One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Seorang teman



Malam harinya Edward langsung menuju Landon bersama Arif pengawal setianya saat dia bepergian jauh seperti sekarang .


"Tuan " Edward menatap Arif sekilas lalu kembali bersandar dan memejamkan matanya .


" Jangan membahas apa pun tentang nya " Arif mengaguk patuh lalu duduk di kursi yang agak sedikit jauh .


Hingga akhirnya mereka sampai di Landon dan menuju tempat rumah Eyang nya di mana keluarga nya sudah berada di sana .


Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah berada di rumah besar itu ,tanpa mengatakan apa pun Edward langsung masuk dalam rumah itu, sedangkan tas nya di berikan pada pelayan untuk di antar ke kamarnya .


" Malam " Semua orang menatap ke arah sumber suara .


" Abang " Edward hanya tersenyum tipis lalu mencium pipi Adara dan juga Raymond yang duduk di samping nya .


Lalu dia berjalan ke arah Daddy Radit dan mommy Ellena melakukan hal yang sama .


setelah itu dia mencium pipi kakek neneknya orang tua Adara .


" Sudah puas liburannya " Edward hanya mengaguk saja " Ayo makan dulu " Ucap mommy Ellena .


" Ed mau langsung istirahat Eyang " Ucap Edward .


" Abang sudah makan " Edward hanya mengaguk saja " Ganti pakaian iya jangan pakai baju dari luar " Ucap Adara tegas .


" Iya Mom ,by " Edward langsung menuju kamarnya jika dia berada di Landon .


" Makan Baby " Tegur Raymond membuat wanita itu mengaguk patuh .


Kini semuanya makan dengan fokus tanpa ada yang bersuara hingga mereka selesai makan .


Raymond langsung berpamitan menuju kamar anaknya .


Tok ...tok ...


"Daddy boleh masuk "


Ceklek


" Masuk Dad " Raymond pun masuk dalam kamar Edward, dia menatap sekeliling nya hanya bisa tersenyum .


" Bukannya Abang meminta waktu 3 hari " Edward hanya mengaguk lalu duduk di ujung tempat tidur .


" Ada yang Abang sembunyikan " Edward menatap Raymond Tersenyum " Daddy sudah tahu semuanya " Raymond mengaguk membenarkan .


" Apa yang kamu rasakan " Kini mereka terlihat seperti seorang teman karena sejak kecil Raymond menerapkan itu .


Dia tidak ingin ada jarak di antara mereka begitu juga dengan anak yang lainnya sekalipun dia di sibukkan dengan segudang pekerjaan tapi sebisa mungkin meluangkan waktu untuk anak-anaknya.


Tapi tidak dengan anak perempuan dia lebih memilih mengeluarkan isi hatinya pada sang istri .


" Entah, Edward sendiri bingung " Helaan napas panjang Edward membuat Raymond Tersenyum " Jalanmu masih panjang sedikit lagi kamu akan lulus SMA " Ucap Raymond .


" Nikmati hidup mu jangan memikirkan Perusahaan ,Daddy masih bisa mengurus semuanya " Ucap Raymond serius .


" Ada yang ingin Daddy katakan ' Edward mengagukan kepalanya " Apa Bianca masih mengganggumu ?? " Edward menatap Raymond " Seperti nya dia mengadu pada ayah nya sehingga ayah nya keperusahan dan meminta Daddy melakukan perjodohan untuk kalian ' Edward berdecak kesal .


" Merepotkan sekali " Raymond hanya tersenyum saja " Tidak usah memikirkan itu ,yang penting Daddy sudah tahu semuanya " Ucap Raymond .


" Apa Eric sudah menceritakan sesuatu pada Daddy " Raymond menggeleng " Biarkan dia siap sendiri ,jika sudah siap pasti dia akan cerita sekalipun Daddy sudah tahu " Ucap Raymond .


" Kau sudah membeli hadiah untuk kakakmu " Edward menggeleng " Apa harus melakukan nya " Raymond tertawa kecil " Kau memang anakku " Edward hanya tersenyum .


" Iya sudah kamu istirahat ,Daddy ke luar dulu "


" Good night Daddy "


" Good night jagoan " Balasnya lalu ke luar dari kamar Edward menuju lantai satu .


" Daddy " Raymond menhentikan langkahnya saat El memanggil nya " Why " Tanyanya lembut .


" Boleh minta waktu nya sebentar " Raymond menaikan alisnya lalu mengaguk mengikuti El yang masuk dalam kamar ternyata di dalam sudah ada istri nya .


" Apa kalian membuat acara berdua " Adara menaikan bahunya " Kamu juga di minta ke sini , CUP " Adara mengaguk patuh .


" Dad ,mom " panggil El lirih duduk di depan mereka " Ada yang menyukai El " Keduanya saling berpandangan lalu menatap ke arah anak gadisnya .


" Kalau tidak suka iya jangan di tanggapi " Jawab Raymond acuh .


" Jangan terlalu membenci seseorang nak, Jika niatnya ingin berteman kenapa tidak terlepas nantinya seperti apa untuk sekarang berteman dulu " Ucap Adara tegas Raymond hanya mengaguk Tersenyum.


" Untuk sekarang hanya teman begitu juga Abang " Tekan Adara kembali membuat El terdiam .


Seperti nya dia salah memanggil mommy nya karena mommy sangat² iya begitu lah .


Kalian sudah bisa menebak jika yang memiliki emak² yang super duper antik,kuno ,dan begitu unik .


Beda dengan sang Daddy yang memang besar di lingkungan yang memang bisa di katakan waow jadi selagi itu baik dan buat mereka senang kenapa tidak toh mereka tidak ke luar dari jalur bahaya .


" Sudah Istirahat lah besok Abang akan ke luar mencari hadiah untuk kakakmu jadi kalian bisa ikut dengannya " Ucap Raymond .


" Iya Dad" Jawab El .


" Ayo Baby " Raymond membawa Adara ke luar dari kamar itu menuju kamar yang mereka tepati .


samar² dia mendengar kan para orang tua sedang bertukar cerita , Dimana ada mertuanya, orang tua Naufal dan juga Opa Oma nya .


Sendang kan yang lainnya entah ke mana menghilang nya .


" Daddy "


" Hebm "


" Boleh setelah ini kita liburan berdua " Raymond menatap Adara " ke mana " Tanya Raymond lembut sambil memeluk sang istri.


" terserah , tempat yang indah di mana " Tanya balik Adara .


" Kita kembali dulu ke sana iya ,setelah itu kita liburan berdua " Adara menggaguk " Daddy bicara apa dengan Abang " Tanya Adara penasaran .


" Bukan urusan mommy ,ini urusan pria " Adara mendengus kesal " Apa kau Tidak boleh tahu " Adara membalikkan badannya menghadap suaminya .


" Hebm, belum saatnya " Jawab Raymond Tersenyum ,Adara memeluk tubuh suaminya dengan erat .


" El sudah besar "


" Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri jangan pernah ikut campur dengan begitu mereka akan tahu keputusan apa yang akan mereka ambil "


" Aku takut mereka tersakiti "


" Itu sudah pasti baby, jadi biarkan dia menguatkan hatinya di dunia ini tidak ada yang gratis dan mau enaknya saja "


" Iya bahkan dulu aku harus kuat bahkan lebih kuat "


" Kau menyesal " Adara menggeleng " Hanya kesal mengingat itu " Raymond membalas pelukan Adara dengan erat .


" Terimakasih sudah bertahan hingga sampai sekarang tetaplah sehat untuk aku dan anak² ,maka kami juga akan sehat untukmu " Ucap Raymond lembut .


" kau akan sehat jika karut hitam ku selalu di isi dengan uang yang banyak "


Tuk


" Kau sudah menikmati nya bahkan kau juga tidak terlalu memakainya " Adara mengelus kepalanya " Aku harus menyiapkan diri sebelum nantinya Daddy bangkrut jadi nanti aku tidak miskin sekali saat hari itu tiba " Raymond memilih membaringkan tubuhnya di ikuti Adara .


" Ganti baju dulu " Ucap Adara " Biarkan malam ini begini aku benar² lelah baby " Ucap Raymond memejamkan matanya .


"Baiklah " Adara mengalah karena memang dia bisa melihat jika Raymond begitu lelah .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


dukung Edward menjadi novel favorit kalian


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟