
" Bisa tinggalkan kami " Ucap mommy Ellena menatap Daddy Radit, Henry ,Jeje , dan Jose .
" Harus iya Mom " Ujar Jeje.
" Iya " Jawab mommy Ellena .
" Ayo " Ujar Dady Radit ,Jeje pun langsung mendorong kursi roda mommy Ellena .
Sedangkan di ruangan itu hanya tinggal Lintang, Vika dan Iqbal .
" Bagiamana keadaan kalian " Tanya Mommy Ellena lembut
" Baik nyonya " Jawab mereka hampir bersamaan .
Di luar ruangan Henry ,Daddy Radit dan Jeje hanya berdiam diri hingga akhirnya Jeje membuka suara .
" Daddy tahu kan apa yang akan di bicarakan Mommy " Daddy Radit menatap Jeje .
" Kalau tahu ,untuk apa Daddy di sini " Jawab Daddy Radit.
" Mommy kaya anak kecil saja " Dengus Jeje kesal .
" Diamlah ,kalaupun kamu tahu memang apa yang akan kamu lakukan " Tanya Henry ketus .
" Aku tidak akan melakukan apa pun ,hanya ingin tahu agar tidak penasaran " Jawab Jeje .
" Lebih baik kamu ke ruangan Nova temani El " Ujar Henry .
" Jika aku ke sana ,aku akan meminta uang pada Edward sebagai gajiku seperti El " Lidah Henry berdecak .
Kita kembali ke dalam ruangan di mana ketiga manusia itu hanya bisa terdiam
" Kalian mau kan " Lintang menatap mommy Ellena " Apa itu bisa membuat nyonya jauh lebih baik " Mommy Ellena mengaguk tersenyum .
" Berikan saya waktu 3 hari bicara sama Eliza setelah itu saya akan mengambulkan nya " Ujar Lintang tegas .
" Om " Panggil Iqbal pelan .
" Apa " jawab Lintang kesal " Aku bukan Om mu " Iqbal kembali menunduk takut .
"Iqbal ,Vika " Kedua orang semakin menunduk .
" Apa saya bisa undur diri , Eliza sedang menunggu ku " Ujar Lintang .
" Pergilah, bicara baik² padanya " Ucap mommy Ellena lembut .
" Permisi " Lintang menunduk kepalanya sedikit lalu ke luar dari ruangan itu hanya menyisakan Iqbal dan Vika .
Ceklek .
" Sudah " Tanya Daddy Radit .
" Sudah tuan " Jawab Lintang .
" Apa yang di bicarakan " Tanya Jeje .
" Jika anda penasaran ,anda bisa langsung bertanya pada Nyonya Ellena" Jeje melototkan matanya menatap Lintang .
" Saya permisi, Eliza menunggu ku di bawah " Henry dan Daddy Radit hanya mengaguk sebagai jawaban .
" Sialan " Umpat Jeje .
" Apa pria seperti dia yang kalian ingin kan ,lihat lah bahkan dia tidak menghormati ku sedikit pun " Lanjutnya dengan emosi .
' Kamu bukan pahlawan yang harus di hormati " Jawab Henry .
" Kenapa dia bisa ke luar duluan ,sedangan Iqbal dan Vika belum ke luar " Tanya Jeje .
" Masuk lah biar kamu tahu " Ujar Daddy Radit membuat Jeje terdiam .
" Apa kalian takut " Tanya Mommy Ellena menatap kedua anak muda itu .
" Maaf Nyonya " Jawab Iqbal menunduk kepalanya .
" Apa yang kamu takutkan " Tanya Mommy Ellena dengan lembut .
" El sama Rangga akan baik² saja ,tidak usah memikirkan mereka , Eyang hanya menginginkan itu dari kalian " Lanjutnya lagi .
" Eyang akan memberikan kalian waktu 3 hari Seperti Lintang jadi bicaralah dengan El atau Rangga " Ucap mommy Ellena .
" Baik nyonya " Jawab Keduanya .
" Kalau begitu saya pamit Nyonya " Mommy Ellena mengaguk sebagai jawabannya .
" Vika juga pamit Nyonya " Ujar Vika lalu mencium punggung tangan mommy Ellena .
Keduanya ke luar dari ruangan mommy Ellena dengan wajah lemas.
" Ada apa dengan kalian " Iqbal menatap Jeje .
" El ada di sebelah ,pergilah " Ujar Henry .
" Terimakasih tuan, permisi " Jawab Iqbal menunduk kepalanya .
" Je ,Antar Vika ke bawah sopir sudah menunggu nya " Ucap Daddy Radit .
" Tidak usah Tuan,Vika bisa sendiri terimakasih " Tolak Vika lembut .
" Jeje " Lidah Jeje berdecak " Aku bukan pengawalnya " Jawab Jeje menatap kesal ke arah Daddy Radit .
" Bawa Daddy ke dalam Hen " Henry mendorong kursi roda Daddy Radit kembali dalam ruangan mommy Ellena .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok ...tok ...
Ceklek .
" Kakak " Panggil El kaget lalu dia menatap ke luar " Kaka ke sini sama siapa " Tanya El tersenyum bahagia .
" Apa aku boleh masuk " El mengaguk lalu menarik tangan Iqbal .
" Kakak Nova " Nova menatap El tersenyum " Kenalkan dia pacar El " Iqbal menunduk kepalanya tersenyum .
" Saya Iqbal Non " Ucap Iqbal sopan .
" Bukannya kita cuma beda setahun jadi yang terlalu formal " Ujar Nova pelan .
" Saya usahakan " Jawab Iqbal .
" Maaf saya tidak membawa papa ,tadi ada urusan di sini jadi sekalian menjenguk Anda " Lanjut Iqbal .
" Tidak papa " Jawab Nova .
" Kaka dari jenguk Eyang " Iqbal mengaguk sebagai jawabannya .
" Duduk El ,Iqbal pasti cape " El tersenyum kaku lalu mebawa Iqbal ke sofa .
" Kaka mau minum " Iqbal menerima botol mineral dari tangan El " Makasih " Jawab Iqbal .
" Kangen " Nova melihat sikap manja El hanya bisa menggeleng sambil tersenyum .
" Nanti malam Kaka jemput iya makan malam di luar " Ujar Iqbal .
" Tumben " Tanya El menatap Iqbal .
" Pengen saja apa tidak boleh " El menggeleng cepat " Boleh kok " Jawabnya cepat , Iqbal mengelus punggung El dengan lembut.
Sedangkan di perusahaan Rangga sedang melakukan panggilan di kamar pribadi milik Edward tapi sebelum itu dia meminta izin dulu pada Edward .
" Sudah pulang " Tanya Rangga lembut .
" Sudah Kak, Kaka tidak kerja " Tanya Vika lembut
" Istirahat sebentar tadi sudah izin sama Abang " Jawab Rangga .
" Are you ok " Tanya Rangga .
" Hebm, kakak jadi kan ke rumah nanti malam " Tanya vika .
" Iya sayang, mau di bawakan sesuatu " Tanya Rangga .
" kinder Joy saja kak " Rangga tertawa kecil "harusnya tadi aku tidak usah bertanya " Ujar Rangga .
" Kalau sudah sampai langsung bersih² ,kamu dari rumah sakit !! Maaf tadi menunggumu karena harus ke perusahaan " Ujar Rangga .
" Iya Kaka tidak papa ,Kaka lanjut kerja dulu nanti bang Edward marah " Ucap Vika .
"Nanti kalau sampai jangan lupa kabarin " Ujar Rangga .
" Iya kak , Assalamualaikum" Ujar Vika .
" Hebm " Rangga mematikan panggilannya lalu ke kembali ruangan untuk melanjutkan pekerjaan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟