One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Tunggu sedikit lagi



" Bibi antarkan makanan untuk nyonya " Ucap Raymond sebelum mendarat kan bokong nya di kursi.


" Iya tuan " Jawab pelayan .


" Apa Adara tidak mau turun " Tanya mommy Ellena .


" Hebm "


" Maaf kalau semua karena Abang " Ucap Edward .


" Makan " Titah Daddy Radit .


Semuanya hening tidak ada lagi suara hanya ada suara garpu dan sendok.


Setelah makan satu persatu berpamitan pergi bekerja hingga hanya ada Daddy Radit, Mommy Ellena,Vania , Raine dan Della .


Sedangkan Amanda kembali berkerja seperti biasanya dia akan di antar atau jemput sang suami Rifat.


Sesampainya di perusaan Raymond dan yang lainnya langsung ke lift khusus petinggi perusahaan .


" Daddy " Raymond menatap Edward " Jika mommy belum setuju jangan dulu melakukan pernikahan ,Abang ingin semua nya baik² saja " Raymond menatap lekat wajah Edward .


" Abang akan berusaha bicara sama Mommy nanti malam semoga ada perubahan " Raymond mengaguk lalu mengusap punggung Edward .


" Kamu harus kuat " Edward mengaguk Tersenyum " Makasih selalu ada buat Abang,tapi Abang mohon jangan menyentuh mommy lagi " Raymond mengagguk " Kamu tahu Daddy kan " Edward mengagguk pelan " Daddy tidak perlu menjelaskannya bukan " Edward kembali mengaguk .


" Jangan merasa bersalah dengan apa yang terjadi ,Daddy tahu hubunganmu dengan Nova tidak baik² saja " Edward hanya diam saja karena memang itu benar adanya .


" Semangat " Radhi menepuk pundak Edward membuat pria itu tersenyum " Makasih Uncle " Radhi hanya mengaguk .


Setelah itu tidak ada lagi yang membuka suara karena mereka sudah berada di lantai teratas .


masing-masing menuju ruangan tanpa mengatakan apa pun .


Ceklek


Nova langsung berdiri saat mendengar suara pintu terbuka .


" Selamat pagi tuan " Edward hanya diam saja tapi dia menuju meja Nova membuat wanita itu bingung .


Hap


Edward langsung memeluk Nova membuat wanita itu terdiam dengan posisi berdiri.


" Sebentar saja " Nova mengaguk lalu menepuk bagian belakang Edward dengan pelan .


merasakan itu Edward langsung memejamkan matanya mengerat kan pelukannya .


" Tunggu sebentar saja ,aku akan menyelesaikan nya " Nova hanya mengaguk sekalipun dia tidak paham dengan maksud Edward.


Setelah lama terdiam Edward melerai pelukannya menatap Nova yang yang menatapnya sekalipun bingung


CUP


Edward mencium bibir Nova dengan lembut menahan tengkuk wanita itu memaksanya membalas ciumannya ,hingga akhirnya Nova membalas nya mengalungkan tangannya di lehernya , Edward mengakat tubuh Nova duduk di atas meja nya setelah menggeser semua yang ada di atas meja .


" Cukup, aku tidak ingin kembali menyerang mu " Bisik Edward samping telinga Nova dengan napas terputus .


Lalu dia merapikan rambut Nova yang berantakan dan mencium keningnya dengan lembut membuat wanita itu memejamkan matanya .


" Maaf kita belum bisa bertemu orang tuamu karena ada hal yang harus aku selesaikan " Nova hanya mengaguk saja.


Edward mengelus kepala Nova sambil tersenyum " Jadwalku " Nova mengambil iPadnya yang ada di ujung meja sedangkan Edward hanya diam saja sambil memeluk pinggang Nova yang masih di atas meja .


" Asisten tuan Aton mengatakan jika bosnya tidak ingin pembahasan kontrak....."


" Jadwalku " Nova langsung membuka iPad nya tidak melanjutkan ucapannya .


" Paginya kosong tapi jam 2 siang tuan menghadiri seminar di kampus terus jam 4 ada meeting dengan devisi pemasaran " Ucap Nova .


" Dengan kekasih mu " Nova hanya tersenyum tipis saja lalu mengaguk " Aku merindukan nya " Godanya Tersenyum .


" Aawww " Pekik Nova saat bahunya gigit keras oleh Edward " Sakit Abang " Ucapnya kesal.


" Aku tidak peduli ' Ucapnya lalu meninggalkan Nova yang masih di atas meja menuju kursi kebesaran nya .


Nova hanya menggeleng lalu turun dan kembali duduk di kursinya menyelesaikan pekerjaan nya yang kemarin tertunda karena ulah atasan gilanya itu .


Nova menatap Edward yang sudah fokus pada pekerjaan nya


Tampan Batinnya tersenyum .


" Baby " Spontan Nova langsung menatap Edward " kau tidak membuat kan minum " Tanya Edward menatap Nova dengan satu tangan menahan kepalanya .



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kamu tidak ikut " Tanya Edward kesal .


" Saya harus menemani tuan Reza " Ucap Nova sambil merapikan penampilan Edward dengan baik .


" Apa Papa Reza lebih penting di banding aku " Tanya nya .


" Maaf tuan ,ini perkejaan " Ucap Nova lembut, dia harus memiliki stok kesabaran.



" Minggir kau menjengkelkan " Nova hanya bisa menghela napas panjang lalu mengikuti Edward dari belakang .


" Dompet ,ponsel " Edward berjalan ke arah meja Nova mengambil tasnya lalu mengambil ponselnya dan pergi begitu saja .


" Apa dia tidak membeli sesuatu atau lapar nanti nya ,kenapa dia begitu tenang tidak memegang dompet " Gumam Nova .


Nova sini author bisikin bahkan hanya dengan mengatakan haus tidak akan lama semua jenis minuman akan langsung ada di hadapannya lalu untuk apa dia memerlukan dompet jika kaki tangan nya ada di mana .


Paham kan kenapa dia memilih ponsel di banding dompet yang mungkin bisa membuat kaum wanita yang bermata dolar berteriak histeris dan kamu harus bersyukur karena kamulah wanita beruntung itu sekalipun kamu tidak tertarik untuk melihat isinya 😏😏😏😏😏


Nova memilih ke luar dari ruangannya menuju ruangan Raymond dengan membawa iPad kerjanya


Tok ...tok ...


" Masuk "


ceklek


" Maaf tuan ...."


" Sudah " Tanya Reza berdiri dari kursi nya .


" Sudah tuan " Jawab Nova berdiri di ambang pintu .


" Kita pergi " Nova mengaguk saat Reza sudah berada di depannya " Iya tuan " Jawabnya lalu ke luar tidak lupa dia menutup pintu .


" Tuan muda sudah tahu " Tanya Reza di sela langkahnya .


" Belum tuan ,Tuan Edward tidak mau mendengar " Cicit Nova ,Reza hanya tersenyum tipis .


Kini keduanya sudah berada di dalam lift Nova langsung memencet tombol di lantai 20 .


setelah sampai mereka langsung menuju ruangan di mana mereka sudah di tunggu .


Ceklek


Nova membukakan pintu, Reza masuk di ikuti Nova !! Tapi saat akan duduk dia langsung menatap pria yang masih terdiam mematung menatap Reza .


" Mulai " Titah Reza dingin membuat semuanya tersadar .


" Maaf bukannya tuan ....."


" Siapa pun tujuannya akan sama bukan " Potong Reza dingin sambil mengetuk meja besar dalam ruangan itu membuat suana di ruangan itu dingin ,Apa lagi mereka hanya berempat saja .


" Ah iya saya sebelumnya selamanya untuk pernikahan Anda ,kami akan mengirim hadiah nantinya " Ucap Reza Tersenyum tipis .


" Terimakasih tuan " Ucap Anton .


" Bisa di mulai " Ucap Reza memasang wajah datarnya membuat Anton dan asistennya menelan ludahnya paksa .


Bukannya tuan Radhi kenapa jadi tuan Reza , Apa tuan Edward memberi tahunya tapi bukankah aku sudah bilang sama tuan Radhi dan dia setuju Nova masih berperang dengan pikirannya sendiri .


" Fokus " Ucap Reza tanpa menatap lawan bicaranya membuat ketiganya menatap ke arahnya " Lanjutkan " Titahnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟