
Seperti ucapan Nenek Nur pagi harinya mereka sudah ke kota untuk melakukan USG, sebenarnya Nova tidak terlalu peduli sih asal kehamilannya baik² saja itu sudah cukup tapi dia tidak ingin membantah apa lagi Nenek Nur begitu semangat ingin melakukan USG bahkan wanita paru baya itu begitu senang dan antusias atas kehadiran calon anaknya .
Nova hanya tersenyum melihat tingkah Nenek Nur bahkan di bus pun Nova yang duduk di dalam nenek Nur duduk di bagian ujung takut nanti Nova kesenggol dan yang lainnya .
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung mengambil nomor antrian lalu duduk seperti yang lainnya .
Hingga tiba giliran Nova masuk dan Nenek Nur langsung berdiri menemani Nova, Setelah di persilahkan duduk kini mereka sudah berhadapan dengan dokter .
" Apa keluhannya Bu " Tanya dokter .
" Tidak ada Dok, saya hanya ingin USG " Jawab Nova.
" Apa sebelumnya sudah memeriksanya atau menggunakan testpeck " Tanya dokter .
" Belum Dok tapi kemarin sudah ke bidan katanya saya hamil ' Jawab Nova .
" Mual muntah di pagi hari atau yang lainnya " Tanya dokter .
" Tidak dok, makanya saya tidak tahu hanya saja aku belum datang bulan " Jawab Nova .
" Kalau begitu kita periksa iya, suster " panggil dokter .
" Ayo Non " Nova langsung berdiri begitu juga Nenek nur menemani Nova .
Dokter mendekati tempat tidur pasien setelah melihat Nova sudah naik ke atas dan memperlihatkan perut nya .
" Kita periksa dulu iya " Nova mengaguk " Jangan tegang iya rileks saja " Lanjut nya dengan lembut .
" Lihat layar iya " Nova dan Nenek Nur langsung menatap layar yang di samping Nova .
Dokter mulai menggerakkan alat USG di atas perut nova dengan pelan sambil menatap ke layar .
" Lihatlah titik hitam itu " Ujar dokter .
" Itu janinnya Bu ,Tapi tunggu dulu " Dokter kembali memastikan apa yang dia lihat .
" Kenapa dok ,apa ada masalah dengan cucuku " Tanya Nenek Nur menatap dokter begitu juga Nova yang mulai takut .
" Bukan Tapi...." Dokter terus menatap ke layar " Seperti Cucu nenek bukan hanya satu " Ujar dokter tersenyum lalu menatap Nenek Nur " Maksudnya dok " Tanya Nenek serius .
Dokter menatap Nova sambil tersenyum " Selamat Cucu Nenek ada 4 " Ucapnya sambil menatap Nenek Nur .
Nova yang mendengar itu hanya bisa terdiam ,cairan bening ke luar dari ujung matanya .
" empat Dok " Tanya nenek Nur memastikan .
" Iya Nek " Nenek nur langsung memeluk Nova " Selamat nak, Nenek janji akan merawat kalian ' Ujar Nenek Nur bahagia .
" Jangan menangis iya ' Nova hanya mengaguk,nenek Nur menghapus air mata Nova dengan pelan .
" Usianya berapa dok " Tanya Nenek Nur .
" 4 Minggu Nek, semua keadaan baik iya panjang dan bertanya sama " Ujar dokter .
" Banyak makan buah dan sayuran iya ,ikan, daging jangan makan seafood dulu bisa kalau sesekali tapi jangan terlalu sering apa lagi yang masih mentah " Ujar dokter lembut .
" Iya Dok " Jawab Nova lirih .
Makasih bang, setidaknya aku bisa memiliki mereka terimakasih semoga Abang sama Zaza bahagia di sana Ucap Nova dalam hati .
Setelah pemeriksaan Nova dan Nenek nur kembali ke tempat duduk berhadapan dengan dokter .
" Saya resepkan vitamin saja iya, karena Mba nya tidak mual nanti bulan depan ke sini lagi,jangan lupa minum susu hamil iya karena itu sangat baik untuk perkembangan janin terserah Mba saja mau rasa apa " Ujar dokter lembut .
' Dok ,bisa tidak Vitaminnya di banyakin saja , soalnya tempat kami jauh " Ujar Nova gugup .
" tinggalnya di mana " Tanya Dokter lembut .
" Desa xx Dok " Dokter langsung melototkan matanya " Apa di sana tidak ada medis Mba kenapa ke sini ?? kandungan Mba masih muda masih rentan ke guguran jangan terlalu kerja yang berat apa lagi guncangan yang terlalu sering itu bisa membahayakan mba " Nova Langsung menatap nenek Nur .
" Di sana ada bidan kan " Nova mengaguk " Untuk sementara periksa dulu ke sana tiap bulannya ,nanti saya resepkan vitaminnya sampai usia kandungan Mba 4 bulan nanti ke sini lagi, susunya beli yang banyak iya " Ujar Dokter lagi .
" Iya Dok, terimakasih " Uajr Nova Tersenyum.
" Iya Dok " Jawab Nenek Nur .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ceklek
" Daddy " Panggil Edward berjalan ke arah sofa dengan wajah lesuhnya .
" Mau minum cendol " Ujarnya saat menjatuhkan bokong di sofa .
" Cendol " Edward mengaguk " Kamu tahu cendol " Tanya nya pada Reza .
"Tidak tuan " Jawab Reza .
" Ada lagi " Tanya Raymond, Edward menggeleng .
" Za hubungi anak buahmu beli cendol " Ujar Raymond .
" Abang mau Eyang yang bikin Dad bukan beli ' Raymond dan Reza langsung melotot kan matanya tajam .
" Abang jangan aneh² ,Eyang mana bisa buat " Edward membaringkan tubuhnya di sofa " Abang mau nya gitu Dad ' Jawab Edward .
Raymond menatap Reza yang hanya mengaguk,hanya helaan napas yang ke luar dari mulut Raymond .
Lalu dia menelpon Daddy Radit dan berharap pria itu mau melakukan apa yang di minta putranya .
Tut .....Tut ....
" Iya "
" Opa sibuk " Tanya Raymond basa basi.
" Kenapa " Tanya Daddy Radit .
" Maaf ,Abang mau minum cendol tapi Opa yang buat " Raymond menghentikan ucapannya " Ray sudah mewarkan beli tapi dia tidak ingin " Lanjutnya pelan .
" Kenapa dia malah meminta Opa yang bikin, apa dia kira Opa bisa masak " Raymond menjauhkan ponselnya sambil menatap Reza " Kata Reza kalau tidak di ikuti nanti cicit buyut Opa ileran Lo " Reza melotot kan matanya saat mendengar ucapan Reza .
" Aku tidak peduli " Jawabnya ketus ,lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak .
Raymond meletakan ponselnya dia yakin Daddy Radit akan membuat nya .
" Apa Nova baik² saja Dad " Tanya Edward tanpa merubah posisi nya .
" Kita hanya bisa berdoa dan berusaha mencari nya Bang " Edward menghela napas panjangnya .
" Abang hanya takut kalau dia tidak makan dengan baik Dad atau tidak bisa mengontrol kondisinya ke rumah sakit, Daddy tahu dia mengembalikan kartu yang aku berikan " Ujar Edward dengan helaan napas panjang .
" Apa perlu kita lapor kantor polisi Dad " Tanya nya lagi .
" Tidak bang, itu bisa membuat mereka dalam bahaya jika sampai ada yang lebih dulu menemukan mereka atau ada yang berpikiran buruk pada mereka terutama Nova " Edward Kembali terdiam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...
Maaf sebelumnya jika beberapa hari ini tidak up karena lagi bantu² ipar kebanjiran
Sekali lagi author minta maaf dan terimakasih untuk semuanya 😘😘😘😘
dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘