One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Pusing lagi .



" Pusing lagi " Nova mengaguk pelan bersandar di pundak Edward .


" Dek tolong di rapiin ya, mau antar Nova ke dalam " Eric mengaguk lalu merapikan sisa makan siang mereka.


" Kaka ipar sepeti kelelawar tapi bedanya dia tidak tidur tapi pusing ,Orang hamil bikin sakit kepala " Gumam Eric pelan .


" Kenapa lagi , bukannya tadi pagi kamu baik² saja " Tanya Edward lembut .


" tidak tahu " Gumam Nova .


" Jangan membuat bunda kalian sakit baby , nanti Daddy marah " Ujar Edward sambil mengelus perut Nova dengan lembut .


" Maaf kerjaan...."


" istirahat lah, nanti kerjaan mu Eric yang selesai kan " Ujar Edward .


" Aku ke luar dulu ,kalau butuh papa telepon saja ya " Lanjutnya mencium kening dan perut Nova bergantian .


" I love you Daddy " Gumam Nova dengan mata terpejam .


" Aku tahu " Jawab Edward lalu ke luar dari ruangan pribadi nya .


" Kaka Nova kenapa bang " Tanya Eric saat melihat Edward ke luar .


" Biasa Bawaan hamil " Jawab Edward seadanya berjalan ke arah meja Nova .


" Abang mau ngapain " Tanya Eric .


" Mau bonus " Eric mengaguk dengan cepat sambil tersenyum " Selesaikan ini " Dengan cepat Eric mendekati meja Nova .


" Aku akan berterimakasih pada janin yang ada dalam perut Kaka Nova " Gumam Eric mengambil berkas yang ada di atas meja Nova .


" Aku yang memberikan bonus bukan mereka ,kenapa berterimakasih pada mereka " Tanya Edward kesal.


" Tanpa mereka kepala kakak Nova tidak akan pusing " Jawab Edward lalu meletakan berkas itu di atas meja nya .


" Jadi kau ingin istri ku pusing terus " Eric langsung mengaguk tapi detik kemudian dia yang langsung berlari ke luar dari ruangan, masih ada waktu untuk istirahat jadi dia akan berkeliling .


Ceklek


" Abang " Edward menatap ke arah pintu .


" Kau di sini " Rangga mengaguk memperlihatkan tangan nya .


' Untuk Papa " Rangga kembali mengaguk .


" Kaka Nova sama Eric mana " Tanya Rangga duduk di sofa .


" Nova di dalam pusing ,Eric ke luar !! Kenapa tidak suruh Randy yang mengantar nya " Edward berdiri dari kursi kerjanya berjalan ke arah sofa .


" Dia lagi ada urusan pribadi di luar " Edward mengaguk paham .


" Laporan ke uangan " Tanya Edward melihat map yang ada di atas meja .


" Hebm, sudah mau tutup buku jadi Papa harus ke sana " Jawab Rangga .


" Kita ke sebelah " Rangga langsung menatap Edward " Kaka ipar " Tanya Rangga .


" Dia tidak akan bangun " Jawab Edward.


Ceklek


" Daddy "


" Papa "


" Sudah makan siang " Tanya Reza menatap Rangga .


" Sudah,tadi Vika ke kantor antar makan siang setelah itu Rangga antar pulang ke rumah Abinya " Reza mengaguk lalu berjalan ke arah sofa begitu juga Raymond .


" Anak² ikut " Tanya Reza .


" Mama tidak izinin , kalau sudah di sana pasti di tahan sama Abi " Reza hanya tertawa kecil .


" Biarkan anak² ke sana , bagaimana pun mereka juga Oma Opa nya tidak usah memikirkan ucapan Mamamu, setiap Sabtu antar mereka ke sana pagi nya nanti mereka yang antar karena mereka harus sekolah " Ucap Raymond .


" Iya Dad " Jawab Rangga .


" Mana " Rangga langsung memberikan apa yang dia bawa tadi " Sudah ketemu Diandra " Tanya Reza sambil menatap kertas yang ada di tangan nya .


" Belum ,mungkin sebentar sebelum pulang " Jawab Rangga .


" Apa ada masalah di sana " Tanya Reza lagi .


" Jangan mengandalkan Uncle terus ,dia harus berhenti mengabiskan waktu nya bersama istri nya , belajar dengan baik begitu juga adikmu " Ucap Reza menutup berkasnya menatap Rangga .


" Iya Pa " Jawab Rangga .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Lo kenapa lagi " Tanya Elvi saat melihat Nova dalam gendongan Edward .


" Pusing " Jawab Edward seadanya .


" Apa kamu membuat nya saat siang hari kenapa dua hari ini dia pulang selalu pusing " Tanya Jeje .


" Opa benar, kadang setelah makan siang Abang tidak ke luar lagi sampai sore " Jawab Eric .


" Kamu ingin mati " Eric langsung bersembunyi di belakang Henry .


" Bunda kenapa Daddy" Tanya Enzi menengadah ke atas menatap Edward .


" Pusing, Abang jaga adik²nya kerjakan tugas nya sama Opa ok " Ujar Edward .


" Boleh ikut Daddy ke kamar " Edward mengentikan langkahnya menatap Nora .


" Sama Oma " Jawbanya melanjutkan langkahnya membawa Nova ke kamar .


" Ayo kita masuk " Ujar Elvi lembut .


" Papa ...Papa ,Abi Rachel mana " Tanya Rachel menatap Reza .


" Abi lagi jemput Mama di rumah Kakek Adrian " Jawab Reza .


" Koh Rachel tidak di bawah " Rengek Rachel kesal .


" Nanti weekend sayang, Mama hanya sementara di sana " Jawab Reza .


" Ayo aku mau mandi, Della jaga adik²nya " Della mendengus kesal " Della bukan pengasuh ' Jawabnya lalu membawa twins ke belakang .


Di dalam kamar Edward tidak langsung mandi karena Nova melarang nya ,wanita itu masih ingin memeluk Edward bahkan Nova duduk di pangkuan Edward .


" Baby " Edward merapikan rambut Nova yang menutupi wajahnya .


CUP


" Kapan selesai pusing nya ,kamu harus di periksa biar kita tahu keadaan mereka seperti apa " Lanjutnya dengan lembut .


" Tidak tahu " Jawab Nova lirih .


" Ya sudah nanti saja kalau kamu sudah baikan " Nova hanya diam saja dalam pelukan suaminya .


" Daddy "


' hebm "


" Daddy " Edward menatap Nova yang memejamkan matanya .


" jenguk baby boleh " Edward menaikan alisnya sebelah, detik kemudian Nova membuka matanya " Pengen " Rahang Edward terbuka karena kaget .


" Bukannya lagi pusing " Nova mengaguk pelan " Tapi pengen di masuki " Edward menggeleng pelan dengan tingkah Nova .


" di tempat tidur " Nova mengaguk melingkar kan tangannya di leher Edward saat pria itu membawanya ke tempat tidur .


Skip


Skip


Skip


( Ini siang silahkan berkhayal sendiri 🤭🤭 maafkan author karena author sendiri tidak bisa melanjutkan kalau hanya sendirian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟