One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Bertemu mommy ellena



" Bisa tinggalkan kami " Ucap mommy Ellena menatap Daddy Radit, Henry ,Jeje , dan Jose .


" Harus iya Mom " Ujar Jeje.


" Iya " Jawab mommy Ellena .


" Ayo " Ujar Dady Radit ,Jeje pun langsung mendorong kursi roda mommy Ellena .


Sedangkan di ruangan itu hanya tinggal Lintang, Vika dan Iqbal .


" Bagiamana keadaan kalian " Tanya Mommy Ellena lembut


" Baik nyonya " Jawab mereka hampir bersamaan .


Di luar ruangan Henry ,Daddy Radit dan Jeje hanya berdiam diri hingga akhirnya Jeje membuka suara .


" Daddy tahu kan apa yang akan di bicarakan Mommy " Daddy Radit menatap Jeje .


" Kalau tahu ,untuk apa Daddy di sini " Jawab Daddy Radit.


" Mommy kaya anak kecil saja " Dengus Jeje kesal .


" Diamlah ,kalaupun kamu tahu memang apa yang akan kamu lakukan " Tanya Henry ketus .


" Aku tidak akan melakukan apa pun ,hanya ingin tahu agar tidak penasaran " Jawab Jeje .


" Lebih baik kamu ke ruangan Nova temani El " Ujar Henry .


" Jika aku ke sana ,aku akan meminta uang pada Edward sebagai gajiku seperti El " Lidah Henry berdecak .


Kita kembali ke dalam ruangan di mana ketiga manusia itu hanya bisa terdiam


" Kalian mau kan " Lintang menatap mommy Ellena " Apa itu bisa membuat nyonya jauh lebih baik " Mommy Ellena mengaguk tersenyum .


" Berikan saya waktu 3 hari bicara sama Eliza setelah itu saya akan mengambulkan nya " Ujar Lintang tegas .


" Om " Panggil Iqbal pelan .


" Apa " jawab Lintang kesal " Aku bukan Om mu " Iqbal kembali menunduk takut .


"Iqbal ,Vika " Kedua orang semakin menunduk .


" Apa saya bisa undur diri , Eliza sedang menunggu ku " Ujar Lintang .


" Pergilah, bicara baik² padanya " Ucap mommy Ellena lembut .


" Permisi " Lintang menunduk kepalanya sedikit lalu ke luar dari ruangan itu hanya menyisakan Iqbal dan Vika .


Ceklek .


" Sudah " Tanya Daddy Radit .


" Sudah tuan " Jawab Lintang .


" Apa yang di bicarakan " Tanya Jeje .


" Jika anda penasaran ,anda bisa langsung bertanya pada Nyonya Ellena" Jeje melototkan matanya menatap Lintang .


" Saya permisi, Eliza menunggu ku di bawah " Henry dan Daddy Radit hanya mengaguk sebagai jawaban .


" Sialan " Umpat Jeje .


" Apa pria seperti dia yang kalian ingin kan ,lihat lah bahkan dia tidak menghormati ku sedikit pun " Lanjutnya dengan emosi .


' Kamu bukan pahlawan yang harus di hormati " Jawab Henry .


" Kenapa dia bisa ke luar duluan ,sedangan Iqbal dan Vika belum ke luar " Tanya Jeje .


" Masuk lah biar kamu tahu " Ujar Daddy Radit membuat Jeje terdiam .


" Apa kalian takut " Tanya Mommy Ellena menatap kedua anak muda itu .


" Maaf Nyonya " Jawab Iqbal menunduk kepalanya .


" Apa yang kamu takutkan " Tanya Mommy Ellena dengan lembut .


" El sama Rangga akan baik² saja ,tidak usah memikirkan mereka , Eyang hanya menginginkan itu dari kalian " Lanjutnya lagi .


" Eyang akan memberikan kalian waktu 3 hari Seperti Lintang jadi bicaralah dengan El atau Rangga " Ucap mommy Ellena .


" Baik nyonya " Jawab Keduanya .


" Kalau begitu saya pamit Nyonya " Mommy Ellena mengaguk sebagai jawabannya .


" Vika juga pamit Nyonya " Ujar Vika lalu mencium punggung tangan mommy Ellena .


Keduanya ke luar dari ruangan mommy Ellena dengan wajah lemas.


" Ada apa dengan kalian " Iqbal menatap Jeje .


" El ada di sebelah ,pergilah " Ujar Henry .


" Terimakasih tuan, permisi " Jawab Iqbal menunduk kepalanya .


" Je ,Antar Vika ke bawah sopir sudah menunggu nya " Ucap Daddy Radit .


" Tidak usah Tuan,Vika bisa sendiri terimakasih " Tolak Vika lembut .


" Jeje " Lidah Jeje berdecak " Aku bukan pengawalnya " Jawab Jeje menatap kesal ke arah Daddy Radit .


" Bawa Daddy ke dalam Hen " Henry mendorong kursi roda Daddy Radit kembali dalam ruangan mommy Ellena .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok ...tok ...


Ceklek .


" Kakak " Panggil El kaget lalu dia menatap ke luar " Kaka ke sini sama siapa " Tanya El tersenyum bahagia .


" Apa aku boleh masuk " El mengaguk lalu menarik tangan Iqbal .


" Kakak Nova " Nova menatap El tersenyum " Kenalkan dia pacar El " Iqbal menunduk kepalanya tersenyum .


" Saya Iqbal Non " Ucap Iqbal sopan .


" Bukannya kita cuma beda setahun jadi yang terlalu formal " Ujar Nova pelan .


" Saya usahakan " Jawab Iqbal .


" Maaf saya tidak membawa papa ,tadi ada urusan di sini jadi sekalian menjenguk Anda " Lanjut Iqbal .


" Tidak papa " Jawab Nova .


" Kaka dari jenguk Eyang " Iqbal mengaguk sebagai jawabannya .


" Duduk El ,Iqbal pasti cape " El tersenyum kaku lalu mebawa Iqbal ke sofa .


" Kaka mau minum " Iqbal menerima botol mineral dari tangan El " Makasih " Jawab Iqbal .


" Kangen " Nova melihat sikap manja El hanya bisa menggeleng sambil tersenyum .


" Nanti malam Kaka jemput iya makan malam di luar " Ujar Iqbal .


" Tumben " Tanya El menatap Iqbal .


" Pengen saja apa tidak boleh " El menggeleng cepat " Boleh kok " Jawabnya cepat , Iqbal mengelus punggung El dengan lembut.


Sedangkan di perusahaan Rangga sedang melakukan panggilan di kamar pribadi milik Edward tapi sebelum itu dia meminta izin dulu pada Edward .


" Sudah pulang " Tanya Rangga lembut .


" Sudah Kak, Kaka tidak kerja " Tanya Vika lembut


" Istirahat sebentar tadi sudah izin sama Abang " Jawab Rangga .


" Are you ok " Tanya Rangga .


" Hebm, kakak jadi kan ke rumah nanti malam " Tanya vika .


" Iya sayang, mau di bawakan sesuatu " Tanya Rangga .


" kinder Joy saja kak " Rangga tertawa kecil "harusnya tadi aku tidak usah bertanya " Ujar Rangga .


" Kalau sudah sampai langsung bersih² ,kamu dari rumah sakit !! Maaf tadi menunggumu karena harus ke perusahaan " Ujar Rangga .


" Iya Kaka tidak papa ,Kaka lanjut kerja dulu nanti bang Edward marah " Ucap Vika .


"Nanti kalau sampai jangan lupa kabarin " Ujar Rangga .


" Iya kak , Assalamualaikum" Ujar Vika .


" Hebm " Rangga mematikan panggilannya lalu ke kembali ruangan untuk melanjutkan pekerjaan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟