
Nenek Nur dan Nova berjalan menuju rumah bidan yang ada di desa itu ,dengan perasaan tidak karuan Nenek terus menyemangati Nova .
Dan berhasil setidaknya itu bisa membuat Nova lebih tenang dengan pikirannya yang entah kemana.
Jika dia benaran hamil apa yang harus dia lakukan ,apa dia harus mempertahankan ?? Nova menggeleng pelan saat pikirannya ingin menggugurkan kandungan.
Tidak² dia tidak bersalah ,apa pun nanti kedepannya aku akan merawat Ucapnya dalam hati .
Hingga tidak terasa kini mereka sudah berada di rumah bidan,setelah di persilahkan kini mereka sudah duduk berhadapan dengan bidan .
" Ini iya anak Nenek Nur" Tanya sang bidan ramah .
" Iya Bu " Jawab Nenek Nur karena dia mengatakan bahwa Nova anak kerabatnya yang kini tinggal bersama nya karena di tinggal suami ,sehingga nanti mereka tidak kaget jika ada suatu hal pada Nova .
" Ada yang bisa di bantu, eh saya panggil apa ini " Tanya bidan menatap Nova .
" Nova saja Bu " Ucap Nova Tersenyum .
" Sebelum terus kita periksa dulu Tekanan darahnya dan berat badan iya " Nova mengaguk " Iya Bu " Jawab Nova .
" Telatnya sudah berapa lama " Tanya dokter sambil memeriksa tekanan darah Nova .
" Hebm itu Bu saya telat dan beberapa hari ini saya merasa cepat lelah tidak seperti biasanya ,Nafsu makanku juga bertambah " Ujar Nova pelan .
" Berapa hari telatnya " Tanya Bidan .
" Lupa Bu, tapi bulan kemarin belum dapet karena stok masih utuh, saya juga tidak merasakan mual seperti orang hamil pada umumnya " Jawab Nova , bidan mengaguk lalu meminta Nova untuk ketimbang berat badan .
" Kita periksa dulu iya ,tapi kita tidak bisa melihat usia janin dan yang lainnya karena alat nya tidak ada!! Apa lagi anda melupakan HPHT, jadi saya akan periksa seadanya saja " Ucap Bidan .
" Baik Bu " Ucap Nova ,lalu mengikuti bidan menuju tempat tidur pasien di ikuti Nenek Nur .
Bidan menaikan baju Nova yang hanya menampakan perutnya lalu mulai memeriksa nya dengan pelan.
Nova menjadi gugup saat melihat senyum bidan pada Nenek Nur , ketakutannya semakin bertambah lalu dia menatap Nenek Nur .
" Selamat iya Nek , Nenek akan mendapatkan Cucu " Ucap bidan .
" Kalau ingin pemeriksaannya lebih bagus lagi ,Nenek sama Nova harus ke kota jadi bisa pakai USG " Ucap Bidan .
" Apa tidak papa Bu " Tanya Nenek Nur mengingat Nova hamil muda .
" Mba Nova sendiri Gimana ,kalau merasa tidak nyaman tidak papa ,tapi dari segi kondisi Mba Nova aman Nek " Ujar Bidan .
" Gimana Nak " Tanya Nenek Nur .
" Ke kota saja Nek " Ujar Nova ,karena ada beberapa hal yang harus dia beli .
" Baiklah ,semoga lancar iya Nek, tapi lebih baik besok pagi saja ke sananya " Ujar Bidan .
" Iya Bu, Terimakasih banyak Bu " Ucap Nenek Nur.
" Iya Nek " Jawab Bidan .
Setelah berpamitan pada bidan, dan di berikan vitamin dan susu hamil nenek Nur dan Nova kembali ke rumah .
Sesampainya di rumah Nova masih saja diam hingga Nenek Nur membuka suara .
" Apa yang kamu pikirkan Nak " Tanya Nenek Nur lembut .
" Apa Nova bisa merawat nya nanti Nek " Tanya Nova sedikit takut .
" Nenek yakin kamu bisa, Tidak usah takut !! Nenek akan membantumu " Nova mengaguk lalu Memeluk Nenek Nur " Makasih sudah menerima Nova ,maaf selalu membuat nenek susah " Ujar Nova serak .
" Apa kamu tidak ingin memberi tahu ayah dari bayi yang kamu kandung atau orang tuamu " Nova menggeleng " Tidak Nek, aku sudah cukup punya Nenek ,aku tidak ingin membuat hati ayah dan ibu sakit dan kecewa " Ujar Nova terisak " Ayah nya juga sudah bahagia dengan kehidupan nya Nek, aku tidak ingin menggangu mereka dengan adanya kehadirannya " Lanjutnya menangis, Nenek Nur mengelus pundak Nova dengan pelan .
" Nenek akan menemanimu, jangan menangis lagi tidak baik buat kandungan mu " Nova mengagguk " terimakasih Nek sudah mau menerima Nova terimakasih " Ujar Nova dalam tangisannya .
Nova melepaskan pelukannya lalu menatap Nenek Nur dengan mata yang masih basah .
" Bantu Nova iya Nek " Nenek Nur mengaguk " Pasti nak " Jawabnya lalu keduanya sambil melempar senyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di rumah utama di kamar Edward semua orang hanya bisa terdiam, begitu juga Edward dia menatap lurus ke arah dinding kaca .
" Maaf karena mommy semua ....."
" Jangan membahas nya Mom " Ucap Edward cepat .
" Maaf " Raymond membawa Adara dalam pelukannya sambil mengelus punggungnya .
" Tenanglah jangan selalu menyalahkan dirimu " Adara hanya diam sambil menangis dalam pelukan suaminya .
" Opa akan meresepkan obat mual " Edward menggeleng " Biarkan seperti ini Opa " Jawab Edward .
" Abang yakin " Edward mengaguk saja .
"Baiklah " Ujar Daddy Radit .
Tok ....tok ..
Semuanya menatap ke arah pintu .
" Maaf tuan, rujaknya sudah ada " Jawab pelayan .
" Simpan di kotak bekal Bi ' Ujar Edward .
' Loh Abang mau ke mana " Tanya Adara .
" Ke perusahaan Mom " Jawab Edward .
" Biar Daddy sama yang lainnya saja ke perusahaan Abang istirahat saja " Edward menggeleng " Tidak Dad " Jawab Edward .
" kalau gitu Daddy tunggu di bawah iya ,Abang mandi dulu " Edward mengaguk .
" Ayo " Ujar Daddy Radit,satu persatu meninggalkan kaamr Edward .
Setelah semuanya pergi Edward langsung ke kamar mandi membersihkan tubuhnya .
Aku mohon pertahankan dia ,dan di mana pun kalian aku harap kalian baik² saja dan aku akan terus mencari di mana kalian ,aku mohon pertahanan dia Ucapnya dalam hati .
" Perluas pencarian ,jangan sampai mereka kenapa² " Ujar Daddy Radit setelah sampai di meja makan .
" Iya Opa " Jawab Raymond .
" Dad " Henry menatap Elvi " Makan apa " Henry menghela nafasnya" Terserah " Jawabnya .
Elvi mengambilkan roti dan jus untuk suami nya lalu diletakan di depan Henry .
Meja makan pagi ini terasa sepi sekalipun penghuni ada entahlah pikiran mereka saat ini hanya mengarah pada Nova dan kandungan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like .
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟