
Sepulang dari belanja masing-masing langsung memasuki kamarnya dengan raut wajah lelah tapi itu hanya para wanita karena setelah makan mereka kembali berburuh hingga membuat para pelayan pun ikut kelelahan karena banyaknya permintaan dari para wanita penguasa itu .
" Papa bisa Bicara sebentar " Reza mengehentikan langkahnya menatap Rangga ,lalu mengaguk .
" Papa ganti baju dulu baru ke kamar " Jawab Reza .
" Iya Pa " Jawab Rangga lalu masuk dalam kamar nya begitu juga Reza
Rangga menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan kasar lalu merogoh ponsel dalam saku celananya .
" Miss you dek " gumamnya sambil menatap layar ponselnya di mana ada sosok wanita yang sudah sejak lama menepati hatinya .
Tidak berselang lama Reza masuk membuat Rangga menatap ke arahnya .
"Kakak kenapa " Tanya Reza lembut .
" Boleh Kaka libur kerja , mau ketemu dengan Vika"Ucap Rangga serius .
" Berapa lama " Tanya Reza .
" Seminggu Tidak di hitungan dengan perjalan " Jawab Rangga, Reza menatap anak sulungnya dalam diam .
" Apa kakak berniat menikah muda " Rangga terdiam sejenak hingga akhirnya membuka suara " kakak tidak memikirkan itu tapi kalau dia siap kakak sanggup " Jawabnya serius .
" Kamu tahu keluarga mereka yang paham akan agama kak, tapi bukan berarti kita tidak paham akan itu , Papa hanya tidak ingin kamu melewati batasmu apa lagi kamu akan ke sana bertemu dengan nya " Reza menjeda ucapannya " Papa pernah merasakan apa yang kamu rasakan dan Papa tidak bisa menahan itu " Ucap Reza serius .
" Kalau kakak serius, Papa akan bicara sama Uncle Adrian !! Papa yakin mereka sependapat dengan Papa karena mereka lebih mementingkan itu di banding berhubungan tanpa kejelasan sekalipun antara kamu dan Vika itu jelas "Rangga hanya bisa terdiam .
" hubungan kalian baik² saja " Rangga mengaguk " Baik Pa " Jawab Rangga jujur .
" Baiklah ,besok Papa akan bertemu dengan Uncle Andrian jika sudah Papa akan pikirkan kamu bisa ke sana atau tidak " Rangga menghela napas panjang.
" Kamu paham kan maksud Papa " Rangga mengaguk pelan .
" Apa kamu iri dengan Abang mu " Rangga menatap sinis ke arah Reza " Apa tidak ada pertanyaan yang lebih bagus " Jawabnya ketus membuat Reza menarik bibirnya ke atas .
Ceklek
Kedua pria beda usia itu menatap ke arah pintu seorang wanita masuk yang sudah memakai pakaian tidur yang di tutupi jubahnya .
" Dari tadi di cariin nyatanya di sini " Reza merentangkan tangannya yang langsung di sambut Raine lalu duduk di samping Reza .
" Tumben, lagi rapat iya " Tanya Raine menatap ke dua pria itu .
" Sayang kalau Rangga menikah menurutmu gimana " Raine menatap Rangga lalu menatap Reza .
" Kakak siap " Tanya Riane menatap sang putra .
" Kalau Vika siap, Rangga tidak masalah " Raine menatap suami nya " kalau Papa " tanya Riane .
" Kenapa bertanya padaku, yang jalanin kakak bukan aku " Jawab Reza mengerat kan pelukannya pada Riane ..
" Mama tidak masalah kalau kakak ingin menikah tapi apa Kaka sudah sanggup, Mama hanya takut saat nanti ada perdebatan kecil kakak memilih pisah apa lagi kakak bermain kasar Sekalipun Mama yakin kamu tidak akan melakukan hal memalukan itu !! Hubungan rumah tangga itu bukan main² Kak " Ucap Raine serius .
" Besok aku akan bicara pada Adrian mana baiknya " Ucap Reza.
" Aku ikut ,aku merindukan nya " Reza menggeleng " Ini urusan pria sayang " Ucap Reza .
" Baiklah, pikirkan baik² kak, kalau kakak siap biar nanti Mama yang bilang sama yang lainnya begitu juga dengan Opa Jose dan Oma Aqila " Ucap Riane lembut .
" Koh Papa sama Mama iya² saja " Protes Rangga menatap ke dua orang tuanya .
" terus kami harus bagaimana , Mama malas mempersulit hidup kak, mengurus kalian saja sudah sulit .....Aaawwww sakit Pa " Ucap Raine kesal saat Reza menggigit pipinya hingga meninggal kan bekas .
" Jaga Ucapanmu " Tegur Reza dingin .
" Maaf maksud Mama bukan begitu " Rangga mengaguk tersenyum "
" Seperti kata Papa yang jalanin nanti kakak, Mama hanya minta apa pun yang terjadi kedepannya jangan ada kata perpisahan jika masih bisa di selesaikan dengan baik maka selesaikan begitu juga sebaliknya sekalipun sulit bicaralah dengan baik " Rangga mengaguk " Tapi nanti selesai pembahasan pernikahan kakak Zaza iya soalnya masih ada pertemuan dengan orang tua Lintang " Ucap Raine .
" Kamu bisa bertahan kan, burung kakak amankan " Ucap Raine menatap ke arah bawah membuat Rangga menutup asetnya .
" Mama " Pekik Rangga kesal membuat Riane tertawa .
" Benarkah, Berarti kakak sering melihat ...." Raine memicing kan matanya menatap Rangga sambil tersenyum seringai .
" Ayo ,jangan menggoda anakmu ,kamu harus berkerja malam ini " Ucap Reza menarik sang istri .
" Tunggu Pa " Ucap Raine lalu menatap sang putra " Enak kan kalau sudah ke luar " Lanjutnya sambil menaikan alisnya dan menahan senyumnya .
" Mama " Teriak Rangga memenuhi Kamar nya membuat Riane tertawa .
" Ayo pa, aku tidak sabar ingin di masuki rasanya itu sangat Aaahhhh " Reza langsung menarik paksa sang istri membuat wanita itu sedikit berlari.
" Jangan membuat otak anakmu rusak " Riane hanya tertawa kecil sedangkan dalam kamar Rangga menatap ke bawah lalu berlari kedalam kamar mandi .
" Mama sudah Gila " Umpat Rangga kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
' Lo Nova mana Bang " Tanya Mommy Ellena .
" Tidur Eyang, semalam dia tidak bisa tidur karena sakit belakang nya, tidak nyaman " Jawab Edward menarik kursi nya .
" Iya sudah nanti sebentar mommy lihat " Edward menggunakan kepalanya mengambil Sarapan nya yang sudah di siapkan .
" Daddy " Raymond menatap El " Kakak Iqbal mau ketemu Daddy " Raymond menaikan alisnya sebelah .
" buat " El menggeleng tidak tahu " Baiklah suruh dia ke perusahaan saja " Jawab Raymond .
" Iya Dad " Jawab El .
" Jangan aneh-aneh iya dek " Ucap Edward membuat wanita itu menatap nya .
" Maksud Abang " Tanya El .
" Jangan dulu menikah " Semua orang menatap ke arah Edward .
" Kenapa Abang berpikiran sampai ke sana " Tanya El bingung .
" Abang hanya bicara saja " Jawab Edward tenang .
" Tapi pasti ada alasannya ,Abang saja sudah menikah bahkan akan punya anak " Jawab El .
" Apapun itu ,Abang tidak setuju jika Ade menikah sekarang " Jawab Edward serius .
"Apa menikah itu tinggal bersama " Celetuk Dilla
" Tidak, menikah itu tinggal ramai² " jawab Alan Tersenyum .
" Seperti kita " Alan mengaguk kepalanya " Berarti Diela sudah menikah " Alan kembali mengaguk membuat Della terdiam dan fokus pada makanan nya .
sedangkan yang lainnya hanya diam saja ,karena jika menjawab wanita yang bertubuh mungil itu akan terus bertanya sampai dia merasa puas .
Saat semuanya tengah fokus makan , ponsel Edward berdering .
" Kenapa Bang " Tanya Henry saat melihat perubahan wajah Edward .
" Nova " Jawabnya sambil memperlihatkan ponsel nya .
" Lihat dulu, mungkin dia kira Abang sudah keperusahan " Edward mengaguk meninggalkan sarapan nya menuju kamarnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘