One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Bercak



Edward membuka pelan pintu kamarnya dia melihat Nova yang duduk di ujung tempat tidur sambil menunduk .


" Baby " Nova langsung menatap ke sumber suara dengan wajah yang di penuhi cairan bening .


" Kenapa " Tanya Edward langsung mendekati sang istri dan memeluk nya .


" Tadi ....ada....darah " Ucap Nova terbata membuat Edward melepaskan pelukannya .


" Darah di mana " Tanya Edward cepat .


" dalaman ku mau buang air kecil " Jawabnya dengan gugup .


" Tunggu di sini ok " Nova menggeleng karena dia sangat takut sejak tadi dia terus mengelus perutnya .


" Hanya sebentar ,depan pintu " Edward melepaskan tangan Nova yang menahan lengan nya .


" Daddy .....Mommy " teriak Edward dari depan pintu kamarnya .


" Opa .....Oma ....." Teriak nya lagi.


" Panggil manjikan kalian ke sini ,cepat " Titahnya pada pelayan yang berlari ke arahnya setelah itu dia kembali ke kamar .


" Apa perutmu sakit " Nova menggeleng pelan " Maaf aku tidak bisa menjaga mereka " Ucap Nova takut .


" Semua akan baik-baik saja Hm " Edward menghapus air mata Nova " jangan nangis semua akan baik-baik saja " Nova mengaguk pelan .


" Kenapa " Tanya Henry menghampiri Edward dan Nova di susul yang lainnya meninggalkan daddy Radit dan mommy Ellena.


" kata Nova ada darah yang keluar saat mau buang air kecil di ********** " Jawab Edward tenang sekalipun tidak dengan perasaan nya .


" Mau lahiran " Tanya Jeje .


" Masih 7 bulan Pi " Jawab Ana cepat .


" Sakit " Nova menggeleng pelan " Darahnya banyak ' Nova kembali menggeleng " Hanya bercak saja " Nova mengaguk .


" Tidak papa itu karena kamu kelelahan, istirahat saja Tidak takut jangan memikirkan apa pun nanti mereka ikut sakit " Ucap Amanda Lembut .


" Apa tidak di periksa sama Aunty " Tanya Edward menatap Amanda .


" Tidak papa, Nova hanya kelelahan mungkin karena semalam jadi istirahat saja dulu , Untuk senam nya libur dulu " Ucap Amanda .


Edward masih berjongkok di depan Nova sambil mengelus perut Nova dengan lembut .


" Apa tidak mau di USG dulu yank " Ujar Rif'at.


" Dia hanya kelelahan apa lagi semalam dia ikut mencari pakaian baby setelah mengisi tenaga nya " Amanda menekan perut Nova dengan pelan " Sakit " Tanya Amanda .


" Sedikit " Jawabnya pelan .


" Karena Aunty tekan atau memang sakit " Tanya Amanda lagi .


" Karena di tekan " Amanda menarik tangan nya " Sudah tidak papa ,untuk sementara biarkan Nova istirahat dulu perutnya bukan untuk di ajak jala jauh apa lagi seperti semalam dia mengandung bayi empat tidak seperti pada umumnya " Ucap Amanda .


" Jika tahu kenapa semalam hanya di lihat " Ucap Reza.


" Khilaf " Jawab Amanda Tersenyum kuda .


" Alasan " Cibir Riane .


" Kenapa kalian menyerang istri ku ,sadar kamu juga tadi malam seperti orang gila ,bahkan anakmu sudah besar saja masih saja kamu ingin dia terlihat bayi yang masih berumur 2 bulan " Cibir Rifat menatap adik nya .


" Kenapa jadi ribut sih " Ucap Elvi .


" Tahu itu anak mommy " Jawab Rif'at .


" Tidak papa kan aku tinggal ke kantor ,nanti aku kembali cepat " Ucap Edward menatap Nova .


" Nanti kami temani Nova bang " Ucap Elsa .


" Abang pergi saja tidak papa " Jawab Nova .


" Tapi jangan nangis lagi ,kasian baby " Nova mengaguk ' Maaf aku hanya takut " Edward mengaguk Tersenyum .


" Ayo kita sarapan dulu " Ucap Edward .


" Dek tolong kursinya " El langsung mengambil kursi roda Nova yan berada di dekat pintu masuk .


" Makasih " El hanya mengaguk Tersenyum sambil memegang kursi roda sedangkan Edward membantu sang istri .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Langsung ke atas " Ucap Reza pada Iqbal .


" Iya tuan " Iqbal mengikuti langkah mereka di belakang hingga mereka masuk dalam lift .


Tidak ada suara apa pun hanya ada keheningan hingga mereka sampai di atas pun .


Radhi, Edward dan Rangga langsung masuk dalam ruangan ,sedangkan Iqbal ikut bersama Reza dan Raymond ke ruangan .


" Duduk dulu " Iqbal langsung duduk di sofa sedang kan Raymond dan Reza memilih ke meja kerjanya .


beberapa menit kemudian keduanya ikut bergabung ke sofa .


" Ada yang ingin kamu katakan " Tanya Raymond menatap Iqbal anak dari sang pengacara keluarga nya yang sudah berkerja cukup lama dengan mereka .


"Sebelumnya saya minta maaf tuan ,tapi bisakah menghentikan ayah, saya sendiri yang akan Menganti nya " Raymond dan Reza masih terdiam menatap Iqbal .


" Alasannya " Tanya Reza kemudian .


" Ayah tidak sehat Tuan ,tapi saat kami meminta nya untuk berobat dia Tidak mau alasannya takut nanti keluarga tuan meminta bantuan sedangkan ayah sedang tidak bisa membantu jika ayah sedang menjalankan perawatan " Jawab Iqbal serius .


"Minta hasil pemeriksaan dari Alister " Ucap Raymond .


" Pak Dwi belum memeriksa kesehatannya tuan " Jawab Reza membaut Raymond menatap nya .


" Apa dia punya dokter pribadi yang lain " Tanya Raymond .


" Tidak ada tuan, ayah hanya takut memeriksakan dirinya setelah muntah darah sebulan yang lalu " Jawab Iqbal .


" Keras kepala, Minta dia ke rumah utama nanti malam " Ucap Raymond kesal .


" Baik tuan " Jawab Reza .


" Kembalilah ke kantor jangan membuat pak Dwi mencari mu " Ucap Raymond .


" Kamu bisa ikut nanti malam jika ingin " Lanjutnya lagi .


" Baik tuan , terimakasih !! Maaf sudah mengganggu waktu anda " Ucap Iqbal .


" Hebm "


" Permisi tuan " Pamit Iqbal lalu ke luar dari ruangan Raymond .


" Minta pemeriksaan sebelumnya pada Alister " Titah Raymond .


" Untuk semuanya " Lanjutnya lagi .


" Baik tuan " Jawab Reza


Lalu keduanya kembali ke meja kerjaan masing-masing .


Di ruangan lainnya Edward tengah fokus pada pekerjaan nya .


" Kakak " Rangga langsung menatap Edward .


" Tidak papa kan kamu menjalankan rapat sendirian " Tanya Edward .


" Iya bang tidak papa " Jawab Rangga .


Kenapa Rangga tidak memanggil Edward bos atau apa pun di kantor karena itu permintaan Edward sendiri begitu kuga Edward memanggil Rangga alasannya dia sudah terbiasa .


" Nanti di temani Uncle Radhi saja " Ucap Edward


" Iya Abang " Jawab Rangga .


" Abang kembali saja ,biar Rangga yang selesai kan " Ucap Rangga .


" Tidak papa, hanya menyelesaikan beberapa saja !! Nanti makan siang baru kembali " Jawab Edward .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟