
Hari ini Amanda memilih pulang lebih awal berharap anak² nya bahagia saat melihat nya kembali sebelum mereka pulang .
Tapi hingga yang lainnya kembali dia belum melihat ke dua anaknya, Hingga suara Bara membuatnya sedih .
" Kaka Daffi sama Qiandra ke perusahaan uncle " Amanda langsung menatap Bara " Apa mereka tidak mengatakan papa " Bara menggeleng pelan .
" Makasih nak ' Jawab Amanda sendu .
" Ganti baju kak ,dek langsung mandi iya baru turun makan buahnya " Tegur Vania .
" Iya Bu " Jawab mereka lalu kakak adik itu ke lantai 3 tempat tidur mereka .
" Abang sama kakak mu mana Sayang " Tanya Adara pada Eric .
" Biasa Mom ,ketemu Daddy sama Papa " Jawab nya .
" Tadi makan siangnya sampai Tidak " Eric hanya mengaguk sebagai jawaban .
" Mandi baru ke bawah iya " Bukannya menjawab Eric hanya menaikan jempolnya sehingga mendapat hadiah dari sang kakak .
" Apa mau Daddy menghukum mu karena mengabaikan mommy " Eric mendengus kesal .
" Iya ,maaf mom " Adara hanya tertawa kecil .
" Anak Mama sudah pulang " Randy hanya mengaguk,lalu mencium pipi Riane " Kaka mana " Tanya Raine yang baru dari dapur sambil membawa jus " Sama Papa " Jawbanya lalu meminum jus Riane .
" Mandi dulu ,nanti bibi bawakan " Randy mengaguk setelah meminum setengah jus Raine .
Amanda yang melihat itu hanya bisa terdiam,Adara ,Raine ,Vania begitu memperhatikan anak mereka ,lalu bagaimana dengan anak²nya .
Apa dia sudah terlalu egois pada mereka atau hanya perasaan nya saja .
" Amanda ke kamar dulu Dad mom " Henry dan Elvi hanya mengaguk sebagai jawaban .
" Apa kita buat kesalahan Dad " Tanya Riane yang baru sadar jika ada Amanda .
" Tidak ,habiskan jusmu ,biar cucu ku kenyang " Riane berdecak kesal .
" Apa Daddy lihat anak Raine ada yang busung lapar " Ucapnya kesal .
" BI bawakan buah anak² iya ,Daffi sama Qiandra tidak ada ,Edward sama Rangga juga " Ucap Elvi .
" Baik Nyonya " Jawab pelayan lalu pergi ke arah dapur .
Itulah kebiasaan cucu Henry saat pulang mereka akan makan buah terlebih dahulu karena Henry melarang mereka makan sembarangan dengan alasan kesehatan dan Henry pun sudah tidak meminum yang mengandung alkohol semenjak kelahiran Eric dan Erland .
Sekalipun sesekali dia minum tapi demi istri ,anak dan cucunya dia meninggal kan semua itu dengan alasan ingin hidup lebih lama .
" biarkan sayang " Elvi langsung menatap Henry " Tapi ..."
" Duduk " Titah Henry membuat Elvi langsung duduk .
Henry hanya menatap Amanda sekilas setidaknya mungkin dengan ini dia bisa lebih terbuka hatinya .
Sedangkan Adara, Raine dan Vania tidak tahu menahu karena memang ini lah mereka menyambut anak² pulang bukan hanya suami mereka yang di sambut .
Sedangkan di perusahaan Edward dan Rangga hanya duduk sambil memainkan Ponsel yang ada di tangan mereka .
Tidak berselang lama Ponsel Rangga berdering dan itu tanda panggilan .
" Iya dek " Reza langsung menatap Rangga ,dalam pikirannya Randy yang menelpon nya .
" Kaka di mana ?? "
" Di kantor , kenapa " Reza masih menatap Rangga yang sibuk menelpon tanpa menyadari jika Reza sudah menatap nya .
" boleh ke luar tidak "
" Sama siapa " Reza menaikan alisnya sebelah .
" Sama Umi "
" Hati², kalau ada papa bilang "
" Iya kak " Rangga menutup panggilan lalu kembali fokus pada ponsel nya .
Sedangkan Raymond yang melihat kekesalan Reza hanya bisa menggeleng .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Rifat sama anak² mana Nda " Tanya Raymond saat sampai di meja makan .
" Belum pulang Kak " Jawab Amanda seadanya, Raymond langsung menatap Reza .
" Apa ada laporan " Reza hanya mengaguk " Ada kak " jawab Reza .
" Ini sudah jam makan malam ,kenapa mereka belum pulang " Ucap Raymond menatap Reza .
" Ada kerjaan " Elak Reza , Raymond yang paham langsung terdiam mungkin ini ada kaitannya dengan pagi tadi .
Saat semuanya sedang makan makan , Rifat dan anak² baru saja memasuki rumah besar itu dan Rifat langsung ke meja makan sedang kan anak² langsung ke kamarnya .
" Sorry pulang telat " Ucap Rifat lalu mencium Henry dan Elvi lalu mencium Amanda .
" Anak² mana " Tanya Amanda menatap Rifat yang duduk di samping nya .
" Ke kamar " Jawab Rifat .
" Mau makan " Rifat menggeleng " Kami sudah makan " Ucap Rifat .
" Kami, Daffi dan Qiandra " Rifat mengaguk " Aku mandi dulu iya " Amanda hanya mengaguk saja .
Selera makannya hilang begitu saja, dia menunggu anak² serta suaminya sejak sore tadi ,tapi saat mereka pulang dia harus menerima kenyataan kalau suami dan anak²nya sudah makan malam di luar tanpa dirinya .
Padahal itu sudah kegiatan Rifat dan anak² nya seminggu sekali Mereka akan makan di luar tanpa Amanda sadari .
"Amanda makan " Ucap Elvi lembut .
" Iya Mom " Jawab Amanda lirih lalu menyantap makanan yang ada di depannya .
" Daddy " Raymond menatap Erland .
" Boleh Erland jajan " Raymond Masih diam " game baru " Raymond hanya mengaguk tapi tidak dengan Adara .
" Tidak boleh, mommy tidak setuju Ade sudah sering beli game iya " Ucap Adara memburu .
" Biarkan baby " Adara langsung menatap Raymond " Adara tahu Daddy banyak uang tapi jangan......"
" Anak² hanya ingin bersenang-senang apa susahnya ,aku banyak uang untuk mereka untuk kamu ,jika kamu hemat siapa yang akan menghabiskan lalu untuk apa aku kerja " Potong Raymond cepat .
" Anak² juga setiap Belanja kan duluan minta izin ,jika tidak mereka tidak akan membelinya karena mereka tahu konsekuensinya jika melanggar " Lanjutnya lagi .
" Tapi mahal Dad " Raymond hanya menepuk pundak Adara " Makan ok " Adara menatap sengit kearah anak bungsu nya yang hanya tersenyum menang .
" Makan baby " Adara mengaguk " Awas kamu " Ucapnya pada Erland .
" Daddy ,mommy menatapku " Aduhnya pada Raymond " siapa yang meminta mu mengancam anak² " Adara mendengus kesal ingin sekali memotong mulut Erland .
" Iya maaf " Jawabnya dengan kesal .
Raine melihat itu hanya bisa tersenyum karena sifat Raymond dan Reza Tidak jauh berbeda jika soal anak² bukan hanya Reza bahkan Saudara lakinya Alister ,Xavier ,Radhi ,Rifat sama saja .
jika mereka di suruh memilih mungkin mereka akan memilih anak lebih dulu ,tapi itu mungkin iya belum tentu iya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟