One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
selembut sutra



Tok ....tok


" Sayang ,ini Mama !! " Ujar Raine dari Luar .


Ceklek


" Masuk Ma " Raine masuk dalam kamar Rangga setelah di persilahkan " Kenapa ?? Kamu menangis " Tanya Raine kaget .


" Tidak papa Ma " Jawab Vika menunduk " Kenapa Hm ?? Kamu butuh sesuatu " Tanya Riane lembut,dia paham kalau anak dari pria yang dulu pernah menyukai nya ini sangat beda dengan yang lainnya .


" Tadi Rangga mengirimkan pesan katanya kamu butuh sesuatu " Vika menggeleng pelan " Ayo duduk dulu " Raine menuntut menantu nya duduk di ujung tempat tidur mereka.


" Kenapa Hm " Tanya Raine lembut .


" Hiks ....Hiks ....


" Kenapa sayang " Tanya Raine panik " Kamu bosan di sini, apa kamu merindukan umi sama abi mu ?? Mau Mama antarin " Vika menggeleng dalam Tangisannya .


" Rangga memarahimu " Vika kembali menggeleng membuat Raine semakin bingung " Lalu kenapa ?? kamu butuh apa katakan saja biar Mama Carikan " Ujar Riane .


" Mau Rangga " Riane melongo menatap menantunya dengan tatapan bingung " Maksudnya kamu kangen dengan Rangga " Vika mengaguk sebagai jawabannya .


" Astaga , bahkan belum sampai 6 jam kalian berpisah dan kamu sudah merindukan nya " Tanya Riane sambil menggeleng kan kepalanya .


" Mau nyusul ke kantor " Vika langsung menatap Raine dengan mata yang basah " Nanti Mama minta sopir yang mengantar mu " Lanjutnya lagi .


" Bersiap lah Mama tunggu di bawah " Vika langsung turun berlari ke arah kamar mandi tanpa mempedulikan Raine .


" Ada apa dengan nya ?? Kenapa anak Adrian semakin aneh " Gumam Riane lalu ke luar dari kamar Rangga " Dia tidak gila bukan " Lanjut nya sambil nurunin tangga .


" Kenapa " Tanya Henry saat melihat wajah bingung Riane .


" Riane hanya bingung ,itu anaknya Adrian apa dia gila ,Riane tanya dia malah nangis " Jawab Raine dengan wajah bingung nya .


pLak


" Sakit Mom " Sungut Riane mengelus lengan nya .


" Dia menantumu ,jaga omongan mu kalau dia dengar bagaimana kebiasaan mulut nya " Ucap Elvi kesal .


" Riane bicara sesuai fakta Mom,Riane sudah bicara lembut malahan selembut sutra tapi dia malah menangis, kan Riane nya bingung " Ucap Riane membela diri.


" Tapi bukan berarti dia gila ,mungkin dia lagi merindukan orang tua nya atau yang lainnya" Timpal Elsa .


" Astaga Bu, Riane sudah menanyakan dari semua segi tapi jawabannya hanya menggeleng ,apa lehernya tidak pegal " Jawab Riane .


" Riane ,astaga anak ini " Gerutu Elvi menggeleng.


" Enzi kenapa " Tanya Riane saat menatap bayi mungil itu dengan kening yang sedikit bengkak .


" Jatuh " Riane langsung melotot kan matanya " Habislah kamu kakak ipar ,Kaka Ray akan menghukum mu ' Adara hanya menghela nafas panjang nya .


" Dan kamu Nova siapkan dirimu " Lanjutnya sambil tertawa kecil .


" Tidak papa, itu hal biasa " Jawab Daddy Radit tenang .


" Biasa bagi Opa, tapi luar biasa bagi kedua pria itu apa lagi yang bernama Daddy Ray, aku tidak yakin jika dia tidak mengamuk " Jawab Raine sambil menatap Adara tersenyum .


" Mama .... Mama " Riane langsung menatap ke arah tangga lalu berdiri .


" Mau ke mana " Tanya Henry menatap Vika .


" Ke kantor Dad ,dia merindukan suaminya hingga membuatnya menangis " Semua peserta yang ada di situ di buat bingung .


" Menangis " Tanya Alan ,Raine mengaguk cepat " Ayo " Ajaknya pada Vika .


" Kamu akan ke kantor " Tanya Ana .


" Tidak mi ,hanya mengantar ke depan " Jawab Raine di sela kangkahnya .


" Ada apa dengan wanita surga itu " Tanya Jeje menatap punggung Vika .


" Kenapa kau tidak bertanya padanya tadi " Jawab Henry membuat Jeje mendengus kesal .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Masuk "


Ceklek


" Kakak " Rangga langsung menegang kan duduknya menatap ke arah pintu begitu juga dengan Edward .


" Di antar siapa, kenapa tidak hubungi kakak " Rangga langsung berdiri dari duduknya mendekati Vika yang masih berdiri mematung di ambang pintu .


" Sopir ,tadi Mama sudah hubungi Papa " Rangga menghela napas panjang " Memang suami mu Papa " Jawab Rangga kesal lalu membawa Vika duduk di sofa .


" Kenapa ke sini " Tanya Rangga lembut .


" Kangen sama kakak " Jawab Vika jujur


Uhuk .....uhuk ....


Rangga langsung menatap ke arah meja kerja Edward .


" Abang " Tegur Rangga dengan helaan napas ,Edward merapikan berkasnya lalu berdiri mengambil beberapa berkas dan ponsel nya ke luar dari ruangan itu .


" Apa kamu tidak memberikan dia asupan " Tanya Edward menatap sinis Rangga, sedangkan pria itu hanya diam saja .


" Kenapa Hm " Vika langsung memeluk Rangga " Kangen sama Kaka " Rangga membalas pelukan Vika .


" Kan aku kerja sayang, tidak ke mana² " Vika hanya diam saja sambil memeluk Rangga dengan erat .


" Ayo " Rangga melepaskan pelukannya,lalu menarik tangan Vika dari perut nya membawanya ke meja kerjanya .


" Temani kerja " Vika mengaguk tersenyum lalu mengikuti langkah Rangga hingga sampai di meja kerja pria itu .


Rangga menarik Vika duduk di pangkuan nya , dengan senang hati Vika langsung memeluk tubuh besar itu dan menenggelamkan wajahnya di dada Rangga menghirup aroma tubuh pria itu membuat nya tenang .


Cup


Rangga mencium kepala Vika yang di tutupi kain yang berwarna abu-abu itu .


Di ruangan lainnya Raymond dan Reza menatap bingung pada Edward yang masuk sambil membawa berkas lalu duduk di sofa .


" Apa Abang tidak punya ruangan " Tanya Raymond menatap anaknya .


" Ruangan Abang lagi ada penghuni barunya " Jawabnya sambil menatap berkas yang ada di depannya .


" Vika sudah datang " Tanya Reza .


" Hebm " jawab Edward


"Lalu kenapa Abang ke sini " Tanya Reza,Edward menghela napasnya.


" Lalu Abang harus tetap di sana ?? Melihat mereka berduaan " Tanya Balik Edward menatap Reza .


" Aku pria normal Pa, dan kerjaan ku banyak !! Tidak mungkin aku kembali ke rumah hanya karena dua manusia itu di ruangan ku " Lanjutnya kembali menatap berkas di depannya .


Raymond tertawa kecil sambil menggeleng kan kepalanya " Kenapa tidak meminta Nova ke sini " Tanya Raymond tersenyum .


" Abang takut dia tidak bisa berjalan " Jawabnya asal membuat kedua pria itu menggeleng .


" Kau memang cucu nya Henry " Gumam Raymond .


" Dan itu orang tua Daddy " Jawab Edward membuat Raymond bungkam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟