One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Cari angin



Setelah di rawat selama dua hari kini Nora sudah di izinkan kembali, saat memasuki pekarangan rumah besar itu ketiga saudaranya sudah menunggu nya apa lagi Elea gadis kecil itu bahkan berloncat sambil memanggil nama Nora .


" Daddy " Pekik Elea saat mobilnya sudah berhenti .


" Daddy dari rumah sakit sayang ,sama mommy dulu Hm " Ujar Edward lembut lalu turun dari mobilnya langsung ke belakang menggendong Nora .


" Ade " Nora tertawa kecil melihat tingkah Elea " Nora sudah sembuh " Jawab Nora .


" Elea " Panggil Henry lembut.


" Iya Opa " Jawab Elea lalu mendekati pria itu .


"Daddy mandi dulu ya " Ujar Edward saat sudah berada di depan Enzi dan Ethan .


" Iya Dad " Jawab Keduanya ,Nova hanya mengulum senyum melihat kedua putranya .


Satu persatu mereka kembali masuk dalam rumah , sesampainya di kamar Edward menurunkan Nora .


" Bunda siapkan air dulu ya " Ujar Nova lembut .


" Mandi saja duluan sama Nora nanti aku mandi di shower "Ucap Edward .


" Sini sayang " Nora langsung berjalan ke arah Nova tapi hanya beberapa langkah dia kembali menatap Edward .


" Daddy ,Kata Uncle tadi apa ?? Apa Nora akan membasahi ini " Tunjuknya pada bekas infus yang masih di tutupi plaster kecil yang berwarna putih " Tidak perih " Lanjutnya lagi .


" Kata Uncle tidak papa sayang " Jawab Edward tersenyum kuda.


" Mandi air hangat sayang " Nora mengagukan kepalanya lalu melanjutkan langkahnya mendekati Nova .


Edward memejamkan matanya di sofa ,selama di rumah sakit dia tidak bisa tidur dengan baik tangan kanannya memijat pangkal hidungnya.


Sedangkan Di lantai bawah setelah kedatangan Edward dan Nova ,ternyata Raymond,Reza dan yang lainnya baru juga sampai .


" Abang mana " Tanya Raymond menatap Adara .


" Mandi " Jawab Adara seadanya.


CUP


" Aku mau mandi " Adara mengaguk sebagai jawabannya lalu mereka meninggal para peserta yang ada di ruangan tengah itu .


" Papa " Langkah Rangga terhenti begitu saja saat mendengar suara sang putri .


" Jilbabnya mana " Tegur Reza pada sang Cucu .


" Di sofa " Jawab Rachel tertawa kecil " Ambil pakai lagi ,nanti Umi marah " Rachel langsung mengambil kain menutup kepalanya , sekalipun dia masih kecil tapi Vika mengajarkan itu ,karena dia pun jika ke luar dari kamar akan memakai itu .


" Masih kecil Pa " Tegur Raine sekenanya.


" Jangan mengubah aturan yang sudah di terapkan Vika " Jawab Reza menatap sang istri,sedangkan Rangga hanya tersenyum melihat sikap tegas sang Papa yang menghargai keputusan istri nya .


" Aku mau mandi " Lanjutnya lagi, Raine langsung berdiri .


" Vika mana Ma " Tanya Rangga karena memang di ruangan itu tidak ada Vika .


" Di kamar " Rangga mengaguk lalu menyusul sang istri ke kamar di ikuti Reza dan Raine .


" Aku kira dia akan sadar setelah menikah ,nyatanya masih geser isi kepala nya " Ujar Henry tiba² membuat Elvi dan yang lainnya menatap ke arahnya .


" Raine " Tanya Jeje ,di anggukan kepala oleh Henry .


" Anak²ku waras semua ya Dad " Ujar Elvi kesal .


" Apa aku bilang anakku tidak waras " Tanya Henry menatap Elvi .


" Sama saja " jawabnya ,Henry hanya menaikan bahunya membuat Jeje dan Alan tertawa begitu juga ana dan Elsa .


" Apa anak bujang belum pulang " Tanya Elsa.


" Biarkan saja ,mereka lelah seharian bekerja biarkan mereka tenang kan pikiran karena jika sudah menikah mereka tidak akan melakukan itu lagi " Jawab Daddy Radit .


" Sore menjelang malam " Sapa Radhi yang baru saja masuk bersama kedua putri nya .


" Anak bujang mu mana " Tanya Vania menatap Radhi .


" Cari menantu untuk di bawa pulang " Jawab Radhi asal .


" Mandi dulu baru ke sini " Radhi mendengus kesal lalu menatap Henry " Sofa Daddy tidak akan rusak hanya karena Radhi duduk setelah dari luar " Jawab Radhi lalu berdiri kembali ,bahkan dia belum menyentuh sofa itu tapi suara Henry menghentikan gerakannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ade sudah mandi " Tanya Elea saat kedua orang tuanya sudah duduk bergabung di sana .


"Sudah " Jawab Nora .


" Ayo " Ajak Ethan pada Nora.


" Eric belum pulang Mom " Tanya Edward .


" Bukan hanya Eric tapi adikmu yang lainnya juga belum " Jawab Alan ,Edward hanya manggut² saja .


" Hai princess " Nora menatap ke sumber suara " Daddy Ray " Pekik Nora berdiri dari duduknya sambil merentangkan tangannya .


" Di situ saja ya, nonton sama Abang, kakak " Nora mengaguk lalu kembali duduk di samping Enzi yang sejak tadi hanya diam begitu juga kedua pria kecil itu karena mata mereka fokus pada layar di depannya.


" Della mana ?? " Tanya Raymond .


" Katanya kerjakan tugasnya di kamar " Jawab Elsa .


Tidak berselang lama Reza dan Rangga ikut bergabung begitu juga Radhi .


" Apa mereka belum kembali " Tanya Reza mendarat kan bokong nya di sofa .


" Belum, mungkin sebentar lagi !! " Jawab Raymond .


" Memang apa yang mereka lakukan di luar " Tanya Raine .


" Cari angin " Jawab Reza seadanya .


" Untuk apa cari angin ,sampai rambutnya putih dia tidak akan menemukan angin !! Lagian di kamar ada AC itu juga angin " Jawab Raine kesal karena setiap di tanya selalu itu jawaban Reza .


" Angin yang alami Aunty " Jawab Edward tertawa kecil .


" Apa kalian sedang arisan ,kenapa suara Raine begitu bahagia " Timpal Rif'at yang baru sampai bersama Amanda karena mereka dari rumah Davin .


"Anak² belum pulang " Jawab Adara .


" Oh " Jawab Rif'at seadanya.


" Oh saja " Tanya Raine menatap Rif'at.


" Lalu aku harus bagaimana ?? astaga atau meminta penjaga untuk mencari nya ,lagian mereka sudah besar biarkan saja " Jawab Rif'at tenang lalu duduk di sofa di ikuti Amanda .


"anak gadismu belum kembali " Ucap Adara .


" Dia di rumah ayah Davin " Adara langsung menutup rapat mulut nya .


"Mereka terlalu lebay " Celetuk Syifa membuat Vania menatapnya .


" Lebay dari mana " Tanya Vania menatap tajam anak perempuan nya .


" Iya Lebay, Opa ,Uncle dan ayah biasa saja ,tapi ibu dengan yang lainnya heboh seperti ibu² yang tidak kebagian daging kurban " Jawab Syafa menatap para pria lalu menatap sinis ke arah para wanita.


" Hm , padahal kami keluar pun selalu ada pengawal yang mengikuti kami " Timpal Syifa .


" Hei anak Radhi siapa yang mengajarimu begitu " Tanya Raine menatap keponakan kembar nya .


" Kami bicara sesuai fakta Aunty " Jawab Syafa tenang .


" Sudah jangan berdebat ,tiap malam kalian akan menggonggong seperti serigala tidak pernah mau diam dan berbicara selayaknya kepala Opa rasanya mau pecah " Ujar Daddy Radit dengan helaan napas panjang .


" Lagian mereka ke luar bukan pergi membunuh atau membuat kekacauan mereka hanya menghilangkan rasa lelah mereka " Lanjutnya lagi .


" Aku mencintaimu Eyang " Pekik Syafa sambil bertepuk tangan begitu juga sang kembaran .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟