One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Satu tahun



Hari² yang di lewati Nova kini berakhir di mana dia akan kembali ke negara kelahirannya setelah melewati banyaknya penderitaan, tugas yang menumpuk,penelitian ,belum lagi diminta perbaikan dan banyak lagi .


Nova menarik napas panjang nya saat kedua kaki nya sudah mendarat sempurna ,dia menatap ke atas dengan mata terpejam .


" Welcome Nova, harimu akan di mulai dari sekarang " Nova memejamkan matanya menyeret koper besar miliknya .


Dia harus memesan taksi sebelum nanti ke terminal dan tentunya dia akan pulang kampung bertemu ayah dan ibunya sebelum nantinya dia akan bekerja .


dia harus memanfaatkan ijazah nya bukan, dia sudah berusaha paya selama di Paris dan dia ingin membuktikan itu dan membahagiakan orang tuanya .


Nova menaikan tangannya memesan taxi lalu membawa kopernya lebih dekat lagi .


" Terminal xx iya pak " Sang sopir taxi mengaguk lalu mengangkat koper Nova di masukan belakang mobil sedangkan Nova sudah masuk lebih dulu dalam taksi .


" Abang, aku sudah kembali !! dan aku menyelesaikan lebih cepat " Nova menatap ke arah luar dia masih ingat ucapan Edward saat mereka awal berpacaran, Dimana pria itu mengatakan jika dia akan memberitahu kan pada kedua orang tuanya bahwa mereka memiliki hubungan, Nova Tersenyum miris " Abang, aku kangen Sekalipun Eliza selalu memberikan kabar tentang mu tapi rasanya masih sakit dan sesak " Nova menghapus cairan di ujung matanya saat mendengar pintu mobil tertutup dan dia menatap ke depan Tersenyum hangat pada sang sopir saat dia melihat lewat kaca spion atas kepalanya .


Semoga kebahagian selalu menyertai mu bang, i love you Ucap Nova dalam Hati menyandarkan kepalanya di jok mobil .


Sedangkan di new York Edward menatap langit malam di balkon kamarnya,dia menarik sudut bibirnya tipis .


" Selamat " Hanya itu yang ke luar dari mulutnya, saat Eliza berkunjung ke apartemen miliknya dan Rangga dua hari yang lalu tanpa sengaja Nova menghubungi nya dan memberikan kabar bahwa dia akan Kembali tentu di sambut bahagia oleh sang sahabat karena Nova bisa menyelesaikan sesuai dengan ucapan nya ,dan Nova juga memberikan dukungan pada Eliza agar cepat menyusul dia menunggunya kembali dan berkumpul bersama .


Tok ....tok .....


Edward melangkahkan kakinya saat mendengar ketukan pintu kamarnya .


Ceklek


" Abang makan malam dulu " Edward mengagguk lalu ke luar dari kamarnya .


" Semakin hari tanganmu semakin lancar " Rangga Tersenyum saat mendengar pujian itu .


" Nanti Abang yang cuci piring " Rangga mengaguk ,karena memang begitulah mereka membagi tugas .


" Google " Rangga tertawa kecil " Maaf kalau tidak enak iya bang " Edward hany mengaguk saja .


" Apa kita perlu buka restoran " Tanya Edward saat sesuap makanan itu sudah masuk dalam mulutnya.


" Pelanggan akan kabur bang " Edward mengagguk membenarkan " Sepertinya garam di apartemen habis iya " Edward Tersenyum Rangga hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Sudah ayo makan, ini mendingan dari pada awal kita memasak " Kedua lalu tertawa di mana mereka hampir membakar seluruh apartemen kalau saya Eliza tidak datang, belum lagi saat mereka tidak bisa membedakan mana garam dan gula ,bahkan mereka sering memecahkan piring hanya dengan alasan licin saat mereka memberikannya sabun.


Syukur Eliza dengan sabar mengajar kedua manusia kaku itu dan hampir saja kepala nya meledak karena tingkah ke duanya .


" Siapa " Tanya Edward .


" Papa ' Jawabnya lalu mengangkat panggilan video itu .


" Ade mana " Reza memperlihatkan anak bungsunya yang berada di gendongan sang istri .


" Della " Panggil Rangga pada adik bungsunya " Della makin gemuk iya , kakak jadi kangen !! Doain kakak iya " Ucap Rangga .


" Kakak tidak kangen sama Mas " Ucap Randy yang tiba² saja muncul di layar Hp Reza .


" Mas ...mas... kamu itu adik " Randy berdecak saja " Kata Mama harus gitu biar Ade terbiasa " Jawabnya .


" Lalu Kaka juga harus memanggil mu mas " Dengan polos nya Randy mengaguk " Mimpi " Ucap Rangga ketus .


" Mama ,kakak tidak mau nurut " Aduhnya pada Riane " Belajar kak " Ucap Raine dari tempat duduknya .


" Lidah Kakak gatal Ma " Randy langsung menekuk wajahnya " Abang mu mana kak " Rangga memperlihatkan Edward yang lagi asik makan .


" Enak iya bang " Edward menggaguk " Kurang garam Pa , di apartemen garam habis " Reza tertawa kecil " Mau di kirimkan garam " Goda Reza " Sekalian dengan pabriknya Pa " Balas Edward membuat Riane tertawa .


" Gimana kuliahnya " Tanya Reza .


" Lancar Pa " Jawab Reza .


" syukurlah, kalau begitu Papa tutup iya " Ucap Reza .


" Berikan pada Della dulu Pa " Reza pun mendekat kan Hp nya ke arah putrinya .


" Hai kak, Della habis ***** sampai kenyang jadi ngantuk " Rangga tertawa mendengar ucapan Riane .


" Bagi dong makan nya " Reza langsung menarik Hp nya menatap tajam Rangga " Maksud kakak pipinya bagi sama Kaka " Reza langsung menutup panggilan itu membuat Rangga dan Edward tertawa terbahak-bahak.


" Bagaimana hubunganmu dengan Vika " Tanya Edward setelah selesai dengan makannya sedang kan Rangga masih melanjutkan .


" Baik bang " Jawab Rangga singkat,Edward hanya manggut-manggut.


Rangga ingin menanyakan hubung Edward tapi dia tidak cukup punya keberanian untuk hal itu dan dia juga masih menyayangi nyawanya .


Setelah keduanya selesai makan sesuai ucapan nya tadi Edward yang akan mencuci piring dan membersihkan meja makan,lalu ke duanya masuk kembali dalam kamar untuk belajar .


Bahkan Eliza sampai julukan kutu buku, karena kedua manusia itu hanya ke luar saat ke kampus selebihnya belajar ....belajar ....belajar ..... Bahkan untuk urusan isi kulkas saja Eliza yang turun tangan membuat wanita itu selalu mengomel layaknya Adara dan mengumpat layaknya Riane yang jika sudah emosi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Cerita cinta Edward akan di mulai jadi pantau terus iya ,jangan lupa tinggalkan jejaknya Vote .....vote ....vote


Like ...koment ...hadiah bunga dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 juga iya .