One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Ancaman perjodohan



" Jangan pulang telat ,kita ada urusan di luar " Ucap Daddy Radit.


" Apa kita akan dinner " Tanya Daffa .


" Salah satunya " Jawab Daddy Radit .


" Tumben, apa Eyang lagi dapat hadiah " Tanya Syifa .


" Tumben " Beo Daddy Radit


" Ya tumben , Eyang mengajak kami dinner biasanya juga kami yang meminta lebih tepatnya memaksa " Sindir Syafa sang kembar .


" Kita di undang Uncle Arif ke rumahnya ,karena Diandra akan di lamar " Ujar Henry tenang .


Uhuk.....Uhuk ....


Randy langsung mengambil gelas yang ada di depannya lalu meminum nya hingga habis .


" Opa bilang apa tadi " Tanya Randy berharap apa yang dia dengar salah.


" Apa kuping mu bermasalah ,Opa rasa tidak !! Jadi jangan berpikiran untuk tidak datang " Ujar Henry tegas .


" Tapi ..."


" Mas " Tegur Reza membuat Randy mengentikan ucapan nya .


" Randy Kenyang " Ujar Randy langsung meninggalkan meja makan .


" Opa sedang tidak mengerjai Randy kan " Tanya Daffa menatap Henry .


" Kenapa harus mengerjai nya, itu berarti Diandra bukan jodoh nya " Jawab Henry tenang.


" Jangan Bercanda Opa, kita tahu sendiri kalau Randy begitu mencintai Diandra " Timpal Bara .


" Lalu Opa harus bagaimana memaksa Diandra sedangkan dia sendiri tidak mau dan memilih pria lain " Jawab Henry ketus membuat Daffa dan Bara terdiam


" Abang " Panggil Eric pelan


" Apa ?? Kau ingin bertanya tentang Diandra Abang tidak tertarik " Jawab Edward ketus membuat Eric terdiam .


" Bunda kenapa tidak makan nasi " Tegur Nora menatap Nova .


" Ade mau " Tawar Nova ,tapi Nora menggeleng dengan cepat.


" Makan dengan nasimu Nova ,anakku tidak hanya butuh buah sialan itu " Ujar Edward kesal .


" Sedikit lagi habis " Jawab Nova tenang .


" Jika sampai siang nanti kamu pusing lagi ,aku akan membiarkan mu tidur di perusahaan " Ucap Edward ketus .


" Abi, mainan Rachel mana " Rangga langsung menatap ke sumber suara .


" Ah itu sayang , Kata mama main dulu yang ada " Vika langsung menatap Rangga .


" Tapi Abi sudah janji " Rengek Rachel kesal .


" Tapi kata Mama tidak boleh beli mainan terus Sayang, kalau Ade sudah tidak pakai kumpul kan dan antar ke panti " Ujar Rangga lembut .


" Maaf sayang, Rachel hanya takut denganmu " Bisik Rangga tersenyum tipis .


" Itu karena Abi terus memanjakannya " Jawab Vika ketus .


" Karena dia anakku " Vika memilih diam melanjutkan makannya .


" Sudah jangan berdebat , jangan lupa sebentar pulang cepat !! Eyang tidak terima alasan apa pun " Ujar Daddy Radit tegas .


" Iya Eyang " Jawab mereka bersamaan .


" Mama kita ke salon kan " Tanya Della


" Tentu sayang,nanti Mama jemput pas pulang sekolah setelah itu kita ke salon " Jawab Raine tersenyum .


" Asik " Suruh Della


" Rachel mau ikut ke salon " pekik Rachel


" Elea juga mau " Timpal Elea .


" Nora ....Nora juga mau " Nora pun tidak ingin ketinggalan .


" Daddy bolehkan " Elea menatap Edward dan Raymond bergantian .


" Tidak " Bukannya Edward atau Raymond yang menjawab melainkan Nova


" Bunda " panggil Nora dengan mata yang berkaca-kaca.


"Nova Denisha " Tegur Edward membuat Nova tertawa kecil .


" Tapi jangan gunting rambut nya ya ,jangan di warnai " Elea dan Nora mengaguk tersenyum .


" Nanti rapiiin saja bagian bawahnya " Jawab Adara .


"Mommy juga ikut " Tanya Nova .


" Kami semua ikut " Timpal Elsa tertawa kecil .


" Nova libur hari ...."


" Tidak,jika kamu pusing siapa yang akan mengurusmu ,di salon bukan sejam dua jam tapi berjam² apa lagi yang lainnya akan ke sana " Tolak edward dengan tegas .


" Tetap tidak kamu waras hanya pagi hari setelah itu kamu pusing jadi jangan membantah " Lidah Nova berdecak kesal .


" Makan nasimu " Lanjutnya lagi .


" Ya " Jawab Nova ketus .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore harinya semua sudah siap tinggal menunggu Randy, seperti nya pria itu tidak akan datang .


" Telepon adikmu ,jangan sampai Papa yang mencarinya " Ujar Reza kesal .


" Papa Reza kaya tidak tahu saja kalau Randy lagi pata hati " Ujar El tertawa kecil .


" Mami " El menatap putrinya ke samping " Gendong " Rengeknya dengan manja .


" Minta sama Papi , kalau Mami gendong kakak nanti Adenya sesak napas " Jawab El karena saat ini dia sedang mengandung anak keduanya yang usianya sudah 7 bulan .


" Sini sayang ,sama Daddy Ray " Raymond menggendong Cucu perempuan satunya dari anak perempuan satu²nya .


" Amira pakai parfum berapa botol kenapa harum sekali " Goda Adara mencium pipi Cucunya .


" Kata Mami di sana banyak orang Mommy ,jadi Amira harus harum " Jawabnya dengan polos.


" Iqbal jangan biarkan Amira terus bersama El ,jika tidak anakmu akan dewasa sebelum waktunya " Tegur Eric .


" Sirik " Ucap El .


" Mami " Tegur Iqbal membuat El terdiam .


" Rasain ,di marahin kan " Ujar Eric tertawa kecil.


" Jangan ganggu kakaknya Nak " Tegur Elvi lembut .


Saat mereka tengah mengobrol mobil Randy memasuki pekarangan rumah besar itu .


Saat semuanya tengah sibuk berbicara ,Randy mendekati mereka dengan wajah lesuh nya .


" Maaf ,Randy mandi dulu " Ujar Randy lemas .


" Jangan lama ,acaranya akan di mulai " Ujar Jose yang sudah ada di situ .


" Iya Opa " Jawab Randy lalu menaiki anak tangga dengan pelan .


" Kasian kakak Randy " Ucap Syifa menatap punggung Randy .


" Kenapa Diandra tidak mau Dengan nya ,jahat banget jadi orang " Omel Syafa kesal .


" Jangan suka bicarakan orang lain " Tegur Vania .


" Tapi kasian Kakak Randy Bu " Jawab Syifa sendu


" Kenapa mengasihi nya, lihat diri kalian lebih kasihan " Ujar Jose ketus .


"Dia mendingan sudah pernah berpacaran,lalu bagaimana dengan kalian " Timpal Davin menatap satu persatu penghuni sofa .


"Kena lagi kan,mulutnya sih coba diam saja " Gumam Daffa kesal menatap Syifa dan Syafa .


" Sudah² ,waktu mereka tinggal beberapa bulan jika mereka tidak membawa wanita ke rumah ini berarti mereka sudah siap di jodohkan " Ujar Henry .


" Opa " Protes Eric .


" Syukur aku perempuan " Qiandra mengelus dadanya lega .


" Itu bukan hanya untuk kalian tapi Gozi ,Gani, Xana dan si kembar juga begitu " Ucap Raymond.


" Begitu juga Kanz " Lanjutnya membuat Kanz menatap Raymond .


" Uncle ...."


" Papa setuju "


" Kakek juga " Adara tertawa melihat kekompakan Daniel dan orang tuanya .


Tidak berselang lama Randy ikut bergabung sekalipun penampilan nya tapi tapi melihat wajah Randy membuat para sepupu nya kasian .


" Ayo kita berangkat " Ujar Daddy Radit ,Jeje langsung mendorong kursi roda Daddy Radit .


" Xavier , Alister sama Queen mereka menunggu di sana " Ujar Reza .


" Tidak papa " Jawab Henry .


" Tenang lah " Edward memukul pelan bahu Randy ,sambil memeluk Nova karena penyakit wanita itu kumat lagi dan tetap kekeh mau ikut tanpa mempedulikan dirinya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟