One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Hutan Amazon



" Jangan memulai atau Eyang akan mengusir mu " Eliza mengaguk patuh mendengar ancaman kaisar yang paling tinggi kedudukannya di rumah besar itu .


" Carikan Gaun untuk Nova " Eliza menatap sang sahabat " Tidak ada yang cocok Bun ,perutnya gede betul " Ucap Eliza jujur.


" Anak ini " Gerutu Queen kesal " Tidak harus yang gaun sayang ,hanya untuk perkenalan dinner saja " Ucap Queen .


" Karung Goni baru cukup untuknya " Nyatanya Eliza masih saja kesal pada sang sahabat,entalah kenapa dia begitu sekesal ini .


" Zaza " Eliza menatap Nova tajam " Apa ? Kamu siapa " Tanya dengan sinis .


" Maaf " Eliza hanya berdecak saja " Basi " Jawbanya ketus .


" Nova lebih tua dari mu sayang " Tegur Naufal, Eliza menarik napas panjang nya .


Kedua orang tua Nova hanya tersenyum begitu juga Nenek Nur , nyatanya keluarga calon suami Nova tidak seburuk pikirannya saat mendengar cerita Nova dulu yang di minta menjauhi salah satu keluarga nya .


Kini mereka melanjutkan diskusinya Eliza memperlihatkan beberapa pakaian yang di kirim orang butik padanya .


Hingga akhirnya Nova menjatuhkan pilihannya pada gaun yang berwarna peach,Eliza memperlihatkan pada Edward yang hanya di beri anggukan kepala .


" Opa 100 atau di bawah " Tanya Reza menatap Daddy Radit .


" 100 saja , tapi apa dia akan sanggup "Tanya balik Daddy Radit.


" Bukannya hanya perkenalan saja ,jadi Nova bisa duduk " Ucap Jose .


" Maaf apa kami bisa tidak ikut , rumah di ....."


" Kalau hilang biarkan saja " Ucap Henry.


Nova menatap sendu ke arah orang tuanya apa mereka malu atau masih kecewa dengan nya jika orang melihat perut nya .


" Apa kami pantas Tuan " Tanya ayah Nova terbata .


" Memang kamu alien ,sehingga mempertanyakan pantas dan tidak " Ayah Nova merapatkan mulutnya .


" maaf tuan " Jawab Ayah Nova menunduk .


" Tinggallah di sana, aku tidak ingin Cicitku tinggal di rumah mu yang kumuh itu nanti mereka lecet jika berkunjung ke sana " Ucap Henry


" Daddy " Tegur Elvi, tapi Henry hanya diam saja .


" Tidak papa Nyonya " Jawab Ibu Nova Tersenyum .


" Opa " Tegur Edward tidak enak tapi seperti biasanya Henry masa bodoh .


" Berarti nanti tidak ada yang lainya lagi kan ,karena hanya perkenalan " Tanya Eliza .


" Abang mau bagaimana " Tanya Adara pada putra nya .


" Terserah Nova " jawab Edward .


"Terserah " Jawab Nova seadanya .


" Diam saja " Jawab Eliza kesal di tanya satu persatu Jawbanya sama .


" Keamanan nya jangan lupa ,beri tahu Arif dan yang lainnya" Ucap Henry .


" Iya Dad " Jawab Raymond .


" Apa mereka tidak ke sini " Tanya Jose .


" Malam baru ke sini, karena Raymond meminta mereka untuk istirahat " Jawab Raymond .


Pembahasan tentang pernikahan Edward dan Nova terus berlanjut hingga makan siang .


Kini mereka sudah berada di ruangan makan Nova dan Nenek Nur hanya bisa terdiam .


" Nenek mau makan apa?? Biar Adara ambilkan " Tanya Adara lembut .


" Atau Nenek mau makan yang lainnya " Lanjutnya lagi .


" Tidak usah Nak " Ucap Nenek Nur lembut .


" Nenek pakai apa " Tanya Adara tanpa menghiraukan ucapan Nenek Nur .


" Maaf itu apa " Tanya nenek Nur sungkan .


" Yang ini ayam tapi bagian dadanya saja, yang ini ikan tanpa tulang juga di pakaikan tepung " Ucap Adara lembut .


" Ikan saja Nak " Jawab Nenek Nur .


" Sama ayam iya " Tawar Adara , Nenek Nur mengagguk Tersenyum.


Adara mengambil kan lauk lainnya lalu meletakan piring nenek Nur dan mangkok sayur nya tepat di depannya .


Setelah itu baru Adara melayani suaminya tanpa bertanya dia langsung mengambilkan yang sudah tersaji .


" Makasih " Ucap Raymond ,Adara hanya mengangguk lalu duduk di samping suaminya .


" Ah ,maaf " Edward hany mengaguk saja " Makan apa biar di ambilkan " Ulang nya lagi .


" Nasi, sayur sama ayam saja " Edward meminta pelayan mengambilkan makanan Nova .


" Segini Non " Tanya pelayan ,Nova hanya mengaguk saja .


" Maaf Mba ,tambah lagi " Timpal Nenek Nur ,Nova Tersenyum kaku pada Nenek Nur .


"Kami paham Perut mu yang sebesar itu tidak mungkin hanya sesendok saja ,karena aku sudah sering melihat ibu hamil kembar yang kalau makan seperti kerbau " Yang merasa tersinggung dengan ucapan Daddy Radit hanya bisa mendengus .


" Mulai lagi " Ucap Syahzani dengan helaan napas


" Siapa yang memintamu bicara " Syahzani menggeleng cepat " Menyusahkan saja " Syahzani hanya diam saja .


" Maaf tuan " Ucap Nova terbata .


" Makanlah jika sampai nanti Cicit buyut ku lahir dalam keadaan kekurangan gizi karena tinggal di hutan Amazon sana aku akan meminta Amanda memasukan kembali dalam perut mu " Ucap Daddy Radit .


" Daddy ' tegur mommy Ellena .


" Memang benar kan dia tinggal di hutan Amazon , membuat pinggang Daddy sakit saja , apa pemerintah tidak tahu ada kampung sejelek itu " Nenek Nur hanya tersenyum tipis .


Perlahan dia sudah paham dengan sikap keluarga terkaya itu ,pantasan orang bilang mereka kejam karena hanya dari omongan saja orang akan mati ,tapi dia tidak marah atau pun dendam dengan ucapan Kepala ketua di rumah besar itu .


" Maaf iya Nek " Ucap mommy Ellena .


"Tidak papa Bu " Ucap Nenek Nur .


" Opa kami lapar ,kalau Opa bicara terus kapan kami makan " Ucap Rifat .


" Apa Opa menahan mulutmu untuk makan " Jawabnya ketus,Amanda menahan lengan suaminya lalu menggeleng .


" Kalau Daddy ingin bicara lebih baik ke taman belakang sama " Dengus Jose kesal


" Cih, makin tua makin kurang ajar !! Mendiang dulu Daddy membuang mu di jalan " mommy Ellena memukul lengan suaminya .


" jangan menggagu anak²ku " Lidah Daddy Radit hanya berdecak .


"Makanlah jangan memikirkan ucapan Eyang " Nova mengaguk Tersenyum .


" Makan " Titah Daddy Radit .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah makan siang bersama Edward mengantar Nova ke kamarnya tapi melewati lift itu pun karena Elvi yang memintanya mengingat perut Nova semakin besar sekali pun masih 4 bulan .


" Kenapa , Sejak tadi kamu banyak diam " Tanya Edward lembut .


"Bukannya semua nya sudah jelas ,apa lagi yang kamu pikirkan " Lanjutnya lagi .


" Apa karena aku hamil " Edward menundukan kepalanya memejamkan matanya " Kenapa selalu mempertanyakan yang itu Nova , sekalipun kamu tidak hamil !! Aku tetap akan menikahi " Ucap Edward lirih mengangkat kepalanya menatap Nova .


" Sama halnya sekalipun kamu hamil kalau aku tidak mencintaimu aku tidak akan menikahi hanya memintamu melahirkan mereka " Lanjutnya serius .


" Kenapa tidak menikah dengan Zaza " Tanya Nova .


" Karena dia kakakku , sekalipun kami tidak sedarah tapi dia tetap kakaku " Ucap Edward tegas .


" Tapi Nyonya Adara ...."


" Dia mommy ku Nova yang artinya mommy juga " Potong Edward cepat .


" Maaf , Bukannya kalian akan menikah apa karena aku kalian membatalkan nya " Tanya Nova


" Istirahat lah, aku lelah menjelaskan hal yang sama " Nova menahan lengan Edward " Boleh aku memeluk mu " Edward langsung memeluk Nova mengusap punggung nya dengan lembut .


' istirahat iya ,aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di bawah " Nova mengagguk lalu melepaskan tangannya .


" Pakai ini ,jika butuh sesuatu telepon saja nomor yang ada di situ " Nova menatap Edward " Aku tidak tahu kapan selesai karena hari ini aku tidak masuk ,jadi kalau butuh papa telepon saja " Ucap Nova.


" Mau sama ayah smaa ibu , aku masih kangen " Edward mengaguk " Nanti aku minta mereka ke sini ,lagian siapa yang meminta mu kabur , menyusahkan saja " Ucap Edward kesal .


CUP


" Aku ke luar Istirahat lah " Nova mengaguk Tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟