
Saat semuanya tengah berkumpul Raymond melihat kedatangan Morgan dan Arif .
" Ke ruangan " Ucapnya lalu meninggalkan yang lainnya di gazebo di luar sudah berganti malam tapi mereka masih asik di luar .
" Tunggu iya " Raine mengaguk ,kalau sudah begini Adara dan Riane hanya bisa menurut .
" Kebiasaan, lagi kumpul kerja lagi . " Omel Erland .
" Biar adek banyak uang " Jawab Raymond Tersenyum .
" Apa ada lagi masalah Hen " Tanya Jose .
" Bisa jadi " Ucap Henry .
" Aku melihat pengawal kalian seperti melihat malaikat maut itu baru dua belum lagi satunya " Henry dan Jose tertawa kecil " Wajah mereka lebih seram dari setan " Lanjutnya lagi .
" sariawan bang ,dari tadi diam saja " Ucap Gani .
" Mulutku berharga jika hanya berbicara tidak penting " Jawabnya dingin .
" Abang serius pacaran sama Bianca " Tahu Ghozi .
" Kenapa ?? Kamu mau pacaran juga dengan nya " Ghozi menggeleng cepat " Masih cantik Oma dari pada dia " Jawabnya cepat .
" Berarti benar bang " Tanya Afifah .
" Sejak kapan kalian bodoh, apa kalian tidak bisa lihat dia seperti apa ?? " Jawab Edward .
" Siapa tahu Abang berbaik hati menerimanya " Timpal Salwa .
" Kalau Abang mau sama Salwa gimana " Goda Edward .
" Tidak mau " Tolak Salwa .
" Kenapa " Tanya Alister Tersenyum
" Nanti Salwa jadi janda muda, jadi Abang Salwa saja berat apa lagi istri " Alister tertawa kecil mendengar ucapan sang anak .
" Lagian kalian itu saudara " Ucap Jose lembut .
" Gimana apa makhluk dua nya itu masih hidup " Tanya Davin.
" Untuk sekarang masih, tidak tahu besok " jawab Henry .
" Daddy " Pekik Ela dan syahzani .
" Apa ?? memang benar kan " Ela dan syahzani mendengus saja .
" Aku laporin papi nanti " Ucap Ela .
" Iya , Daddy tunggu di sini " Jawab Henry .
" Sudah " Raymond mengagguk lalu duduk di samping Adara .
" Kaka Reza mana " Tanya Riane .
" lagi ambil kunci mobil " Jawabnya " Mau ke mana " Tanya Raine menatap Raymond .
" Ada urusan di luar " jawabnya .
" Mas juga " Raymond mengaguk " Aku pergi dulu ,jangan menungguku mungkin agak telat langsung istirahat , CUP " Ucap Raymond .
" No "
" Kenapa " tanya Edward .
" Fokus sama sekolahmu, nanti Abang akan tahu " Edward berdecak kesal .
" Papa sama ayah tidur di sini " Jose dan Davin mengaguk saja .
Kalau sudah begini berarti ada yang tidak beres entahlah siapa lagi dalangnya sekarang .
" kalian siapkan " Alister dan Xavier hanya mengaguk saja .
" Hati" " Ucap Ela yang di balas senyuman .
" Kami pamit mom Dad " Ucap Raymond .
" Jangan tidur sebelum aku kembali " Ujarnya pada Rifat dan Radhi .
" Iya ,hati² kak " Raymond mengaguk lalu meninggalkan mereka .
" Mau ke mana " Tanya Raine saat Reza sudah di dekatnya " Cari gadis , CUP " Reza mencium kening sang istri " Makan ,minum susunya sama vitaminnya " Ucap Reza.
" Cari di mana gadisnya " Tanya Raine .
" Di Simpangan depan ,aku jalan iya " Ucap Reza .
" Papa mau menikah lagi " Tanya Randy polos .
" Iya ,biar kamu ada adik lagi " Jawab Reza seadanya .
" Papa jangan aneh² iya ,atau adek bawa Mama pergi " Reza hanya mengaguk saja meninggalkan mereka .
Edward menatap kepergian Raymond dan yang lainnya merasa curiga, dia sedikit tahu tentang kerjaan Daddy nya di luar tapi tidak tidak berani bertanya terlalu jauh .
Apa lagi Raymond selalu menolak nya dengan tegas dengan alasan belum waktunya .
" Daddy mu akan baik² saja " Jose menepuk punggung Edward dengan lembut .
" Apa ada yang belum Abang tahu " Jose hanya membalas nya dengan senyuman .
Elvi mengelus punggung sang suami sekalipun dia terlihat tenang tapi sebagai seorang ayah melihat anaknya pergi pasti ada perasaan tidak tenang.
Begitu juga Davin,Jose , Adara,Riane , Ela , syahzani mereka hanya bisa berdoa dalam hati
Aqila dan nabilla hanya bisa menenangkan hati suami mereka sekali pun mereka Sendiri juga takut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟