
Saat tahu jam pulang anak² sekolah Amanda langsung bergegas mengambil kunci mobilnya dan menuju sekolahan anaknya .
Daffi dan Qiandra yang kaget hanya bisa menurut pada Amanda apa lagi wanita itu sudah berada di sekolah mereka .
Belum lagi tatapan Edward yang harus memaksa keduanya masuk sekalipun masih kesal pada sang bunda .
Setelah berpamitan pada yang lainnya Amanda langsung menjalankan mobilnya.
" Kita ke tempat ayah iya " Ucap Amanda .
" Iya " Jawab Qiandra .
" Gimana tadi sekolah nya " Tanya Amanda memulai mengajak kedua anaknya bercerita .
" Biasa saja " Jawab Qiandra seadanya , sedangkan Daffi hanya diam saja .
Mendengar jawaban sang putri Amanda hanya tersenyum tipis .
beberapa Menit kemudian mereka Sampai dan di depan gedung sudah ada Rifat yang menunggu mereka sambil tersenyum saat melihat mobil sang istri .
Cup
Rifat mencium bibir Amanda saat wanita itu sudah berada di depannya ,lalu mencium kening kedua anaknya .
Membuat karyawannya kaget !! Ini hal yang membuat mereka kaget pria dingin itu akan berubah 180° hanya karena berada dengan istri nya .
' Ayo masuk " Daffi dan Qiandra masuk lebih dulu ,lalu di belakang ada Rifat yang memeluk mesra pinggang sang istri .
Melihat hal yang sangat mustahil para karyawan nya di buat Tersenyum malu dengan perbuatan sang bos .
Tapi lagi² Rifat masa bodoh dengan hal itu dia lebih mengikuti langkah ke dua anaknya yang sudah naik ke lantai 3 ke ruangan nya sendiri .
" Hebm " Semua mata menatap ke sumber suara sejurus kemudian mereka menghilang layaknya di telan bumi
Sring !!!
Iya orang itu tangan Kanan Rifat orang ke dua yang paling di takuti,orang yang sama dinginnya dengan sang bos , belum lagi saat dia bicara semua hal yang keluar dari mulutnya akan membuat mereka ingin mati saja .
Kembali lagi ke ruangan Rifat,sampai di sana Daffi dan Qiandra langsung berganti pakaian membuat Amanda kaget .
" Kalian punya pakaian di sini, koh bunda baru tahu " Tanya Amanda bingung .
" Iya, memang apa yang bunda tahu tentang kami " Ucap Qiandra lalu duduk di sofa di susul Daffi .
" Adek " Tegur Rifat tidak suka,karena Amanda terlihat menahan tangisannya .
" Maaf kalau bunda menjadi ibu yang tidak benar buat kalian " Ucap amanda serak .
" Aku balik ke rumah saja iya " Ucap Amanda pada Rifat " Kenapa di sini saja " Ucap Rifat cepat .
" Anak² tidak nyaman,mas juga bisa bekerja dengan baik " Rifat menarik Amanda dalam pelukannya lalu membawa wanita itu ke ruangan pribadinya .
Dia tidak ingin anak² nya melihat Amanda menangis dan membuat mereka bersalah hingga menjadi beban pikiran mereka .
" Kenapa Hm " Amanda menggeleng dengan lelehan cairan bening yang sudah mulai turun .
" Apa Amanda tidak pantas jadi ibu mas " Rifat menggeleng sambil menghapus air mata sang istri ' Jangan menangis ,aku tidak suka " Amanda hanya mengaguk tapi entah kenapa cairan itu terus ke luar .
" Kenapa anak² begitu membenci ku " tanya nya sambil menunduk membuat Rifat memeluk nya .
Saat Rifat tengah menenangkan Amanda pintu ruangan itu terbuka menampakkan kedua anaknya ,Rifat hanya mengaguk memberikan izin untuk mereka masuk .
" Jika kehadiran Amanda membuat mereka tidak nyaman ,Amanda akan pergi biar mereka lebih tenang " Ucap Amanda dalam pelukan sang suami.
"Tapi sakit Mas " Jawab Amanda sesegukan .
" Bunda " Panggil Qiandra terbata ,membuat Amanda langsung melepaskan pelukannya pada sang suami menatap ke belakang .
" Qia hanya ingin Bunda di rumah !! Qia ingin seperti yang lainnya di antar dan di sambut oleh bunda Seperti mommy Adara ,aunty Vania aunty Raine " Ucap Qiandra menunduk Daffi menggegam tangan sang adik memberikan kekuatan padanya " Setiap mereka membahas tentang ibu nya ,Qiandra sama kakak hanya terdiam karena kami tidak memiliki kenangan papa pada bunda atau pun ayah, sedangkan mereka selalu bercerita tentang ibu mereka " Lanjutnya dengan serak karena wanita itu sedang menangis .
" Maaf , maafkan bunda sayang maaf !!" Amanda langsung memeluk Qiandra dengan erat membuat tangisan wanita itu pecah " Jangan menangis, Ayah akan marah sama bunda " Qiandra hanya mengaguk saja ,Amanda mengelus punggung sang anak dengan lembut lalu membawa kedua anaknya duduk di atas tempat tidur .
Sedangkan Rifat hanya memeluk perut sang istri sambil bersandar di belakang Amanda dia tidak akan ikut campur urusan mereka .
"Kaka " Daffi menatap Amanda lalu kembali menatap adiknya " Marah sama Bunda " Daffi hanya diam saja .
" Kalau bunda mau kerja ,kerja saja Daffi sama Ade akan mencoba memahami nya " Ucap Daffi pada intinya .
"Sebenarnya bunda punya dua pilihan dan bunda ingin kalian memilih "
" Pertama Bunda akan tetap bekerja tapi akan ke rumah sakit saat kalian sudah pergi berangkat dan akan kembali sebelum kalian pulang dari sekolah dan bunda tidak akan menerima pasien saat malam hari nya atau bunda berhenti hanya sesekali ke rumah sakit saat ada yang mau lahiran tapi kalau malam hari bunda tidak akan pergi " Amanda menatap ke dua anaknya yang hanya menunduk , sedangkan Rifat hanya tersenyum sambil mencium punggung sang istri.
" I love you " Amanda hanya membalas itu dengan mengelus tangan sang suami .
Daffi dan Qiandra saling menatap terdiam " Apa pun pilihan kalian bunda akan ikut ,atau kalian ingin bunda berhenti pun tidak papa " Ucap Amanda .
Dia sudah memikirkan ini sejak tadi saat mendengar nasehat dari Adara ,Riane dan Vania .
Dan semoga keputusan nya ini tidak membuat siapa pun kecewa ,toh kata mertuanya dia bisa kembali bukan jika dia mau .
" Boleh Daffi sama adek berpikir dulu kami akan jawab nanti malam " Amanda mengaguk Tersenyum " Bunda tunggu ' Jawab Amanda .
" Kakak sama Ade boleh ke luar " Usir Rifat pada kedua anaknya .
" Qia tidak mau punya adik lagi ayah " Sungut Qiandra sedangkan Daffi hanya menatap datar pada sang ayah .
" Silahkan pintu nya di sana " Ucap Rifat sambil menunjuk arah pintu kamar pribadi nya .
" Ayah " Pekik Qiandra kesal " Silahkan ' Ucap Rifat Tersenyum sinis membuat kedua anaknya langsung ke luar dengan perasaan kesalnya .
Bahkan Daffi sampai membanting pintu kamar itu dengan segera Rifat mengunci dan menghidupkan peredam suara kamar itu .
"Mau apa " Tanya Amanda gugup ,tapi Rifat hanya diam saja lalu mengangkat tubuh wanita itu duduk di pangkuan nya menghadap ke arah nya .
" Kamu yakin dengan keputusan mu " Tanya Rifat sambil menatap wajah cantik sang istri sendang kan kedua tangan nya melingkar di pinggang nya .
" Iya, aku sudah memikirkan nya sejak tadi aku ingin membalas semuanya !! Aku tidak ingin anak² ku kekurangan kasih sayang sekali pun mungkin terlambat tapi aku akan menutupi itu " Rifat tersenyum lembut pada sang istri .
" Seperti nya aku perlu perayaan " Amanda langsung melotot kan matanya " Jang ...bruk " Rifat langsung membaringkan Amanda di atas tempat tidur dan menindih tubuhnya dengan tangannya yang satunya menahan tubuh ya " Aku memulai setelah itu kamu yang berkerja " Ucap Rifat lalu membungkam mulut Amanda .
(sorry silahkan berfantasi sendiri 🤭🤭😁😁😁 jangan tegang iya )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟