
Terhitung seminggu sudah usia pernikahan Edward dan Nova ,kedua orang tua serta Nenek Nur pun sudah kembali 4 hari yang lalu ke desa , sekalipun berat tapi Nova juga tidak ingin egois karena kedua orangtuanya masih berkerja pada keluarga besar suaminya sekalipun hanya menjaga rumah .
Padahal sebelumnya Henry sudah meminta mereka untuk tetap pindah di rumah itu tapi ayah Nova menolak secara halus,dengan alasan rumah yang mereka tempati rumah pemberian kedua orang tuanya,padahal sebagian waktu mereka habis di rumah orang tua Elvi hanya sesekali Kembali ke saja .
Nova menghabiskan banyak waktunya di kamar, dia hanya akan ke luar saat makan saja karena dia di larang melakukan apa pun pada penghuni rumah itu , keluarga Edward juga tidak menuntut apa pun pada Nova asal dia nyaman saja itu sudah cukup .
Waktu sudah pukul sore berarti pertanda Edward dan yang lainnya akan kembali ,Nova berdiri menyiapkan pakaian untuk suaminya baru ke kamar mandi menyiapkan air hangat karena sepulang kerja Edward akan mandi air hangat .
Ceklek
Baru saja mendudukkan bokong nya di sofa ,pintu kamarnya sudah terbuka dari arah luar .
" Sudah pulang " Edward hanya mengaguk,menyimpan tas kerjanya ,membuka pakaian yang melekat di tubuhnya baru masuk dalam kamar mandi .
Nova duduk kembali dia menyalahkan TV itulah keseharian nya karena Edward belum mengijinkan Nova memegang ponsel,jika ingin menelpon orang tuanya di memakai ponsel Edward .
20 menit berlalu Edward ke luar langsung menuju ruangan ganti sedangkan Nova hanya fokus pada gambar di depannya .
" Di kamar lagi " Tanya Edward menghampiri Nova.
" Iya " Jawab Nova seadanya.
" Kenapa tidak ke luar " Tanya Edward yang sudah duduk di samping Nova .
" Tidak papa, suka saja di kamar " Jawab Nova Tersenyum .
" Suka atau menghindar " Nova memilih diam " Sampai kapan " Lanjutnya lagi dengan helaan napas .
" Maaf,Aku akan berusaha sebaik mungkin " Ucap Nova lirih .
" Iya terserah ,Aku Cape " Edward memilih berdiri meninggal kan Nova ke luar dari kamar .
Nova mematikan TV nya, lalu ikut menyusul suaminya tujuannya ruangan keluarga tempat mereka berada di sana .
" istrimu mana Nak " Tanya Elvi lembut .
" Kamar Oma " Jawab Edward seadanya .
" Koh di tinggal tidak di bawah ke sini " Tanya Elvi lagi .
" lagi menelpon dengan ibu " Elak Edward.
" Abang sudah mandi " Edward menatap ke arah sumber suara " Sudah Mom " Jawabnya Tersenyum .
" Nova " tanya Adara.
" Lagi teleponan sama besanmu " jawab Elvi ,Adara hanya menggaguk saja .
" Koh istri Abang jarang kumpul " Tanya El yang memang sudah berada di sana sejak tadi bersama mereka sebelum Edward ikut bergabung .
" Mau kumpul juga mau ngapain " Tanya Edward sekenanya .
" Iya kumpul saja,biar hanya duduk " Jawab El .
" Bukannya itu sudah kebiasaan kita ,sore dan sebelum tidur kaya gitu ,tapi El perhatikan kakak Nova kebanyakan di kamar hanya ke luar saat makan saja " Lanjut El .
" Memang kamu ingin kakak iparmu berkerja " Tanya Riane Tersenyum .
" Bukan begitu Aunty tapi aneh saja ,apa orang hamil selalu begitu tapi Aunty saat hamil Della tidak begitu bahkan waktu Aunty kebanyakan di mall belanja " Ucap El.
" Semua orang hamil beda² Sayang, mungkin Nova lebih nyaman berada di kamar " Jawab Elvi .
" sejam saja dalam kamar El sudah bosan,apa kakak Nova tidak " Ujar El lagi .
" Bukannya tadi Oma sudah bilang semua orang beda " Jawab Rangga .
" Kakak El tulalit " Celetuk Della membuat El langsung menatap nya tajam.
" Hei anak kencur ,tahu dari mana kata itu " Della menunjuk Raine yang hanya tersenyum .
" Jangan mengajari nya yang tidak² " Tegur Reza .
" Maaf Pa " Jawab Riane tersenyum .
"kak hanya bertanya Rangga ,soalnya aneh saja sebelum dan setelah menikah tidak ada perubahan hanya berada di kamar ,apa dia takut sama kita " Tanya El .
" Tapi itu tidak mungkin karena dulu dia pernah tinggal di sini, kalau begini aku memerlukan Kaka Zaza untuk berpikir ,Abang sih kenapa tidak menikah saja sama kakak Zaza sih " Ucap El kesal .
" Jangan aneh-aneh " Jawab Edward .
" Menangnya kenapa ?? Kaka Zaza baik, pintar ,cantik ,lembut yang pastinya sayang sama El " Ujarnya Tersenyum bangga .
Kita hanya pendatang di sini nak, karena memang Bunda tidak pernah di inginkan Ucap Nova dalam hati .
Tanpa mereka sadari bahwa sejak tadi Nova sudah berada di dekat mereka hanya saat mereka mengobrol tentang nya dia memilih berhenti .
" Siapa pun istri abang mu ,El harus hargai itu begitu juga nanti yang lainnya " Tegur Raymond lembut .
" Iya Dad, tapi seru saja kalau istri Abang itu Kaka Zaza karena kami satu pikiran ' Jawabnya tertawa kecil .
" Nona Nova ,kenapa di sini " Semua orang menatap ke arah sumber suara .
" Ah Nova mau ke sofa Bi ,tadi lagi Istirahat sebentar soalnya cape " Jawab Nova kaget lalu melanjutkan langkah nya .
" Maaf Nova telat " Ucap Nova Tersenyum lalu duduk di samping Edward.
Semua orang saling melirik bertanya lewat sorot mata dan berharap apa yang di ucapkan El tadi tidak di dengar .
" Kakak Nova sudah lama di sana " Tanya El terbata .
" Belum, tadi baru istirahat tapi bibi sudah bikin kaget " Ucapnya Tersenyum kuda .
" syukurlah " Jawab El polos .
" Ade " Tegur Adara ,El langsung menutup mulutnya " Maaf " Jawab El .
Kamu bisa Nova ,anggap apa yang kamu dengar hanya nyanyian berlalu begitu saja, sekalipun hanya karena anak²mu kamu berada di sini tapi kamu harus kuat perjalanan mu masih panjang Ucap Nova menyemangati diri nya sendiri .
" Maaf Tuan ,nyonya " Ucap pelayan membawa kan minuman dan kue untuk mereka .
" Non " Nova menerima piring buah dari pelayan " Makasih BI " Ucap Nova lembut .
" Iya Non " Jawab pelayan lalu meninggalkan ruangan itu .
" Minggu depan pemeriksaan kandungan iya Nak " Tanya Adara lembut.
" Iya Nyonya " Edward hanya bisa memejamkan matanya mendengar jawaban Nova.
" Kalau berat untuk berjalan jauh , Periksa saja di rumah ini nanti Aunty Amanda yang periksa " Ucap Elvi .
" Tapi jangan lupa transfer iya " Ucap Rifat Tersenyum.
" Uncle sudah kaya , masa Aunty periksa kakak Nova saja bayar " Cibir El .
" Uncle mu hanya bercanda El " Jawab Henry .
" Oh kirain beneran, nanti El ikut iya tidak sabar ingin melihat anak Abang walau hanya lewat layar sih " Ucapnya Tersenyum membuat mereka ikut tersenyum .
" Tidak takut tersaingi " Tanya Jeje .
" Tidak, kan itu anak Abang ,kecuali anak Opa baru El marah karena nanti Opa tidak bisa urus " Jawabnya tertawa kecil .
" Opa masih kuat iya " Ucap Jeje .
" Opa hanya tidak ingin menyaingi yang muda " Lanjutnya dengan bangga .
" Alasan " Cibir Alan .
" Diam kamu " Ucap Jeje .
" Menyaingi atau tidak ingin kembali puasa " tanya Henry sinis .
" Keduanya,sesak kalau kelamaan tahan !! Kepala ku nyut-nyutan rasanya mau pecah " Jawabnya sambil tertawa kecil .
" Kalau yang itu aku setuju " Timpal Rif'at
" Aku Yes " Jawab Radhi tertawa membuat yang lain ikut tertawa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟