mengatakan apa pun lalu duduk di samping nya memainkan ponselnya


" terimakasih Daddy " Edward hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada ponselnya .


" Abang " Nova menatap ke arah Edward sambil memegang es krim nya " Sudah siap kan nama " Tanya Nova .


" Untuk " Jawabnya tanpa menatap sang istri .


" Koh malah tanya ,untuk anak Abang " Jawab Nova kesal .


"Apa yang harus aku siapkan sedangkan jenis kelaminnya tidak ketahuan duanya ,apa aku harus memberikan nama si A dan di B " Jawab Edward dingin .


" Kan duanya sudah bang,Laki² " Jawab Nova .


"Apa itu terlalu penting untukmu " Nova menggeleng pelan karena antara penting dan tidak .


" Tapi siapkan memang " Edward hanya diam saja menatap ponselnya .


Setelah selesai Nova ikut bergabung menatap ponsel sang suami ,menyadari itu Edward membenarkan posisinya agar Nova terlihat nyaman .


CUP .


Nova mencium pipi Edward tapi Tidak ada respon apa pun, pria itu hanya merangkul pinggang sang istri sesekali mengelus perut besar Nova .


" Kita tidak belanja perlengkapan baby " Tanya Nova bersandar di dada Edward .


" Kamu ingin " Nova mengaguk " Nanti Weekend saja " Jawab Edward .


" Tapi tidak papakan kalau aku belanja saja ,soalnya bingung kan belum ketahuan " Ujar Nova .


" Hebm "


" Tapi nanti mubazir bang kalau tidak terpakai " Ujar Nova .


" Kamu bisa pakai jika ingin biar Tidak mubazir " Jawabnya tenang ,Nova hanya mencibir saja .


" Sssttt " Edward terus mengelus perut Nova dengan lembut .


" Jangan nakal ,jika tidak ingin daddy marah " Ujar Edward .


Bugh


bugh


Nova memejamkan matanya kuat beginilah setiap Edward menyentuh perut nya dan mengajak mereka bicara, satu persatu akan menyerbu menendang hingga membuat Nova kesakitan .


CUP .


" Baik² saja " Nova mengaguk pelan Tersenyum tipis sebagai jawabannya .


CUP


Edward kembali mencium kepala Nova yang masih terus bersandar di dadanya menatap ke arah ponsel nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Makan malam pun tiba di meja makan ada yang beda di mana ada Eliza dia tidak datang sendirian melainkan ada seseorang dia bawa .


" Siapkan makannya kak " Tegur Elvi pada Eliza .


" Harus iya Oma " Tanya Eliza menatap Elvi yang duduk di sampingnya .


PLak


" Kamu membawanya ke sini lalu hanya diam tanpa memikirkan Perut nya " Ujar Elvi kesal .


Eliza menatap orang di bawah tadi yang seperti sedang menahan senyumnya .


' Mau makan apa " Tanyanya kesal .


PLak


" Sakit Oma ,kenapa terus memukuli Zaza " Sungut Eliza ,ingin marah tapi sungguh dia tidak bisa apa lagi itu sama Elvi .


" Yang sopan ,apa begitu caramu melayani orang " Eliza menarik napas panjang nya .


" Tidak papa Nyonya saya bisa ambil sendiri " Ujar nya dengan sopan .


" Tidak usah sok baik, bukannya kamu senang aku di marahi Oma " Ujar Eliza kesal .


" Eliza Novayandri Agrata Mateo " panggil Daddy Radit dengan suara rendah


" Maaf Eyang " Eliza mengambil makanan yang ada di atas meja lalu meletakan di depan orang itu .


" Minumnya kak " Ujar mommy Ellena .


" Repot betul ,padahal ada pelayan " Ujar Eliza tapi dia tetap melakukan nya .


" Itu tugasmu bukan tugas pelayan, kamu membawa nya ke sini bukan tanpa alasan " Ujar Henry .


" Iya Opa " Jawab Eliza lalu duduk di samping Elvi setelah menyiapkan makan dan minum .


Tidak berselang lama Edward ke luar sambil mendorong kursi roda .


" Zaza " Sang nama pun berbalik begitu juga dengan sosok yang duduk di samping nya .


" Jangan banyak bertanya " Tegur Edward sebelum Nova kembali membuka suara ,Eliza hanya tersenyum ke arah Nova .


"Abang " Adara menyerah kan piring Nova yang sudah di isi lauk pauk pada Edward .


" Minum dulu kak " Ujar El memberikan gelas minum nya pada Nova karena wanita itu duduk di samping nya .


" Buka mulutmu " Nova menurut membuka mulutnya saat sendok sudah berada di depan mulut nya .


Setelah acara makan malam kini mereka duduk di sofa ruangan keluarga .


" Eyang " Daddy Radit dan mommy Ellena menatap ke arah Nova .


" Mungkin Eyang, Opa, Daddy dan yang sebagian di sini sudah tahu siapa dia !! tapi Zaza akan tetap memperkenalkan nya dia Lintang " Ujar Eliza tenang .


" Kamu culik di mana Kak " Tanya Elsa .


" club' di London " Jawab Eliza tenang .


" Koh dia mau sama Kaka, apa tidak ada wanita lain di bumi ini " Jawab Ana ,Eliza hanya memejamkan matanya lalu tersenyum kuda .


" Karena sudah tidak ada wanita makanya dia memilih Zaza Oma " Jawab Eliza .


" Tidak percyaa ,pasti kakak pakai dukun kan " Eliza langsung menatap tajam El ingin sekali dia menjahit mulut wanita itu .


" Dari bentuk nya saya sangat tidak mungkin jika bukan Kaka yang memulai " Timpal Raine .


" Kamu jual diri kan kak ??" Lanjutnya lagi ,Eliza menarik napas nya panjang .


" Papa tolong mulut Istrinya di kondisi kan, Eliza sedang menjaga image biar eyang dan Opa mengizinkan Zaza " Ujar Eliza Tersenyum ke arah Riane .


" Atau kamu sudah jebol ,gimana rasanya enak kan " Ujar Raine .


" Maaf nyonya kami tidak melakukan hal sampai sejauh itu " Ujar Lintang sambil menahan tangan Eliza yang akan kembali meledak .


" Berarti yang lainnya sudah " tanya Alan menatap Lintang .


" Iya sudah " Jawab Eliza membuat lintang menatap nya .


" Kenapa ? Memang benarkan sekalipun kamu bilang tidak mereka sudah tahu, apa kamu lupa kalau pengawal ada di mana " Ucap Eliza kesal .


Glek .


Lintang menelan ludahnya kasar bahkan dia tidak berani menatap keluarga Eliza , dia baru sadar bahwa bertemu keluarga ayah nya lebih baik dari pada bertemu keluarga bunda nya Eliza


" Maafkan saya tuan " Ujar Lintang menunduk kepalanya.


" Apa tujuan mu ke sini " Tanya Henry, Lintang mengangkat kepalanya menatap keluarga besar dari Bundanya Eliza .


" Saya meminta Restu tuan sama nyonya menjadi kan Eliza istri ku,kami sudah sama² dewasa tidak ingin bermain-main lagi dengan sebuah hubungan....."


" Apa kamu akan membawanya menetap di mana tempat mu sekarang " Tanya Reza memotong ucapan Lintang


" I...ya tuan " jawab Lintang terbata .


" Kamu sudah menemui keluarga ayah nya " Tanya Raymond


" Sudah tuan ,tapi mereka meminta saya bertemu dengan Tuan dan Nyonya " Jawabnya jujur .


Semua orang kembali terdiam membuat Eliza dan Lintang menjadi ragu ,apa itu tanda nya mereka akan di berpisah .


" lalu butik " Tanya Mommy Ellena


" Untuk sementara sama El Eyang, nanti kalau Ade sudah kembali dia yang akan urus " Jawab Eliza .


" Kamu sudah tahu Eliza siapa " Tanya Daddy Radit .


" Sudah tuan besar ,dan saya tidak mempermasalahkan itu " Jawab Lintang tegas .


" Keluargamu " Tanya Jeje .


" Mereka tidak keberatan dengan itu Tuan ,karena sebelumnya kami sudah bertemu dengan mami dan papi " Jawab Lintang .


" Kakak yakin " Tanya Elvi menahan Eliza " Jangan memikirkan enaknya kak, tapi sebaliknya " Lanjutnya lagi .


" pernikahan bukan untuk mainan di saat salah satu dari kalian bosan dan kalian akan berpisah !! Namanya rumah tangga ada manis dan tidak nya kak " Ujar Elsa lembut .


" Siap Oma " Jawab Eliza serius .


" Eyang Tidak bisa memberikan jawaban karena Opa Jose sama Opa Davin Tidak ada " Jawab Daddy Radit serius .


" Tapi Lintang harus kembali Eyang ,dia juga punya pekerjaan yang tidak bisa di tinggal terlalu lama " Jawab Eliza .


" Dia akan kembali nantinya bersama keluarga nya jika memang dia serius !! Rumah ini selalu terbuka untuk siapa pun yang ingin masuk jika niatnya bagus " Jawab Henry .


Eliza menatap Lintang yang mengagukan kepalanya sambil tersenyum .


" Kenapa aku harus hidup di lingkungan mereka sih, jika tahu begini mendiang dulu aku menutup mata saja saat melihat bunda " Ujar Eliza kesal .


" minta izin menikah saja sulit betul seperti anggota saja yang akan menikah harus begini begitu " Lanjutnya lagi .


" Kami dengar Zaza " Ujar Raymond.


" Biar ,Eliza sengaja biar Daddy dan yang lainnya sadar " Jawabnya emosi .


" Ayah sama Bunda saja hanya iya² saja ,tapi kenapa di sini seperti prajurit aja yang menikah meminta izin pun harus mengulur waktu " Lanjutnya lagi.


"Ayo sayang kita pulang " Ujar Eliza membuat lintang kaget .


" Ayo pulang, apa kamu mau tidur di sini " ulang nya lagi karena masih kesal .


" Tapi ...."


" kembali lah sebelum dia mengamuk dan membuat rumah ku hancur " Ujar Henry .


" Cih "


" Honey " Tegur Lintang tanpa sadar menatap tajam Eliza " Maaf " Jawab Eliza membuat yang ada di situ menahan senyumnya .


Ternyata ada juga pria yang bisa menaklukkan hati wanita bar² itu ,Eliza mencium pipi Daddy Radit,mommy Ellena lalu bergantian Henry ,Alan ,Jeje dan juga para istri nya Tidak ketinggalan Raymond,Radhi Reza serta Adara,Raine dan Vania .


" kami pamit tuan nyonya " Pamit Lintang menunduk kepalanya .


" Jangan ikut singgah di hotel " Eliza hanya tertawa karena memang Lintang menginap di hotel .


" Kalau Tidka khilaf Dad " Jawab Eliza .


" Kamu akan di seret jika macem-macem " Ujar Reza .


" Iya Pa " Jawab Eliza .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘