One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Pembahasan serius



" Kita perlu bicara " Edward membawa Nova ke arah lift setelah ke luar dari ruangan Raymond .


" Maaf tuan , pekerjaan saya masih banyak " Tolak Nova lalu melepaskan tangan Edward dan masuk dalam ruangan .


" Nova " Nova tetap perjalan ke arah mejanya seolah tidak ada papa .


" Nova " Panggil Edward lagi menyusul Nova masuk dalam ruangan .


" Bukannya aku bilang ingin bicara " Ucap Edward dingin.


" Jika ingin membahas tadi lupakan saja ,Bukannya tuan sudah membayar saya " Ucapnya tanpa menatap Edward .


" Jadi tidak perlu membahas itu lagi " Lanjutnya lagi m


" Nova ....."


" Maaf tuan ,saya harus kembali berkerja biar menghasilkan uang banyak " Jawabnya lalu membuka laptopnya .


Edward menatap Nova yang fokus pada layarnya sambil duduk di atas mejanya .


" Aku akan menikahi mu " Nova langsung menatap Edward " Tidak perlu ,yang tidur denganku bukan hanya tuan " Ucap Nova datar .


" Aku tidak butuh jawaban mu,aku akan bicara sama Daddy " Ucap Edward lalu berdiri meninggalkan ruangan nya .


" Aku akan bunuh diri " Ancam Nova ,tapi pria itu tetap pergi ke ruangan kerja Raymond .


Ceklek


" Daddy " Raymond menatap Edward begitu juga Reza karena ke duanya masih membahas beberapa hal .


" Aku ingin menikah dengan Nova " Raymond belum membuka suara begitu juga Reza " Aku melakukan nya " Raymond menyimpan ipadnya di atas meja " Kapan " Tanya Raymond .


" Tadi " Jawabnya tenang .


" Kenapa harus melakukan hal yang sama dengan Daddy son " Raymond menghela napas panjang lalu mengusap wajahnya kasar " Nanti kita bahas di rumah nanti " Lanjutnya lagi .


" Maaf Dad " Raymond hanya mengagguk " Sudah lupakan saja, itu biar jadi urusan Daddy " Ucap Raymond .


" Makasih Dad ,Abang kembali dulu " Raymond mengagguk .


" Tuan " Raymond menatap Reza " Kabari Opa Za ,apa begitu besar dosa yang aku lakukan sehingga anakku juga melakukan yang aku lakukan " Ucap Raymond .


Kini dia sudah tidak bisa fokus pada pekerjaannya sedangkan Reza hanya diam saja .


" Maaf tuan,Aku yakin tuan muda bisa mengatasinya sekalipun dia masih muda dan Nova lebih ...."


" Aku tidak permasalahkan dia mau menikah kapan dan sama siapa Za ,tapi caranya " Reza paham maksud Raymond .


" Mungkin ini sudah jalannya tuan, agar mereka kembali bersama dan tidak ada salah paham lagi " Jawab Reza tenang .


" Siapkan semuanya ,malam nanti kita akan bahas jika eyang mengizinkan kita akan langsung menemui kedua orang tua Nova " Reza mengaguk " Baik tuan " Ucap Reza .


Sedangkan di ruangan Edward ,Nova menatap marah pada Edward karena pria itu mengatakan semuanya pada orang tuanya yaitu bos nya sendiri .


" Kenapa selalu memutuskan sesuatu sendirian ,saya tidak mau menikah apa lagi itu dengan Anda " Ucap Nova kesal .


" Aku tidak butuh persetujuan mu " Balas Edward datar .


" Apa tuan tidak malu menikah dengan wanita ...."


' Nova " Bentak Edward emosi .


" Apa , Apa pernah tuan mendengar kan penjelasan saya ,apa perna ?? " Bentak Nova keras .


" Bahkan tuan sendiri yang pertama menyentuh ku di Paris,Oke aku salah karena berbohong tapi setidaknya anda menanyakan alasannya, Apa tuan tahu apa yang aku lalu apa yang aku rasakan selama 7 tahun ini ,tidak bukan " Nova menatap Edward dengan cairan bening membasahi pipinya " Sakit Bang, di saat aku harus mendengar ucapan itu dari orang yang aku cintai, karena pekerjaan aku harus menyamping kan perasan ku " Ucapnya langsung menunduk di atas meja .


" saya tidak akan menikah ,saya punya kekasih dan aku akan mengatakannya aku yakin dia bisa menerima nya ,karena dia mencintai ku " Edward langsung menatap tajam Nova .


" Kau yakin " Tanya Edward sinis .


" Iya " Jawabnya


" Lakukanlah ,aku yakin mungkin berita pernikahan kita sudah di ketahui orang tuamu dan kau tahu itu tandanya kamu harus mengakhiri hubungan kalian bukan " Ucap Edward Tersenyum miring .


" Kamu tidak lupakan keluargaku seperti apa ?? Kami bisa melakukan apa pun termaksud hal kecil seperti ini " Lanjutnya .


" Jadi akhiri itu sebelum hari pernikahan kita " Ucapnya penuh penekanan .


" Aku membencimu " Teriak Nova memenuhi ruangan itu mungkin saja suaranya sampai di ruangan Raymond atau Radhi karena ruangan mereka hanya terpisah dinding .


Edward mendekati Nova lalu memeluk wanita itu sekalipun Nova menolak nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apa kita akan melakukan konferensi pers kenapa wajah kalian tegang " Ucap Radhi menatap Raymond ,Reza dan Edward .


" Abang akan menikah ' Ucap Edward membuat yang lainnya kaget tapi tidak dengan Henry yang masih terdiam .


" Abang pernikahan bukan hal yang main² " Ucap Elvi .


" Abang Tahu Oma ,tapi Abang sudah yakin untuk itu " jawab Edward tenang .


" Boleh mommy tahu siapa perempuan nya " Tanya Adara lembut .


" Nova sekertaris ku " Jawab Edward tenang .


" Apa " Pekik El ,Riane ,Vania ,Amanda ,Radhi dan juga Rifat sedang kan Elvi hanya melototkan matanya begitu juga Adara .


" Kalian baru bertemu beberapa bulan bang, apa Abang yakin akan menikah ?? Iya sekalipun dulu perna tinggal di rumah ini " Ucap Amanda


" Itu sudah cukup buat Abang,dan aku sudah yakin " Ucap Edward .


" Lalu bagaimana dengan nya " Tanya Raine .


" Dia hanya ikut saja apa keputusan ku " Jawab Edward .


" Apa Abang memaksanya " Edward mengaguk " Itu harus " Jawabnya jujur .


" Abang jujur sama mommy " Ucap Adara lembut .


" Apa yang ingin mommy tahu " Tanya balik Edward .


" Entahlah mommy pusing " Jawab Adara sambil menggeleng pelan


" Daddy ' Panggil Raymond.


" Hubungi Opa mu Za dalam Minggu ini mereka harus di sini , lalu hubungi Papa dan ayah Davin " Putus Henry .


" Daddy ,kita kan belum ....."


" itu sudah keputusan Edward,dia sudah siap apa yang akan terjadi nantinya jadi untuk apa kita harus memperpanjang nya ' Ucap Henry .


" Umur Abang maish 22 Daddy ,apa Daddy yakin ...."


" Umur tidak menentukan seseorang bisa bersikap dewasa atau tidak,bahkan anak²mu yang terlihat dewasa yang angkuh akan berubah menjadi kelinci putih saat bersama istri nya ,lalu apa yang kamu takutkan " Ucap Henry , Rifat dan Radhi langsung menatap sinis ke arah Henry .


" Hubungi mertuamu , bagaimana pun kita juga harus mendengar pendapat mereka saat Opa datang kita akan bahas lagi, baru kita bertemu orang tua Nova " Ucap Henry .


" Abang tunggu Opa di ruangan kerja " Edward langsung berdiri meninggalkan ruangan keluarga .


" Daddy jangan bercanda , pernikahan bukan hal....."


" Apa kamu melihat Daddy bercanda " Ucap Henry menatap Radhi .


" Kakak tahu hubungan mereka " Tanya Rifat , Raymond mengaguk .


" Mereka sudah lama menjalin hubungan , sebelum Abang ke new York " Semua orang melotot kan matanya tajam tapi tidak dengan Henry ,Reza dan Rangga .


" Daddy menyembunyikan itu dari ku " Ucap Adara kesal .


" Itu urusan anak² baby, jangan perna ikut campur " Ucap Raymond.


" Tapi Aku berhak tahu Dad " Ucap Adara .


" Tapi itu sudah keputusan Abang, dia tidak ingin kamu tahu ,jadi hargai keputusan Abang " Adara mendengus kesal .


" Gila itu anak, diam² penuh isi " Ucap Radhi menggeleng .


" Kakak " Raine menatap tajam Rangga .


" Jangan aneh-aneh, kekasihnya masih kuliah " Riane langsung menatap Reza " Dia punya kekasih " Reza hanya mengaguk " Siapa " Tanya Raine cepat .


" urus saja anak mu yang itu " Ucap Reza menatap Della yang bermain boneka di atas karpet .


" Papa " panggil Riane kesal .


" Itu Urusan anak² Ma ,kalau mereka sudah siap pasti akan cerita " Ucap Reza tenang .


" Tapi kan aku harus tahu siapa tahu dia bukan wanita yang baik² ...."


" Bahkan dia lebih baik dari kamu " Jawab Reza ketus membuat Raine berdecak .


" Daddy ke ruangan kerja dulu " Ucap Henry berdiri .


" Aku ikut ....iya duduk " Ucap Elvi kembali duduk di sofa .


" Aku ini istri mu bukan musuh mu " Henry pergi begitu saja tanpa peduli ucapan sang istri .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟