One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Belum waktunya



Saat semuanya tengah berkumpul Raymond melihat kedatangan Morgan dan Arif .


" Ke ruangan " Ucapnya lalu meninggalkan yang lainnya di gazebo di luar sudah berganti malam tapi mereka masih asik di luar .


" Tunggu iya " Raine mengaguk ,kalau sudah begini Adara dan Riane hanya bisa menurut .


" Kebiasaan, lagi kumpul kerja lagi . " Omel Erland .


" Biar adek banyak uang " Jawab Raymond Tersenyum .


" Apa ada lagi masalah Hen " Tanya Jose .


" Bisa jadi " Ucap Henry .


" Aku melihat pengawal kalian seperti melihat malaikat maut itu baru dua belum lagi satunya " Henry dan Jose tertawa kecil " Wajah mereka lebih seram dari setan " Lanjutnya lagi .


" sariawan bang ,dari tadi diam saja " Ucap Gani .


" Mulutku berharga jika hanya berbicara tidak penting " Jawabnya dingin .


" Abang serius pacaran sama Bianca " Tahu Ghozi .


" Kenapa ?? Kamu mau pacaran juga dengan nya " Ghozi menggeleng cepat " Masih cantik Oma dari pada dia " Jawabnya cepat .


" Berarti benar bang " Tanya Afifah .


" Sejak kapan kalian bodoh, apa kalian tidak bisa lihat dia seperti apa ?? " Jawab Edward .


" Siapa tahu Abang berbaik hati menerimanya " Timpal Salwa .


" Kalau Abang mau sama Salwa gimana " Goda Edward .


" Tidak mau " Tolak Salwa .


" Kenapa " Tanya Alister Tersenyum


" Nanti Salwa jadi janda muda, jadi Abang Salwa saja berat apa lagi istri " Alister tertawa kecil mendengar ucapan sang anak .


" Lagian kalian itu saudara " Ucap Jose lembut .


" Gimana apa makhluk dua nya itu masih hidup " Tanya Davin.


" Untuk sekarang masih, tidak tahu besok " jawab Henry .


" Daddy " Pekik Ela dan syahzani .


" Apa ?? memang benar kan " Ela dan syahzani mendengus saja .


" Aku laporin papi nanti " Ucap Ela .


" Iya , Daddy tunggu di sini " Jawab Henry .


" Sudah " Raymond mengagguk lalu duduk di samping Adara .


" Kaka Reza mana " Tanya Riane .


" lagi ambil kunci mobil " Jawabnya " Mau ke mana " Tanya Raine menatap Raymond .


" Ada urusan di luar " jawabnya .


" Mas juga " Raymond mengaguk " Aku pergi dulu ,jangan menungguku mungkin agak telat langsung istirahat , CUP " Ucap Raymond .


" No "


" Kenapa " tanya Edward .


" Fokus sama sekolahmu, nanti Abang akan tahu " Edward berdecak kesal .


" Papa sama ayah tidur di sini " Jose dan Davin mengaguk saja .


Kalau sudah begini berarti ada yang tidak beres entahlah siapa lagi dalangnya sekarang .


" kalian siapkan " Alister dan Xavier hanya mengaguk saja .


" Hati" " Ucap Ela yang di balas senyuman .


" Kami pamit mom Dad " Ucap Raymond .


" Jangan tidur sebelum aku kembali " Ujarnya pada Rifat dan Radhi .


" Iya ,hati² kak " Raymond mengaguk lalu meninggalkan mereka .


" Mau ke mana " Tanya Raine saat Reza sudah di dekatnya " Cari gadis , CUP " Reza mencium kening sang istri " Makan ,minum susunya sama vitaminnya " Ucap Reza.


" Cari di mana gadisnya " Tanya Raine .


" Di Simpangan depan ,aku jalan iya " Ucap Reza .


" Papa mau menikah lagi " Tanya Randy polos .


" Iya ,biar kamu ada adik lagi " Jawab Reza seadanya .


" Papa jangan aneh² iya ,atau adek bawa Mama pergi " Reza hanya mengaguk saja meninggalkan mereka .


Edward menatap kepergian Raymond dan yang lainnya merasa curiga, dia sedikit tahu tentang kerjaan Daddy nya di luar tapi tidak tidak berani bertanya terlalu jauh .


Apa lagi Raymond selalu menolak nya dengan tegas dengan alasan belum waktunya .


" Daddy mu akan baik² saja " Jose menepuk punggung Edward dengan lembut .


" Apa ada yang belum Abang tahu " Jose hanya membalas nya dengan senyuman .


Elvi mengelus punggung sang suami sekalipun dia terlihat tenang tapi sebagai seorang ayah melihat anaknya pergi pasti ada perasaan tidak tenang.


Begitu juga Davin,Jose , Adara,Riane , Ela , syahzani mereka hanya bisa berdoa dalam hati


Aqila dan nabilla hanya bisa menenangkan hati suami mereka sekali pun mereka Sendiri juga takut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟