One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Di Didik bertanggung jawab



Pagi ini di perusahaan di buat heboh dengan kedatangan Henry yang ikut serta pada anak dan menantunya serta Cucu nya .


Saat sampai di depan ruangan Edward Henry menghentikan langkah nya .


" Suruh ke ruangan Daddy mu " Edward mengaguk " Iya Opa "


Ceklek


Nova langsung berdiri saat melihat Edward masuk dalam ruangan .


" Selamat pagi tuan " Sapa Nova, dia bersikap seperti biasanya .


" Ke ruangan Daddy " Ucap Edward .


" Ada hal penting tuan " Edward hanya mengaguk ,lalu Nova mengambil iPad nya tapi sebelum itu Edward menyerah HP-nya .


lalu keduanya ke luar dari ruangan itu, Nova masih saja bersikap seperti biasanya seolah tidak terjadi papa


Hingga langkahnya berhenti saat mereka sudah masuk dalam ruangan Raymond karena selama 6 tahun berkerja Henry tidak perna ke perusahaan .


Hanya sesekali singgah lalu pergi begitu saja ,tapi kenapa pagi ini ada dia ,lalu yang lainnya juga .


Nova berpikiran positif saja mungkin tentang perkejaan lalu dia kembali melanjutkan langkahnya duduk di samping Edward sambil memegang iPad , dia sudah siap menulis apa yang menurut nya nanti penting .


" Simpan iPadnya " Ucap Henry datar .


Ah !!


Edward mengambil iPad dari tangan Nova lalu di letakan di meja karena Nova hanya diam bingung.


Nova menatap Edward yang hanya terdiam menatap Opa nya .


" Mungkin Edward sudah memberi tahu mu sebelumnya, dan kalian akan menikah setelah Eyangnya kembali setelah itu kami akan menemui kedua orang tuamu " Nova langsung melototkan matanya " Kami tidak meminta persetujuan mu atau pendapat mu karena kamu tidak punya hak atau pun untuk hanya sekedar bicara " Henry langsung mematahkan niat Nova sebelum wanita itu bersuara .


" Terlepas dengan apa yang sudah kalian lewati itu urusan kalian ,saya di sini hanya akan mengatakan itu " Henry menatap Nova yang masih menatapnya " Mewakili Edward saya meminta maaf " Henry berdiri menunduk kepalanya .


" Tuan " Panggil Nova terbata


" Daddy / Opa " Panggil Peserta yang ada di ruangan itu karena kaget, Henry hanya tersenyum tipis .


" Saya harap kamu paham dengan sikap nya dan kalian sudah saling mengenal sebelumnya " Ucap Henry .


" Tuan ,tidak perlu melakukan itu !! Saya dan tuan muda tidak terlalu begitu dekat dan untuk masalah kami saya anggap itu tidak pernah terjadi " Edward langsung menatap Nova kesal .


" Saya tidak membutuhkan pendapat kamu ,saya di didik dan mendidik anak serta cucu ku bertanggung jawab dengan apa yang sudah mereka lakukan ,dan itu sudah final " Ucap Henry tegas .


" kamu memiliki kekasih " Nova menatap Edward ,lalu mengaguk sekalipun ragu " Akhiri , sekalipun dia menerima mu tapi tidak menuntut kemungkinan dia akan menerima anak mu jika sampai nanti kamu hamil " Nova memaksa menelan Saliva nya lalu mengaguk kepalanya" I-ya tuan " Jawabnya terbata .


" Mungkin besok atau lusa Eyangnya akan sampai dan itu berarti pernikahan kalian akan di lakukan bulan ini juga ,kamu bisa membahas itu nantinya pada Mommy edward atau yang lainnnya dan aunty Queen akan membantu kalian " Ucap Henry .


" Ada yang ingin kamu tanyakan " Ucap Raymond .


" Perkejaan ku " Tanya Nova lemah .


" Itu kamu bisa bahas sama Edward ,karena kamu juga sekertaris nya" Jawab Raymond .


" Baik tuan " Jawab Nova pasrah .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nova menunduk kepalanya di atas meja saat kembali dari ruangan Raymond sedang kan Edward masih berada di ruangan itu .


" Aaakkkkhhhhh " Nova menarik rambutnya pusing .


Kenapa semuanya semakin rumit setelah memutuskan berhubungan dengan pria dingin itu padahal ini sudah 7 tahun lalu apa ini pernikahan ??


Bahkan dia tidak memikirkan itu apa lagi dia sudah memutuskan untuk membuang perasaannya.


Apa dia harus memberi tahu sahabat nya ,ah dia lupa kalau mereka keluarga ,lalu Laras dan Arya, Nova kembali merebahkan kepalanya di meja .


" Hp ku " Nova mengangkat kepalanya lalu mengambil HP Edward dalam tasnya .


Lalu dia kembali ke luar dari ruangannya mungkin dia akan Kembali ke ruangan Raymond karena Henry masih berada di sana saat ke luar tadi .


Nova memilih melihat pekerjaan nya dari pada memikirkan hal yang bisa membuat kepala nya tambah pusing .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kenapa " Tanya Arya lembut ,Nova hanya menggeleng " Lapar " Jawabnya lemas .


' Kenapa tidak memesan duluan " Ucap Arya .


" Nanti dingin, kalau makan duluan tidak enak kalau cuma sendiri " Jawabnya .


" Iya sudah pesan " Nova mengaguk .


" Mukamu jelek bangat Va kalau lagi lapar " Ucap Laras tertawa kecil setelah memesan makanan .


" Lagian kalian ngapain sih, sudah jam istirahat juga ' Jawabnya kesal .


" Tungguin pangeran yang lagi sibuk dengan kerjaan nya syukur aku tidak mati " Ucap Laras .


" Sorry " Ucap Arya .


" Sudah lupakan saja " Ucap Nova .


" Eh Nov " Panggil Laras lalu menatap sekeliling nya ' Tuan Henry ngapain di perusahaan " Lanjutnya berbisik .


" Ti-dak tabu " Jawab Nova gugup .


" Kamu yakin " Nova mengaguk " Memang harus ada kenapa² nya baru dia ke sini " Jawab Nova.


" Ah iya ,kau benar dia bisa ke sini kapan pun sesukanya " Ucap Laras di anggukin Nova .


" Nanti sibuk tidak besok malam " Tanya Arya menatap Nova .


' Tidak ,kenapa " Tanya Nova .


" Mau jalan " Ucap Arya serius .


" Tapi pulang nya jangan larut " Arya mengaguk Tersenyum .


" Aku tidak di ajak " Tanya Laras menatap ke duanya .


" Kamu mau naik di ban nya " Lidah Laras berdecak.


"Iya² yang mau jalan malam " Ucapnya kesal .


" Nanti Arya juga ajak kamu koh " Ucap Nova Tersenyum .


" Sampai kucing berkaki 8 pun dia tidak akan mengajak ku jalan " Jawab Laras ketus .


" Tidak boleh begitu, pasti Arya ajakin kamu ,iya kan " Arya hanga mengaguk sebagai jawabannya .


" Mendingan aku jalan sendiri dari pada sama dia yang tampang datar kaya gini ,nanti malu²in lagi " Nova tertawa kecil .


' Sudah makan dulu ,aku sudah lapar " Ucap Nova saat melihat pesanan mereka sampai .


" Aahh Laparnya " Ucap Laras .


" selamat makan " Ucap Nova .


' Makan " Jawab Arya dan Laras lalu mereka bertiga makan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Vote .....vote .....like .....Like.....hadiah ....hadiah.....bintang ....bintang 😁😁😁😁😂😂😂


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟