One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Membatasi diri



Edward dan Arif berhenti di sebuah hotel milik keluarga nya lalu tanpa membuang waktu mereka naik ke rooftop,Tidak perlu melakukan cek in karena semua pihak hotel sudah tahu siapa yang datang .


Kini kedua duduk sambil menatap langit malam dan Arif tahu jika sudah seperti ini berarti anak bosnya itu sedang tidak baik-baik saja .


" Tuan ..."


" Apa yang uncle rasakan saat jatuh cinta " Tanya Edward setelah lama terdiam .


" Saya tidak terlalu paham tentang itu tuan ,tapi saat itu dalam pikiranku hanya keluarga tuan karena itu pekerjaan ku tanpa memikirkan wanita karena menurutku itu merepotkan " Jawab Arif jujur.


" Hingga akhirnya aku bertemu dengan sekertaris nona Raine karena saat itu Morgan yang memegang kendali jadi sesekali saya ke sana mungkin karena sering bertemu atau memang dia memiliki daya tarik sehingga membuat ku ingin lebih mengenalnya dan itu membuatku terperangkap dengan perasaan yang tidak pernah aku rasakan ,di mana dia begitu perhatian padaku dari hal terkecil entah itu sengaja atau memang hanya sekedar profesi kerja saja hanya dia yang tahu ,sampai akhirnya saya mengambil keputusan yang menurut saya itu sangat berat dan meminta izin pada tuan Raymond sekalipun itu saya sendiri tidak yakin ,banyak hal yang kami lalui hingga sampai sekarang dan tuan muda bisa melihat nya " Ucap Arif panjang lebar .


Edward menarik napas panjang lalu menatap lurus ke depan .


"Apa tuan tidak ingin jujur pada yang lain nya selain pada tuan Raymond karena sejauh ini dia tidak mengatakan apa pun " Tanya Arif .


" Uncle sudah tahu betul itu sangat tidak mungkin , bukannya aku tidak mau atau aku Tidak menyukainya tapi keadaan yang memang memaksa ku untuk membatasi diri " Edward membaringkan tubuhnya membuat Arif langsung meletakan tangannya di bawah kepala Edward .


Jangan tanya kenapa mereka sedekat ini karena sejak kecil Arif lah yang berada di samping nya karena Morgan dan Rehan lebih dulu membina rumah tangga sebelum dirinya .


Sehingga Raymond mempercayakan Edward padanya ,tapi bukan berarti dia Tidak mempercayai Rehan dan Morgan tapi dia juga sangat tahu kehidupan rumah tangga seperti apa bentuknya .


Edward Tersenyum tipis menatap Arif lalu kembali menatap ke atas langit yang tinggi di penuhi bintang yang begitu terang .


" Aku tidak ingin membuat nya menunggu sehingga nantinya menyakiti nya uncle ,belum lagi tanggung jawab yang begitu besar sekalipun Daddy Tidak memaksaku tapi itu sudah menjadi tanggung jawab ku " Ucap Edward.


" Bukannya Nona susah tahu tentang itu " Edward mengaguk " Tapi itu pasti berat untuknya uncle,aku tidak ingin menahan atau mengikatnya karena dia butuh privasi nya sendiri " Jawab Edward.


Arif paham dari Maksud tuan muda nya sehingga dia tidak lagi mengeluarkan suara .


Dia memilih menemani nya untuk Sekalipun sudah akan memasuki waktu makan malam .


Hingga beberapa menit Edward membuka matanya lalu bangun dari tidurnya .


" Kita pulang uncle nanti Mommy bisa marah " Arif mengaguk " Terimakasih maaf tangan uncle pasti sakit " Ucap Edward tulus .


" Tidak papa tuan muda " Jawab Arif lalu mereka meninggal kan rooftop hotel itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat mobil Edward memasuki rumah bertepatan dengan mobil Eliza juga yang baru datang di di susul sebuah mobil di belakang Eliza yaitu mobil Iqbal yang mengantar El .


Edward dan Eliza langsung masuk tanpa peduli pada penghuni mobil yang di belakang mereka karena makan malam akan di mulai .


Saat El sudah turun dari mobil itu salah satu penjaga mendekati ke arah mereka.


" Maaf nona muda ,tuan besar meminta teman anda untuk ikut masuk " El melotot kan matanya tajam " Maksud nya Kaka Iqbal " Penjaga mengaguk cepat .


" Kebetulan di dalam sudah ada keluarga tuan juga " Ucap penjaga menatap Iqbal yang ikut kaget .


" bapak benaran " Penjaga mengaguk lalu menunjuk mobil orang tuan Iqbal .


" Iya itu mobil mereka " Gumam Iqbal


" Apa ada Masalah " Tanya Iqbal menatap El .


" Tidak tahu kak " Ucap El jujur .


" Silahkan tuan " Ucap penjaga ,akhirnya kedua insan itu memasuki rumah dengan perasaan yang entahlah .


Terlebih Iqbal perasaan nya sudah sepeti naik rollercoaster bahkan lebih dari itu mungkin seperti terjun bebas tanpa pengaman !! Iya seperti itu .


" Duduklah " Ucap Daddy Radit saat menatap siapa yang datang .


Edward dan Eliza sekilas menatap siapa yang di maksud hanya bisa diam .


" Ayah " Panggil Iqbal lirih yang hanya di jawab anggukan kepala .


Karena mereka sendiri bingung kenapa bisa di ajak makan malam tapi saat melihat anaknya juga berada di sini dan bersama salah satu keluarga bosnya .


Dia sudah bisa menebak awalnya dia kaget tapi mau bagaimana lagi dan reaksi nya tidak jauh berbeda dengan sang istri serta adik Iqbal .


" Ayo makan dulu ,nanti makanan nya dingin " Ucap Daddy Radit .


Semuanya mengambil makan sesuai keinginan mereka begitu juga keluarga Iqbal .


" Mommy " Adara hanya mengaguk Tersenyum " Makan dulu iya " El mengaguk pelan .


Jika sudah begini dia tidak bisa berbuat papa hanya meminta keajaiban semoga tidak terjadi sesuatu hal yang membuat nya kesal .


" Apa hubungan kalian " Tanya Raymond to the poin .


Iqbal yang merasa pertanyaan itu di tujuh Padanya langsung mengangkat kepalanya .


" Teman tuan " Jawab Iqbal .


" Kau yakin " Lanjutnya lagi .


El hanya bisa diam ,Teman !! Kecewa sudah pasti bukannya baru beberapa menit yang lalu mereka jadian lalu apa ini .


Raymond yang melihat raut wajah anaknya berubah hanya bisa mengaguk saja .


Sedangkan Iqbal jangan tangan lagi bahkan kini tangan nya berkeringat, dia menatap El yang memaksa kan senyuman nya pada .


Dan Iqbal tahu itu tapi nanti dia akan jelaskan padanya dan dia harap El bisa menerima alasannya .


" Lanjutkan ,Ray ada hal penting yang ingin di bahas sama pak Dwi " Ucap Raymond .


" Mari pak " Ucap Reza, pak Dwi pun mengikuti langkah Reza dan Raymond dari belakang .


Setelah kepergian Raymond,Reza dan pak Dwi satu persatu meninggalkan juga meja makan itu .


Hanya mengisahkan para ibu² yang terbilang masih muda tapi tidak dengan umurnya .


" Maaf Bu " Ucap Elvi lembut pada ibu Iqbal .


" Tidak papa Nyonya ,harusnya saya yang meminta maaf karena Iqbal ...."


" Mereka sudah dewasa sudah bisa menentukan hidup mereka " Potong Elvi lembut .


" Maaf apa ...'


' Pergilah, temani nak Iqbal " Ucap Adara yang mengerti maksud Iqbal .


" El lelah mom " Ucap El .


" Temani dulu, Tidak sopan dia datang bersama kakak " El mendengus kesal lalu berdiri dari duduknya di ikuti Iqbal di belakang nya .


" Maaf " Ucap Iqbal saat kini keduanya sudah berada di mobil .


Karena Iqbal tidak ingin pembicaraan kedua nya di dengar oleh orang lain apa lagi di sana banyak penjaga sehingga dia membujuk El ke mobil syukur wanita itu menurut .


" Untuk " Tanya El sekalipun dia paham maksud Iqbal .


" Yang tadi ' Jawabnya .


" Kenapa harus meminta maaf,bukannya kita memang hanya teman " Iqbal memejamkan matanya kuat " Dengarkan dulu penjelasan ku Ra " Ucap Iqbal memohon.


" Bukannya semua sudah jelas , Apa keluarga ku begitu menakutkan untuk kakak ?? Maaf untuk itu " Ucap El Tersenyum .


" Ra , Bisa dengarkan dulu !! Kakak mohon " Pinta Iqbal .


" El ngantuk kak mau istirahat " Iqbal langsung menahan tangan El saat wanita itu akan membuka pintu dan tangan satunya menekan tombol untuk mengunci pintu mobil itu .


" Apa tidak bisa dengar kan penjelasan kakak dulu, Kita baru jadian Ra jadi ...


" Dan kita juga baru putus dan kakak yang mengatakan itu " Iqbal langsung menarik El dan langsung membungkam bibir wanita itu .


Karena sudah kesal dengan nya keras kepala El membuatnya kesal,hingga beberapa saat Iqbal melepas kan pangutan itu sekali pun El tidak membalas nya karena memang itu pertama untuk nya .


Dan Iqbal Tersenyum kegirangan akan hal itu " Bisa dengarkan aku sekarang " El mengaguk wajahnya sudah bersemu merah .


" Aku tidak mengatakan yang sebenarnya karena aku tidak ingin membuatmu malu ,aku akan datang menghadap tuan Raymond saat semuanya sudah pantas saat semuanya sudah jelas ,Aku tahu mungkin sedikit lama tapi aku harap kamu bisa memahami ku ,kamu bukan wanita sembarangan yang artinya aku harus menyiapkan diri sekalipun mungkin keluargamu tidak memandang itu ,tapi aku ingin terlihat pantas saat meminta putri mereka saat untuk hidup bersama ku , perjalan mu juga masih panjang bukan ,jadi kakak mohon ayo saling mendukung memberi kekuatan,saling percaya dan komunikasi !! Boleh Kaka minta sesuatu " El hanya mampu mengaguk " Jangan keras kepala " Dan tampak rasa takut Iqbal memukul kening El


Tak


" Aawwww " Iqbal mengelus kening El dengan pelan " Sakit " keluhnya dengan manja .


" Biar otakmu waras " El hanya mencebik saja " Ayo ke luar pengawal sudah seperti singa kelaparan " El hanya bisa tertawa kecil .


Saat akan keluar tanpa sebagai Iqbal menatap kaca yang terbuka kainnya dan dia bisa melihat jika di dalam ayah, Raymond dan Reza juga menatap nya .


Lalu dia menatap ke arah El yang baru saja keluar Iqbal memejamkan matanya kuat .


Sial Umpat nya dalam hati harusnya dia sadar dia berada di mana , Iqbal hanya bisa mengutuk kebodohan nya dan dia sudah siap dengan segala sesuatu yang akan di hadapi .


" Kaka kenapa " Tanya El yang tiba² sudah berada di samping Iqbal .


' Tidak " Ucapnya sambil mengacak rambut El membuat wanita itu tertawa kecil .


...*ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


koment


vote


maaf telat up nya karena ada kesibukan


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘*