One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Erland dan Nova



" Boleh gabung " Nova menatap ke sumber suara lalu mengaguk .


" Maaf ,aku Panggilnya apa ini ?? Kaka ipar atau kakak Nova " Lanjutnya lagi lalu duduk di samping Nova tentunya berjarak .


" Nova saja " Erland menggeleng " Kakak El saja memanggilmu Kaka Nova ,jadi Erland panggil seperti itu saja " Putusnya .


" Baiklah, senyaman nya saja " Ucap Nova .


" Selama Erland di sini kakak Nova banyak menyendiri atau Hoby Kaka menyendiri iya " Nova tertawa kecil .


" Hanya suka saja karena memang aku suka sendiri ' Jawab Nova .


" Berarti namanya Hoby kak, apa tidak ada hoby yang lebih menantang " tanya Erland mengerutkan keningnya.


" Itu menantang bahkan lebih menantang ,bahkan kamu saja tidak akan sanggup karena sudah terbiasa bicara terus " Ucapnya sambil tersenyum .


" Dukun iya " Tanya Erland yang ikut tersenyum .


" Kakak tidak nyaman berada di sini " Tanya Erland menatap lurus ke depan .


" Nyaman ' Jawab Nova .


" Wajah kakak itu sangat terbaca kalau kakak tidak nyaman " Nova menatap Erland sekilas lalu kembali menatap ke depan .


" Apa karena Abang sibuk " Tanya Erland menatap Nova " Abang itu selain dingin, datar, irit bicara sibuk lagi " Lanjutnya .


' Itu karena sudah tanggung jawabnya " Ucap Nova .


" Kakak Nova benar, syukur Erland anak terakhir kalau anak pertama mungkin akan seperti Abang " Ujar Erland .


" Atau mungkin akan menikah juga " Lanjutnya .


" Kamu punya pacar " Erland menggeleng " Kuliah psikologi menguras otak dan tenaga serta waktu makan ku kak, jadi Erland tidak punya waktu untuk itu " Jawab Erland .


" kalau kakak butuh teman cerita Erland bisa "Ujar Erland .


" Mau cerita apa " Tanya Nova tertawa kecil .


" Kakak tahu kenapa aku bilang kakak tidak nyaman ,karena kakak sering menampilkan senyuman palsunya pada siapa pun jika ad ayang bertanya pada kakak , menghindari kontak mata ,lalu jawaban yang selalu singkat ,kakak juga jarang ikut bergabung jika tidak dengan Abang " Ucap Erland .


" Apa aku salah " Nova hanya diam menunduk .


" Aku sedikit tahu ,kenapa kakak berada di sini tapi mungkin itu salah satunya " Ucap Erland .


" Saya hanya bingung saja " Jawab Nova lirih .


" Apa yang membuat kakak bingung " Tanya Erland menatap Nova yang masih menunduk .


" Tidak ada " Jawab Nova mengakat wajahnya lalu tersenyum .


" Kakak mau jalan tidak ,jalan² saja sekitar rumah mungkin itu bisa membuat kakak tenang " Nova menatap Erland .


' Biar Erland yang minta izin sama mommy dan yang lainnya " Nova terdiam sejenak hingga akhirnya dia mengaguk .


Mungkin dia sedikit lebih baik ,karena jujur selama di rumah utama dia hanya beberapa kali ke luar rumah Mungkin bisa di hitung dengan jadi selebihnya dia hanya berdiam diri dalam rumah besar itu .


" Kalau begitu kakak tunggu di sini iya " Nova menahan tangan Erland saat pria itu akan berdiri .


Gluk


Erland menelan ludahnya kasar lalu menatap tangan nya jujur hatinya tidak baik² saja tapi dia akan bersikap selayaknya .


" Kakak berubah pikiran " Nova menggeleng lalu melepaskan tangan dari lengan Erland.


" Apa kita tidak izin sama Abang mu " Tanya Nova terbata .


" Kalau kita sudah mendapat kan izin mommy dan lainnya itu sama saja kita sudah mendapat kan izin Abang " Ucap Erland .


" Baiklah " Jawab Nova ,Erland Kembali masuk dalam rumah besar itu mencari penghuni nya hingga dia berhenti di ruangan keluarga.


" Kenapa " Tanya Henry saat melihat Cucu nya yang sudah memasang wajah manisnya .


" Kakak Nova mau minta ke luar ,tadi tidak sengaja Erland ke belakang dia meminta tolong apa boleh " Izin Erland sedikit berbohong .


" Kenapa tidak meminta pelayan atau yang lainnya " Tanya Elvi ,tapi Erland menaikan bahunya seolah dia tidak tahu .


" Jangan lama ,nanti abangmu marah ini juga sudah sore " Ucap Daddy Radit .


" Iya Eyang" Erland Menengadah kan tangan nya ke arah Henry " Money " Ucapnya sambil menggoyangkan tangannya Tersenyum .


" Apa kamu akan terus memeras Opa " Erland mengaguk Tersenyum " Nanti Opa transfer ' Erland langsung menarik sudut bibirnya dengan lebar .


" Oma semoga panjang umur " Ucapnya menunduk kepalanya .


" Karena hidup Opa tergantung Oma ,jadi Erland hanya mendoakan Oma " Lidah Henry berdecak .


" Manis sekali mulutmu " Cibir Erland .


" Kalau begitu Ade pergi dulu " Pamit Erland


" Jangan terlalu lama, hati² bawah kakak Nova " Ucap Adara


" Siap Mom " Jawab Erland di sela langkah nya .


" Bawa Pengawal kalau kamu bawa mobil sendiri " Teriak Jeje


" Iya Opa " Balasnya dengan berteriak


" Erland sudah minta izin ,kakak nova pakai jaketnya dulu " Ucap Erland yang sudah berada di dekat Nova .


" Apa mommy mengizinkan " Erland mengaguk " Ayo kata Opa jangan lama di luarnya soalnya bahaya " Nova langsung berdiri berjalan pelan ke dalam rumah sedangkan Erland mengikuti dari belakang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidak terlalu jauh Erland membawa Nova di taman yang dekat dengan rumah karena dia tidak ingin mengambil resiko setidaknya di sini masih wilayah keluarga nya jadi tidak akan ada yang berani .


Pengawal juga berdiri di dekat mereka sedangkan Nova dan Erland sudah menutup wajah mereka dengan masker dan topi .


Nova menatap sekeliling nya banyak orang yang ikut duduk di taman itu bukan hanya orang dewasa tapi orang tua dan anak-anak pun ikut bermain di sana mungkin karena sore jadi bisa seramai itu .


" Erland " Erland hanya diam saja " Apa jika aku bercerita kamu akan mengadu pada keluarga mu " Tanya Nova lirih .


"Tergantung apa dulu yang kakak ceritakan " Jawab Erland .


" Tidak jadi " Erland tertawa kecil " Cerita saja kak, setidaknya itu membuat perasaan kakak jauh lebih baik, dan kakak bisa berpikir lebih tenang lagi bukannya ibu hamil harus berpikir sehat " Ucap Erland .


" Aku tidak tahu harus memulai dari mana,tapi memikirkan itu membuatku sesak " Nova menjeda ucapannya menarik napas panjang" Aku menjalin hubungan dengan Abang saat dia SMA sesekali dia ke Paris bukan sesekali 2 atau 3 kali dia ke sana ,hingga akhirnya kami berpisah karena hanya salah paham ,kami di pertemukan kembali saat aku berkerja di perusahaan Daddy dan aku jadi sekertaris Abang , selama 7 tahun aku kira Abang sudah melupakan kejadian itu nyata nya tidak dia selalu mengungkit bahkan tidak segan dia mengeluarkan kata kasar, sampai akhirnya Abang mencium ku awalnya aku bingung tapi lama kelamaan aku ikut membalas mungkin karena aku masih mencintai nya karena memang dari awal aku yang memulainya ,tapi saat semua itu selesai dia membuatku seperti wanita bayaran saat dia membayar ku hanya karena sebuah ciuman " Nova Tersenyum sinis " Sejak saat itu aku tidak terlalu peduli karena bagaimanapun aku di depannya baginya aku hanya wanita murahan hingga kami melakukannya dan dia mengatakan ingin bertanggung jawab " Ucap Nova .


" Jangan di teruskan kalau tidak mampu " Nova menggeleng , berhenti pun bukannya sudah bercerita .


" Hingga akhirnya pagi harinya mommy menemui ku " Erland menatap Nova karena memang dia tidak tahu tentang yang itu " Mommy memintaku menjauhi Abang , karena bagi mommy aku tidak pantas untuk Abang ,aku hanya wanita murahan yang menginginkan harta kalian dan mommy menginginkan Eliza yang menjadi istri Abang ,dan aku meminta waktu seminggu bersama Abang hingga akhirnya aku meninggalkan Abang " Ucap Nova.


" Sebulan berada di desa aku tidak sadar kalau aku hamil karena aku tidak mengalami apa pun seperti ibu hamil pada umumnya ,tanpa aku sadar jika yang merasakan itu adalah Abang ,dari situ mereka mulai mencari ku karena Opa Davin yakin kalau aku hamil " Lanjutnya .


" Jadi kepergian mu karena mommy ,bukan karena keinginan mu sendiri " Nova mengaguk Tersenyum tipis .


" Sebelum mommy menemui ku ,malamnya Abang membawa Nova ke rumah dan kamu bisa menebaknya " Erland hanya bisa terdiam .


" Erland ,apa menurutmu aku salah jika berpikiran keluarga mu baik hanya karena kehamilanku dan meminta Abang menikahi ku " Tanya Nova .


" Aku tidak bisa menyalahkan kakak atau membenarkan kakak, Tapi apa yang mereka lakukan sekarang Kakak bisa merasakan sendiri karena kakak punya hati " Jawab Erland .


" Dan untuk pernikahan ,Abang tidak akan melakukan hal konyol itu jika memang dia tidak menginginkan nya , sekalipun kakak hamil anak Abang jika dia tidak mencintai kakak untuk apa Abang membuang waktunya menikahi kakak, keluargaku bisa menutupi hal sekecil itu termaksud anak² Abang, bukannya aku merendahkan kakak atau berkata sombong tapi keluarga ku bisa melakukan apa pun itu termaksud menutup identitas kakak Nova sebagai ibu kandung mereka " Lanjutnya .


" Begitu juga keluarga ku ,kenapa harus baik padamu jika itu hanya karena anak yang kakak kandung bisa saja kakak di minta tinggal di tempat lain dengan pelayan yang menemani kakak dan saat anak itu lahir kami akan mengambil mereka dan memberikan imbalan dalam arti kompensasi untuk kakak " Ucap Erland


" Untuk Kaka Eliza , mungkin kakak Nova sudah tahu dia buka bagian dari kami tapi dia tetap kakak tertua kami setelah Abang , sekuat apa pun mommy menginginkan Eliza menjadi istri Abang itu semua akan percuma karena Eyang orang pertama yang akan menantang itu begitu juga yang lainnya, sekalipun mereka saling mencintai karena itu sudah aturan yang Eyang buat sekalipun tidak di buat mereka tetap akan menantang Kecuali aunty Queen tidak menikah dengan Uncle Naufal kamu Paham kan Maksud ku karena tidak etis Xana memanggil Abang kakak ipar sedangkan Daddy dan Aunty Queen saudara kandung " Nova mengagukan kepalanya .


" Kakak Nova hanya bermain dengan pikiran kakak tanpa kakak sadari jika itu membuat kakak semakin terluka, buka hati kakak !! Lupakan semuanya itu hanya sebuah salah paham tanamkan kata² itu " Ucap Erland .


" Apa itu artinya aku yang salah " Erland menggeleng " Kakak tidak salah kakak hanya kurang terbuka pada keluarga ku " Jawab Erland .


" Aunty Vania juga dulu tidak di setujui dengan Uncle hanya karena beda keyakinan tapi Kaka bisa lihat sekarang, Kakak tinggal di rumah itu sudah lama bukan hanya karena kakak hamil jadi sudah tahu bagaimana keluarga ku jika membenci seseorang " Ucap Erland memberikan contoh pada Nova .


" Aku akan mencoba , terimakasih sudah meluangkan waktu mu, maaf jika aku sempat berpikiran buruk pada mommy dan yang lainnya " Erland mengagukan kepalanya .


" Maaf tuan ,Non " Erland dan Nova menatap pengawal .


" Tuan Henry meminta untuk kembali sedikit lagi waktu nya tuan Edward akan kembali " Erland menatap jam tangannya lalu mengaguk .


" Ayo kita harus kembali " Nova berdiri di bantu Erland lalu dia melepaskan tangan Erland menuju mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟