
" Kakak " Rangga Tersenyum lembut " Sudah " Vika mengaguk .
" Masuk kak " Rangga mengagguk " Ayo " Rangga menggegam tangan Vika masuk dalam mobil bersama Vika .
" Maaf " Edward hanya diam saja ,membuat Vika takut .
" Abang orang baik jangan takut " Vika mengaguk lemah .
Karena hari ini ada les privat Rangga berjanji menjeput Vika di sekolahannya .
" Sekolahnya lancar " Vika mengaguk "Abi sama umi titip salam " Ucap Vika, iya hubungan Vika dan Rangga sudah di ketahui ke dua orang tuanya .
Dan Abi dari Vika tidak keberatan selama itu dia bisa menjaga diri dengan baik ,begitu juga umi nya .
" Salam balik " Ucap Rangga .
Di saat Rangga dan Vika sedang melempar ucapan,Edward memainkan HP nya bertukar pesan sama Nova .
Hingga akhirnya masuk panggilan di Ponsel Mahalnya .
" Hebm " Rangga dan Vika menatap Edward yang duduk di depan merek barisan ke dua .
" Kangen "
" Jangan seperti wanita bayaran ,tidurlah di sana larut malam " Vika melotot kan matanya mendengar ucapan Edward .
Kasar !! Itulah yang dia tangkap , tapi kau salah vila bagi Nova itu pujian karena itu makanan setiap harinya .
" Nanti juga kamu terbiasa " Vika menatap Rangga yang duduk di sebelah nya " Abang baik koh " Lanjutnya sambil mengelus pipi mulus Vika .
" Iya kak " Jawab Vika .
" Biarkan seperti ini sambil aku tiduran "
" Kau kira aku banyak waktu hanya untuk meladenimu "
" I love you Abang "
" I hate you " Edward menutup panggilan nya lalu Kembali memainkan ponselnya .
Rangga Tersenyum melihat wajah syok Vika ,karena ini pertama kalinya dia mendengar Edward bersuara .
Sekali nya bersuara Edward mengeluarkan kata yang luar biasa.
" Abang "
" Hebm "
" Kaka Nova sehat " Edward mengagguk " Kaka Nova tidak pulang ke sini bang " Tanya Rangga .
" Dia akan kembali kalau sudah selesai " Jawab Edward
Mobil mereka berhenti di sebuah gedung yang tinggi, Edward pun langsung turun di susul Rangga dan Vika.
Mereka tidak pernah menunggu sopir yang membuka pintu karena itu tidak sopan .
Luar biasa bukan didikan Adara dan Raine , sekalipun mereka selalu di bukakan pintu tapi tidak dengan anak² mereka.
" Vika duluan iya kak " Rangga mengaguk ,karena dia tidak ingin orang tahu dan menyebabkan Vika dalam bahaya .
" Hati² dek " Vika hanya mengaguk sebagai jawaban .
" Kalau kamu takut ,kamu bisa minta Papa untuk menjaganya " Ucap Edward sambil berjalan .
" tidak bang, Rangga takut dia tidak nyaman karena belum terbiasa dengan keluarga kita " Edward mengaguk paham .
" Dia sudah tahu kamu akan new York " Tanya Edward .
" Sudah bang, dia akan menunggu karena Abinya tidak mengizinkan dia pergi jauh " Ucap Rangga .
" Ayo " Kini mereka sudah masuk dalam ruangan di mana di sana bukan hanya ada mereka .
Ada berbagai wajah dan berbagai sekolah ,awalanya Raymond dan Reza menolak anak² les privat di luar .
Tapi Raymond kekeh dan dia menerima semua syarat dari Raymond asal dia les privat di luar .
Bukannya apa , Raymond hanya tidak ingin mereka dalam bahaya itu saja ,karena di luar sana banyak yang mengincar nyawa nya begitu juga bagian dari keluarga nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya setelah makan malam Rif'at membawa istri dan anak² nya ke lantai 3 mereka akan menghabis waktu bersama .
" Bunda, boleh kakak bicara " Amanda menatap Daffi " Iya " Jawab Amanda .
" Apa tidak boleh ,bunda berhenti dari rumah sakit " Amanda menatap Rifat yang hanya terdiam menatap lurus ke depan.
Membiarkan anak-anak nya mengeluarkan isi hatinya .
" Apa Tidak bisa bunda seperti yang lainnya , Maksud Qiandra saat kami pulang bunda ada di rumah " Ucap Qiandra menunduk takut .
" Mama Riane kerja ,Mami Ela , ibu Syahzani juga " Ucap Amanda .
" Tapi mereka tidak seperti Bunda yang tiap hari dan kadang bunda harus ke rumah sakit saat malam, mereka ke perusahaan jika ada hal penting setelah itu pulang " Jawab Daffi .
" Kan itu sudah kerjaan Bunda kak " Jawab Amanda ,kini nada bicaranya sudah berubah .
" Biarkan ayah saja yang bekerja Bun, jika ayah sibuk bunda juga sibuk kami hanya berdua " Ucap Qiandra .
" Di sinikan banyak orang Dek..."
" Iya ,tapi kemarin² kami di paviliun hanya berdua " Potong Qiandra .
" Sekarang kan . .
" Sudah jangan membahas itu " Ucap Rifat saat keadaan sudah tidak baik .
" Tapi Mas ..."
" Kamu bisa bekerja jika ingin " Ucap Rifat.
" Ayah "
" Ayah akan usahakan pulang cepat dan tidak terlalu sibuk biar kalian tidak kesepian " Ucap Rifat lembut .
" Kalau kalian bosan ,kalian bisa ke perusahaan menemani Ayah di sana " Lanjutnya tersenyum .
" Iya ayah " Jawab Daffi .
Padahal mereka ingin Amanda berhenti tapi sepertinya mereka salah nyatanya sang bunda masih ingin tetap bekerja di rumah sakit.
" Apa kakak sama Ade marah sama bunda "
" Apa kalau Ade bilang marah ,bunda akan berhenti tidak bukan "
" adek, ini impian bunda dari dulu membantu orang lain " Ucap Amanda .
" Bunda sudah banyak membantu orang , sekarang kakak sama Ade sudah besar Bun, sedikit lagi kami akan pergi sepeti Kaka Eliza yang kuliah di luar sana " Ucap Qiandra emosi .
" Bunda paham tidak sama perasaan adek ,dari kecil sampai adek besar kami bersama bunda itu terhitung waktu kami di habiskan sendirian ,kita hanya akan bersama saat sarapan ,makan siang makan malam itu sangat jarang bahkan weekend pun Bunda harus ke rumah sakit " Ucap Qiandra menggebu-gebu.
" Bunda apa belum cukup ,bunda melakukan pekerjaan ini sebelum menikah dengan ayah sekarang umur kami akan memasuki 14 tahun ,jika iya aku sama Ade tidak akan meminta lagi " Ucap Daffi kesal .
Rifat langsung memeluk kedua anaknya menenangkan mereka .
" maaf ayah " Rifat hanya mengaguk saat ucapan itu ke luar dari mulut Daffi .
" It's Ok ayah tidak marah " Ucapnya lembut .
Sedangkan Amanda hanya bisa terdiam menatap anak-anaknya yang memeluk sang suami .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Yuukk gabung di grub biar saling mengenal dan lebih dekat lagi , sekalipun kita tidak pernah bertemu tapi memperbanyak teman bukannya bagus bukan 😘😘😘😘😘😘