One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Bar



Setelah membeli susu dan strawberry mereka langsung menuju bar ,karena mereka sudah di tunggu Ghozi dan Gani di sana juga ada Kanz ,Xana dan kedua adiknya .


Sesampainya mereka di bar Ghozi langsung mengakat tangan nya saat melihat mobil Edward dan Rangga karena mereka memakai dua mobil .


" Sudah pesan meja " Tanya Rangga menatap Ghozi .


" Sudah " Jawab Ghozi .


" Kamu tidak kabur bukan " Tanya Edward menatap Kanz .


" Mama sudah tidur " Edward menggeleng saja mendengar ucapan sepupunya .


Saat mereka masuk pemilik Bar langsung menyambut tamu istimewa nya itu .


" Mari tuan " Ujar sang pemilik membawa para pria itu ke meja di lantai dua di mana sudah di kosong kan .


" Maaf tuan mau pesan apa " Tanya Pelayan pria dengan sopan .


" Bawakan apa pun di sini " Titah Eric membuat pelayan langsung meninggalkan meja itu .


" Maaf tuan apa kalian butuh ...."


" Tidak butuh " Potong Randy cepat membuat pemilik langsung mengundurkan diri .


Di lantai bawah semua wanita menatap ke arah atas.


" Kita ke atas " Ujar salah satu wanita .


" Jangan gila " Ujar yang lainya .


" Ayolah ,kapan lagi kita bisa bertemu dengan mereka ,aku yakin aku bisa mendapatkan mereka " Ucapnya dengan percaya diri .


" Jangan nekat Clara " Ucap temannya .


" Kalau kalian tidak mau ,aku sendiri saja " Jawabnya lalu meneguk minuman nya dan meninggalkan mejanya menaiki lantai dua dengan percaya diri .


" Hai " Sapanya setelah berada di depan Edward dan yang lainnya .


" Bisa gabung " Lanjutnya lalu duduk di samping Kanz tanpa di persilahkan .


Tidak berselang lama kedua temannya ikut bergabung dan langsung duduk di samping Randy dan Eric .


Sikap ketiga wanita itu membuat wanita yang ada di lantai satu menjadi iri tapi sebagian dari mereka malah tersenyum sinis melihat ketiga wanita itu .


" Maaf tuan saya .... "


" Pergilah " Usir Edward dingin membuat Clara dan kedua temannya merasa senang karena di perhatikan bahkan mereka tidak sadar jika setelah ini mungkin saja mereka tidak akan bisa melihat dunia luar dengan tenang .


" Mau " Tawar Eric pada wanita yang di samping nya .


" Makasih " Jawabnya menerima gelas minuman itu dengan senyuman lembut .


" Apa tuan ingin di temani " Tanya Clara lembut dan manja .


" Apa kau ingin menemani ku " Tanya Kanz tanpa menatap Clara .


" Pastinya " Jawabnya dengan cepat, Kanz menatap penampilan Clara yang begitu terbuka " Dadamu terlalu kecil " Ujar Kanz membuat Clara melongo lalu menatap dadanya yang di bilang kecil Padahal selama ini tidak ada yang menolaknya dan selalu puas dengan dadanya .


" Saya bisa memuaskan mu " Ujar Clara yang tidak kehabisan akal .


" Still a virgin " Tanya Kanz skak membuat Clara pias ,tapi itu tidak membuat Clara menyerah .


" Kenapa kita tidak memulai dulu " Ujar Clara dengan manja sambil mengelus paha Kanz hingga menyentuh sang junior .


Clara terus memainkan dari luar tapi Kanz tetap tenang meneguk minuman nya hingga habis .


" Saya tidak pernah memakai bekas orang ,apa lagi sampah " Jawab Kanz membuat Clara menarik tangan nya .


melihat Clara yang menahan amarah nya kedua temannya langsung saling melirik takut .


Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum sinis menatap Clara tapi tidak dengan Edward dan Rangga mereka hanya diam saja bahkan tidak menyentuh minuman yang mengandung alkohol itu .


" Apa Dadamu asli " Tanya Xana menatap wanita yang duduk di samping Eric .


" saya tidak yakin, apa kamu bisa membuka nya saya ingin melihat nya " Tanya Xana dengan wajah datarnya menatap wanita itu .


" 500 juta Cash " Lanjutnya membuat wanita itu melototkan matanya .


" Apa Anda tidak bohong " Tanya dengan tersenyum bahagia .


" Buka lah " Jawab Xana .


" Tapi jika kamu berbohong kamu sendiri yang akan membayar ku 500 juta " Seketika gerakan tangan wanita itu terhenti dan menatap Xana " Kenapa ?? Apa aku saja yang buka " Tanya Xana .


" Bicht " Ujar Valeno membuat mereka tertawa kecil .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat jam 01.00 Edward dan yang lainnya baru sampai di rumah besar itu di mana para penghuni nya sudah berada di alam bawa sadar mereka masing-masing .


Setelah menyimpan susu dan buah untuk Nova ,Edward langsung menuju kamarnya saat membuka pintu dia melihat Nova duduk di ujung tempat tidur.


" mau bersih² dulu " Nova hanya mengaguk sebagai jawaban lalu berdiri ke ruangan ganti untuk menyiapkan pakaian tidur Edward .


" Kenapa di luar " Tanya Edward saat melihat piyama tidur nya di atas tempat tidur .


" Malas nunggu di dalam " Jawab Nova berdiri membantu Edward memakai piyama tidurnya .


" Kenapa belum tidur kasian Twins " Ujar Edward lembut .


" Sudah tadi kebangun buang air kecil tapi susah lagi tidur nya jadi nungguin Abang " Jawab Nova .


" Minum " Edward menggeleng " Hanya mereka " Jawab Edward " Rangga juga " Edward kembali menggeleng .


" Ayo tidur ,susu sama buahmu di bawah " Ucap Edward .


" Ya ,nanti besok baru aku makan " Jawab Nova lembut.


" Anak² di mana " Tanya Edward .


" Sama Oma Elsa dan Oma Ana ,kalau Enzi sama Ethan mereka tidur di kamar sendiri " Jawab Nova .


Cup


" Ayo tidur " Nova mengaguk menggeser tubuhnya mausk dalam pelukan Edward .


Sedangkan di kamar lain,Vika yang mendengar suara air dari kamar mandi langsung membuka matanya menatap jam dinding .


Tidak berselang lama Rangga ke luar yang hanya memakai boxer saja .


" Abi " Rangga menatap ke sumber suara " Tunggu sebentar " Jawab Rangga lalu masuk dalam ruangan ganti .


Tidak berselang lama Rangga ke luar hanya baju kaos saja .


" Apa aku terlalu berisik " Vika menggeleng merentangkan kedua tangan nya .


CUP


Rangga mencium bibir Vika sekilas lalu membawa istri nya tidur dalam pelukannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟