
Tok ....tok
" Sayang ,ini Mama !! " Ujar Raine dari Luar .
Ceklek
" Masuk Ma " Raine masuk dalam kamar Rangga setelah di persilahkan " Kenapa ?? Kamu menangis " Tanya Raine kaget .
" Tidak papa Ma " Jawab Vika menunduk " Kenapa Hm ?? Kamu butuh sesuatu " Tanya Riane lembut,dia paham kalau anak dari pria yang dulu pernah menyukai nya ini sangat beda dengan yang lainnya .
" Tadi Rangga mengirimkan pesan katanya kamu butuh sesuatu " Vika menggeleng pelan " Ayo duduk dulu " Raine menuntut menantu nya duduk di ujung tempat tidur mereka.
" Kenapa Hm " Tanya Raine lembut .
" Hiks ....Hiks ....
" Kenapa sayang " Tanya Raine panik " Kamu bosan di sini, apa kamu merindukan umi sama abi mu ?? Mau Mama antarin " Vika menggeleng dalam Tangisannya .
" Rangga memarahimu " Vika kembali menggeleng membuat Raine semakin bingung " Lalu kenapa ?? kamu butuh apa katakan saja biar Mama Carikan " Ujar Riane .
" Mau Rangga " Riane melongo menatap menantunya dengan tatapan bingung " Maksudnya kamu kangen dengan Rangga " Vika mengaguk sebagai jawabannya .
" Astaga , bahkan belum sampai 6 jam kalian berpisah dan kamu sudah merindukan nya " Tanya Riane sambil menggeleng kan kepalanya .
" Mau nyusul ke kantor " Vika langsung menatap Raine dengan mata yang basah " Nanti Mama minta sopir yang mengantar mu " Lanjutnya lagi .
" Bersiap lah Mama tunggu di bawah " Vika langsung turun berlari ke arah kamar mandi tanpa mempedulikan Raine .
" Ada apa dengan nya ?? Kenapa anak Adrian semakin aneh " Gumam Riane lalu ke luar dari kamar Rangga " Dia tidak gila bukan " Lanjut nya sambil nurunin tangga .
" Kenapa " Tanya Henry saat melihat wajah bingung Riane .
" Riane hanya bingung ,itu anaknya Adrian apa dia gila ,Riane tanya dia malah nangis " Jawab Raine dengan wajah bingung nya .
pLak
" Sakit Mom " Sungut Riane mengelus lengan nya .
" Dia menantumu ,jaga omongan mu kalau dia dengar bagaimana kebiasaan mulut nya " Ucap Elvi kesal .
" Riane bicara sesuai fakta Mom,Riane sudah bicara lembut malahan selembut sutra tapi dia malah menangis, kan Riane nya bingung " Ucap Riane membela diri.
" Tapi bukan berarti dia gila ,mungkin dia lagi merindukan orang tua nya atau yang lainnya" Timpal Elsa .
" Astaga Bu, Riane sudah menanyakan dari semua segi tapi jawabannya hanya menggeleng ,apa lehernya tidak pegal " Jawab Riane .
" Riane ,astaga anak ini " Gerutu Elvi menggeleng.
" Enzi kenapa " Tanya Riane saat menatap bayi mungil itu dengan kening yang sedikit bengkak .
" Jatuh " Riane langsung melotot kan matanya " Habislah kamu kakak ipar ,Kaka Ray akan menghukum mu ' Adara hanya menghela nafas panjang nya .
" Dan kamu Nova siapkan dirimu " Lanjutnya sambil tertawa kecil .
" Tidak papa, itu hal biasa " Jawab Daddy Radit tenang .
" Biasa bagi Opa, tapi luar biasa bagi kedua pria itu apa lagi yang bernama Daddy Ray, aku tidak yakin jika dia tidak mengamuk " Jawab Raine sambil menatap Adara tersenyum .
" Mama .... Mama " Riane langsung menatap ke arah tangga lalu berdiri .
" Mau ke mana " Tanya Henry menatap Vika .
" Ke kantor Dad ,dia merindukan suaminya hingga membuatnya menangis " Semua peserta yang ada di situ di buat bingung .
" Menangis " Tanya Alan ,Raine mengaguk cepat " Ayo " Ajaknya pada Vika .
" Kamu akan ke kantor " Tanya Ana .
" Tidak mi ,hanya mengantar ke depan " Jawab Raine di sela kangkahnya .
" Ada apa dengan wanita surga itu " Tanya Jeje menatap punggung Vika .
" Kenapa kau tidak bertanya padanya tadi " Jawab Henry membuat Jeje mendengus kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Masuk "
Ceklek
" Kakak " Rangga langsung menegang kan duduknya menatap ke arah pintu begitu juga dengan Edward .
" Di antar siapa, kenapa tidak hubungi kakak " Rangga langsung berdiri dari duduknya mendekati Vika yang masih berdiri mematung di ambang pintu .
" Sopir ,tadi Mama sudah hubungi Papa " Rangga menghela napas panjang " Memang suami mu Papa " Jawab Rangga kesal lalu membawa Vika duduk di sofa .
" Kenapa ke sini " Tanya Rangga lembut .
" Kangen sama kakak " Jawab Vika jujur
Uhuk .....uhuk ....
Rangga langsung menatap ke arah meja kerja Edward .
" Abang " Tegur Rangga dengan helaan napas ,Edward merapikan berkasnya lalu berdiri mengambil beberapa berkas dan ponsel nya ke luar dari ruangan itu .
" Apa kamu tidak memberikan dia asupan " Tanya Edward menatap sinis Rangga, sedangkan pria itu hanya diam saja .
" Kenapa Hm " Vika langsung memeluk Rangga " Kangen sama Kaka " Rangga membalas pelukan Vika .
" Kan aku kerja sayang, tidak ke mana² " Vika hanya diam saja sambil memeluk Rangga dengan erat .
" Ayo " Rangga melepaskan pelukannya,lalu menarik tangan Vika dari perut nya membawanya ke meja kerjanya .
" Temani kerja " Vika mengaguk tersenyum lalu mengikuti langkah Rangga hingga sampai di meja kerja pria itu .
Rangga menarik Vika duduk di pangkuan nya , dengan senang hati Vika langsung memeluk tubuh besar itu dan menenggelamkan wajahnya di dada Rangga menghirup aroma tubuh pria itu membuat nya tenang .
Cup
Rangga mencium kepala Vika yang di tutupi kain yang berwarna abu-abu itu .
Di ruangan lainnya Raymond dan Reza menatap bingung pada Edward yang masuk sambil membawa berkas lalu duduk di sofa .
" Apa Abang tidak punya ruangan " Tanya Raymond menatap anaknya .
" Ruangan Abang lagi ada penghuni barunya " Jawabnya sambil menatap berkas yang ada di depannya .
" Vika sudah datang " Tanya Reza .
" Hebm " jawab Edward
"Lalu kenapa Abang ke sini " Tanya Reza,Edward menghela napasnya.
" Lalu Abang harus tetap di sana ?? Melihat mereka berduaan " Tanya Balik Edward menatap Reza .
" Aku pria normal Pa, dan kerjaan ku banyak !! Tidak mungkin aku kembali ke rumah hanya karena dua manusia itu di ruangan ku " Lanjutnya kembali menatap berkas di depannya .
Raymond tertawa kecil sambil menggeleng kan kepalanya " Kenapa tidak meminta Nova ke sini " Tanya Raymond tersenyum .
" Abang takut dia tidak bisa berjalan " Jawabnya asal membuat kedua pria itu menggeleng .
" Kau memang cucu nya Henry " Gumam Raymond .
" Dan itu orang tua Daddy " Jawab Edward membuat Raymond bungkam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟