
" Jangan pulang telat ,kita ada urusan di luar " Ucap Daddy Radit.
" Apa kita akan dinner " Tanya Daffa .
" Salah satunya " Jawab Daddy Radit .
" Tumben, apa Eyang lagi dapat hadiah " Tanya Syifa .
" Tumben " Beo Daddy Radit
" Ya tumben , Eyang mengajak kami dinner biasanya juga kami yang meminta lebih tepatnya memaksa " Sindir Syafa sang kembar .
" Kita di undang Uncle Arif ke rumahnya ,karena Diandra akan di lamar " Ujar Henry tenang .
Uhuk.....Uhuk ....
Randy langsung mengambil gelas yang ada di depannya lalu meminum nya hingga habis .
" Opa bilang apa tadi " Tanya Randy berharap apa yang dia dengar salah.
" Apa kuping mu bermasalah ,Opa rasa tidak !! Jadi jangan berpikiran untuk tidak datang " Ujar Henry tegas .
" Tapi ..."
" Mas " Tegur Reza membuat Randy mengentikan ucapan nya .
" Randy Kenyang " Ujar Randy langsung meninggalkan meja makan .
" Opa sedang tidak mengerjai Randy kan " Tanya Daffa menatap Henry .
" Kenapa harus mengerjai nya, itu berarti Diandra bukan jodoh nya " Jawab Henry tenang.
" Jangan Bercanda Opa, kita tahu sendiri kalau Randy begitu mencintai Diandra " Timpal Bara .
" Lalu Opa harus bagaimana memaksa Diandra sedangkan dia sendiri tidak mau dan memilih pria lain " Jawab Henry ketus membuat Daffa dan Bara terdiam
" Abang " Panggil Eric pelan
" Apa ?? Kau ingin bertanya tentang Diandra Abang tidak tertarik " Jawab Edward ketus membuat Eric terdiam .
" Bunda kenapa tidak makan nasi " Tegur Nora menatap Nova .
" Ade mau " Tawar Nova ,tapi Nora menggeleng dengan cepat.
" Makan dengan nasimu Nova ,anakku tidak hanya butuh buah sialan itu " Ujar Edward kesal .
" Sedikit lagi habis " Jawab Nova tenang .
" Jika sampai siang nanti kamu pusing lagi ,aku akan membiarkan mu tidur di perusahaan " Ucap Edward ketus .
" Abi, mainan Rachel mana " Rangga langsung menatap ke sumber suara .
" Ah itu sayang , Kata mama main dulu yang ada " Vika langsung menatap Rangga .
" Tapi Abi sudah janji " Rengek Rachel kesal .
" Tapi kata Mama tidak boleh beli mainan terus Sayang, kalau Ade sudah tidak pakai kumpul kan dan antar ke panti " Ujar Rangga lembut .
" Maaf sayang, Rachel hanya takut denganmu " Bisik Rangga tersenyum tipis .
" Itu karena Abi terus memanjakannya " Jawab Vika ketus .
" Karena dia anakku " Vika memilih diam melanjutkan makannya .
" Sudah jangan berdebat , jangan lupa sebentar pulang cepat !! Eyang tidak terima alasan apa pun " Ujar Daddy Radit tegas .
" Iya Eyang " Jawab mereka bersamaan .
" Mama kita ke salon kan " Tanya Della
" Tentu sayang,nanti Mama jemput pas pulang sekolah setelah itu kita ke salon " Jawab Raine tersenyum .
" Asik " Suruh Della
" Rachel mau ikut ke salon " pekik Rachel
" Elea juga mau " Timpal Elea .
" Nora ....Nora juga mau " Nora pun tidak ingin ketinggalan .
" Daddy bolehkan " Elea menatap Edward dan Raymond bergantian .
" Tidak " Bukannya Edward atau Raymond yang menjawab melainkan Nova
" Bunda " panggil Nora dengan mata yang berkaca-kaca.
"Nova Denisha " Tegur Edward membuat Nova tertawa kecil .
" Tapi jangan gunting rambut nya ya ,jangan di warnai " Elea dan Nora mengaguk tersenyum .
" Nanti rapiiin saja bagian bawahnya " Jawab Adara .
"Mommy juga ikut " Tanya Nova .
" Kami semua ikut " Timpal Elsa tertawa kecil .
" Nova libur hari ...."
" Tidak,jika kamu pusing siapa yang akan mengurusmu ,di salon bukan sejam dua jam tapi berjam² apa lagi yang lainnya akan ke sana " Tolak edward dengan tegas .
" Tetap tidak kamu waras hanya pagi hari setelah itu kamu pusing jadi jangan membantah " Lidah Nova berdecak kesal .
" Makan nasimu " Lanjutnya lagi .
" Ya " Jawab Nova ketus .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore harinya semua sudah siap tinggal menunggu Randy, seperti nya pria itu tidak akan datang .
" Telepon adikmu ,jangan sampai Papa yang mencarinya " Ujar Reza kesal .
" Papa Reza kaya tidak tahu saja kalau Randy lagi pata hati " Ujar El tertawa kecil .
" Mami " El menatap putrinya ke samping " Gendong " Rengeknya dengan manja .
" Minta sama Papi , kalau Mami gendong kakak nanti Adenya sesak napas " Jawab El karena saat ini dia sedang mengandung anak keduanya yang usianya sudah 7 bulan .
" Sini sayang ,sama Daddy Ray " Raymond menggendong Cucu perempuan satunya dari anak perempuan satu²nya .
" Amira pakai parfum berapa botol kenapa harum sekali " Goda Adara mencium pipi Cucunya .
" Kata Mami di sana banyak orang Mommy ,jadi Amira harus harum " Jawabnya dengan polos.
" Iqbal jangan biarkan Amira terus bersama El ,jika tidak anakmu akan dewasa sebelum waktunya " Tegur Eric .
" Sirik " Ucap El .
" Mami " Tegur Iqbal membuat El terdiam .
" Rasain ,di marahin kan " Ujar Eric tertawa kecil.
" Jangan ganggu kakaknya Nak " Tegur Elvi lembut .
Saat mereka tengah mengobrol mobil Randy memasuki pekarangan rumah besar itu .
Saat semuanya tengah sibuk berbicara ,Randy mendekati mereka dengan wajah lesuh nya .
" Maaf ,Randy mandi dulu " Ujar Randy lemas .
" Jangan lama ,acaranya akan di mulai " Ujar Jose yang sudah ada di situ .
" Iya Opa " Jawab Randy lalu menaiki anak tangga dengan pelan .
" Kasian kakak Randy " Ucap Syifa menatap punggung Randy .
" Kenapa Diandra tidak mau Dengan nya ,jahat banget jadi orang " Omel Syafa kesal .
" Jangan suka bicarakan orang lain " Tegur Vania .
" Tapi kasian Kakak Randy Bu " Jawab Syifa sendu
" Kenapa mengasihi nya, lihat diri kalian lebih kasihan " Ujar Jose ketus .
"Dia mendingan sudah pernah berpacaran,lalu bagaimana dengan kalian " Timpal Davin menatap satu persatu penghuni sofa .
"Kena lagi kan,mulutnya sih coba diam saja " Gumam Daffa kesal menatap Syifa dan Syafa .
" Sudah² ,waktu mereka tinggal beberapa bulan jika mereka tidak membawa wanita ke rumah ini berarti mereka sudah siap di jodohkan " Ujar Henry .
" Opa " Protes Eric .
" Syukur aku perempuan " Qiandra mengelus dadanya lega .
" Itu bukan hanya untuk kalian tapi Gozi ,Gani, Xana dan si kembar juga begitu " Ucap Raymond.
" Begitu juga Kanz " Lanjutnya membuat Kanz menatap Raymond .
" Uncle ...."
" Papa setuju "
" Kakek juga " Adara tertawa melihat kekompakan Daniel dan orang tuanya .
Tidak berselang lama Randy ikut bergabung sekalipun penampilan nya tapi tapi melihat wajah Randy membuat para sepupu nya kasian .
" Ayo kita berangkat " Ujar Daddy Radit ,Jeje langsung mendorong kursi roda Daddy Radit .
" Xavier , Alister sama Queen mereka menunggu di sana " Ujar Reza .
" Tidak papa " Jawab Henry .
" Tenang lah " Edward memukul pelan bahu Randy ,sambil memeluk Nova karena penyakit wanita itu kumat lagi dan tetap kekeh mau ikut tanpa mempedulikan dirinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟