One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
club'



Eliza menghentikan mobilnya di sebuah club' malam yang cukup terkenal di Landon .


Dia menatap ke luar ini pertama kalinya ke club' dan entah kenapa mobilnya mengarah ke sana.


Untuk sejenak dia menarik napas mengeluarkan tangisannya yang sejak tadi di tahan sambil bersandar pada stir mobilnya .


" Ayah bohong kan ?? Aku anak kandung ayah dia hanya hanya membuatmu takut karena ini ulang tahun ku " Eliza tertawa hambar sambil memegang dadanya yang terasa sesak .


" Kenapa ?? Kenapa harus dia kenapa " Gumam Eliza lirih sambil menunduk di stir mobil .


Dia kembali mengingat wajah seluruh keluarga nya yang seolah semua yang di katakan Naufal adalah kebenaran .


Eliza kembali menatap ke luar lalu dia ke luar dari mobilnya dia butuh pelampiasan saat ini pikirannya sangat kacau ,hatinya sesak bahkan ini lebih sakit tentang Lian yang meninggalkan nya .


Dia masuk dalam club' seketika langkah nya berhenti saat mencium aroma yang begitu menyengat belum lagi suara music di DJ membuatnya kepala nya pusing .


Tapi dia susah terlanjur masuk jadi dia melanjutkan langkah nya menuju meja bartender untuk memesan minuman .


Sesampainya di sana Eliza langsung memesan minuman dengan kadar alkohol yang tinggi Vodka itu pilihan Eliza sekalipun dia tidak tahu rasanya itu seperti apa .


" Pesanan anda nona " Eliza hanya mengaguk saja lalu mengambil minuman itu hal pertama yang di lakukan Eliza mencium aromanya .


" Tidak buruk " Gumamnya pelan lalu dia menimun sedikit dan itu membuatnya batuk.


" Apa yang membuat mereka suka " Gumamnya lalu kembali menatap gelas minuman itu .


" Hai " Eliza melirik sekilas lalu kembali menatap gelasnya .


" Seperti nya kamu orang baru ,aku baru melihat mu " Eliza masa bodoh tapi tidak membuat pria itu menyerah .


" Aku lintang " Pria itu memperkenalkan diri lalu duduk di samping Eliza dan memesan minuman.


" Kenapa memesan itu jika kamu tidak kuat ,dari caramu aku bisa menebak ini pertama nya untukmu " Eliza menghela napas panjang " Bahkan aku tidak tahu kenapa bisa berada di sini " Gumamnya lalu mengangkat gelasnya ke arah mulutnya tapi Lintang masih bisa mendengar nya .


Gluk


" Hei kau bisa mabuk " Pria itu langsung menarik gelas dari tangan Eliza dan bertepatan dengan pengawal yang mendekati nya .


" Kalian siapa " Tanya lintang tegas .


" Kami Pengawal nya " Lintang bernapas lega .


" Lebih baik kalian bawah dia pergi " Ucap lintang .


" Lepas aku tidak mabuk " Sentak Eliza kesal .


" Maaf non ,tapi tuan ..."


" Pergi " Usir Eliza .


" Tapi non ..."


" Pergi aku bilang " Bentak Eliza keras .


" Maaf ,biarkan dia di sini aku akan menemani nya ,kalian tidak usah takut aku tidak akan macam² ,kalian bisa melihat nya dari jarak yang menurut kalian bagus " Ucap lintang memberikan solusi.


" Tapi nona Eliza tidak pernah meminum atau menyentuh minuman ini " Lintang mengaguk paham " Setelah ini Tidak lagi " Jawabnya tegas .


Pengawal pun meninggalkan Eliza dan Lintang tapi masih berada di dalam club' itu .


" Sudah jangan minum lagi " Lintang menahan tangan Eliza saat tahu wanita itu mengambil minumannya yang bahkan dia sendiri belum menyentuhnya .


" Aku butuh pelampiasan " Tangan Lintang di hempaskan begitu saja .


" Keras kepala " Gumam Lintang menggeleng .


" Lihatlah bahkan kamu baru beberapa teguk saja sudah membuat mu lupa diri " Cibir Lintang .


" Aku tidak peduli " Ucap Eliza ketus lalu menghabiskan kembali minuman Lintang yang masih di tangan nya .


Matanya sudah berat tapi dia memaksakan diri bahkan kepala nya terasa pusing .


Padahal dia baru minum dua gelas dan itu sudah membuatnya oleng .


Bugh


Tanpa pikir panjang dia membawa Eliza ke luar dari tempat itu tapi tidak sengaja dia bertemu dengan temannya yang sering nongkrong di tempat itu .


" Siapa Lin ,mangsa baru " Lintang menatap tajam temannya .


" Bukan urusanmu ,tunggu aku di tempat biasa " Ucapnya pada temannya yang berjumlah 3 orang .


" Kabari juga butuh bantuan " Lintang meninggalkan temannya kekuar dari mana pengawal wanita itu sudah menunggu di luar .


" Di mana mobil nya " Pengawal langsung membuka mobilnya .


" Kalian benar Pengawal nya kan " Lintang menatap mereka satu persatu .


" Tuan Tidak perlu khawatir karena kami di suruh tuan besar Radit " Lintang melotot kan matanya tajam .


Dia kenal siapa yang di sebut pengawal dan berarti yang di dalam mobil itu anaknya , Cucu nya atau cicit nya .


Lintang kembali masuk dalam mobil tanpa mereka tahu bahwa pria itu mengambil HP Eliza dan mengambil Nonya .


" Baiklah ,aku percaya sama kalian " Ucap Lintang tenang .


" Terimakasih ,kalau begitu kami pamit " Ucapnya lalu meninggalkan lintang yang masih berdiri di tempat nya .


Tidak berselang lama beberapa orang mendekati nya " Ikuti mobil itu jangan sampai mereka bohong " Ucap Lintang .


" Baik tuan " Jawab mereka lalu meninggalkan lintang ,dan Lintang pun kembali masuk dalam club' menemui teman² nya yang sudah menunggu nya bahkan mungkin nanti mereka akan menyerangnya dengan berbagai pertanyaan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat mobil memasuki kediaman Daddy Radit Naufal langsung berlari mendekati mobil dan mereka semua menunggu dengan wajah khawatir sejak tadi di depan pintu .


" Maaf tuan kami ..." Henry mengangkat tangan nya untuk tidak melanjutkan ucapannya .


" Princess " Panggil Naufal saat melihat Eliza di bangku belakang.


Naufal pun langsung mengangkat tubuh Eliza lalu mereka masuk dalam rumah menuju kamar Eliza .


" Biarkan dia istirahat " Ucap Henry menepuk pundak Naufal .


" Iya Dad " Ucap Naufal lirih .


Setelah itu mereka meninggalkan kamar Eliza satu persatu kini tinggal Naufal dan Queen yang berada di kamar itu .


" Apa kita salah langkah Mas " Naufal menggeleng tidak tahu.


" Aku takut Eliza membenci kita mas " Naufal menggegam tangan Queen sekalipun matanya berfokus pada Eliza .


" Sejak kecil dia di ajarnya dengan kelembutan begitu juga denganmu, kamu selalu mengajarkan anak² untuk tetap kuat,lembut ,dan tidak takut apa pun " Naufal menghela napas " Dan aku yakin Eliza tidak akan melakukan hal itu pada mu atau pun yang lainnya " Lanjutnya lagi .


" Tapi Eliza ...." Naufal langsung memeluk Queen " Dia akan baik² saja ,ini pertama untuknya mungkin tubuhnya tidak menerima nya dengan baik " Lanjutnya lagi .


Eugh


keduanya menatap ke arah Eliza yang sedang memegang kepala nya .


" Shiiit minuman apa tadi " Gumamnya pelan lalu kembali menutup matanya .


" Kita temani Eliza iya " Naufal mengaguk patuh lalu menatap Eliza begitu lekat .


" Sekarang dia sudah besar bahkan di ulang tahunnya dia merayakan dengan minuman " Naufal Tersenyum kecut " Aku tidak pernah membayangkan ini sebelumnya ,apa nanti aku akan siap berpisah Dengan nya bahkan dia meminta izin untuk kuliah ke luar negeri saja itu sudah berat untukku ,lalu bagaimana nantinya dia meminta izin untuk berkeluarga " Queen paham maksud sang suami karena dia pernah berada di posisi ini saat akan menikah dengan Naufal dan Henry lah yang merasa keberatan .


" Kita bisa demi kebahagiaan Eliza " Ucap Queen tersenyum Naufal pun mengaguk Tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward sebagai novel favorit kalian


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟