
Tiga hari sudah mommy Ellena melewati masa kritisnya tapi belum ada tanda² untuknya membuka mata,Daddy Radit terus menemani sang istri dari pagi sampai sore dan malam harinya Henry dan yang lainnya menjaga mommy Ellena bergantian.
Malam ini Yang bertugas menjaga mommy Ellena Raymond dan Reza setelah makan malam kedua pria itu langsung menuju rumah sakit.
" Apa kamu yakin dengan keputusan Rangga " Tanya Raymond .
" Aku sendiri bingung ,tapi sepertinya dia serius " Jawab Reza .
" Apa dia langsung akan duduk di perusahaan " Reza mengagguk sebagai jawaban " Karena itu sudah tanggung jawabnya , Rehan akan mengajarnya dengan pelan " Jawab Reza .
" Edward juga meminta pendapat kalau Nova akan kembali ke sana menjadi sekertaris nya tapi aku belum memberikan respon, apa kamu sudah bicara sama Rangga untuk duduk di sana " Reza menggeleng .
" Belum " Jawab Reza .
" Ha....us " Ujar mommy Ellena lirih,sejak kedatangan Raymond dan Reza Mommy Ellena sudah sadar tapi sangat sulit membuka ke dua matanya hingga secara perlahan dia mulai membuka kedua matanya hingga berhasil .
Tapi nyatanya kedua pria itu terlalu fokus hingga akhirnya keduanya di kagetkan dengan botol yang jatuh di atas meja samping tempat tidur .
" Oma " Pekik keduanya langsung berdiri mendekati tempat tidur mommy Ellena ,dengan cepat Reza langsung menekan tombol .
" Oma mau minum " Mommy Ellena hanya mengagguk pelan, Raymond langsung membuka botol minum baru lalu mengambil sedotan yang sudah tersedia di situ " Maaf ,tadi Ray sama Reza tidak dengar ,maaf " Ujar Raymond memberikan minum pada mommy Ellena .
Tidak berselang lama beberapa dokter masuk kelamaan ruangan perawatan Mommy Ellena ,Reza dan Raymond pun mempersilahkan mereka untuk memeriksa Mommy Ellena .
" Telepon Daddy atau Papa " Reza mengagguk lalu ke luar dari ruangan itu.
" Keadaan nyonya besar jauh lebih baik, kita hanya tinggal memastikan jantungnya menyesuaikan dengan tempat barunya dan kami akan terus mengontrol nya sekalipun sejauh ini tidak ada masalah " Ujar Dokter setelah memeriksa Mommy Ellena .
" Iya terimakasih " Jawab Raymond .
" Baik tuan ,kalau begitu kami pamit kalau ada papa bisa langsung hubungi kami " Raymond hanya mengaguk " Mari Tuan ,nyonya besar " Pamit para dokter meninggalkan ruangan itu .
" Ada yang sakit " tanya Raymond lembut .
" Nyeri " Jawabnya lirih.
" Hanya sebentar setelah mommy sembuh rasa nyerinya akan hilang " Mommy Ellena hanya tersenyum " Opa ada di rumah besok baru ke sini menemani Oma " Lanjutnya lagi .
" Tidak papa " Jawab Mommy Ellena .
" Daddy sama ayah Davin akan ke sini " Ujar Reza saat sudah berada di ruangan .
" Iya " Jawab Raymond .
" Oma " Mommy Ellena membalas sapaan Reza dengan senyuman .
" Anak² sehat " Tanya mommy Ellena lirih .
"Sehat Oma " Jawab Raymond " Jadi Oma harus cepat sehat anak² menunggu Oma " Lanjutnya dengan lembut .
" Bisa Oma minta tolong " Raymond dan Reza saling menatap lalu mengaguk pelan .
" Bisa minta Lintang, Vika ,sama Iqbal ke sini " Raymond dan Reza menaikan alisnya sebelah " Untuk apa Oma " Tanya Reza bingung .
" Ada yang ingin Oma katakan ,bisa " Jawab Mommy Ellena pelan .
" Reza akan usahakan ,tapi kalau Oma sudah sehat " Ujar Reza .
" Iya " Jawab Mommy Ellena.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Mommy ikut iya Dad " Ujar Elvi menatap Henry .
" Anak² sama siapa Mom, kasian kalau Adara mengurus nya sendiri sedangkan Ray ada di sana " Bujuk Henry dengan lembut .
" Ada Aqila ,Mba Elsa dan yang lainnya " Ucap Elvi .
" Di rumah saja ,kami hanya memastikan keadaan mommy setelah itu kami kembali " Ujar Henry .
" Kalau begitu aku ikut saja " Henry menarik napasnya panjang " Lalu Enzi sama Elea sama siapa " Tanya Henry .
" Iya Mas ,Elvi sejak kemarin ingin ke sana tapi selalu tidak jadi " Timpal Nabilla .
" Ambil jaketnya " Elvi langsung meninggalkan ruangan keluarga berlari kecil ke kamarnya .
" Kalau mereka rewel langsung telepon " Ujar Henry menatap Nabilla .
" Iya Mas " Jawab Nabilla .
" Apa Mommy sudah di periksa " Tanya Jeje .
" Seperti nya sudah tadi kata Reza dokter lagi memeriksa nya " Jawab Henry .
" Sudah Dad " Ujar Elvi .
" Ayo " Davin langsung berdiri dari duduknya lalu mengikuti Henry dan Elvi .
" Bawa anak² masuk ke kamar " Ujar Jose .
" Oma ,Nora sama kalian boleh " Ujar Edward menatap Aqila .
" Beberapa hari ini Nova kurang istirahat nya karena Nora rewel " Lanjutnya
" Apa nanti dia tidak rewel " Tanya Jose .
" Nova tidak papa bang " Ujar Nova menatap Edward .
" Nanti kamu sakit kalau di paksakan terus " Jawab Edward .
" Semalam tidurnya sudah enakan Opa , semoga malam ini juga kalau dia rewel panggil Abang saja " Ucap Edward .
"Nanti nyusahin Bang " Ucap Nova lirih .
" Tidak papa Nak ,mumpung kami di sini " Jawab Aqila lembut .
" Kamu harus memikirkan keadaan mu juga ,kalau kamu sakit bagaimana nanti mereka mau ASI, wajahmu saja terlihat pucat " Jawab Amanda
" Tapi Aunty ...."
" Berikan Nora sama Opa " Dengan berat hati Nova memberikan Nora pada Jose .
" ASI nya ada kan bang " Tanya Vania .
" Ada Aunty " Jawab Edward .
" Sudah ayo istirahat " Ucap Jeje berdiri .
Sesampainya di kamar Edward dan Nova langsung membersihkan diri setelah itu mengganti pakaian tidur lalu merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur .
" pintunya tidak kunci kan bang, takut nya nanti kalau anak² rewel kita tidak dengar kalau mereka panggil "Tanya Nova .
" Iya, pintunya tidak kunci biar nanti mereka bisa langsung masuk " Jawab Edward.
" Ayo istirahat,jangan memikirkan anak² mereka aman bersama Mommy dan yang lainnya " Nova mengaguk lalu masuk dalam pelukan Edward .
" Nyaman " Edward hanya tersenyum saja " Tidurlah kalau itu membuat mu nyaman " Nova mengaguk lalu memejamkan matanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟