
Semua penghuni rumah mengantar kepergian Mommy Ellena malam itu juga sekalipun sudah Sedikit larut karena harus menyiapkan semua yang di perlukan ,seperti permintaan nya mommy Ellena akan di makam kan di rumah kaca seperti permintaan nya sebelum melakukan operasi yang ingin di buatkan rumah kaca dan penuhi bunga² yang dia inginkan dan mereka memakamkan mommy Ellena malam itu juga setelah semuanya sudah siap .
Ketiga pengawal serta istri mereka ikut serta bahkan semua pengawal dan penjaga pun berada di sana sekalipun mereka berada di luar rumah kaca ,dan hanya beberapa saja yang berada di depan .
Keluarga Vika ,Iqbal pun ikuti serta dalam pemakaman mommy ellena ,hanya Lintang lah yang sendiri di sini bahkan tadi saat melakukan ijab Kabul kedua orangtuanya hanya bisa menatap lewat panggilan video.
Tidak ada hal yang istimewa bahkan mahar yang mereka berikan pun apa adanya yang hanya mereka miliki karena tidak ada nya persiapan sama sekali .
Lintang memeluk Eliza yang terus menangis begitu juga Iqbal yang memeluk El, mereka terpaksa melakukan pernikahan karena itu atas permintaan Mommy Ellena waktu di rumah sakit , Sedangkan Vika terus menggegam tangan Rangga sekalipun pria itu tidak mengeluarkan air matanya tapi dia yakin jika dia sama halnya dengan yang lainnya begitu terpukul ,karena tidak ada seorang pun yang ingin di tinggalkan apa lagi itu untuk selama²nya .
" Mom " Elvi menundukkan kepalanya tangannya terus berada di atas tanah yang masih basah .
" Bawah Elvi " Lanjutnya bersamaan dengan tangisan yang begitu pilu " Sayang " Henry memegang kedua bahu Elvi menguatkan istri nya " Mommy sudah tidak sakit lagi " Ujar Henry berjongkok di belakang sang istri .
" Mom.... bawa Elvi bersama Mommy ,Elvi..... ingin berkumpul bersama kalian .....Elvi Hiks....hiks ....hiks ...." Elvi meremas tanah basah itu dengan kuat bahkan kini pakaiannya bisa di katakan tidak bersih lagi .
" Mommy " Panggil Raymond pelan .
" Kalau mommy ikut Oma,lalu kami bagaimana " Tanya Radhi serak .
" Apa mommy tega meninggalkan kami juga , seperti Oma " Lanjutnya , Elvi hanya diam saja .
" Jangan menangis, Mommy membenci itu !! Masih ingatkan kata mommy dia akan tetap hidup sekalipun dia tidak bersama kita jadi jangan mengeluarkan air matamu ,jangan buat mommy kecewa sayang " Elvi hanya diam menunduk .
Kini tidak ada lagi tempat nya untuk mengeluh karena hanya mommy ellena yang memberikan kekuatan selama ini, bukan berarti yang lainnya tidak tapi bersama mommy ellena dia merasa seperti bercerita dengan ibunya .
Hampir 2 jam mereka berada di luar satu persatu memasuki rumah utama dengan berbagai macam perasaan rumah besar yang dulu memiliki arti bagi mereka karena hadirnya wanita yang selalu merangkul dan ***** mereka kini tidak ada lagi sekuat apa pun mereka menahan lagi dan lagi cairan bening itu memenuhi pipi mulus mereka terlebih Elvi dan Aqila , sedangkan Henry masih menemani Daddy Radit berada di rumah kaca .
" Antar mertua mu ke kamar Kak " Ujar Reza dengan lembut .
" Tidak usah, kami langsung pulang saja nanti besok kami ke sini lagi " Ujar Adrian menatap Reza .
" Tidur saja disini " Ujar Raymond .
" Maafkan saya Tuan ,di rumah tidak ada orang,nanti besok kami akan ke sini " Ucap Andrian lagi .
" Baiklah " Jawab Reza ,karena bagaimanapun dia tidak ingin memaksakan keinginan nya .
Adrian dan istri nya menatap Vika yang kini di depan mereka ,Adrian memeluk Vika dengan erat.
" jadilah istri yang baik , seperti umi " Vika mengaguk dalam pelukan Adrian ,Adrian melepaskan pelukannya lalu mencium kening Vika begitu lama lalu kemudian Vika memeluk ibunya yang sering di panggil Umi .
Adrian menatap Rangga lalu memeluk nya " Dia belum terlalu dewasa bimbing dia dengan baik, jika dia melakukan kesalahan beri tahu dengan baik ,karena dia tidak terbiasa mendengar bentakan dan suara tinggi " Ujar Adrian lembut namun penuh penekanan.
" Iya Bi " Jawab Rangga serius.
Raymond menatap Orang tua Iqbal lalu mendekati nya .
" Apa langsung kembali " Tanya Raymond .
" Iya Tuan " Jawab Dwi ayah dari Iqbal .
" Saya tidak memaksa mereka harus tinggal di mana tuan ,kalau pun Iqbal dan istri nya akan tinggal di sini kami tidak keberatan " Jawab Dwi serius .
" Terimakasih ,tapi bagaimana pun dia akan tetap ikut bersama suaminya !! Saya hanya meminta beberapa waktu " Dwi mengagguk ,dia memahami maksud Raymond apa lagi El anak satu²nya perempuan pasti berat untuknya apa lagi pernikahan ini terbilang sangat mendadak .
" kalau begitu kami pamit tuan " Raymond mengaguk lalu mengantar besannya ke depan begitu juga dengan Reza di ikuti anak mereka .
Sedangkan Lintang sudah membawa Eliza ke kamar atas permintaan Queen dan Naufal .
"Abang " Edward langsung memeluk Nova dengan erat, Nova mengelus punggung Edward dengan lembut tak kalah pundak yang selalu tegap itu bergetar " Sakit Baby " Nova hanya diam saja membiarkan Edward menangis .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Daddy Radit sudah berada di makan Mommy Ellena di antar salah satu penjaga , dia meletakan bunga mawar putih tepat di atas tanah yang masih basah .
" Pagi Mom " Sapa Daddy Radit lembut " Apa tidur mommy nyenyak, Maaf Daddy hanya membawa bunga mawar " Lanjutnya lalu berjongkok di atas rumput .
' Gimana di sana ?? Apa mommy masih merasakan sakit " Tanya Daddy Radit serak matanya menatap pantulan foto Mommy Ellena " Mom ,Daddy kangen " Ujarnya bertepatan dengan air mata yang menetes di ujung matanya .
Henry yang sejak tadi mematung di pintu kaca hanya bisa menahan sesak melihat Daddy Radit yang begitu kuat menahan semuanya akhirnya bisa menangis.
Dia bangun lebih pagi karena ingin melihat keadaan Daddy Radit namun saat berpapasan dengan pelayan dan memberi tahu keberadaan Daddy Radit ,Henry langsung berjalan ke arah belakang .
" Daddy " Panggil Henry lembut lalu ikut berjongkok di samping Daddy Radit .
" Daddy merindukan mommy Son, Daddy tidak bisa tidur tanpa memeluknya " Henry langsung memeluk Daddy Radit dengan erat " Henry akan menggantikan mommy memeluk Daddy, Henry akan terus merengek seperti waktu kecil jika Daddy tidak ingin memeluk Henry saat tidur, Henry akan lakukan itu sekarang "
" Maafkan Daddy dulu ...."
" Tidak, Henry tahu Daddy melakukan untuk kami dan anak² kami , Harusnya sejak dulu Henry melakukan ini tapi Henry selalu gengsi karena tidak ingin di lihat manja ,karena Daddy terus mengajarkan Henry harus kuat dan keras ,maaf karena Henry tidak menyadari apa pun ,maaf " Henry terus memeluk pria yang sudah memberikan mereka kehidupan dan kekuatan selama ini .
Bahkan ini pertama kalinya dia melihat Daddy Radit menangis di depannya dan itu mampu membuat Henry sesak dan sakit .
" Henry akan menemani Daddy begitu juga dengan adik²ku ,kami akan melakukan menggantikan mommy, sekalipun itu tidak akan sama tapi aku dan Jose akan melakukan untuk Daddy " Ujar Henry serak .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf beberapa hari ini tidak Up 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 Karena ada urusan di luar ,sekali lagi author minta maaf 🙏🏻🙏🏻😘😘😘
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟