
" Kamu butuh sesuatu nak " Tanya Adara lembut pada Nova .
" Sakit ....mom " Ujar Nova terbata.
" Apa sudah di berikan obat nya " Tanya Adara menatap perawat.
" Sudah nyonya " Jawab salah satu dari mereka .
" Yang mana yang sakit " Tanya Adara lembut ,dengan pelan Nova menunjuk dadanya .
Adara menekan dada Nova yang terasa keras dan penuh .
" ASI mu ada " Tanya Adara kaget ,karena dia dulu tidak begini bahkan beberapa hari baru ASI nya lancar ,tapi ini bahkan Nova hanya meminum air dan beberapa sendok bubur saja karena belum bisa makan yang terlalu berat dulu .
" Biar saya ambilkan pompa nya dulu Nyonya " Perawat langsung berlari ke luar ,membuat edward yang baru masuk kaget karena dia dari ruangan mommy Ellena bercerita sekalipun tidak ada respon hanya ada senyuman dan kedipan mata.
" Kenapa Mom " Tanya Edward panik .
" Dadanya penuh bang, ASI sampai ke luar " Jawab Adara sambil melepaskan pakaian Nova di bantu suster .
" Sakit " Nova hanya mengaguk pelan " Sebentar, baby akan di antar sore " Nova hanya mengaguk .
" Abang harus gimana Mom " Tanya Edward bingung .
" Eyang sama siapa " Tanya Adara menatap Edward .
" Sama Oma Elsa dan Oma Aqila " Jawab Edward .
" Opa mana " Tanya Adara .
" Opa Jeje sama Oma Ana kembali ke rumah mau siapkan makan siang ,opa Alan ada urusan di luar" Jawab Edward .
Ceklek .
" Maaf tuan " Edward memberikan ruangan untuk perawat yang akan memompa ASI Nova .
" Ayah sama ibu tidak ke sini " Tanya Nova menatap suami nya sambil menahan sakit .
" Lagi di jemput " Jawab Edward .
" Anak² baik² saja kan " Edward hanya mengaguk sebagai jawabannya karena dia belum memberi tahu Nova tentang keadaan anak²nya.
" Ssstttt " Nova meringis memejamkan matanya .
" Maaf baby, tahan Sedikit " Ucap Edward lembut sambil mengelus lengan Nova .
" Tidak papa ,itu hanya pertama kalinya kalau sudah biasa tidak lagi " Ucap Adara lembut ,Nova hanya mengaguk saja sambil memperlihatkan suster yang membantu nya memompa ASI nya .
10 menit berlalu suster langsung membawa ASI yang di pompa tadi di berikan ke ruangan PICU/NICU di mana tempat anak-anak yang baru di lahirkan baik itu normal atau atau tidak.
" Pelan² Non ' Nova hanya mengaguk tersenyum " Saya baik² saja sus tenang " Ujar Nova karena memang dia sudah bisa menggerakkan tubuhnya membuat Edward dan Adara kaget .
" Baby "
" Nova "
" Aku mau minum " Edward langsung mengambil kan minum untuk istrinya.
" Kan bisa minta tolong Nova , perut mu habis di bela untuk mengeluarkan anak-anak kenapa malah seperti cacing kepanasan " Ucap Edward kesal .
" perut mu masih basah nak, belum juga 24 jam,nanti jahitannya lepas " Ucap Adara meringis .
" Iya Mom maaf " Ucap Nova ,tapi jujur menang dia baik² saja .
Di ruangan lain Daddy Radit mengajak Mommy Ellena cerita dia terus menggegam tangan wanita yang sudah menemani nya dari belum memiliki papa hingga kini mereka sudah memiliki Cicit buyut.
" Mom, Honey " Panggil Daddy Radit lembut .
" Anak² Abang sangat tampan dan cantik ,tapi satunya harus di rawat dia sangat kecil mom dan kita tidak tahu sampai kapan dia harus di rawat hanya untuk bernapas saja dia di bantu oksigen " Mommy Ellena mengerjapkan matanya pelan .
" Sakit apa " Tanya Mommy Ellena lirih .
" Tidak sakit, kata Amanda mungkin karena dia yang bungsu orang tubuhnya juga belum terlalu bagus di banding kakak nya begitu juga berat badannya " Jawab Daddy Radit.
" Cepat sehat, anak² butuh mommy begitu juga Daddy " Lanjutnya sambil menatap Mommy Ellena .
" Iya " Jawabnya dengan senyuman lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore harinya Amanda membawa ketiga box bayi Edward ke ruangan Nova di mana ruangan itu sudah di penuhi para keluarga Jose, Davin, Alan, Jeje ,Reza dan Raymond serta para istri dan anak mereka Tidka kecuali Elsa dan Elvi yang berada di ruangan Daddy Radit
Syukur ruangan mereka luas karena memang itu hanya untuk mereka
"Opa sama Oma kalian sudah lihat " Tanya Henry menatap Amanda.
" Belum Dad " Jawab Amanda tersenyum kuda .
" Antar ke sana dulu " Ucap Jose ,mau tidak mau Amanda membawa ke luar lagi box bersama perawat .
" Sabar iya " Nova mengaguk tersenyum " Tidak papa bang " Jawab Nova lembut .
" Abang koh cuma tiga " Tanya Nova bingung membuat ruangan itu menjadi hening .
" Tidak tahu, nanti Aunty yang jelaskan soalnya aku tidak tahu menahu " Jawab Edward sekenanya .
" Arya sama Laras ingin menjenguk mu tapi nanti kalau sudah pulang " Ucap Edward mengalihkan pembicaraan .
Ceklek .
" Hai " Pekik Eliza yang baru saja masuk bersama Queen dan Naufal .
" Kakak " Tegur Naufal menggeleng " Maaf ayah " Jawabnya sambil tersenyum lalu berjalan mendekati para peserta yang ada dalam ruangan itu di ciumnya satu persatu .
" Edward sudah punya anak kamu kapan " Cibir Jose sinis .
" Apa tidak papa Eliza menikah saat Eyang lagi sakit " Lidah Jeje berdecak.
" Kemarin² Eyang kalian baik² saja ,tapi malah meminta waktu panjang untuk menikah " Jawabnya ketus .
" Sudah bicara sama yang berumur, ngebosenin " Ucap Eliza ketus .
PLak
" Sakit Opa " Rengek Eliza menatap Henry " Kamu bersyukur Opa yang memukul mu kalau Oma mungkin kamu di seret ke luar " Ucap Henry kesal, Eliza berjalan ke arah tempat tidur .
" Sudah bongkar muatan " Nova hanya mengaguk tersenyum " Selamat ,kamu mau hadiah apa " Tanya Eliza menatap Nova .
" Suamiku sudah kaya ,aku hanya minta kamu menikah biar anak² ku punya teman " Lidah Eliza berdecak .
" Kamu seperti mereka , membosankan !! Baru sehari jadi orang tua " Ucap Eliza kesal .
" Lebih baik lihat Eyang jauh lebih baik dan bermanfaat " Ucap Eliza lalu ke luar dari ruangan Nova .
" Di sebelah ada Oma jadi hati² " Eliza hanya mengaguk saja .
sedangkan di ruangan mommy Ellena, wanita itu terus tersenyum saat Amanda membawa Cicit buyut nya ke ruangan nya .
" Oma harus cepat sembuh ,biar bisa main sama anak Abang " Mommy Ellena hanya mengaguk pelan .
" Yang mana laki² " Tanya nya lirih .
" Yang bendong Biru laki² ,yang pink perempuan " Jawab Amanda .
" Anak Eyang cantik sekali " Elvi mendekat kan bayi perempuan yang berada di gendongan nya ke arah mommy Ellena .
" Selamat datang sayang " Ucapnya lirih .
" Cepat sehat Eyang " Ucap Elvi lembut, setelah itu Elvi dan Amanda juga mendekati mommy Ellena .
" Eyang harus sehat ,biar menggendong kami " Ucap Amanda lembut .
" Iya " Jawab Mommy Ellena .
Ceklek .
" Eyang " Pekik Eliza ,Elvi langsung menatap ke sumber suara dengan sorot mata yang akan memangsa musuhnya .
" Oma sayang " Eliza tersenyum lalu mendekati Elvi dan mencium pipi Elvi " Sorry " Ucapnya kikuk laku dia mencium pipi Daddy Radit dan Mommy Ellena .
" Zaza akan menikah ,kalau Eyang sakit nanti Zaza tidak jadi nikah nya " Ucap Eliza cemberut .
" Eyang sehat " Jawab Mommy Ellena lembut .
" Sehat itu di rumah bukan di rumah sakit " Jawab Eliza kesal .
" Zaza " Tegur Elvi dengan suara rendah .
" Maaf Oma " Jawabnya tersenyum " Eyang harus sehat, itu anak² Abang sudah lahir mereka pasti ingin bermain dengan eyang Kakung nya, dan Eliza juga ingin saat anak² Eliza lahir mereka bisa bermain dengan Eyang " Ucap Eliza serius .
" Gimana mau punya anak ,kalau belum menikah " Cibir Daddy Radit .
" Tapi Eliza sudah nyicil koh Eyang " Jawab Eliza polos .
bugh
PLak
" Oma , Eyang " Pekik Eliza kesal di mana Elvi menendang kaki Eliza sedangkan Daddy Radit memukul belakang nya .
" Bercanda ....Eliza hanya bercanda apa tidak bisa " Ucap Eliza mengusap belakang nya dengan wajah kesal
" Jangan buat mereka marah " Ucap mommy Ellena lembut .
" Mereka saja yang suka marah² ,tadi Opa juga memukul ku apa karena eliza bukan cucu mereka .....maaf maaf Eliza Cucu Oma " Ucap Eliza cepat saat Elvi akan kembali menyerang nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘