
" Apa yang kamu lakukan pagi buta di sini " Tanya Jeje menatap Davin yang baru saja ikut bersama mereka untuk sarapan .
" Mengambil jantung mu " Jawab Davin ketus .
" kamu sudah dapat " Tanya Henry menatap Davin .
" Itu kenapa aku di sini " Jawab Davin ,mengambil Sarapan nya sendiri .
" Tidak bisa kah kamu ke sini setelah sarapan ,kamu membuat porsi makan kami berkurang " Ujar Alan .
" Dari siapa " Tanya Henry serius .
" Dari orang yang sudah tidak ingin hidup " Jawab Davin tenang .
" Vin " Tegur Henry rendah .
" Aku tidak mungkin memberikan jantung yang buruk untuk Mommy ,dan untuk orang nya itu cukup aku yang tahu " Jawab Davin dengan helaan napas " Apa kami tidak bisa tahu mas " Ujar Ana menatap Davin .
" Kalian cukup tahu mommy sehat, dan yang lainnya biar urusan ku " Jawabnya tenang .
" Keluarga nya bagiamana apa mereka setuju,kamu tahu Daddy atau mommy tidak mau menerima dari hasil gelap atau paksaan " Ujar Alan bersuara .
" Aku tahu,aku ke sini ingin bicara dengan kalian tentang keluarga nya " Jawab Davin mengentikan gerakannya .
" Baiklah ,kita lanjutkan dulu " Ucap Henry .
" El nanti bawa Ade nya main sama Rangga iya " Ujar Reza pada El .
" Iya Pa " Jawab El sambil mengaguk .
Setelah makan para pria langsung ke ruangan kerja sedang kan para wanita menemani para baby dan juga Della dan sebagian ke kamar Daddy Radit .
" Apa yang kamu ingin katakan " Tanya Henry mengangkat tangannya di atas meja kerjanya yang kini sudah menjadi milik Raymond tapi karena ada dia makalah dia lebih pantas duduk di sana .
" Aku bingung harus bagaimana , sebenarnya ada dua pasien yang satunya bisa di katakan bisa sembuh dan yang satunya memang sudah tidak ada harapan lagi ,tapi kendalanya di keluarganya mereka menginginkan harga yang mahal beda dengan pasien yang satunya mereka tidak menginginkan sepersen pun dia ikhlas agar mommy bisa sehat sekalipun dia tidak yakin karena umur seseorang tidak tergantung pada jantung yang akan dia berikan nantinya " Ucap Davin .
" Perlihatkan pada kami fotonya " Davin menghela napasnya mengeluarkan ipadnya .
" Usia mereka sama tapi hanya beda isi kepala ,jika satunya tenang uang maka satunya tidak " Ujar Davin .
" Yang mana yang menginginkan Uang " Tanya Raymond ,Davin langsung menunjuk foto yang sebelah kiri .
" Wajahnya Tidak asing " Ujar Alan .
" Kau benar ,berapa usianya " Tanya Jeje menatap Davin .
" Memang tidak asing karena dia ibu kekasihmu dulu " Cibir Davin ketus .
" Maksud mu " Tanya Alan menatap Davin " Tidak penting " Jawab Davin .
" Berapa yang di mau " Tanya Reza to the poin .
" Davin " Davin menghela napasnya panjang " Dia ibu dari wanita Yang dulu kamu pelihara di apartemen puas " Alan langsung melotot kan matanya tajam " Bagaimana bisa " Tanya Alan sedikit kaget .
" Jangan bertanya padaku jika tentang nya ,aku ke sini hanya ingin membahas mommy " Ujar Davin telak .
" Bukan begitu, kamu yakin hanya itu tujuannya tidak ada tujuan lain " Ujar Alan serius .
" Kita punya anak buah mengurusnya jika dia punya niat jahat ,dan yang harus kamu tahu dia sudah beberapa kali menikah lalu cerai, itu yang aku tahu " Ujar Davin
" Apa permintaan nya " Tanya Henry .
" Sebuah rumah mewah, mobil ,dan uang " Jawab Davin .
" nominal " Tanya Raymond .
" 5 M ' Jawab Davin dengan helaan napas membuat Alan semakin syok .
" Aku akan mengurus " Jawab Reza tanpa pikir panjang .
" Jangan gila nak , dia tidak mungkin meminta sebanyak itu tanpa tujuan " Ucap Alan cepat .
" Untuk sekarang fokus dulu pada keadaan Oma Pi,jika semuanya baik kita bisa mengurusnya kita tidak memungkin memberikan secara cuma² padanya ,Untuk rumah dan Mobil kita bisa memanipulasi seolah itu sudah miliknya dan uang kita bisa memberikan dalam bentuk Cek dan itu bertahap jadi kita bisa sambil memantaunya jika memang tidak ada hal yang mencurigakan kita bisa lepas sepenuhnya " Terang Reza .
" Bagiamana Hen " Tanya Davin .
" kapan rencana operasi nya " Tanya Henry tanpa menjawab pertanyaan Davin .
" Secepatnya aku akan mengurusnya " Jawab Davin, Henry mengeluarkan ponselnya menelpon Jose .
"Ke rumah ada hal penting, tentang mommy " Ujar Henry to the poin.
Tut ...Tut ...
Jose langsung mematikan panggilan saat mendengar ucapan Henry .
" Tunggulah bagaimana pun kita perlu pendapat Jose " Ujar Henry memutar pena yang sejak tadi berada di kedua jarinya .
" Apa dengan ini kamu yakin mommy bisa sembuh seutuhnya " Tanya Jeje
" Organ itu butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri jika sudah berada dalam tubuh dan sebelum itu juga kami harus terus memantau perkembangan mommy " Jawab Davin .
30 menit kemudian saat mereka tengah fokus suara pintu terbuka membuat mereka menatap ke sumber suara .
" Mommy kenapa " Tanya Jose terbata lalu duduk di samping Rangga .
Davin kembali menjelaskan pada Jose hingga membuat pria itu menatap Alan yang seperti nya tidak setuju .
" Berikan saja ,kita tidak akan jatuh hanya karena uang yang dia minta , terlepas apa maunya itu bukan urusan kita " Jawab Jose serius .
"Pribadi atau perusahaan " Tanya Reza tenang
" Pribadi ,jangan mengambil uang perusahaan karena itu milik karyawan " Ujar Raymond menatap para pria di sana .
" Baiklah " Ucap Reza .
" Apa mommy sudah tahu " Tanya Jose .
" Belum ,aku ingin mendengar suara kalian baru kita bicara sama mommy " Ujar Davin .
" Lan " Panggil Jose yang menatap Alan terdiam.
" Jangan katakan apa pun pada Elsa , aku tidak ingin dia salah paham " Ucap Alan .
" Kenapa harus salah paham ,kita tidak meminta padanya doa sendiri yang menawarkan diri " Ucap Jeje bingung .
" Entahlah " Alan menjatuhkan tubuhnya di sandaran sofa memejamkan matanya kuat .
" Maaf Opa belum membentuk anak²mu saat sudah kembali " Edward mengaguk tersenyum " Tidak papa Eyang " Jawab Edward .
" Semua aman " tanya Jose lagi .
" Aman ,besok kami akan menjemput Nora " Jawab Edward .
" Baiklah besok Opa akan di sini dengan Uncle mu " Edward hanya mengaguk .
" Kakak Gimana aman " Tanya Jose menatap Rangga .
" Aman Opa, mungkin bulan depan Vania kembali " Jose mengagukan kepalanya " Papa jangan macem² iya ,kasih tahu istri Papa itu jangan asal setuju jika tidak ingin Reza marah ' Jose mengaguk tersenyum .
" Mama mu hanya menghargai saja Son ,tidak ada niat yang lain " Jawab Jose serius .
" Awas saja kalau Mama ikut campur urusan Rangga aku sendiri yang akan menghadapi istri Papa itu " Jose hanya tertawa kecil .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟