
Pagi harinya semua sudah berkumpul di meja makan, Raymond menggegam tangan Adara menuju meja makan .
" Daddy " Raymond hanya mengagguk lalu berjalan sambil menarik Adara pelan karena dia memilih makan di kamar .
" Pagi " Sapa Raymond menarik kursi untuk Adara .
" Pagi Son "
" Pagi kakak "
" Pagi Dad "
" Baby aku mau makan " Adara langsung menatap sang suami .
" ah iya maaf " Adara langsung menyiapkan sarapan untuk Raymond lalu meletakan di depannya .
" Kamu tidak makan " Adara menggeleng sambil tersenyum " Makan atau ...."
" Iya aku makan " Raymond langsung memakan sarapannya .
" Makanlah, kita butuh tenaga untuk mencari Nova " Ucap mommy Ellena membuat gerakan Adara berhenti " Oma " Panggil Adara serak.
" Lupakan semuanya ,jangan lagi membahas itu kita fokus pada Nova , bagaimana pun dia memiliki orang tua yang pasti nya memikirkan keadaannya juga jangan sampai membuat mereka drop " Adara menunduk kepalanya " Maaf semua karena Adara " Ujar Adara menunduk menurunkan tangannya meremas bajunya .
" Kita semua salah, ini bukan salah mu atau salah Raymond atau Edward dan Nova tapi kita semua salah " Ujar Mommy Ellena lembut, Adara menatap Edward yang hanya fokus pada sarapan nya " Biarkan dia tenang dulu " Adara mengaguk ,lalu menatap sang putri yang juga menatapnya dengan mata memerah " Mommy Hiks ....hiks .." El langsung berdiri bukannya memeluk Adara tapi dia malah meninggal kan meja makan " Biarkan saja " Adara mengurungkan niatnya saat Elvi membuka suara " Tapi Mom ...."
" Dia akan baik² saja " Ucap Henry .
Flashback on .
Saat semuanya meninggalkan Adara sendirian El tidak langsung ke kamarnya melainkan ke kamar Elvi .
" Oma " Elvi merentangkan tangannya hingga wanita itu masuk dalam pelukan Elvi .
' Kenapa " El menggeleng tapi dia terus menangis .
" Mommy ..... jahat " Ucap El .
" Tidak ada orang tua yang jahat sayang, jangan ikutan membenci mommy mu, dia melakukan semuanya hanya ingin yang terbaik untuk kalian anak²nya , Kamu sudah dewasa suatu saat annti saat kamu menikah dan memiliki anak pasti kamu merasakan apa yang di rasakan mommy mu , sekalipun caranya salah tapi percaya lah dia hanya ingin yang terbaik untuk abang mu,ini hanya salah paham jadi besok minta maaf iya sama mommy " El mengagukan kepalanya .
" Lalu kakak Nova " Tanya lirih ,Elvi mengelus punggung nya dengan lembut .
" Kita doakan semoga anak buah Opa ,uncle Morgan, uncle Rehan , uncle Arif bisa menemukan nya dengan cepat tidak terjadi papa dengannya " El mengaguk paham .
" Sekarang kembali ke kamar istirahat iya, Jangan memikirkan apa pun ,besok minta maaf pada mommy " El melepas kan pelukannya lalu menatap Elvi " Kalau mommy marah ...."
" Percaya sama Oma ,mommy tidak akan marah !! Jadi El istirahat nanti kulitmu rusak karena telat tidurnya " El langsung memegang pipinya " El masih muda Oma " Ucapnya dengan wajah yang di tekuk .
" Sekalipun masih muda kalau begadang terus banyak pikiran nanti bagian matanya banyak keributan,nanti Iqbal ...'
" Oma stop !! Kakak Iqbal tetap cinta sama El " Sungutnya kesal .
" Benarkah " El mengaguk yakin " Baiklah ,kalau begitu Istirahat iya " Ucap Elvi .
" Makasih Oma , I love you ,cup " Ucap El mencium pipi elvi .
" Love you too , langsung istirahat iya sayang !! Ganti baju nya cuci muka sikat gigi " El mengaguk lalu ke luar dari kamar Elvi menuju kamarnya .
Flashback off
" Ayo makan , kita harus ke rumah sakit memeriksa leher dan pipimu baru aku antar di rumah ibu ' Ucap Raymond.
" makan baby, Reza sudah membuat kan janji sama dokter " Ucap Raymond .
" Iya " Jawabnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah desa kecil Nova sedang membantu wanita paruh baya yang sudah berumur .
" nenek istirahat saja biar Nova saja " Ucap Nova sambil membantu nenek duduk.
" Tidak papa nak, nenek masih bisa koh " Ucapnya dengan lembut .
"Tapi nek ...."
" Ayo kita mulai lagi " Nova membantu neneknya berdiri .
Mereka bertemu saat di bus dan Nova melihat nenek itu begitu kesusahan saat membawa turun barangnya sehingga Nova membantu nya tanpa dia sadari jika bus nya malah meninggal kan dia mungkin sang sopir mengira Nova anak dari nenek itu .
Nenek yang melihat kebingungan Nova pun bertanya dengan lembut hingga akhirnya Nova menceritakan masalahnya .
Dari situ lah mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal berdua karena nenek itu juga hanya tinggal sendirian .
Mereka tinggal sedikit jauh dari pemukiman warga, karena pekerjaan nenek itu berkebun dan hasil kebunnya di jual ke rumah warga yang ada di sekitar desa !! Tapi kadang juga warga datang sendiri membeli di kebun mereka sudah cukup kenal dan akrab sama Nenek yang sering di panggil nenek Nur
" Nek ,Apa merek akan memesan sebanyak ini " Tanya Nova sambil memetik kacang panjang .
" Tidak nak, tapi katanya untuk acara " Jawab nenek Nur
" Kalau acara apa mereka selalu membeli sama nenek " Tanya Nova lagi .
" Kadang mereka cari di pasar tapi kalau di sini kosong " Jawabnya .
" Nenek di undang ke pesta kamu ikut iya " Nova tertawa kecil " Tidak Nek ,Nova di rumah saja " Tolaknya dengan halus karena dia baru sehari di sini dan tentu nya belum terlalu nyaman jika harus langsung berbaur dengan warga di desa itu .
" iya sudah ,lagian nenek tidak lama koh " Jawab nenek Nur .
" Banyak juga pesanan mereka " Ucap Nova
" Kalau di kampung itu memang begini nak " Jawab Nenek Nur .
" Semoga kamu beta iya nak " Nova mengaguk Tersenyum " Pasti nek ,di sini udaranya segar , suasana juga nyaman beda dengan di kota " Jawabnya Nova sendu .
" Sabar iya nak " Nova mengaguk Tersenyum " iya nek " Jawab Nova .
Nova begitu semangat membantu nenek Nur ,dari memetik kacang panjang ,terong, kecipir hingga dia harus mengambil buah pepaya yang menggunakan jala sekali pun dia takut kepalanya jadi sasaran tapi dia tetap berusaha .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘