One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Tidak sopan



" Kata Nova Nora sudah bisa pulang jika keadaan nya semakin membaik bang " Tanya Elvi menatap sang cucu .


" Iya Oma " Jawab Edward seadanya .


" Jadi gimana ,apa harus di satukan kamarnya dengan ketiga kakaknya atau mau di pisah saja " Tanya Adara .


" Satukan saja , kita hanya akan menyesuaikan suhu ruangan saja " Ucap Henry .


" Tabung oksigen juga sediakan memang " Ucap Jeje .


" Sudah Pi " Jawab Reza .


" Apa Eyang baik² saja " Tanya Edward .


" Baik kenapa " Tanya Alan menatap Edward .


" Tidak , Abang ke kamar Eyang dulu " Jawab Edward .


" Iya " Jawab mereka hampir bersamaan .


" Oma " Panggil El pelan


" Kenapa sayang " Jawab Elvi, El menatap ke belakang lalu menatap Elvi " Boleh gendong Enzi , sebelum Abang kembali " Ujar El memohon pada Elvi .


" Memang kalau Abang kembali kenapa " Tanya Elsa tersenyum .


" Nanti marah, karena El belum perna menggendong baby nanti jatuh " Jawab El polos .


" Abang tidak sejahat itu " El menatap Rangga yang terus memainkan tangan Ethan bersama Della yang ada di gendongan Raine .


" Kakak tidak bicara denganmu " Jawab El kesal .


" Sudah , katanya mau gendong Enzi " Ujar Elvi membuat El mendekati nya dan duduk di karpet bulu .


" Mom hatj² nanti badan Enzi patah " Ujar Raymond .


" Pelan² sayang " Timpal Henry .


" Opa ,Daddy jangan gitu El jadi takut " Gerutu El kesal .


" Tunggu Oma ,El belum siap !! kakinya kaya mana sama tangan nya " Lanjutnya tiba² saat Elvi membaringkan tubuh Enzi di pangkuan El .


" bagaimana mau menikah jika menggendong baby saja tidak bisa " Omel Ana lalu membantu El membenarkan posisi nya .


" Kan belajar Oma " Jawab El menatap Ana " Lihat baby yang di gendongan mu bukan menatap Oma " El langsung menatap Enzi yang sejak kapan sudah berada di pangkuan nya .


" Oma jangan pergi nanti baby jatuh ke bawa ,kalau kepala nya berdarah nanti Abang membunuh El " Ujar El panik saat Elvi dan Ana meninggalkan nya .


" Kakak harus terbiasa ,Enzi tidak akan rusuh " Jawab Adara lembut


" Hebm " Jawab El yang terus menatap Enzi yang ada di gendongan nya .


Sedangkan di dalam kamar Edward terus menggegam tangan mommy Ellena sambil menatap wajah cantik mommy Ellena yang selalu pucat semenjak dia sakit .


" Kapan Eyang sembuh, Nora akan pulang " Ujar Edward lembut .


" Eyang sudah baik² saja Bang " Jawab mommy Ellena tersenyum .


" Abang merindukan momen kita berkumpul " Ucap Edward menatap kedua suami istri itu .


" Maaf Eyang belum bisa bergabung " Ucap Daddy Radit .


" Abang ngerti koh ,tapi Abang hanya kangen saja " Jawab Edward menunduk .


" Eyang " Panggil Edward pelan .


" Nora tidak baik² saja , keadaannya harus terus di pantau " Lanjutnya menatap Daddy Radit dan mommy Ellena.


" Nora akan baik-baik saja " Jawab mommy Ellena mengelus lengan Edward .


" Abang berharap juga begitu Eyang, tapi jujur Abang takut " Jawab Edward serius.


" Jangan takut yakinlah, satu lagi jangan menunjukkan sisi kelemahan mu pada siapa pun termasuk istri mu " Edward mengaguk paham .


" Jika tubuh Nora sudah membaik ,bawalah berobat ke luar negeri biar dia tumbuh seperti ketiga kakak nya " Ucap Daddy Radit .


" Iya Eyang " Jawab Edward .


" Gimana kerjaan Abang " Tanya Daddy Radit.


" Kini Abang paham kenapa dulu sampai sekarang Daddy jarang punya waktu bersama kami ,jika bukan malam dan weekend " Daddy Radit tersenyum mendengar jawaban Edward " Dan mungkin itu yang akan di alami anak² Abang nanti, tapi Abang bersyukur Daddy tidak membebankan semuanya pada Abang, ada Eric dan Erland sekalipun pria kecil itu memilih menatap di sana tapi dia tetap mau melanjutkan perusahaan sambil berkerja sebagai dokter ' Ujar Edward tersenyum tipis .


" Iya Eyang pasti " jawab Edward tersenyum kuda .


" Tapi aku harus tetap hati² dia pria yang licik Eyang " Lanjut nya membuat Daddy Radit dan mommy Ellena tertawa membuat Edward ikut tertawa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Maaf lama " Ujar Edward duduk di samping Nova .


" Abang " Ujar El kaget hingga membuat Enzi ikut kaget dan menangis


" Ella Dara siagan Mateo " pekik Edward tertahan menatap tajam sang adik , melihat itu Elvi langsung mengambil Enzi di gendongan El .


" kenapa sudah balik " Tanya El terbata lalu duduk di samping Henry mencari pelindung .


"Abang akan membunuhmu jika Enzi kenapa² " Nova menarik tubuh Edward kembali duduk .


" El hanya belajar, dia hanya ingin dekat dengan keponakan nya " Edward langsung menatap tajam sang istri .


" Jika Enzi kenapa² gimana ,apa kamu mau menggantikan posisimu untuknya " Tanya Edward kesal .


" Enzi tidak papa Bang, lagian El hanya duduk menggendong nya Tidak membawanya keliling rumah sambil berlari " Ucap Nova tidak habis pikir .


" Kamu selalu membela mereka ,anak² ku bukan untuk alat praktek ,lagian kenapa aku memiliki adik seperti mereka " Lidah Edward berdecak kesal " Erland menjadikan kamu alat uji cobanya lalu sekarang wanita satu² nya itu menjadi kan anakku alat prakteknya kenapa tidak menggendong kucing, tikus,atau kelinci masih banyak hewan yang berukuran kecil tidak harus anakku " Ujar Edward .


" Kalau kelinci dan yang Abang sebut tadi tidak bisa di gendong Abang suka lepas gerak sana sini tidak Beta dalam gendongan " Bela El tersenyum.


" Sekali lagi kamu menjawab Abang akan menjahit mulut mu " Ucap Edward .


" Abang " Tegur Raymond yang sejak tadi menggendong Elea.


" Iya " Jawabnya kesal .


" Bikin apa di kamar Eyang " Tanya Nova lembut .


" Jangan bertanya aku membencimu " Jawab Edward ,Nova hanya mengaguk tersenyum .


" Memang ada yang marah sambil memeluk istrinya " Ujar Alan tertawa kecil .


" Abang tidak peduli " Jawab Edward menyembunyikan wajahnya di belakang Nova mencium aroma tubuh sang istri yang tentunya itu sangat di sukai olehnya .


" Malam ini jadikan Ethan tidur di kamar Riane " Tanya Raine Menatap para wanita .


" Kamu besok malam " Jawab Amanda .


" Mana bisa " Jawab Riane cepat .


" Malam ini aku, Amanda dan ibu " Ujar Vania


" Lagian kamu ada Della ,mau tidur kaya mana kalian apa muat " Jawab Rifat .


" Della tidur di kamarnya mau kan " Tanya Raine menatap Della tersenyum.


" Aku akan tidur sama Della " Raine langsung menatap Reza " Kenapa " Tanya Raine polos .


" Hanya ingin " Jawab Reza seadanya .


" Anakmu sudah 6 tahun Reza bahkan mau 7 tahun dia sekolah sejak umur 4 tahun , dia juga Tidak mungkin akan menghilang saat akan tidur sendiri kalaupun kamu takut dia hilang suruh pengawal berjaga di depan pintu kamar di jendela dan semua sisi kamarnya " Ucap Riane kesal .


" Mama tidak sopan " Ujar Della menatap Raine yang masih mengomel .


" Tidak boleh memanggil nama Papa " Riane memejamkan matanya lalu menatap Della tersenyum " Maaf sayang Mama lagi latihan marah² " Ujar Riane lembut .


" Tapi tidak sopan ,minta maaf " Riane mengaguk tersenyum lalu menatap suaminya " Papa maaf , Mama janji tidak akan begitu " Reza hanya menaikan alisnya sebelah menatap Riane yang tetap mempertahankan senyumannya .


" Cepat " Ucap Raine tanpa suara hanya gerakan bibir.


"iya " Jawab sekenanya " Sudah kan " Della mengaguk lalu kembali memainkan tangan Ethan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘