One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Kehidupan Baru



Sesampainya Edward dan Rangga di new York mereka sudah di sambut oleh sang kakak Eliza .


Wanita itu langsung memeluk kedua adiknya yang lempeng kaya kripik pisang lalu mencium pipi mereka satu persatu tanpa peduli dengan orang lain .


Ini dunia bebas toh mereka adiknya bukan sekalipun tidak memiliki darah yang sama .


" Ayo " Kedua nya hanya menurut saja , sedangkan barang mereka tentunya sudah di bawah pengawal Eliza ,karena ke dua manusia itu tidak menginginkan itu .


mereka akan hidup layak nya manusia pada umumnya tanpa nama Mateo .


Kini mereka sudah di mobil yang siap membawa mereka setelah penerbangan 23 jam, dan kini di new York sudah jam 6 sore maka di Indonesia jam 5 subuh karena di Indonesia lebih cepat dari new York .


" Tinggal di apartemen kakak dulu iya " Kedua manusia itu hanya diam .


PLak


PLak


" Sakit kak " Aduh mereka bersamaan " Makanya jawab " Keduanya hanya mengaguk .


" Ya Tuhan,kenapa kau kirim mereka ke sini aku ingin hidup tenang " Ucap Eliza kesal .


" Kami lelah " Ucap Rangga lalu merebahkan kepalanya di pundak Eliza begitu juga Edward .


" Berat Abang kakak " Gerutu Eliza tapi membiarkan kedua manusia itu bersandar .


" Gimana perasaan kakak " Tanya Edward .


" Baik, setelah kedatangan Oma sama Oma " Jawab Eliza .


" Kalau kedatangan kami " Ucap Rangga .


" Membuat perasaan kakak buruk " Ucapnya sambil tertawa kecil .


" Kakak "


" Iya "


" Kakak punya teman "


" Apa dia baik " Rangga mengagguk " Lalu apa dia tidak papa jika kamu di sini " Rangga Kembali mengaguk " dia memberikan aku ini " Rangga memperlihatkan gelang yang ada di tangannya " simpel tapi bagus kok, lalu kamu " Rangga menggeleng " Ah aku lupa kalau kalian manusia jadi²an " Rangga hanya tersenyum .


" Dia pakaian kerudung kak "


" Bisa hilang setan dan jin penghuni rumah kalau kamu membawanya ke sana " Ucapnya sambil tertawa kecil .


Setelah itu hanya ada keheningan di dalam mobil itu hingga mereka sampai di apartemen .


Lalu mereka menuju unit milik Eliza sedangkan barangnya pastinya sudah ada di apartemen mereka sendiri .


" Kakak membeli apartemen besar ini hanya untuk di tinggali sendiri ,apa karena uncle kaya " Ucap Edward lalu duduk di sofa begitu juga Rangga .



" Selera kakak bagus " Ucap Rangga .


" Minum dulu " Eliza memberikan kaleng minuman pada Edward dan Rangga .


" Kakak mandi dulu iya, jangan lupa kabari mommy dan Mama sebelum mereka menyusul ke sini karena khawatir " Edward hanya mengaguk saja .


Setelah merasa lebih baik Edward dan Rangga menuju apartemen milik mereka untuk membersihkan diri .


Di dalam kamar Edward langsung menelpon Raymond entah di angkat atau tidak dia hanya mencoba .


" Hebm "


" Abang sudah sampai " Ucap Edward setelah mendengar suara dari sebrang .


" Istirahat lah, mommy mu sedang istirahat " Ucap Raymond .


" Iya " Panggilan pun terputus .


Sama halnya di kamar sebelah Rangga juga melakukan hal yang sama .


" Mama baik² saja kan "


" Iya dia baik² saja setelah Papa membuat nya berteriak hingga pukul dua malam "


Dia menggeleng bingung dengan sikap Reza yang tidak tahu malu mengatakan hal seperti itu padanya .


...****************...


" Siapa " Tanya Adara serak .


" Abang " Raymond mengelus punggung polos istri nya .


" Ayo tidur lagi, aku tahu mau masih mengantuk " Adara hanya mengaguk pelan memeluk tubuh besar itu menghirup aroma tubuh nya membuatnya nyaman .


Raymond menatap ke bawah lalu tersenyum " Seperti nya kamu lelah benaran "


" Daddy tidak mau berhenti, apa tidak bisa durasinya di kurangi " Jawabnya .


" Bukannya kamu suka ,tahan lama dan besar " Adara memukul belakang Raymond membuat pria itu tertawa .


" jika kamu tidak lelah mungkin aku akan kembali ...'


Bugh


" Jangan aneh-aneh pinggang ku mau patah,terlalu banyak gaya yang kamu lakukan " Bukannya marah Raymond malah tertawa mempererat pelukannya lalu memberikan hadiah ke seluruh wajah Adara .


" milikmu membuatku tidak ingin berhenti " Ucapnya lalu Kembali memeluk Adara .


" Tidurlah ,aku ingin olahraga dulu " Ucap Raymond yang hanya di jawab anggukan oleh Adara ,karena memang ini masih terlalu pagi belum lagi badannya yang sakit .


Setelah memakai celana training nya Raymond ke luar dari kamarnya bidang dada Nya di biarkan begitu saja tanpa di tutupi sehelai benang .


Dan saat akan masuk dalam lift dia melihat Reza yang seperti nya akan olahraga juga .


" Seperti nya permainan mu membuat tenaga mu semakin terisi " Reza tertawa kecil mendengar ucapan Raymond .


" Bukannya kakak juga begitu " Jawabnya Tersenyum Raymond hanya mengaguk saja .


Kita kembali ke new York di mana Edward dan Rangga sudah kembali ke apartemen untuk makan malam bersama .


" Kakak yakin ini bisa di makan " Cibir Edward sambil melihat piring makan yang sudah di isi lauk pauk .


" Kakak tidak akan membuat kami sakit perut kan " Ucap Rangga yang ikut melihat piringnya .


"Makan saja ,itu buatan Oma jadi Kaka simpan di lemari pendingin tinggal di hangatkan kembali "Ucap Eliza kesal .


" Kirain Kaka yang buat ,hampi saja mau aku buang " Ucap Edward .


" Berani Abang buang, kakak yang duluan membuangmu ke luar jendela sana " Ucapnya sambil menunjuk kaca besar di dekat mereka .


"Apa yang kalian lakukan besok ,bahkan pengumuman kalian saja belum ada " Ucap Eliza .


" Cari wanita " Jawab Edward santai .


" Iya Kaka harap ada perempuan yang mau dengan mu " Jawabnya ketus .


" Bukannya Abang sama Kaka Nova " Tanya Rangga .


" Apa wanita hanya dia " jawabnya menatap Rangga membuatnya menggeleng cepat .


Eliza yang tahu hubungan ke duanya hanya bisa terdiam karena dia tahu sang sahabat atau adik sepupunya itu bisa menyelesaikan kesalahpahaman mereka .


Bahkan urusannya saja tidak kalah rumit dan selalu membuatnya kesal dan ingin marah bahkan jika bisa ingin sekali membunuh orang .


" Sudah ayo makan ,baru kalian istirahat " Keduanya mengaguk cepat lalu kembali fokus pada makanannya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟