
Sebulan sudah kepergian mommy Ellena dan keadaan rumah besar itu sedikit membaik tapi tidak seperti semula kepergian mommy Ellena banyak merubah hal dalam rumah besar itu, pagi ini mereka semua berkumpul di meja makan tidak kecuali El karena wanita itu harus ikut suaminya sekalipun Iqbal mengatakan tidak akan keberatan jika tinggal di rumah besar itu tapi El tetap menolak bagaimana pun dia akan tinggal di rumah mertuanya karena itu yang dia lihat di keluarga nya,sebagai gantinya tiap weekend mereka akan tidur di rumah utama begitu juga Eliza dia harus meninggalkan keluarga besarnya mengikuti suaminya ke London .
Setiap paginya mereka akan bergantian ke rumah kaca mengantar bunga dan menemani Daddy Radit karena itu lah kegiatan pagi mereka .
" Vika ,kenapa sayang " Tanya Elvi menatap Vika yang tampak tidak bersemangat .
" Kamu baik² saja " Tanya Rangga menatap sang istri .
" ah !! iya " Jawabnya kemudian membuat Rangga menaikan alisnya sebelah ' Ada yang kamu pikirkan " Vika menggeleng cepat " Vika baik² saja kak " Rangga masih menatap Vika dia tidak percaya begitu saja pada istri nya .
" Mau tidur " Jawab Vika akhirnya .
" Bukannya kamu baru bangun " Jawab Rangga menatap bingung pada Vika .
" Tapi aku masih mengantuk " Jawab Vika .
" Lalu kenapa bangun " Vika menutup rapat mulut nya " Makan dulu baru lanjut kan tidurnya " Ujar Rangga lagi, Vika hanya bisa mengaguk sebagai jawabannya .
" Kapan akan ke perusahaan ini sudah sebulan kak " Ujar Reza tanpa menatap Rangga .
" Sebulan lagi " Jawab Rangga ,iya keduanya sudah membahas ini bersama keluarga mereka .
" Jangan paksa dia " Reza menatap Raine " Papa tidak memaksa kakak Ma ,Rangga mau sendiri bagaimana pun itu milik Papa " Reza tersenyum miring pada sang istri yang terlihat kesal .
" Lalu Abang " Tanya Ana.
" Sama Nova " Jawab Edward tenang membuat mereka menatap ke arah Edward .
" Maksud nya " Tanya Adara menatap Edward .
" Nova akan berkerja Mom " Jawab Edward tenang .
" Koh bisa ?? Apa Daddy sudah mengizinkan " Tanya Adara lagi .
" Hebm " Jawab Edward .
"Apa " Tanya Raymond saat Adara menatap nya " Kenapa dulu Daddy melarang ku berkeja sedangkan Nova...."
" Lalu kau ingin berkeja juga ,lalu ke empat kurcaci itu kau abaikan " Potong Raymond menatap Adara " Urus anak²mu jangan mengajakku berdebat " Lanjutnya ,Adara mendengus kesal.
" iya " Jawab Adara kesal .
" Sorry mom " Adara menghela napas panjang " Cari uang yang banyak popok mereka mahal " Jawab Adara,Nova mengaguk tersenyum .
" Opa tidak melarang mu untuk kembali berkerja ,tapi kamu harus tau kewajiban mu pada mereka bagaimana pun kamu ibu nya jangan lupakan itu " Ujar Henry
" Iya Opa " Jawab Nova sambil mengaguk .
" Lalu Abang nanti siapa yang bantu " Tanya Jeje menatap Raymond .
" Tidak mungkin kan Nova menggantikan posisi Reza " Timpal Alan .
"Ada anaknya dia " Jawab Raymond menatap Radhi " Ada Eric juga " Lanjutnya .
Pembahasan pun terhenti hingga akhirnya mereka mereka menyelesaikan sarapan paginya,satu persatu para wanita mengantar suami mereka ke depan .
sedangkan Elvi ,ana dan Elsa serta suami mereka masih berada di meja makan itu bersama Daddy Radit .
" Belikan rujak serut yang dekat perusahaan " Edward menaikan alisnya sebelah " Kau tidak hamil bukan " Nova mengaguk cepat " Tidak " Jawabnya cepat .
"baiklah, cup " Jawab Edward kemudian mencium kening dan bibir Nova sekilas .
" Awas saja kamu hamil saat anak²ku masih kecil,aku akan membuang mu " Nova langsung menatap pria yang tidak terlalu jauh dengan nya .
" Iya Dad ,Nova selalu minum koh obatnya " Jawab Nova .
" aku pergi dulu " Ujar Raymond pada Adara lalu mencium bibir wanita itu bahkan dia ******* nya sedikit .
" Daddy " Geram Rangga karena di sana ada Vika .
" Bukan urusan ku, siapa yang memintamu menikah wanita seperti nya " Rangga menghela napas panjang nya lalu menatap Vika yang hanya tersenyum lembut .
" Aku berangkat dulu , langsung istirahat bukannya kamu mengaguk " Vika mengaguk pelan lalu mencium punggung tangan Rangga .
" Hati² ,baca doa " Rangga mengaguk tersenyum lalu masuk dalam mobilnya begitu juga Edward .
" Lihat menantumu ,belajarlah padanya " Raine hanya mendengus kesal " Bahkan semua doaku sudah habis karena mendoakan mu " Jawab Riane kesal .
Cup
" Papa, Della nanti terlambat " Pekik Della dari dalam mobil,Reza menghela napas nya " Syukur dia anakku ,kalau tidak aku akan membuat mulut nya robek " Riane hanya tersenyum .
" Hati² " Reza hanya mengaguk lalu menyusul Raymond kedalam mobil di mana di sana sudah ada Della .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dret .....Dret ......
Rangga yang tengah fokus pada pekerjaan nya langsung mengentikan kegiatannya saat melihat benda pipih di atas mejanya, tanpa menunggu lama Rangga menggeser tombol hijau nya .
" Hebm "
" Kakak sibuk "
" Kenapa Sayang " Tanya Rangga ,Edward melirik sebentar ke arah Rangga lalu kembali fokus .
" Boleh pulang " Rangga menaikan alisnya sebelah " Kamu kenanap ?? Ada yang kamu butuhkan " Tanya Rangga .
" Vika " Panggil Rangga lembut .
" Boleh pulang " Rangga menghela nafasnya panjang " Katakan dengan jelas ada apa ?? jika kamu hanya diam aku tidak akan pulang perkejaan ku banyak " Jawab Rangga datar hingga Edward menatap pria itu .
" Pulang lah " Rangga menatap Edward lalu menggeleng " Mungkin istri mu ingin sesuatu tapi dia malu meminta bantuan " Lanjutnya lagi .
" Aku akan hubungi Mama " Ujar Rangga lalu mematikan panggilan nya ,lalu mengirimkan pesan pada Raine .
Sedangkan di rumah utama Vika menatap nanar ke arah ponsel nya seketika cairan bening itu memenuhi pipi mulusnya .
" Hiks ....Hiks ....Hiks ......" Tanpa dia bisa tahan akhirnya tangisan itu pecah .
Di lantai bawah Nova dan yang lainnya sedang bermain dengan baby Four di mana kini mereka sudah bisa membalikan badan, bahkan kegita bayi itu perlahan mulai merangkak sekalipun masih ngesot di lantai .
" Kenapa " Tanya Elvi menatap Raine .
" Rangga memintaku melihat Vika " Jawabnya sambil menatap ponselnya yang masih berada di tangan nya .
" Bukannya dia tidur " Tanya Elsa ,Riane menaikan bahunya " Raine lihat dulu " Ujar Riane lalu berdiri dari duduknya .
" iya " Jawab mereka bersamaan .
"Enzi mau ke mana " Tanya Jeje lembut sambil menatap nya .
" Seperti nya dia ingin berkeliling " Jawab Elsa tersenyum, Alan mengikuti Enzi yang sudah mulai menjauh dari tempat duduk mereka .
" Gendong Mas " Ujar Elvi .
" Biarkan saja " Ujar Daddy Radit .
" Tapi Dad,nanti perutnya sakit " Ucap Elsa khawatir .
" Dia tidak akan papa ,apa kamu lupa gimana dulu Raymond dan adik²nya saat sudah bisa berjalan " Jawab Henry .
" Itu Enzi Dad ,bukan Raymond atau yang lainnya " Jawab Elvi .
" Biarkan saja "akhirnya Elvi memilih diam , sedangkan Nova hanya diam sambil mengambil video untuk di kirim kan pada suaminya .
" Ethan tidak ingin ikut Abang " Tanya Henry menatap bayi mungik yang semakin hari semakin membuat nya gemas.
Ethan hanya memperlihatkan gusinya lalu memukul pelan tangan Nora, seolah memberikan isyarat jika dia hanya ingin berada di samping Nora dan Elea .
" Mau jaga Ade " Tanya Ana tersenyum, Ethan kembali memperlihatkan Gusinya .
Tapi Seketika mereka di kejutkan dengan teriakan Jeje membuat mereka menatap ke sumber suara .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟