One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
meminta izin



Sepulang dari kediaman Arif , Randy terus tersenyum hingga mereka sampai di rumah utama hingga membuat Della kebingungan .


" Apa mas sudah gila " Randy menatap Della .


"Anggap saja seperti itu " Lidah Daffa berdecak .


" Ya dan semoga itu benaran terjadi " Jawab Bara ,tapi Randy hanya diam saja memilih ke kamarnya .


" Anak² sama kami ya bang " Ujar Davin ,karena Elea sudah tertidur


" Iya Opa " Jawab Edward .


" Langsung istirahat ,ingat Nova lagi hamil " Ujar Henry menatap Edward.


" Hebm "


Setelah berpamitan satu persatu sudah mulai memasuki kamar mereka masing-masing .


" Cape " Nova menggeleng " Kenyang " Jawabnya sambil tertawa .


" Ganti baju ayo " Nova menurut mengikuti langkah Edward ke dalam kamar mandi .


Setelah selesai keduanya ke ruangan ganti baru ke tempat tidur .


" Daddy " panggil Nova pelan .


" Hebm " Jawab Edward seadanya .


" Pengen mau pulang " Edward langsung menatap Nova " Kangen sama ayah sama ibu sama nenek nur juga " Lanjutnya lagi .


" Sama anak² " Nova mengaguk cepat .


" Tapi Abang lagi banyak kerjaan baby " Ujar Edward serius .


" Kami pulang lebih dulu,nanti Abang nyusul " Jawab Nova .


" Lalu sekolah anak² " Tanya Edward .


" Seminggu saja boleh " Ujar Nova memohon.


" Boleh ,nanti aku antar kalian baru aku kembali ke sini " Nova menggeleng cepat " Abang di sini saja ,kami sama pengawal saja " Ujar Nova cepat .


" Nanti aku pikirkan lagi " Putus Edward .


" Makasih " Nova langsung memeluk Edward dengan erat .


" Ayo istirahat " Nova hanya mengaguk sebagai jawabannya m


🪵


🪵


🪵


🪵


Pagi ini meja makan tampak ramai dengan kehadiran Jose dan Davin di mana mereka terus berdebat sekalipun tidak terlalu penting.


" Oma " Panggil Edward pelan .


" Iya " Jawab Elvi menatap Edward " Nova mau sesuatu " Lanjut nya dengan lembut .


" Tidak, tapi Edward mau minta tolong boleh " Henry menatap Edward dengan kening mengerut kedua tangan nya di naikan ke atas meja " Jangan macem-macem ,jika tidak ingin Opa mengeluarkan anakmu sekarang juga " Ancam Henry tapi Edward hanya biasa saja .


" Nova pengen mau pulang tapi Edward tidak bisa menemani mereka " Ujar Edward,Nova langsung menatap suaminya .


" Kan Nova bisa sendiri Abang " Ujar Nova cepat .


" Kalau sama mereka ,aku lebih tenang baby " Jawab Edward menatap sang istri .


" Tapi Kan Oma ...."


" Biar Opa sama Oma Ana yang temani mereka , Oma Elvi harus mengurus Daddy Radit " Ujar Jeje lembut, sekalipun mereka selalu bergantian mengurus Daddy Radit tapi Elvi lah yang lebih aktif dibandingkan mereka .


" Tidak Usah memikirkan Daddy " Ujar Daddy Radit .


" Abang tidak papa kan " Ujar Elvi lembut menatap Sang Cucu .


" Abang tidak masalah ,asal mereka ada yang temani biar Edward lebih tenang ,nanti weekend Abang jemput mereka karena Abang juga lagi banyak kerjaan " Jawab Edward .


" Anak mommy di bawah " Tanya Adara .


" Iya Mom " Jawab Nova tersenyum kuda .


" Kan cuma seminggu Sayang ,Tidak kangen sama kakek dan nenek " Ujar Nova lembut .


" Kangen tapi kami sekolah " Jawab Enzi .


" Nanti Daddy kasih tahu Miss kalau Abang,kakak sama ade libur seminggu " Enzi dan Ethan langsung menggeleng dengan cepat " Ethan akan ikut sama Daddy weekend ke sana nya " Putus Ethan .


" Tapi kak, Bunda kan perginya Lusa atau besok kalau kalian tidak ikut pasti Ade juga tidak ikut !! Masa Bunda pulang sendirian " Ujar Nova Sedikit kecewa .


" Tapi kami sekolah Bunda , Rachel sama Richard sekolah juga " Timpal Enzi .


" Biar Mommy bujuk mereka dulu ya " Ujar Adara lembut .


" Ya mom " Jawab Nova lirih,menatap Enzi dan Ethan , sedangkan kedua putri mereka hanya terdiam saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Tenanglah ,mommy pasti bisa membujuk mereka " Ujar Edward menatap sang istri yang hanya terdiam semenjak berdebatan nya dengan kedua putranya .


" Kalau tidak gimana " Tanya Nova dengan cemberut .


" Aku akan menghukum mereka " Nova langsung menatap Edward " Jangan " Ujarnya dengan cepat .


" Lalu " Tanya Edward yang tetap fokus pada kemudi nya .


" Terserah ,tapi jangan menghukum mereka !! Abang itu sudah sering menghukum mereka " Jawab Nova .


" Karena itu caraku mendidik mereka , dunia ini keras Baby jika mereka lemah banyak orang-orang yang akan menindas mereka " Jawab Edward serius.


" Tapi mereka masih kecil Abang " Ujar Nova .


" Kalau sudah besar ,aku tidak akan menghukum mereka tapi langsung aku berikan pukulan " Nova semakin melototkan matanya .


" Abang " Pekik Nova kesal ,tapi Edward hanya memberikan senyuman nya .


" Harusnya dulu aku pikir panjang sebelum menikah dengan Abang " Ujar Nova kesal .


" Apa sekarang kamu menyesal ,mau berpisah " Tanya Edward menatap sekilas ke arah Nova .


" Bukan begitu ,tapi tahu Ah " Nova membuang pandangannya ke arah Luar .


" Baby " Nova mendengus kesal lalu menjatuhkan kepalanya di pundak Edward dan memeluk pinggang pria itu " Puas " Edward mengaguk mencium kening Nova .


" Fokus " Cibir Nova kesal .


Sedangkan di mobil lain pagi ini Vika ikut ke Rangga keperusahan entahlah apa yang di inginkan wanita hamil generasi kedua itu ,karena generasi pertama adalah El dan yang ketiga adalah Nova .


Sehingga Rachel dan Richard harus di asuh oleh Raine, sekalipun selama ini memang Riane yang mengasuh mereka di bantu ana dan Elsa karena Elvi dan Adara akan fokus pada baby four dan Daddy Radit tapi sesekali Ana dan Elsa turun tangan juga mengurus baby four .


" Abi " Panggil Vika pelan


" Nanti singgah di depan sebentar ya mau beli pukis " Lanjutnya lagi .


" Tempatnya bersih koh ,enak juga " Ujarnya lagi saat Rangga hanya diam .


" Hebm " Jawab Rangga seadanya.


Rangga memarkirkan mobilnya di pinggir jalan lalu ke luar dari mobil .


" Yang keju saja Bi " Rangga hanya diam tanpa menimpali Ucapan sang istri yang berteriak .


" Astaghfirullah, terimakasih engkau selalu memberikan hamba kesabaran Tuhan " Gumam Vika sambil mengelus dadanya .


Beberapa menit kemudian Rangga kembali sambil membawa pesanan istri nya lalu memberikan pada Vika .


" Ada lagi " Tanya Rangga menyalakan mobilnya .


" Tidak ini saja " Jawab Vika lembut " Abi mau " Rangga menggeleng pelan " Makanlah " Jawab nya lalu menjalankan mobilnya menuju perusahaan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟